
Rafa dan Abian kembali menunjukka kehebatan mereka berdua dan lagi-lagi Asyifa sangat khawatir dengan apa yang terjadi nantinya. Dia tau suaminya itu sangat hebat, sangat mampu dan dia mengakui itu. Namun perasaannya benar-benar tidak enak dan sangat Khawatir.
Sama dengan Rafa yang terlihat tidak ada kesenangan sama sekali saat dia mengendarai Jets Ki tersebut.
Aku tidak tau apa alasannya. Sampai kau punya keinginan untuk melepasnya. Hanya saja aku mengatakan. Mungkin jika itu terjadi. Kau Pria yang paling bodoh dan mungkin setelah melepas. Kau tidak akan bisa mendapatkannya lagi. Karena Asyifa seperti burung jinak. Dia bisa terbang di sekitar majikannya dan akan kembali. Namun ketika majikannya melepasnya di alam luas. Aku yakin dia tidak akan kembali terbang kepada majikannya,"
Kata-kata Abian harus teringat di dalam pikirannya yang sudah mengartikan suatu hal. Abian di pastikan masih sangat menyukai Asyifa dan mengharapkan Asyifa.
Dari wajah Rafa terlihat ketidak relaan dan rasanya ingin membalas Abian. Amarah, Cemburu yang merasuki Rafa membuat Rafa tidak fokus dan akhirnya membuat Rafa tiba-tiba tidak fokus dan menabrak Jets Ki yang lain yang berada di depannya dan Rafa tidak bisa menghindari kecelakaan itu karena pikirannya yang kemana-mana.
"Kak Rafa!" teriak Asyifa di pinggir pantai yang menyaksikan hal itu langsung. Melihat Jetski suaminya sudah berbalik dan Rafa juga sudah terjatuh. Abian yang ada di sana langsung gercep untuk menolong Rafa dengan melompat ke air. Para petugas yang juga ada di sana berlari menolong k
Rafa dan Asyifa semakin khawatir.
"Kak Rafa!" lirih Asyifa dengan wajah paniknya yang melihat suaminya di bantu beberapa orang sampai kedaratan dan tiba sudah di depan Asyifa yang benar-benar membuat Asyifa terkejut dengan Rafa yang sudah terluka di bagian dahi dan tangannya yang mengeluarkan darah.
"Astagfirullah kak Rafa," lirih Asyifa dengan khawatirnya yang melihat Rafa yang seperti itu.
"Asyifa kami harus membawanya ke rumah sakit," sahut Abian yang juga kelihatan khawatir yang merangkul Rafa.
"Tidak perlu!" sahut Rafa menolak dengan gengsi dan langsung melepas diri dari Abian dan seorang yang menolongnya.
"Tapi Rafa," sahut Abian.
"Kau menang dalam 2 pertandingan dariku. Tapi aku tidak mengakui diriku kalah. Aku peringatkan kepadamu untuk menarik semua kata-kata mu dan juga keinginan mu yang ingin memiliki milik orang lain. Kau seharusnya bisa sadar jika dia bukan milikmu dan setiap yang sudah menjadi milikku. Tidak akan ku lepaskan begitu saja. Kau ingat itu," tegas Rafa memberi peringatan pada Abian yang pasti Abian tau apa maksud Rafa.
Lalu Rafa langsung pergi dan melewati Asyifa begitu saja yang sebelumnya di tatapnya wanita itu.
"Kak Rafa tunggu!" panggil Asyifa, "terima kasih semuanya sudah menyelamatkan suami saya. Terima kasih sekali lagi. Saya permisi dulu!" ucap Asyifa yang akhirnya menyusul suaminya yang pasti kembali ke hotel.
*********
Asyifa menunggu Rafa di depan kamar mandi yang mana Rafa tadi langsung memasuki kamar mandi begitu sampai di kamar mereka. Asyifa mondar-mandir yang terlihat sangat gugup saat menunggu Rafa yang lama sekali keluarnya dari kamar mandi.
Ceklek.
Sampai akhirnya apa yang di tunggu Asyifa ada juga do depan matanya Rafa yang benar-benar ada di hadapannya membuat membuat Asyifa menelan salivanya. Namun sangat Khawatir dengan luka di dahi Rafa.
__ADS_1
"Kak!" lirih Asyifa.
"Apa yang ingin kau katakan. Apa kau begitu senang saat bertemu dengannya, berbicara dengannya di depanku. Aku kira kau mengerti dengan apa yang aku ucapkan kemarin. Tetapi kenyataan kau memang sangat suka memancing diriku," ucap Rafa yang baru mengeluarkan amarahnya dengan marah-marah di depan Asyifa.
"Asyifa," bentak Rafa yang mengejutkan Asyifa, "semua orang sangat tau kau wanita ahli agama, paham dengan agama. Tetapi kau tidak mencerminkan semua itu. Apa wajar seorang istri berbicara dengan laki-laki yang bukan muhrimnya dan saling bertatapan dan bahkan berani melakukannya di depan mata suaminya sendiri," ucap Rafa sudah tidak bisa mengontrol kecemburuannya yang begitu besar.
