Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah

Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah
Episode.


__ADS_3

"Asyifa kamu sedang mikir apa?" tanya Rafa yang melihat Asyifa malah bengong dan terlihat memikirkan banyak hal.


"Ya memikirkan apa yang kak Rafa katakan tadi," jawab Asyifa.


"Ya tapi apa yang aku katakan?" tanya Rafa yang juga tidak tau.


"Ya ampun kak Rafa. Usia kak Rafa tidak tua-tua amat. Tapi masa iya lupa. Kak Rafa itu tadi memanggil Asyifa dengan sebutan sayang. Masa iya kak Rafa lupa," ucap Asyifa dengan menegaskan dengan wajahnya yang marah.


"Sayang!" sahut Rafa.


"Tuh kan kak Rafa lupa. Tadi memanggil Asyifa dengan sebutan sayang sampai 2 kali. Kak Rafa melupakannya ya," ucap Asyifa dengan wajahnya yang cemberut dan Rafa yang mendengar itu tersenyum.


"Ohhhh jadi kamu peka juga dengan panggilan tadi?" tanya Rafa dengan tersenyum miring.


"Iya. Jadi itu apa maksudnya. Kak Rafa memang salah ucap atau bagaimana?" tanya Asyifa


Rafa melangkah mendekati istrinya dan refleks membuat Asyifa mundur, "mau kamu jawabannya apa?" tanya Rafa yang malah membuat Asyifa gugup dengan tingkah suaminya yang terus maju mendekatinya.


"Hmmm, ya kak Rafa yang harus jawab. Itu sengaja atau tidak?" tanya Asyifa dengan terbata-bata.


"Iya itu sengaja," jawab Rafa.


"Kak Rafa ingin mengubah panggilan Asyifa dengan panggilan sayang?" tanya Asyifa membuat Rafa mengangguk dan Asyifa tersenyum mendengarnya.


"Apa aku boleh manggil kamu sayang?" tanya Rafa yang membuat langkah Rafa berhenti dan Asyifa juga tidak mundur-mundur lagi.


"Ya kenapa tidak," sahut Asyifa yang mana mungkin dia menolak. Karena itu sangat membuatnya senang


"Kamu kelihatan bahagia dengan aku memanggilmu sayang," ucap Rafa.


"Iya kak Rafa benar. Panggilan itu sering Asyifa dengar dari orang-orang yang berselisih dengan Asyifa. Merupakan panggilan antara pasangan dan sama seperti ayah ibu yang saling memanggil sayang," ucap Asyifa tersenyum.


"Dan menurut kamu bagaimana panggilan itu?" tanya Rafa.


"Sangat romantis dan sangat indah di dengar," jawab Asyifa yang tidak bisa menutupi kebahagiaan wajahnya. Rafa tersenyum mendengarnya dan kembali berjalan mendekati istrinya. Sampai Asyifa menabrak pinggir ranjang dan membuat Asyifa terduduk dan Rafa langsung membungkuk dengan memposisikan wajahnya yang sejajar pada Asyifa.


Walau sering dalam posisi seperti itu Asyifa tetap saja gugup dengan tangannya yang saking meremas.


"Apa panggilan sayang itu untuk dua orang yang saling mencintai?" tanya Rafa.

__ADS_1


"Iya pasti kak Rafa. Ayah dan ibu saling mencintai dan itu panggilan romantis di antara mereka," jawab Asyifa.


"Apa ayah sering mengatakan cinta pada ibu?" tanya Rafa.


Asyifa mengangguk cepat, " iya Asyifa sering dengar ayah, mau dulu atau sekarang sering bilang sangat mencintai ibu. Ibu akan tidur di pangkuan ayah dan ayah akan mengatakan cinta dengan awalan sayang," jawab Asyifa yang paling semangat kalau menceritakan masalah ibunya.


"Lalu ibu jawab apa?" tanya Rafa.


"Menjawab balasan cinta dari ayah," jawab Asyifa.


"Lalu kenapa sampai sekarang aku tidak pernah mendapatkan jawaban dari istriku jika dia juga mencintaiku," ucap Rafa yang menjebak Asyifa dengan pertanyaan-pertanyaan sebelumnya yang sangat lancar di jawab Asyifa dan sekarang suaminya menjawab Asyifa malah diam yang tidak punya jawaban.


Rafa mengangkat dagu Asyifa sampai kepala Asyifa mencondong ke atas dan semakin dekat dengan wajah Rafa.


"Aku mencintaimu Asyifa!" ucap Rafa dengan lembut yang masih menunggu jawaban dari istrinya.


Rafa seperti pria remaja yang di gantung wanita yang di cintainya. Dan sepertinya sekarang pun masih di gantung karena Asyifa masih diam.


