
"Luky!" sahut Lucky dengan berjabat tangan.
"Rafa," sahut Rafa membalas uluran tangan itu.
"Rafa ini adalah CEO dari Perusahaan Toxes," ucap Miranda yang mempromosikan Rafa.
"Benarkah! Wau suatu kehormatan bisa bertemu dengan Ceo-nya langsung. Perusahaan terbesar di Jakarta pemilik tuan Xander bukan," sahut Lucky yang tampaknya mengetahui sedikit banyaknya mengenai Perusahaan itu.
"Iya tuan," sahut Rafa dengan datar.
"Asyik Om Lucky mengenal Rafa. Itu berarti banyak kesempatan aku bisa menjadi BA salah satu fashionnya," batin Miranda yang mempunyai lampu hijau.
"Kalau begitu mari silahkan duduk," sahut Luck dengan ramah mempersilahkan mereka untuk duduk Rafa dan Miranda pun duduk dengan bersebelahan.
"Hmmm, Tante Vanya di mana Om?" tanya Miranda.
"Sedang berbicara tadi dengan tamu kami. Dan juga yang akan ikut makan siang bersama kita. Tidak apa-apa kan" ucap Lucky.
"Tidak apa-apa Om, justru kita senang bisa makan bersama," sahut Miranda. Lucky hanya tersenyum saja.
"Nah itu dia!" Lucky tiba-tiba melihat ke arah pintu saat melihat kedatangan istrinya. Miranda dan Rafa pun melihat kebelakang.
Miranda dan Rafa terkejut saat melihat wanita yang berjalan di samping Vanya yang tak lain adalah Asyifa yang juga Asyifa terkejut melihat Miranda dan juga Rafa. Di pastikan ke-3 orang itu saling bertanya-tanya.
"Asyifa kenapa dia ada sini?" batin Rafa.
"Wanita itu kenapa bisa bersama Tante Vanya," batin Miranda.
"Asyifa!" sapa Lucky tersenyum dan bahkan berdiri kembali ketika Asyifa dan istrinya sudah didekat mereka.
__ADS_1
"Iya Om," sapa Asyifa dengan sopan.
"Maaf ya sudah membuat kalian menunggu," sahut Vanya.
"Tidak mah. Mereka juga baru sampai," sahut Lucky, "oh iya Miranda dan Rafa. Ini kenalkan ini Asyifa. Asyifa ini adalah duta persahabatan negara. Di mana di pastikan semua para menteri yang bekerja sama dengan Indonesia mengenal Asyifa dan Asyifa ini juga sering ke Selandia Baru untuk menghadiri beberapa event," jelas Lucky yang membuat Rafa langsung terdiam dan juga Miranda tidak bisa berkata apa-apa lagi saat istri dari kekasihnya itu bukan orang sembarangan.
Rafa jelas sangat terkejut. Bahkan sudah besrpikir Asyifa akan tersesat di Negara orang. Tetapi nyatanya dia adalah wanita yang hobi traveling dan sampai-sampai menjadi duta persahabatan Negara. Makanya Rafa sekali-kali cari tau tentang Asyifa, jangan kerjanya marah-marah mulu.
"Sial wanita ini kenapa selalu ada dan apa dari duta persahabatan Negara. Itu tidak mungkin," batin Miranda.
"Asyifa ayo berkenalan," sahut Lucky.
"Asyifa sudah mengenal mereka Om. Kebetulan kak Rafa ini adalah suami Asyifa," jelas Asyifa yang mengejutkan Miranda, Rafa, Lucky dan Vanya sendiri juga sama-sama terkejut.
Rafa atau Miranda pasti tidak menyangka jika Asyifa akan berkata seperti itu. Miranda mendengarnya mengepal tangannya seharusnya dia mengenalkan Rafa sebagai pacarnya. Namun belum sempat dan Asyifa sudah terlebih dahulu mencuri start dan berterus terang mengatakan Rafa suaminya.
"Asyifa sudah menikah!" pekik Vanya dengan wajah terkejutnya.
"Ya ampun Asyifa Tante benar-benar terkejut mendengarnya. Kamu ternyata sudah menikah. Kalau Tante tau kamu tidak mempermasalahkan menikah di usia mudah. Tante sudah buru-buru melamar kamu menjadi menantu Tante. Tetapi ternyata Tante sudah kalah. Jadi Rafa adalah yang paling beruntung memiliki kamu," ucap Vanya dengan wajah sedikit kecewanya.
Asyifa hanya tersenyum saja. Sementara' Miranda dan Rafa diam tidak berkutik sama sekali.
