Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah

Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah
Episode 207


__ADS_3

Sore hari yang begitu indah di mana Rafa dan Asyifa yang duduk di bawah pepohonan yang berada di dataran tinggi dengan pemandangan yang langsung dari lautan yang indah dengan gelombang yang terus naik ke daratan dan bahkan beberapa kali hampir mengenai Asyifa dan Rafa. Untuk percikan-percikan airnya ya sangat wajar mengenai mereka.


Mereka berdua benar-benar sangat menikmati pemandangan yang sangat indah itu dengan Rafa yang memeluk istrinya dari belakang dengan Asyifa yang pasti merasakan begitu hangat di tubuhnya dengan pelukan dan Rafa yang juga beberapa kali mengusap perutnya yang mulai membesar.


"Tidak terasa ya Asyifa pernikahan kita sudah satu tahun," ucap Rafa yang sangat mengingat kapan dia dan Asyifa menikah.


"Asyifa juga tidak percaya. Jika Asyifa sudah menjadi istri dan sebentar lagi akan menjadi seorang ibu," jawab Asyifa.


"Kamu sangat bahagia?" tanya Rafa.


"Asyifa sangat bahagia kak Rafa dengan kesempatan yang di berikan kepada Asyifa. Pernikahan yang Asyifa terima, dengan suami yang memberikan harinya pada Asyifa. Jadi Asyifa sangat bahagia," ucap Asyifa yang tersenyum dengan penuh ketulusan yang menggambarkan perasaannya.


"Aku juga sangat bahagia Asyifa dengan kesempatan yang di berikan Allah kepadaku. Kamu wanita yang banyak memberiku kehidupan Asyifa, jujur kehadiranmu menjadikan hidupku sangat berubah. Aku merasakan kebahagiaan yang tidak pernah aku dapatkan dan semua itu karena kamu yang sangat sabar menjadi istri dan membuatku dekat dengan Tuhanku. Karena untuk mencintai hambanya harus dekat dulu dengan yang memilikinya dengan sepenuhnya," ucap Rafa dengan kata-kata yang sangat indah di perdengarkan yang membuat Asyifa menjadi orang yang sangat bahagia dalam mendengarnya.


"Kak Rafa juga banyak mengubah kehidupan Asyifa. Kak Rafa juga menjadikan Asyifa wanita yang jauh lebih dewasa dengan kak Rafa yang begitu tulus memberikan sayangnya pada Asyifa dan jujur Asyifa juga sangat bahagia," ucap Asyifa yang memegang tangan Rafa yang masih mengelus-elus perutnya.


Mereka hening sebentar dengan kembali menikmati keindahan alam. Namun Asyifa tiba-tiba berbalik badan menghadap suaminya dengan memegang ke-2 pipi Rafa dan menatap Rafa dengan dalam-dalam.


"Apa kak Rafa sakit?" tanya Asyifa tiba-tiba yang membuat Rafa terkejut mendengarnya. Rafa sangat shock dengan pertanyaan Asyifa yang seolah tau jika dia sedang sakit dan apa lagi Rafa tidak menjawab langsung membuat bola mata Asyifa menunjukkan rasa cemas yang sangat berlebihan.


"Kak Rafa!" tegur Asyifa yang tidak mendapat jawaban apa-apa.

__ADS_1


"Rafa tersenyum dengan mencium telapak tangan Asyifa yang masih memegang pipinya.


"Kenapa bertanya seperti itu?" tanya Rafa. Bukannya menjawab dia malah bertanya kembali pada istrinya.


Asyifa meletakkan telapak tangan suaminya di dada Asyifa, "kak Rafa bisa merasakan detak jantung Asyifa yang tidak pernah tenang. Setiap kali kak Rafa bicara seakan Asyifa merasakan firasat buruk. Kita hanya membahas kebahagiaan. Lalu kenapa Asyifa takut dan bukan bahagia dan Asyifa juga sering bermimpi jika kak Rafa akan pergi jauh dari Asyifa. Asyifa sudah mengadu pada Allah dan ingin di beri petunjuk. Tetapi sampai detik ini Asyifa hanya takut tanpa tau apa yang terjadi," ucap Asyifa yang sudah meneteskan air matanya.


