Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah

Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah
Episode 167


__ADS_3

Di luar hanya meninggalkan Syira dan juga Dedi dengan Syira yang terus melihat kedalam rumah Abian yang seolah ingin tau apa yang terjadi di sana.


"Apa kau sering melakukan semua ini?" tanya Dedi yang membuat Syira tersentak dan langsung melihat ke arah Dedi.


"Apa maksudmu?" tanya Syira.


"Apa benar kata Zee, kau itu calon istri ke-2 Abian?" tanya Dedi yang bicara langsung to the point tanpa ada basa-basi sedikitpun.


"Atau bukan calon istri ke-2. Atau selingkuhannya Abian?" Dedi lebih pedas lagi berbicara yang begitu mengejutkan Syira sampai membuat mata Syira terbelalak kaget.


"Jangan bicara sembarangan Dedi. Kau tidak tau apa-apa," sahut Syira dengan menekan suaranya yang tampak marah.


"Tadinya mungkin aku memang tidak tau apa-apa. Tetapi setelah berada dalam kejadian ini aku jadi tau semuanya. Jika ternyata pernikahan Zee tidak seindah itu dan ada duri yang yang masuk kedalam pernikahan mereka," sahut Dedi.


"Kau mengataiku duri?" tanya Zee yang kelihatannya marah dan tidak terima dengan perkataan Dedi.


"Jika bukan duri apa lagi. Aku tidak banyak tau istilah dari seorang wanita yang berusaha untuk menjadi orang ke-3 di dalam rumah tangga orang lain," ucap Dedi.


"Aku tidak pernah menjadi orang ketiga. Justru Zee yang menjadi orang ke-3 di dalam hubunganku dan Abian. Aku dan Abian adalah pasangan kekasih di mana kaki dalam masa perencana pernikahan dan Zee datang dan merusak segalanya dan lihat mereka menikah dan kau mengatakan aku orang ke-3," ucap Syira yang mencari pembelaan dari perbuatannya dan menyalahkan Zee.


"Kau menyalahkan Zee atas apa yang terjadi. Kenapa tidak berpikir untuk menyalahkan Pria yang kau katakan sebagai tunangan mu hah! aku melihat Zee tidak tau apa hubungan kalian berdua. Tetapi Abian tau jika dia punya calon istri. Tetapi dia mendekati Zee dan membawanya kerumahnya dan sehingga terjadi penggrebekan malam itu dan pernikahan terjadi. Kenapa tidak menyalakan pria mu?" tanya Dedi.


"Aku sangat mengenal Abian dan apa yang terjadi malam itu hanya fitnah. Karena kak Abian tidak mungkin melakukan apa-apa bersama Zee," sahut Syira yang juga membela Abian.


"Terlepas itu dari fitnah atau bukan. Kau lihat saja apa yang terjadi setelah itu. Mereka menikah juga karena ada penyebabnya dan semua itu gara-gara Abian yang ingin mengambil hukuman Zee, menggantikan hukuman Zee. Kau bisa jelaskan kenapa Abian harus melakukan semua itu," ucap Dedi dan Syira terdiam yang tidak mampu bicara apa-apa.

__ADS_1


"Syira dari pada kau sibuk untuk belajar dari istri kedua atau kau tidak menerima semua yang terjadi pada dirimu dengan kekasihmu yang menikahi wanita lain. Sebaiknya kau tanya Abian bagaimana perasaan kepada Zee. Mungkin saja Pria yang kau katakan sangat kau kenal itu. Sebenarnya punya hati pada Zee sehingga semuanya terjadi," ucap Dedi yang membuat Syira kembali terdiam.


"Sangat beruntung aku datang ketempat ini dan aku juga di beri kesempatan untuk melihat ke aslian dirimu. Awalnya aku sangat mengagumi saat kita pertama kali bertemu bdi desa. Tetapi ternyata benar kata Zee yang di lihat indah di luar tidak sama dengan di hati dan hari ini aku benar-benar melihat bagaimana keasliannya dirimu. Wanita baik-baik tidak akan menggangu rumah tangga orang lain," tegas Dedi yang bicara tidak ada lembut-lembutnya. Kata-katanya yang singkat mampu membuat hati Syira di pastikan sakit.


Bahkan Syira tidak bisa menanggapi kata-kata itu lagi. Syira hanya diam dengan wajahnya yang tampak berpikir hebat dengan matanya yang berkaca-kaca. Karena mau Syira membela dirinya. Tidak ada yang benar dalam perbuatannya. Karena Abian sudah menikah dan jelas dialah yang salah dalam setiap apa yang dilakukannya.


*********


Begitu memasuki rumah, Zee yang tampak kesal yang sejak tadi menahan diri langsung memasuki kamarnya.


