
Rafa sedang menyetir dan Asyifa duduk di sebelah yang mana wajah Asyifa tampak murung dengan penuh ke khawatiran yang hanya melihat ke jendela. Rafa menoleh sekali-kali ke arah Asyifa yang merasa bersalah dengan kejadian ini.
"Aku akan menyelesaikan masalah ini Asyifa," ucap Rafa meyakinkan istrinya.
"Asyifa tidak tau, bagaimana nanti ayah dan ibu. Asyifa tidak bisa melihat kekecewaan dan juga pasti sedih," ucap Asyifa dengan tidak bersemangatnya.
"Apapun yang terjadi aku akan menghadapinya," sahut Rafa dengan tegas. Asyifa tidak menanggapi apa-apa lagi yang di katakan Rafa. Dia benar-benar bingung yang tidak tau harus berbuat apa dan apa yang akan di katakan Rafa nanti pada orang tuanya.
"Ya Allah Asyifa hanya meminta bantuan dari mu. Asyifa serahkan semua ini kepadamu. Asyifa tau engkau tidak akan membiarkan masalah yang datang jika tidak ada penyelesaian. Cobaan ini adalah untuk pembelajaran agar hamba lebih taat padamu. Tetapi hamba sangat mengkhawatirkan perasaan orang tua Asyifa. Asyifa mohon beri kelancaran atas semua ini," batin Asyifa dengan air matanya yang menetes dan langsung di seka Asyifa dan Rafa melihat hal itu.
Semakin Asyifa seperti itu membuat Rafa semakin bersalah pada istrinya itu. Miranda memang benar-benar berhasil membuat kekacauan dalam hitungan singkat yang mengarang-ngarang banyak cerita yang membuat Asyifa dan Rafa dalam masalah dan keluarga Asyifa juga tau masalah ini.
***********
Sementara di kediaman Rendy memang terlihat Rania yang begitu mencemaskan putrinya yang sekarang duduk di tenangkan Azka putra bungsunya. Rania terlihat begitu panik dan jangan tanya air matanya sejak tadi terus saja keluar.
"Sayang apa Asyifa masih lama datangnya?" tanya Rania pada suaminya yang juga panik dengan berdiri yang mondar mandir yang begitu cemas.
"Kita harus bersabar dan juga tenang kita serakah pada Allah dan berpikir positif. Asyifa akan datang sebentar lagi," jawab Rendy dengan bijak.
"Ya Allah bagaimana putriku. Apa yang terjadi selama ini," ucap Rania yang semakin menjadi-jadi dalam tangisannya.
"Aku sudah menduga ada yang tidak beres dengan pernikahan kak Asyifa dan kak Rafa. Awas saja jika memang benar selama ini kak Rafa menghiyanati kak Asyifa dan bersama wanita lain dalam pernikahannya. Aku tidak akan mengampuni hal itu," batin Azka yang sepertinya sudah tidak bisa menahan dirinya.
Dia benar-benar marah dan pasti tidak tinggal diam jika kakaknya di sakiti orang lain. Dan selama ini dia mencurigai Rafa dan kehidupan sang kakak yang tidak baik-baik saja. Bahkan Azka pernah perang dingin dengan Rafa. Namun Asyifa terlihat tidak ingin ada yang tau dan menyembunyikan semuanya bahkan memperingati adiknya untuk tidak ikut campur dengan urusannya dan juga Rafa.
"Ya Allah apa yang terjadi pada pernikahan putriku. Ada apa dengan Asyifa. Hambah mohon ya Allah tolong berikan petunjuk mu dan jangan biarkan apa yang hamba duga-duga terjadi. Hamba mohon ya Allah," batin Rania dengan matanya yang berkaca-kaca yang lagi-lagi tidak bisa mengendalikan perasaannya yang sangat mencemaskan putri kecilnya.
"Asyifa ayah tau kamu anak yang kuat. Kamu pasti baik-baik saja. Ayah yakin itu. Allah tidak akan membiarkan kamu mengalami kesulitan," batin Rendy.
"Assalamualaikum," suara yang di khawatirkannya itu akhirnya terdengar membuat Rania langsung berdiri dari tempat duduknya dan memang itu adalah putrinya yang di tunggu-tunggunya.
Rania langsung menghampiri Asyifa dengan langsung memeluk erat Asyifa dan Rafa yang berdiri di belakang Asyifa dan melihat kekhwatiran keluarga Asyifa
"Asyifa!" lirih Rania dengan pelukan erat yang menangis memeluk Asyifa.
"Ibu kenapa menangis. Asyifa tidak apa-apa ibu," ucap Asyifa yang tau ibunya begitu khawatir padanya. Bahkan dia juga ingin menangis sebenarnya. Tetapi masih di tahannya yang tidak ingin ibunya berpikir yang tidak-tidak dengan apa yang terjadi padanya.
