
Akhirnya Asyifa dan Rafa pergi ke Mall untuk mencari perlengkapan bayi. Tidak lupa Zee juga ikut yang kebetulan Zee memang lagi tinggal di rumah orang tuanya. Karena suaminya yang pergi ke Luar Negri.
Mereka mencari-cari perlengkapan bayi di dalam Mall dan pasti yang paling sibuk adalah Zee yang memang sejak tadi paling gemes memilih apa saja yang ingin punya anak siapa dan yang sibuk siapa. Memang seperti itulah Zee yang paling sibuk.
"Kak Asyifa lihat sepatu ini lucu-lucu sekali," ucap Zee yang menarik tangan Asyifa menunjukkan Asyifa sepatu bayi yang lucu-lucu, "kan ini ambil lagi," Zee langsung memasukkan ke keranjang yang di pegang Rafa.
"Ya ampun Zee ini sudah banyak jangan di ambil yang lain lagi," ucap Asyifa.
"Tapi ini lucu kak Asyifa," sahut Zee.
"Semuanya dari tadi Lucu, cantik, ini itu, kan nggak mungkin kan kita beli semua yang ada di Mall ini," ucap Rafa yang mulai kesal.
Kebiasaan kalau wanita berbelanja yang menjadi korban pasti laki-laki dan lihatlah betapa kesalnya Rafa hari ini. Sebenarnya Asyifa tidak ribet yang ribet itu justru adiknya sendiri.
"Ya ampun kak Rafa. Ini itu anak pertama kak Rafa dan seharusnya bukan hanya sepatu-sepatu ini yang di beli tetapi ya seperti yang kakak bilang. Kalau perlu 1 Mall," tegas Zee.
"Sudah-sudah jangan bertengkar. Zee walau ini anak pertama aku dan kak Rafa. Tetapi tidak seharunya juga harus semua di beli. Apa yang di perlukan saja itu yang di beli. Jangan mubajir. Allah itu sangat tidak menyukai orang mubajir. Karena mubajir itu perbuatan setan," ucap Asyifa yang memberi nasehat kepada adik iparnya itu.
"Tuh dengerin," ucap Rafa.
"Iya-iya, cumakan..."
"Cuma apa Zee, sudah di beli apa yang perlu saja dan Asyifa lebih tau apa yang di butuhkan," ucap Rafa yang memotong pembicaraan adiknya itu.
"Iya-iya," sahut Zee yang tidak ikhlas.
"Tapi kalau misalnya Zee beli pakai uang Zee sendiri dan beli apa aja untuk bayinya, jangan ada yang komplen ya dan harus di terima ya," ucap Zee.
"Kalau itu sih pasti, namanya juga gratis. Iya kan sayang," ucap Rafa dengan mengangkat alisnya melihat istrinya.
Asyifa hanya tersenyum saja, "ya sudah sekarang jangan bertengkar lagi. Kita lanjut beli yang sesuai dengan list dan setelah itu kita makan," ucap Asyifa.
"Memang istriku yang cantik ini lagi lapar?" tanya Rafa dengan suara sedikit di buat-buat membuat Zee ingin muntah dengan kakaknya itu.
"Iya lagi lapar, dedeknya juga lagi lapar," jawab Asyifa yang bertambah alay dan Zee mengkerutkan dahinya yang seperti nyamuk di antara pasangan yang bucin itu.
"Kenapa iri ya," ejek Rafa yang menjulurkan lidahnya.
__ADS_1
"Isssss," geram Zee kesal.
"Sudah-sudah jangan mulai lagi, ayo buruan kita lanjutkan. Lama-lama nggak jadi-jadi ini selesainya," ucap Asyifa yang harus memisahkan 2 saudara itu.
***********
Setelah selesai berbelanja akhirnya mereka keluar dari Mall dan Rafa memasukkan barang-barang bayi itu kedalam bagasi mobil.
"Kita makan di mana sayang?" tanya Rafa pada Asyifa.
"Di tempat biasa aja kak Rafa," jawab Asyifa.
"Kenapa tidak makan di Mall aja tadi sih," protes Zee.
