
Setelah pulang dari rumah sakit Asyifa di landa kebingungan. Asyifa yang berada di dalam kamarnya yang terlihat gelisah. Bagaimana tidak gelisah. Dia baru saja menceritakan kisah filu Syira masalah anak yang di kandungnya.
Sebagai seorang wanita. Jelas Asyifa begitu simpatik. Dan apa lagi Syira mendapat teror dengan memeras Syira dan masalah yang paling besar. Syira merahasiakan semua ini.
"Ya Allah apa yang harus aku lakukan, aku tidak mungkin membiarkan masalah ini terus berlanjut. Kasihan juga Syira ya Allah," batin Asyifa dengan wajah paniknya.
Ceklek.
Pintu kamar itu terbuka dan ternyata Rafa yang masuk kedalam kamar.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Rafa yang melihat istrinya itu tidak baik-baik saja.
"Kak Rafa," sahut Asyifa yang menghampiri Rafa.
"Ada apa sayang?" tanya Rafa melihat wajah panik sang istri.
"Asyifa bingung kak Rafa," ucap Asyifa.
"Bingung kenapa?" tanya Rafa heran dengan istrinya tersebut. Rafa yang adanya panik dengan istrinya yang seperti itu dan membuat Rafa memegang tangan Asyifa dan membawa Asyifa duduk di pinggir ranjang.
"Ada apa sayang, apa yang kamu pikirkan dan membuat kamu bingung?" tanya Rafa dengan mencoba untuk menenangkan sang istri.
"Kak Rafa, Asyifa punya satu rahasia. Ini tidak boleh di beritahu. Tetapi Asyifa tidak mungkin menyembunyikannya," ucap Asyifa.
Rafa mengkerutkan dahinya yang penuh dengan kebingungan yang tidak mengerti apa yang di maksud sang istri.
"Maksud kamu apa sayang?" tanya Rafa heran.
"Asyifa takut dosa jika menyampaikannya karena. Asyifa sudah janji tidak akan memberitahu siapa-siapa. Tetapi Asyifa juga takut dosa jika tidak memberitahu kak Rafa," ucap Asyifa.
Rafa menghela napasnya dengan penuh kebingungan.
"Jadi kamu ada rahasia dengan seseorang!" tebak Rafa. Asyifa menganggukkan kepalanya .
"Tapi kamu tau kan merahasiakan sesuatu dari suami itu tidak boleh dan itu bisa berdosa yang jatuhnya menjadi bohong," ucap Rafa.
"Iya kak Rafa, Asyifa tau," ucap Asyifa dengan menundukkan kepalanya.
"Jadi sekarang bagaimana? mau menceritakannya atau tidak?" tanya Rafa yang membuat Asyifa masih diam yang penuh dengan kebingungan yang apakah harus menceritakan apa tidak.
"Bagaimana sayang?" tanya Rafa.
__ADS_1
"Tapi untuk sementara kita berdua saja ya yang tau terlebih dahulu," ucap Asyifa.
"Baiklah sayang," ucap Rafa yang penting mendengar cerita sang istri dulu.
"Kak Rafa ini mengenai Syira," ucap Asyifa.
"Ada apa dengan Syira?" tanya Rafa heran.
"Yang ternyata anak yang di kandung Syira bukan anak kak Abian," ucap Rafa.
"Kamu serius?" tanya Rafa dengan wajah terkejutnya.
"Iya kak Rafa," jawab Asyifa.
"Bukannya dugaan ini sebelumnya kamu pernah mengatakannya?" tanya Rafa.
"Iya kak. Tetapi ini bukan dugaan lagi tetapi ini sebenarnya karena Syira......"
Asyifa pun menceritakan semua kepada suaminya atas apa yang terjadi pada Syira. Rafa mendengarkan semua yang di ceritakan sang istri pasti wajah Rafa begitu terkejut saat mendengar semua itu yang benar-benar tidak pernah terduga olehnya.
"Syiria sendiri yang menceritakan semuanya kepada Asyifa," ucap Asyifa yang selesai menjelaskan pada Rafa.
"Lalu siapa orang yang memerasnya dan bukankah seharusnya Syira menceritakan semuanya termasuk kepada orang tuanya apalagi pak Danu itu pengacara dan seharusnya dia bisa menangani masalah ini," ucap Rafa.