Keluarganya Rafa juga sudah berada di tempat tersebut dan Azka langsung menatap tajam kakak iparnya itu yang rasanya ingin menghajar langsung tanpa ingin mendengar penjelasan apa-apa dari Rafa. Karena dengan berita yang benar atau tidaknya Azka seakan sudah tau apa yang terjadi sebenarnya.
"Pak Xander. Mari duduk!" sahut Rendy yang menyambut besannya itu dengan ramah tamah walau perasaannya sebenarnya tidak tenang. Namun apapun itu dia harus menghormati keluarga dari menantunya itu.
__ADS_1
"Terima kasih Dokter Rendy," sahut Xander yang akhirnya mengambil tempat duduk yang juga di ikuti yang lainnya yang juga mengambil tempat duduk masing-masing dengan wajah mereka yang terlihat cemas dan juga pasti merasa tidak enak dengan apa yang telah terjadi.
"Ibu sudah. Jangan menangis. Tidak ada yang terjadi," ucap Asyifa meyakinkan sang ibu dengan mengusap air mata Rania. Asyifa dan Rania pun ikut duduk menyusul yang lainnya.
Rafa terlihat gugup dengan ke-2 tangannya yang saling mengatup. Dia terlihat sangat resah dan juga tidak tau mau menjelaskan dari mana.
"Apa yanh terjadi dengan berita itu?" tanya Azka yang langsung to the point.
"Azka!" tegur Asyifa yang tidak ingin adiknya terlalu ikut campur. Apa lagi Azka masih seorang pelajar.
"Kak Asyifa tolong jangan hentikan Azka. Ini masalah serius," sahut Azka dengan tegas.
"Azka tolong. Kamu masih terlalu dini untuk turut campur dalam masalah ini," ucap Asyifa.
Azka terdiam. Jika Asyifa sudah menegurnya Azka tidak akan bisa berbuat apa-apa lagi dan hanya diam menahan kemarahan di dalam hatinya.
"Baiklah Rafa tolong katakan kepada kami apa yang terjadi sebenarnya dengan berita yang ada?" tanya Rendy lagi yang masih menunggu jawaban dari Rafa.
"Kedatangan saya jelas sangat berhubungan dengan berita yang ada dan saya benar-benar minta maaf sudah membuat kalian semua khayakan dengan adanya berita itu," sahut Rafa yang tertunduk dengan rasa bersalahnya.
"Lalu berita itu bagaimana Rafa. Apa itu benar. Atau tidak. Atau ada yang benar dan ada yang tidak?" tanya Rendy.
"Dokter Rendy. Tidak semua yang ada di berita itu adalah benar," jawab Rafa.
Rania langsung bertanya to the point yang ingin tau apa yang sebenarnya. Dia ingin jawaban Rafa dengan berita yang meresahkan itu.
"Rafa jangan diam saja. Kamu jawablah pertanyaan saya. Saya ingin bertanya pada kamu terlebih dahulu. Sebelum ke pada orang tua kamu," ucap Rania yang melihat ke arah Shofia dan Xander. Dari pandangan mata Rania sangat banyak pertanyaan dengan penuh kekecewaan. Sementara Asyifa tampak pasrah dengan semua yang akan terjadi selanjutnya.
"Miranda memang pacar saya. Tapi hubungan kami sudah berakhir," jawab Rafa yang jujur apa adanya.
"Kapan berakhirnya. Apa barusan?" tanya Rania yang begitu menahan sesak di dadanya saat satu kebenaran terungkap. Dan Rania harus menyiapkan mental untuk jawaban Rafa yang lainnya.
"Tante!" Lirih Rafa. Rania menutup wajahnya dengan ke-2 tangannya yang pasti air matanya sudah kembali membanjiri wajahnya. Sebelum Rafa menjawabnya dia seakan sudah tau apa yang akan di jawab Rafa.
Shofia tidak dapat bicara apa-apa. Karena apa yang di pikiran Rania adalah kebenarannya dan Shofia lebih memilih pasrah dengan harapan yang tidak banyak.
"Ibu kak Rafa dan Miranda sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi dan berita itu tidak benar sama sekali," ucap Asyifa yang mungkin harus berbohong demi orang tuanya yang tidak khawatir padanya.
Apa yang di katakan Asyifa membuat Rafa menoleh ke arahnya.
"Asyifa Ibu bertanya pada Rafa bukan dengan kamu. Ibu sangat mengenalmu Asyifa dan perasaan ibu tidak pernah salah. Kamu putri kecil ibu dan ibu tidak tau apa yang kamu hadapi dalam pernikahan kamu. Jadi ibu mohon biarkan Rafa yang bicara ibu ingin mendengarnya," ucap Rania.
__ADS_1
Asyifa meneteskan air matanya yang melihat luka wanita yang di sayangi karena pernikahannya.
