
Zee yang terus melihat Abian dan wanita yang membuatnya penasaran yang akhirnya Abian melihat ke arah Zee dan Zee berpura-pura tidak melihat yang langsung mengarahkan pandangannya ke lain arah dan sepertinya Abian tau kalau di baru saja di lihati dan Abian berbicara pada wanita di sampingnya dan terlihat mereka malah menghampiri Zee.
"Zee!" tegur Abian saat Zee berpura-pura memilih parfum.
"Astaga kenapa juga kak Abian harus kemari," batin Zee yang sudah menghindar eh malah di datangi.
"Kak Abian," sahut Asyifa yang melihat kedatangan Abian dan barulah Zee menghadap Abian dengan Zee yang tersenyum kaku.
"Hay kak Abian," sapa Zee dengan tersenyum.
"Kalian ada di sini juga?" tanya Abian.
"Iya kebetulan lagi cari parfum untuk kak Rafa," jawab Zee.
"Kak Abian siapa ini?" tanya Asyifa yang pasti mewakili Zee yang sebenarnya Zee juga ingin menanyakan hal itu.
"Oh ini kenalkan ini Syira, ini itu teman saya yang kebetulan sedang ada acara di Bali," jawab Abian yang memperkenalkan wanita di sampingnya sebagai tekannya.
"Hallo assalamualaikum saya Syura," sahut wanita itu berjabat tangan pada Asyifa.
"Walaikum salam saya Asyifa," sahut Asyifa dengan ramah.
"Zee," sahut Zee yang tersenyum datar.
"Syira!" Syira juga memperkenalkan dirinya pada Rafa dengan tangan yang di satukan tanpa ingin bersentuhan.
"Saya Rafa suaminya Asyifa," jawab Rafa dengan tersenyum.
"Senang berkenalan dengan kalian semua," sahut Syira dengan tersenyum manis dengan suara lembutnya.
"Oh iya kalau begitu kami permisi dulu ya, soalnya saya sedang menemani Syira untuk berbelanja," ucap Abian.
"Oh ya sudah kak Rafa," sahut Asyifa.
Rafa dan Syira pun pamit dan Zee terus melihat mereka, "rajin ya menemani temannya. Berati bukan temannya sih ya mereka mang cocok sih," batin Zee.
"Zee!" tegur Asyifa yang melihat Zee melamun.
__ADS_1
"Eh kak Asyifa. Nggak apa-apa kok. Ayo kita belanja lagi," sahut Zee yang berusaha untuk biasa saja.
"Sudah Zee, kami sudah selesai," sahut Rafa.
"Oh begitu ya sudah kita pulang aja kalau sudah selesai," sahut Zee yang tiba-tiba tidak semangat lagi mungkin karena melihat Abian dengan wanita lain yang Zee sebenarnya tidak peduli. Tetapi tetap aja kepikiran.
Apa lagi Zee merasa wanita itu lebih baik dari pada Zee. Wanita yang berpenampilan tertutup sementara dirinya tidak lah ada apa-apanya yang hanya wanita biasa yang tidak seperti Asyifa dan juga pastinya bukan seperti wanita yang tadi bersama Abian..Ya Zee baru kali ini jadi minder.
*********
Setelahnya selesai membeli parfum. Asyifa, Zee dan Rafa akhirnya pulang ke Villa mereka.
"Zee kamu kenapa sih perasaan dari tadi kamu itu diam terus apa ada yang di pikirkan?" tanya Asyifa yang sama-sama keluar dari mobil yang sejak tadi sangat memperhatikan adik iparnya itu.
"Tidak apa-apa kok kak," jawab Zee bohong padahal dia memikirkan sesuatu yang pasti berhubungan dengan apa yang di lihatnya di Mall tadi.
"Asyifa!" tiba-tiba suara seseorang wanita menyahut yang membuat Asyifa langsung melihat ke belakangnya dan ternyata di kagetkan dengan kedatangan Lulu dan juga suaminya Roni dan ada juga kakak Lulu yaitu Dedi.
"Kak Lulu!" pekik Asyifa yang terkejut dan langsung menghampiri Lulu dan memeluk Lulu. Zee dan Rafa pun ikut menghampiri.
"Kamu tidak apa-apa?" tanya Lulu yang sudah melepas pelukan itu dan melihat Lulu dari atas kebawah yang mana dia begitu khawatir pada Asyifa.
"Asyifa kami mendapat telpon dari Rafa jika papa sedang mengganggu kamu," sahut Dedi yang membuat Asyifa melihat suaminya.
