Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah

Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah
Episode 222


__ADS_3

Pemakaman umum


Pemakaman umum itu di penuhi dengan keluarga dan juga beberapa warga. Di mana mereka semua sedang berdoa ada yang berjongkok dan juga ada yang berdiri. Dengan memakai pakaian serba putih dalam tangisan mereka penuh kesedihan atas duka yang di alami keluarga tersebut dengan berdoa yang di pimpin pak ustadz.


Asyifa yang berdoa dengan air matanya yang keluar dengan Rania yang merangkulnya, ada juga Azka yang tidak dapat membendung air matanya yang turut sedih di samping kakaknya dan di pastikan menangis. Hanya saja Azka memakai kaca mata hitam.


Rachel juga ikut ke pemakaman dan berdiri di samping Rafa yang mana Rachel juga ikut turut berduka cita ata apa yang terjadi dan pasti turut sedih. Karena dia juga sudah dekat dengan keluarga Azka.


Ada juga Lulu, dan Rony, Dedi serta ibunya Willo yang juga berdoa dalam tangis keharuan mereka yang sedang mengalami duka cita dan pasti sama dengan keluarga Shofia yang juga hadir dengan lengkap. Zee, Shania dengan Ardi dan juga Aqela yang ikut hadir dalam pemakaman.


"Amin," sahut pak ustadz yang sudah mengakhiri doanya.


"Semoga beliau di berikan tempat yang terindah di atas sana. Semoga saja beliau di terima amal ibadahnya dan di hapuskan dosa-dosanya," ucap pak ustad.


"Amin ," sahut pak yang lainnya yang pasti berharap sama.


"Ya sudah sayang kita sekarang pulang ya," ucap Rendy pada istrinya.


"Iya," sahut Rania.


"Kak Rafa mana mah?" tanya Asyifa melihat di sekitarnya dan melihat Rafa yang datang bersama Abian dan Rafa langsung menghampiri istrinya dengan merangkul istrinya.


"Maaf ya aku tidak ikut berdoa. Tadi bersama Abian ada urusan di parkiran dengan orang-orang yang membantu pemakaman kakek," ucap Rafa.


"Tidak apa-apa kak. Nanti kita doakan kakek lagi," ucap Asyifa.


"Ya sudah sayang sekarang kita pulang ya," ucap Rafa dengan merangkul istrinya itu. Asyifa menganggukkan kepalanya dan mengusap mesan kakeknya yang tertulis nama Rudi.

__ADS_1


Begitu juga dengan Azka, Lulu yang pasti begitu sedih karena kehilangan orang terdekat mereka dan Rania dan Willo juga yang kehilangan papa mereka yang di makamkan di samping makam mama mereka.


Sakit gula darah yang di derita Rudi membuat kondisi Rudi semakin melemah dan akhirnya menghembuskan napas terakhirnya setelah 3 hari operasi Rafa selesai dan Alhamdulillah operasi Rafa berhasil dan kondisinya sudah pulih dan bahkan ikut ambil alih untuk pemandian, sholat jenazah penguburan dan yang lainnya untuk kakek istrinya itu.


Setelah pemakaman selesai akhirnya mereka semua satu persatu meninggal pemakaman tersebut begitu juga dengan Asyifa yang masih di rangkul suaminya yang meninggalkan tempat tersebut dengan keduanya saling melihat dengan tersenyum tipis.


Azka yang berjalan bersama Rachel yang bersebelahan dengan Rachel memberikan sapu tangan pada Azka.


"Aku tidak menangis Rachel. Tidak perlu," tolak Azka gengsi.


"Di balik kaca mata kamu banyak air mata. Jadi sangat bohong kalau kamu tidak menangis. Kamu sedang menangis," ucap Rachel.


Azka menghela napas dan mengambil sapu tangan itu. Sangat malu harus menagis di depan wanita. Tapi mau bagaimana lagi Azka harus membuka kaca matanya dan menyeka air matanya dengan sapu tangan yang di berikan Rachel.


"Aku hanya 2 kali bertemu dengan kakek. Pertama bertemu di rumah sakit dan kedua kamu mengajakku kerumah kakek. Tapi sudah sangat sedih dengan kepergiannya. Kakek juga sempat bicara padaku dan sangat jelas. Kakek itu orangnya sangat baik," ucap Rachel.