"Katakan sesuatu Asyifa," ucap Rafa


"Asyifa mengantuk," sahut Asyifa tersenyum tanpa dosa dan membuat Rafa menghela napasnya yang mana Asyifa benar-benar membuatnya frustasi. Bisa-bisanya di permainkan istrinya itu. Lagi-lagi seriusnya malah melarikan topik dan bukannya menjawab ucapan cintanya.


"Kamu mau tidur?" tanya Rafa. Asyifa mengangguk.


"Sungguh?" tanya Rafa dengan wajah seriusnya dan Asyifa mengangguk lagi dan Rafa langsung mengerang Asyifa dengan menggelitiki Asyifa yang membuat Asyifa kaget dan menggeliat karena ulah Rafa.


"Kak Rafa hentikan geli! kak Rafa! kak Rafa!" Asyifa hanya bisa mengeluh karena ulah Rafa.


"Itu kesalahan kamu sendiri, sembarangan mau tidur, kamu benar-benar membuatku frustasi Asyifa, kamu itu seperti permaisuri yang menggantung cinta rakyatnya," ucap Rafa dengan terus menggelitiki sang istri dan Asyifa harus menerima hukuman dari Rafa yang tidak akan mengampuninya. Sudah tau Asyifa tidak tahan dengan geli dan Rafa tidak peduli itu.


Azka yang berdiri di depan kamar kakaknya yang ingin mengetuk pintu tidak jadi melakukannya dan hanya menghela napas saat mendengar suara 2 orang dari dalam sana yang seperti begitu kegirangan.


"Ini yang yang tertulis yang ada pada novel bucin akut, ampun deh," Azka hanya menggerutu kesal dan lebih baik pergi dari depan kamar pasangan yang sedang bahagia itu.


**********


SMA Harapan Jaya.


Mobil milik Rafa berhenti di depan gerbang SMA yang terkenal di Jakarta itu dan pasti yang populer juga.

__ADS_1


"Makasih ya kak Rafa sudah mengantar Azka," ucap Azka sembari membuka sabuk pengamannya.


"Sama-sama Azka. Kamu belajar yang benar ya," ucap Rafa.


"Iya kak Rafa, Azka masuk dulu," ucap Azka pamit dengan membuka pintu mobil dan Rafa juga langsung melanjutkan perjalanan menuju kantor yang kebetulan 1 arah dengan Azka. Jadi Rafa bisa mengantar Azka sekalian sekolah.


"Huhhhh, ternyata kak Rafa itu tidak sedingin yang aku pikir dia sangat hangat dan sangat enak di ajak ngobrol," batin Azka yang memang baru dekat dengan Rafa dan Azka tampaknya mulai kagum dengan kakak iparnya itu dan akan menjadi bestienya.


Setelah melihat mobil sang kakak ipar pergi jauh. Azka pun memasuki sekolah. Namun tiba-tiba mobil Miranda berhenti di depan sekolah dan Azka melihat bagaimana Miranda dan yang turun bersamaan dan terlihat Miranda yang memberikan arahan pada Rachel dengan penegasan. Namun Arahan itu tidak dapat di dengar Azka dan setelah itu Miranda pun langsung pergi dan lagi-lagi Rachel melihat Azka memperhatikannya dan Rachel tidak menanggapi apa-apa sama sekali dan pergi begitu saja setelah menatap Azka dengan sinis.


*************


Kantin sekolah.


Di kantin Rafa sedang mengobrol dengan teman-teman sembari tertawa-tawa. Namun fokus perhatian Azka jatuh pada Rachel yang duduk sendirian dengan ear phone di kupingnya yang terlihat Rachel asyik sendiri.


"Ngapain sih Azka melihat wanita aneh itu?" tanya Roby teman Azka.


"Itu hanya menurut kamu dia aneh," jawab Azka.


"Ya aneh dong Azka. Lihatlah dia itu tidak punya teman hanya dia saja dengan menyendiri bagaimana tidak aneh," ucap Roby. Azka tidak menanggapi apa kata temannya dan melihat Rachel yang pergi membuat Azka kaget.


"Aku pergi dulu!" ucap Azka buru-buru pergi.


"Mau kemana Azka?" tanya Roby yang tidak mendapat jawaban karena tekannya sudah pergi jauh.


Azka ternyata mengejar Rachel. Namun Azka kehilangan jejaknya saat di koridor sekolah.


"Kemana dia," ucap Azka yang melihat di sekelilingnya.


"Apa ketua OSIS sedang mencariku?" tanya Rachel membuat Azka melihat ke belakang. Ya memang wanita itu sedang di carinya.


"Kenapa kau sering memperhatikan ku. Apa aku nerusaha matamu?" tanya Rachel dengan ketus dan Azka tidak menjawab sama sekali.


"Aku peringatkan kepadamu untuk tidak melihatku dengan diam-diam lagi. Aku sangat tidak nyaman," tegas Rachel yang langsung pergi dari hadapan Azka.


"Aku adik ipar dari kak Rafa," ucap Azka yang membuat langkah Rachel berhenti dan terlihat sangat terkejut mendengarnya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2