"Seperti yang Asyifa katakan tadi kak Rafa. Kalau Syira tidak berani menceritakannya pada orang tuanya dan juga cerita awalnya juga tidak sama saat dia menceritakan pada kak Dedi. Makanya kak Dedi mau menikahi Syira," ucap Asyifa.
"Asyifa Dedi yang harus tau masalah besar seperti ini. Perkara masalah anak di kandungan Syira. Mungkin Dedi sudah tau itu bukan anaknya. Tetapi dia tidak tau jika Syira di peras dan juga mendapat ancaman belakangan ini dan masalah ini yang adanya' hanya akan membahayakan Syira saja dan apa lagi dia juga sedang mengandung," ucap Rafa.
"Itu yang Asyifa pikirkan kak. Makanya Asyifa bertukar pikiran dengan kak Rafa," ucap Asyifa.
"Ya sudah sayang kamu jangan memikirkan masalah itu. Nanti kita pikirkan solusinya bagaimana. Jangan terlalu memikirkan hal yang tidak perlu di pikirkan ya," ucap Rafa yang mencoba menenangkan istrinya itu.
"Kak Rafa. Kita sudah tau masalah ini. Kita seharusnya membantu Syira bukan," ucap Asyifa.
"Iya sayang, kita akan membantunya untuk keluar dari masalah ini," ucap Rafa yang membawa Asyifa ke pelukannya.
Asyifa sangat lega dengan bercerita kepada suaminya dia bisa sedikit tenang dan bisa mendapatkan solusi. Namun tetap dia akan merasa bersalah pada Syira. Karena tidak menepati janji yang sebelumnya Asyifa janji tidak akan memberitahu siapa-siapa tentang masalah itu.
**********
Syira akhirnya pulang ke rumah setelah di rawat 2 hari di rumah sakit.
__ADS_1
"Kamu istirahat lah Syira jangan melakukan hal aneh lagi. Orang-orang bisa berpikiran buruk tentang keluarga ini nanti. Di sini ada pembantu dan kamu bisa minta tolong pada pembantu," ucap Willo yang sangat ketus.
"Iya mah," jawab Syira yang mana pembantu membantu Syira untuk menaiki anak tangga.
Dedi yang juga ada di sana hanya diam dan dia juga ingin pergi.
"Tunggu sebentar Dedi," sahut Willo yang membuat langkah Dedi terhenti.
"Ada apa mah?" tanya Dedi.
"Pernikahan ini juga pilihan kamu. Jadi kamu seharusnya bertanggung jawab dengan pernikahan ini," ucap Willo.
"Iya," sahut Dedi dengan suara datarnya dan Dedi langsung pergi meninggalkan tempat itu.
Lulu dan Rony saling melihat dan mereka sama-sama pergi yang mereka juga ingin beristirahat. Karena sudah malam juga.
*********
Syira yang berada di kamar yang sedang menelpon.
"Aku mohon kamu jangan lakukan itu. Aku akan minta waktu beberapa hari, saat ini aku sedang tidak punya uang," ucap Syira dengan suara bergetar yang sedang menelpon.
"Aku tidak butuh alasanmu. Cepat kirim," sahut pria yang menelpon itu yang membuat Syira semakin ketakutan.
Bruk
Pintu kamar tiba-tiba di buka yang membuat Syira kaget dan handphon yang di telinganya langsung jatuh karena saking terkejutnya.
" Hallo!Hallo!" suara pria itu terdengar pada ponsel Syira.
Dedi yang di dalam kamar itu melihat ke arah ponsel Syira yang layarnya masih hidup dan Syira semakin panik dengan ketakutan saat Dedi yang mendengar suara orang tersebut.
"Kau tidak mendengarku," sentak pria itu membuat Syira langsung berjongkok dan buru-buru mengambil handphonenya dan Syira langsung mematikannya yang terlihat Syira begitu penuh dengan ketakutan dan Dedi melihatnya dengan penuh curiga.
"Siapa itu?" tanya Dedi.
Deg
Suara jantung Syira semakin kencang berdetak saat mendengar pertanyaan itu yang sangat mengejutkan untuk Syira. Tidak tau apa yang harus di jawabnya.
Bersambung
__ADS_1