"Aku menyuruhmu masuk. Ingin bicara denganmu. Bukan langsung masuk kamar," ucap Abian membuat Zee tidak jadi mendorong kenopi pintu dan langsung melihat ke arah Abian.


"Apa yang ingin kau katakan?" tanya Zee dengan tatapan dingin yang sudah menunjukkan jika dia tidak peduli dengan laki-laki yang ada di depannya itu.


"Apa yang kau katakan di luar tadi. Kau sengaja mengatakan semua itu di depan orang lain. Kau ingin mempermalukan ku dan juga Syira," ucap Abian dengan menekan suaranya.


"Zeee!" sahut Abian menekan suaranya.


"Apa?" sahut Zee menantang Abian dengan menegakkan kepalanya yang tidak takut dengan Abian.


"Kau benar-benar melewati batasmu Zee," ucap Abian.


"Lalu kau mau apa?" sahut Zee yang menantang Abian kembali.


"Kau malu dengan apa yang aku lakukan tadi. Dan sekarang menyuruhku masuk agar aku tidak terlalu banyak bicara lagi. Agar semua kelakukan busukmu di balik wajahmu yang sok alim itu tidak terbongkar iya,"

__ADS_1


"Jaga bicaramu," sahut Abian.


"Kenapa apa yang aku katakan salah hah! Abian kau itu dengan indahnya, dengan manisnya berjaya di depan orang tua ku akan membimbingku, bertanggung jawab padaku sebagai istri sampai membuat orang tuaku percaya kepadamu. Tapi apa yang kau lakukan setelah kau mengajakku kerumah ini. Kau memperlakukan ku seperti tidak ada di rumah ini. Kita menikah dan bahkan sudah lebih 1 bulan. Kita pisah kamar dan kau tidak pernah menyentuhku. Kita bahkan bukan seperti suami istri,"


"Kau selalu bicara berduaan dengan Syira yang bukan istrimu, mengajaknya kerumah ini dan seolah ingin menjadikannya istri ke-2mu. Lalu apa yang aku katakan tadi tidak benar hah! jika kau hanya manis di depan semua orang dan menyiksa batinku selama pernikahan," tegas Zee yang tidak bisa mengendalikan dirinya yang mencurahkan apa yang di rasakannya kepada Abian.


"Dan Abian jika aku seperti ini seharusnya kau tidak marah Abian. Kau seharusnya menyadari beratap munafiknya dirimu yang menikahiku dan menjadikan ku seperti ini!" ucap Zee menekan suaranya.


"Kau menyalahkan ku atas pernikahan ini?" tanya Abian dengan merendahkan suaranya.


"Jika bukan kesalahan mu. Lalu salah siapa hah!" sahut Zee.


"Pernikahan ini tidak akan terjadi Zee jika malam itu kau bicara sedikitpun," teriak Abian.


"Apa maksudmu. Kau menyalahkan ku karena aku ada dirumah mu. Abian kau sadarlah sedikit kau yang mengajakku ke sana. Bukan aku yang menginginkannya," sahut Zee yang tidak kalah berteriak.


"Lalu saat kita di grebek. Kenapa kau diam saja? kenapa kau tidak mengatakan yang sebenarnya kepada orang-orang. Jika nyata tidak ada yang terjadi di antara kita. Kenapa kau diam saja. Seolah membenarkan kita melakukan sesuatu di rumahku. Diammu yang membuat semuanya jadi seperti ini Zee. Kau diam yang artinya kau juga ingin memfitnahku. Diam mu saat itu membuat orang-orang membenarkan apa yang terjadi dan membuat hubunganku dengan Syira berantakan," teriak Abian dengan menunjuk Zee yang terus menyalahkan Zee.


Abian mendekati Zee dengan memegang ke-2 bahu Zee, " katakan kepadaku kenapa kau diam saat itu. Apa kau sengaja ingin memfitnah ku!" ucap Abian menatap mata Zee dalam-dalam dengan Zee yang juga menatapnya dengan penuh kebencian.


"Aku sengaja diam dan tidak mengatakan apa-apa saat itu. Karena kau telah mempermaikan perasaanku!" teriak Zee yang menepis tangan Abian dari bahunya.


"Apa maksudmu?" tanya Abian.


"Kau sudah tau mempunyai calon istri dan akan menikah. Tetapi kau mendekatiku dan memberiku harapan, semua perhatian yang kau berikan kepadaku, kepedulian dan kecemasanmu kepadaku. Apa kau tidak berpikir jika kau hanya mempermaikan perasaan ku. Kau mempunyai calon istri tapi kelakukan mu seolah laki-laki yang tidak punya siapa-siapa dan setelah semua terjadi kau menyalahkan ku. Seharusnya kau itu berkaca. Karena semua masalah yang terjadi itu karena ulahmu dan bukan aku. Berkacalah Abian," teriak Zee dan kali ini Abian terdiam seolah yang tidak punya jawaban apa-apa.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2