"Sudahlah mah. Mau bagaimana lagi. Asyifa sudah menikah. Sudah-sudah mari kita duduk dan mulai makan," sahut Lucky yang kembali mempersilahkan.
Mereka pun duduk semuanya Asyifa duduk tepat di hadapan Rafa. Yang mana sejak tadi Rafa terus melihatnya dengan penuh ekspresi tidak terbaca. Terlihat marah, namun penasaran dan pasti kesal. Tidak tau apa yang membuat Rafa begitu kesal. Ya pasti gara-gara Asyifa yang begitu santainya saat ini.
"Hmmm, Rafa kamu pasti sangat beruntung bukan memiliki istri seperti Asyifa, sudahlah cantik, pintar, bisa segalanya. Ya Tante terkadang bingung apakah Asyifa ini manusia atau bukan," ucap Vanya yang tidak segan-segan memuji Asyifa membuat Miranda mengepal tangannya yang semakin geram.
"Jangan bicara seperti itu Tante. Asyifa jauh dari kekurangan," sahut Asyifa merendah.
__ADS_1
"Hanya orang-orang yang punya kepribadian aneh, orang yang salah, orang yang buta yang menganggap kamu seperti itu," sahut Vanya secara tidak langsung menyindir Rafa.
"Asyifa kamu ini benar-benar wanita rendah hati. Memang sangat sayang tidak menjadi menantu kami. Tetapi tidak menjadi menantu kami. Kami pasti akan menjadi orang tua kamu bukan," sahut Lucky.
Asyifa mengangguk dengan tersenyum.
"Kita sebaiknya mulai makan," sahut Lucky mempersilahkan.
Miranda yang sudah tidak mood hanya tersenyum palsu. Sementara Asyifa dengan tenangnya yang berada di situasi itu dan Rafa sendiri terus melihat Asyifa seperti ingin menerkam Asyifa.
" Hmmm, bagaimana kalian bisa bertemu nak Rafa. Tante jadi ingin mendengarnya. Tidak apa-apa sembari makan kita berbagi cerita," sahut Vanya yang menyendokkan nasi kepiringnya.
Rafa pun bingung harus menjawab apa. Jika di katakan perjodohan itu membuat harga dirinya seolah semakin habis.
"Apa itu Rahasia umum,"sahut Vanya.
"Kami bertemu sudah dari ketentuan Allah. Sesuai dengan syariah Islam sebelum pernikahan," sahut Asyifa yang mengambil alih dalam menjawab. Rafa semakin emosi beraninya Asyifa yang menjawab dan membiarkan dirinya seperti orang bodoh.
"Masyallah sudah Tante duga akan seperti itu. Sangat beruntung kamu Rafa bisa mendapatkan istri sepertinya. Semoga kelak kamu juga bisa ya Miranda mendapatkan pasangan seberuntung Rafa," sahut Vanya.
"Hmmm," Miranda menjawab dengan deheman penuh kekesalan. Namun harus tersenyum untuk menutupi amarah yang menggebu-gebu di dalam hatinya.
"Hmmm tetapi kenapa kalian perginya tidak bersamaan dan kenapa Rafa sama Miranda dan iya Miranda kamu siapanya Rafa?" tanya Vanya lagi yang membuat ketegangan semakin wow.
Asyifa hanya tenang dengan makan santai. Sekalipun Miranda dan Rafa mengatakan hubungan mereka. Maka Asyifa tidak masalah. Tetapi tidak mungkin. Karena Rafa mungkin masih punya rasa malu.
"Kami teman kerja," sahut Rafa menjawab dengan datar. Mampu membuat Asyifa tersenyum tipis dalam makannya dan Miranda yang semakin kebakaran jenggot.
"Hmmm, begitu rupanya. Kalau begitu bagus sekali. Miranda kamu bisa belajar banyak mengenai fashion dengan Asyifa. Karena salah satu branded Tante. Atas idenya Asyifa. Ya seperti Tante bilang dia ini wanita serba bisa dan masalah promosinya sangat tinggi ke negara-negara lain," puji Vanya lagi.
__ADS_1
"Namanya juga duta persahabatan Negara mah. Miranda yang model internasional belum tentu di kenal para petinggi-petinggi Negara. Mungkin juga Rafa sama dengan hal itu. Walau Perusahaannya di kenal di beberapa Negara. Belum tentu para petinggi Negara mengenal Rafa. Tetapi kalau Asyifa sudah jelas di kenal semua orang," sahut Lucky yang tidak henti-hentinya membandingkan Asyifa dengan Rafa yang membuat kemarahan Rafa semakin besar.
Bersambung