"Itu artinya kamu masih punya banyak kesempatan untuk membahagiakannya. Bukannya kamu mengatakan menyesal karena detik-detik terakhir kakek kamu tidak ada di sisinya dan sekarang kamu masih punya kesempatan untuk bersama Oma Ratih," ucap Rachel yang berusaha untuk menghibur Azka.


"Makasih Rachel. Kamu sudah datang ke pemakaman kakek. Makasih juga untuk kata-katanya yang membuatku terhibur dan sapu tangannya juga," ucap Azka.


"Sama-sama. Kamu melakukan banyak hal kepadaku dan sekarang aku hanya bisa melakukan ini," ucap Rachel. Azka tersenyum dengan wajah sedihnya. Walau sedih tetapi tampaknya dia happy mungkin karena Rachel menghiburnya.


***********


Di dalam mobil Rafa yang sedang menyetir dan Asyifa di sampingnya dengan tangan Rafa meraih tangan istrinya dan menggenggamnya dengan erat mencium punggung tangan itu membuat Asyifa tersenyum dengan menyandarkan kepalanya di bahu suaminya.


"Makasih kak Rafa sudah kembali pada Asyifa sangat bahagia dengan kak Rafa yang tetap di samping Asyifa menemani Asyifa dan bayi kita," ucap Asyifa yang sangat bahagia dengan rasa syukur dan nikmat yang di berikan Allah kepada-nya.

__ADS_1


"Aku yang berterima kasih sayang karena kamu selalu mendampingiku. Kamu selalu meminta pada Allah untuk kebaikanku. Aku yang sangat bersyukur memiliki istri sebaik kamu, hari seluas samudra," ucap Rafa yang mencium pucuk kepala istrinya.


"Mulai sekarang aku tidak akan melalaikan kata-kata istriku. Aku akan makan tepat waktu, sebelum Allah mengambil nikmat itu, aku akan istirahat dan akan mengurangi pekerjaan. Karena itu hanya duniawi saja yang tidak akan ada ujungnya," ucap Rafa yang membuat Asyifa tersenyum dan mengangkat kepalanya melihat wajah suaminya.


"Kak Rafa akan mengurangi pekerjaan?" tanya Asyifa. Rafa menganggukkan kepalanya.


"Lalu bagaimana dengan kita. Asyifa akan melahirkan sebentar lagi dan biayanya akan besar dan anak semakin besar akan semakin banyak biaya. Sementara kak Rafa malah mengurangi pekerjaan," ucap Asyifa.


"Aku punya istri yang kaya raya, ayah pasti membantu kita, istriku juga bukannya warisannya sangat banyak," seloroh Rafa.


"Issss kak Rafa, masa iya mau merepotkan ayah, kak Rafa juga banyak aset jadi jangan ganggu harta Asyifa. Kak Rafa harus cari nafkah sendiri dan Asyifa tidak mau ya hidup sudah," sahut Asyifa dengan seloroh juga membuat Rafa mendengus tersenyum.


"Sejak kapan istriku ini jadi matre," sahut Rafa dengan geleng-geleng.


"Habisnya kak Rafa sih," sahut Asyifa dan Rafa kembali mencium kening istrinya.


"Aku pasti akan membuatmu hidup dengan enak, baik dari materi atau dengan kebahagiaan. Walau aku tau kalau istriku ini tidak perlu materi. Tetapi kayaknya dia sudah berubah jadi wanita matre. Tetapi tidak apa-apa itu tanggung jawab suami dan istri memang harus menghabiskan uang suaminya. Jadi aku akan melakukan segalanya untuk kamu," ucap Rafa.


"Makasih kak Rafa," sahut Asyifa.


"I Love you," ucap Rafa.


"I Love you too," sahut Asyifa yang tersenyum.


Asyifa sangat bersyukur dengan mukjizat yang di berikan Allah. Operasi suaminya nyaris gagal dengan detak jantung yang sempat berhenti. Namun dengan kekuasaan Allah dan pasti doa-doa Asyifa suaminya sekarang sudah sembuh dan walau dia juga sedih karena kehilangan kakaknya yang sangat di sayanginya. Ada kehidupan dan ada kematian tidak ada yang abadi di dunia ini.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2