"Ibu!" lirih Asyifa.
"Jawab Rafa. Kapan hubungan kamu dengan dia berakhir. Apa selama ini kamu bersamanya saat menikah dengan Asyifa. Kalian juga liburan di New Zealand yang kamu dan Asyifa berbulan madu di sana. Apa yang terlihat di televisi benar-benar kenyataan bukan," ucap Rania yang semakin tidak bisa mengendalikan dirinya.
Rendy di sampingnya berusaha menenangkan istrinya itu dengan mengusap-usap bahu istrinya dan Azka sendiri sudah mengepal tangannya yang tidak sabaran menghajar Rafa yang pasti dari diamnya Rafa sudah membenarkan apa yang terjadi.
Asyifa memejamkan matanya dengan menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan. Lalu Asyifa tiba-tiba berlutut di depan Rania dengan memegang ke-2 tangan Rania yang begitu dingin.
"Ibu Asyifa dan kak Rafa sudah menikah dan takdir kehidupan kami sudah di atur yang maha kuasa. Masa lalu dan segalanya sudah Asyifa terima. Asyifa mohon ibu jangan bertanya lagi," ucap Asyifa yang ternyata memilih untuk menutup aib suaminya dari pada mendengarkan Rafa yang harus jujur dengan apa yang terjadi yang pasti menyakiti orang tuanya.
"Asyifa. Apa selama ini kamu sangat menderita?" tanya Rania. Dengan tampangnya Asyifa menggelengkan kepalanya. Bahkan masih tersenyum dengan menjawab pertanyaan sang ibu.
"Apa ibu lupa dengan apa yang ibu yang ayak katakan pada Asyifa. Tujuan utama untuk menikah adalah ibadah dan sisanya itu adalah bonus. Ibadah yang di lakukan untuk menuju surga nantinya. Lalu apa alasan ibu untuk Asyifa menderita dalam pernikahan Asyifa. Mana mungkin beribadah itu menderita," ucap Asyifa dengan tenangnya yang benar-benar tidak ingin membongkar semua aib suaminya.
Tanpa terasa air mata Rafa jatuh. Dia tidak tau jika Asyifa benar-benar mengatakan hal itu pada orang tuanya. Asyifa yang tidak mengumbar aibnya dan memilih menutupi dengan meyakinkan orang tuanya.
Bukan hanya Rafa. Shofia, Xander, Zee dan Shania, juga Ardi tidak percaya dengan Asyifa yang mengatakan hal itu. Mereka sekarang baru menyesal karena telah memaksa Rafa menikah dengan Asyifa. Yang mana secara tidak langsung mereka telah menghancurkan kehidupan seorang wanita yang baik.
Wanita Sholeha yang mengalami penderitaan karena putra mereka dan bahkan menantu mereka itu masih menutupi apa yang terjadi.
"Aku tidak seharusnya memaksa Rafa untuk menikah dengan Asyifa. Sekarang aku baru sadar jika Asyifa sangat menderita dengan semua ini," batin Shofia yang beberapa kali menyeka air matanya.
Apa mata Rafa benar-benar sudah di bukakan selebar-lebarnya melihat bagaimana Asyifa. Dia sudah melakukan banyak hal, menyakiti Asyifa. Air mata yang banyak terbuang sia-sia. Dan hari ini Asyifa bahkan menutup sendiri kesalahan yang di lakukannya.
Kembali lagi Asyifa wanita yang mengerti Agama dan tidak akan mengumbar aib suami. Terlebih lagi dia ingin perasaan orang tuanya tidak semakin sakit.
"Untuk ayah, ibu dan Azka. Tidak terjadi apapun dalam pernikahan ku dan kak Rafa. Wanita yang ber profesi sebagai model itu memang kekasih kak Rafa. Tetapi hubungan mereka sudah berakhir dan dengan apa yang Asyifa katakan. Asyifa mohon untuk semuanya mengerti. Bahwa tidak ada yang perlu di khawatirkan dan biarkan Asyifa menjalankan pernikahan Asyifa dengan baik," tegas Asyifa.
Apa yang di katakannya sudah mewakili penjelasan. Tanpa perlu Rafa panjang lebar yang harus bercerita ini dan itu.
"Maafkan kami Dokter Rendy," sahut Shofia dengan menunduk merasa bersalah.
"Mama dan papa tidak perlu minta maaf karena masalah ini adalah urusan rumah tangga Asyifa dan kak Rafa," sahut Asyifa.
"Kak Rafa apa kau tidak ingin berbicara?" tanya Azka.
"Azka sudahlah," sahut Asyifa.
"Aku benar-benar minta maaf dengan semua yang terjadi. Dokter Rendy Tante Rania maafkan saya," ucap Rafa dengan rasa bersalahnya yang meminta maaf tulus pada Rendy dan Rania.
__ADS_1
Bersambung