"Jangan bohongi Asyifa kak Rafa. Asyifa tidak akan bisa melakukan apa-apa. Jika kak Rafa menyembunyikan sesuatu dari Asyifa. Asyifa hanya akan penuh dengan ketakutan kak Rafa," lanjut Asyifa dan Rafa juga berkaca-kaca melihat istrinya yang seperti itu.


"Asyifa juga sering melihat kak Rafa sering gelisah dan tadi juga di kamar mandi sangat lama. Asyifa mendengar kak Rafa muntah dan batuk-batuk dan kak Rafa bilang hanya ini itu. Padahal pasti ada sesuatu yang kak Rafa sembunyikan dari Asyifa dan saat kak Rafa menemui ayah itu juga pasti bukan hanya pemeriksaan biasa. Ayah itu Dokter specialis kak Rafa. Kalau pemeriksaan sekali itu sangat wajar. Kalau 2, 3 dan bahkan berkali-kali itu juga berarti ada sesuatu. Asyifa tidak mungkin tidak tau kak Rafa," ucap Asyifa yang sebenarnya sudah banyak yang terkumpul dalam hatinya yang sangat ganjal.


Namun dengan kesempatan ini baru bisa mengutarakan pada suaminya dan berusaha untuk suaminya jujur kepadanya.


"Kak Rafa kenapa tidak mengatakan apa-apa? kenapa hanya diam?" tanya Asyifa dengan berharap banyak dari suaminya.


"Maafkan aku Asyifa,"lirih Rafa yang malah meminta maaf pada Asyifa.


"Minta maaf soal apa?" tanya Asyifa yang perasaannya semakin tidak menentu.


"Aku memang sakit Asyifa. Aku divonis kanker usus," ucap Rafa yang akhirnya jujur pada istrinya dan itu jelas sangat mengejutkan Asyifa membuat air mata Asyifa semakin mengalir deras dengan mendengar perkataan suaminya.


Rafa memegang pipi istrinya dengan mereka yang sama-sama meneteskan air mata mereka.

__ADS_1


"Kak Rafa sakit?" tanya Asyifa yang ingin memastikan.


"Iya Asyifa. Aku di vonis sakit dan selama ini ayah yang menanganiku dan memang selama ini aku berbohong padamu. Maafkan aku Asyifa," ucap Rafa yang akhirnya jujur pada istrinya.


"Kenapa harus menyembunyikan semua ini dari Asyifa. Kenapa tidak jujur pada Asyifa?" tanya Asyifa yang menangis dengan terisak.


"Aku sangat mengenalmu Asyifa. Aku sangat tau kamu bagaimana kamu. Kamu hanya akan memikirkanku saja tanpa kamu peduli pada diri kamu. Aku sangat tau Asyifa dan aku tidak ingin hal itu terjadi. Aku tidak ingin kamu khawatir dan hanya memikirkan ku saja," ucap Rafa yang memberikan alasannya.


"Bagaimana mungkin kak Rafa. Asyifa tidak khawatir pada kak Rafa. Asyifa jelas sangat kak khawatir. Seorang istri tidak mungkin tidak khawatir," ucap Rafa dengan pengakuan suaminya yang pasti dia juga sangat kecewa pada suaminya.


"Maafkan aku Asyifa. Aku benar-benar minta maaf sudah tidak jujur pada kamu," ucap Rafa yang terus merasa bersalah.


"Lalu bagaimana dengan perkembangan kesehatan kak Rafa?" tanya Asyifa.


"Perkembanganya hanya ayah yang tau Asyifa dan selama ini ayah yang berusaha untuk kesehatan ku," ucap Rafa dengan apa adanya.


Rafa mengusap air mata istrinya yang sudah membanjiri wajah istrinya.


"Aku sangat merasa bersalah karena sudah berbohong pada kamu. Kebohongan ku bukan hanya sekali tetapi berkali-kali dan aku sangat menyesal melakukannya dan seharusnya aku jujur dari awal dan seharusnya aku tidak membiarkan kamu kepikiran dengan gelisah seperti ini," ucap Rafa.


"Kak Rafa jangan takut dengan ujian yang di berikan Allah pada kak Rafa. Percayalah Allah akan mengangkat penyakit kak Rafa dan Asyifa akan terus mendampingi kak Rafa," ucap Asyifa. Rafa menganggukkan kepalanya dan meluk istrinya dengan mereka berdua yang sama-sama menangis dalam pelukan itu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2