"Kamu itu berisik banget ya Zee, suka-suka istri ku dong mau makan di mana aja," ucap Rafa yang membela istrinya dan Zee harus pasrah.
Namun saat mereka ingin memasuki mobil. Tiba-tiba melihat banyak orang berlarian menuju apotik yang di samping Mall yang seperti ada sesuatu yang terjadi.
"Ada apa?" tanya Zee yang penasaran melihat kerumunan warga.
"Kita mau lihat?" tanya Rafa yang melihat wajah istrinya dan adiknya itu penasaran.
Tiba-tiba ada orang yang selesai dari melihat kerumunan dan langsung di panggil Zee.
"Maaf Bu ada apa ya di sana?" tanya Zee pada wanita itu.
"Oh itu ada wanita yang pingsan di depan apotik kasihan sekali mbak, malah kelihatannya hamil lagi," jawab ibu-ibu tersebut.
"Astagfirullah," lirih Asyifa.
"Ya sudah makasih ya Bu," ucap Zee pada wanita itu dan wanita itu langsung pergi.
"Bagaimana apa kita lihat?" tanya Rafa.
"Ya sudah kak Rafa kita lihat aja dulu sebentar, siapa tau ada yang bisa kita bantu," ucap Asyifa.
"Ya sudah ayo!" ajak Rafa. Asyifa, Zee dan Rafa pun langsung menghampiri kerumunan dengan Rafa yang pasti menjaga istrinya dengan memegang tangan istrinya agar tidak kenapa-kenapa atau sampai di senggol orang.
__ADS_1
Mereka pun mencoba untuk masuk kedalam kerumunan dan melihat siapa yang wanita yang pingsan itu.
Saat Asyifa, Rafa dan Zee melihat siapa yang pingsan itu. Mereka langsung terkejut melihat wanita yang memakai jilbab itu yang tergelatak.
"Syira!" pekik mereka dengan serentak yang ternyata yang pingsan di depan apotik itu adalah Syira.
"Ya Allah kenapa Syira sampai seperti ini!" Asyifa langsung panik dan berusaha untuk duduk walau kesulitan. Asyifa berusaha untuk memeriksa lengan Syira, memeriksa nadi Syira.
"Kak Rafa ayo panggil ambulan," ucap Asyifa yang panik.
"Iya," sahut Rafa yang langsung bergerak menghubungi Ambulan DNA Zee sendiri bingung apa dia harus panik. Atau dia seharusnya biasa saja pada Syira. Karena dia juga sangat kesal dengan Syira.
**********
Rumah sakit.
Untung saja Syira yang pingsan di depan apotik. Asyifa dan yang lainnya menemukannya dan Syira bisa di bawa kerumah sakit dan sudah di tangani oleh Dokter.
Asyifa, Rafa dan Zee menunggu di luar yang mereka belum melihat ke adaan Syira yang sebelumnya Dokter sudah memberi tahu apa yang terjadi pada Syira.
Tidak lama mereka menunggu. Tiba-tiba Dedi, Willo dan Rony datang kerumah sakit dan pasti Asyifa yang mengabari mereka.
"Asyifa!" ucap Willo.
"Tante," sahut Asyifa yang berdiri dari tempat duduknya.
"Bagaimana keadaan Syira?" tanya Dedi yang terlihat panik.
"Kak Dedi apa yang terjadi. Kenapa dalam kondisi seperti ini di mana Syira sedang tidak baik-baik saja. Kenapa kak Dedi membiarkan Syira pergi ke apotik sendirian untuk membeli obatnya," ucap Asyifa yang terlihat kecewa dengan apa yang terjadi pada Syira.
Bisa di katakan ini pasti sedang bermasalah dengan keluarga Dedi yang terlihat sendiri dengan mereka yang diam tanpa membela diri.
"Untung saja bayinya tidak apa-apa. Namun kata Dokter kondisinya masih lemah. Boleh membenci atau tidak menyukainya. Tetapi kita juga manusia dan punya hati nurani dan apapun yang terjadi. Syiria istri kak Dedi dan dia tanggung jawab kak Dedi," ucap Asyifa.
Dedi diam yang tidak berani bicara apa-apa. Lulu juga sama dan sama dengan Willo dan Rony.
Bersambung
__ADS_1