"Polisi sudah menahan Pria itu dan juga sulit Taxi yang pertama yang membawa kamu pergi dan masih menunggu lanjutan penyelia karena yang terlibat bukan hanya 2 orang itu,' jelas Rafa pada istrinya.
Rafa walau terus bersama Asyifa. Tetapi terus mencari tau siapa-siapa yang mencelakakai istrinya dan akhirnya Bram dan supir Taxi palsu itu sudah di tahan.
"Asyifa ini sungguh memalukan dengan semua yang papa lakukan pada kamu. Kami datang kemari ingin melihat papa dan tidak menyuruh kamu untuk memaafkan papa," sahut Dedi yang merasa bersalah.
Dedi dan Lulu memang harus melihat Bram yang sangat jahat dan kurang ajar pada Asyifa.
"Lalu apa Ibu dan Ayah juga tau masalah ini?" tanya Asyifa yang khawatir.
"Iya Asyifa Tante Rania dan Om Rendy tau masalah ini dan mama yang menutur aku mas Roni dan kak Dedi untuk melihat papa," jawab Lulu.
"Aku yang memberitahu mereka Asyifa yang memang seharusnya mereka tau. Tetapi aku melarang mereka untuk datang kemari. Karena aku akan menyelesaikan semuanya," sahut Rafa yang bertindak.
__ADS_1
"Asyifa kami benar-benar minta maaf dengan kejadian ini. Papa benar-benar sangat keterlaluan. Asyifa percayalah perbuatan papa akan mendapatkan hukuman yang setimpal," ucap Lulu.
"Iya kak Lulu. Tetapi bagaimana dengan perasaan ayah dan Ibu," ucap Asyifa.
"Kamu jangan khawatir Asyifa aku sudah meyakinkan mereka dan semuanya akan baik-baik saja," jelas Rafa dengan apa adanya.
"Benar Asyifa, Om Rendy dan Tante Willo juga menyuruh kami datang pasti juga ingin melihat keadaan kamu," sahut Roni.
"Hmmm, sekarang sebaiknya kita masuk dulu, tidak enak harus berbicara di luar," sahut Zee menawarkan masuk dari pada harus berbicara di luar.
"Iya ayo kita masuk kedalam," sahut Rafa. Mereka mengangguk yang akhirnya mereka memasuki Vila untuk mengobrol lebih banyak lagi.
**********
Asyifa dan Rafa berada di kamar yang mana Asyifa terlihat gelisah yang duduk di pinggir ranjang yang mana Asyifa yang pasti ada yang di pikirkan Asyifa.
"Kamu kenapa Asyifa?" tanya Rafa yang baru keluar dari kamar mandi.
"Kak Rafa Asyifa kepikiran dengan ayah dan ibu," jawab Asyifa yang memang itu yang di pikirkannya.
"Asyifa aku kan sudah mengatakan jika ibu dan ayah sudah mempercayakan kamu padaku dan tidak ada yang di perlu di khawatirkan, masalah ini akan selesai dan kita akan pulang ke Bali saat masalah benar-benar selesai. Jadi apa yang harus kamu pikirkan," ucap Rafa yang pasti harus meyakinkan istrinya.
"Tetapi kak Rafa. Asyifa tetap aja kepikiran. Asyifa tidak bisa tenang," jawab Asyifa.
Rafa mendekati istrinya dengan berjongkok di depan Asyifa dan memegang ke-2 tangan Asyifa "tidak ada yang perlu kamu khawatirkan Asyifa. Aku sudah mengatakan semuanya akan baik-baik saja dan kamu tidak harus memikirkan apa-apa lagi. Kamu harus percaya padaku," ucap Rafa yang meyakinkan istrinya yang berbicara sangat lembut pada istrinya.
"Makasih ya kak Rafa sudah banyak melakukan hal-hal yang baik untuk Asyifa. Asyifa benar-benar sangat lega dengan kak Rafa yang selalu ada di samping Asyifa yang selalu ada untuk Asyifa," ucap Asyifa yang memang dengan kehadiran sang suami membuatnya merasa lega dan jauh lebih baik.
"Tidak perlu berterima kasih karena itu sudah menjadi tugasku sebagai suami," jawab Rafa dengan mengusap lembut pipi Asyifa.
" Ya sudah sebaiknya kamu istirahat, aku harus kekantor polisi untuk melihat perkembangan kasusnya," ucap Rafa.
"Asyifa ikut!" ucap Asyifa.
"Tidak usah Asyifa," sahut Rafa.
"Kak Rafa, boleh ya," rengek Asyifa yang ingin ikut. Rafa menghela napasnya dan menganggukkan kepalanya yang lagi-lagi mana bisa menolak permintaan istrinya.
__ADS_1
Bersambung