"Kau ingin tertawa dengan aku mengatakan seperti itu. Karena apa. Aku tidak ada bedanya denganmu begitu. Atau kau ingin mengatakan aku harus berkaca sendiri. Karena aku juga seperti dengan wanita lain. Lalu apa Asyifa kau ingin membalas dendam dengan melakukan hal yang sama seperti yang aku lakukan dengan Miranda iya!" sentak Rafa yang terus membuat Asyifa terkejut bahkan sampai memejamkan matanya saat menghadapi amarah suaminya di depannya itu.
Bahkan sejak tadi Asyifa tidak berani menatap mata Rafa, "inilah dirimu. Jika melihatku saja kau akan menunduk seperti aku adalah tanah tempat paling terendah bagimu dan jika dia kau bisanya tersenyum dan menunjukkan kebahagiaan saat bersamanya," ucap Rafa dengan suara yang terus berteriak.
Asyifa mengangkat kepalanya. Matanya sudah berkaca-kaca dan memberanikan diri melihat wajah Rafa dengan penuh amarah.
"Maafkan Asyifa," ucap Asyifa dengan lembut mengakui kesalahannya.
"Minta maaf. Itu yang bisa kau lakukan. Apa kau merasa pantas seperti ini Asyifa," ucap Rafa begitu kesalnya.
"Kak Rafa. Asyifa tau kesalahan Asyifa seperti apa. Asyifa minta maaf kak Rafa dengan apa yang terjadi. Asyifa sadar jika apa yang barusan Asyifa lakukan tidak pantas dan tidak seharusnya melakukan itu. Asyifa seorang istri yang seharunya bisa menjaga diri Asyifa. Tidak seperti ini yang membuat kak Rafa marah. Maafkan Asyifa yang sudah kelewatan," ucap Asyifa lagi dengan terus meminta maaf dengan air matanya yang sudah keluar.
"Tidak ada maksud kak Rafa untuk semua ini. Tidak ada maksud untuk Asyifa melakukan semua ini. Apalagi untuk membalas dendam. Sungguh kak Rafa Asyifa tidak ingin melakukannya. Maafkan Asyifa," lanjut Asyifa.
Asyifa melihat Rafa mendekati nakas dan terlihat mengambil kotak obat yang mungkin untuk mengobati lukanya.
"Biar Asyifa yang lakukan!" sahut Asyifa yang langsung bertindak.
"Tidak usah," sahut Rafa menolak.
"Kak Rafa, tolong jangan marah lagi. Biarkan Asyifa melakukannya," lanjut Asyifa lagi.
"Aku bilang tidak usah maka tidak," tegas Rafa.
"Kak Rafa beri Asyifa kesempatan untuk memperbaiki semuanya," ucap Asyifa dengan tulus memohon pada Rafa. Rafa terlihat kasihan juga dengan Asyifa dan memberikan kotak obat itu.
"Awas saja jika kau sengaja kasar melakukannya!" desis Rafa yang duduk di pinggir ranjang. Asyifa mengangguk yang juga duduk di samping Rafa dan langsung melakukan pengobatan pada luka suaminya yang pertama di tangan Rafa.
Asyifa menumpahkan cairan alkohol pada lapas, lalu mengolesi ke luka Rafa.
"Ashhhhhh," rengek Rafa yang sepertinya merasa sakit.
__ADS_1
"Maaf kak Rafa Asyifa akan pelan-pelan lagi," ucap Asyifa.
"Sudah di bilang pelan-pelan. Tetap aja kasar kau itu sengaja ya," ucap Rafa dengan kesal. Asyifa langsung geleng-geleng. Mana mungkin dia sengaja melakukannya.
Asyifa lanjut mengobati Rafa dengan lembut dan Rafa juga sudah tidak merengek lagi. Setelah urusan tangan selesai dan memberi perban pada tangan itu Asyifa juga mengobati dahi Rafa dengan lembut dan sangat perhatian pada Rafa. Sepenjang Asyifa mengobatinya Rafa terus melihat wajah teduh Asyifa.
Wajah Asyifa yang teduh seolah sudah meredahkan amarahnya yang tadi memuncak.
"Jangan melakukan hal itu lagi," ucap Rafa membuat Asyifa menoleh ke arahnya. Dengan mereka yang saling bertatap muka.
"Apa kau mendengar kata-kataku. Karena aku tidak akan mengampunimu jika kau melakukan hal itu lagi," lanjut Rafa yang benar-benar penuh penekanan dan penegasan pada Asyifa. Jangan sampai dia murka. Karena taukan bagaimana kalau dia sudah Murka.
"Lalu apa kak Rafa memaafkan kesalahan Asyifa saat ini?" tanya Asyifa.
"Hmmm," Rafa hanya menjawab dengan deheman. Asyifa tersenyum. Walau hanya deheman tetapi itu membuat Asyifa bahagia.
"Jangan salah paham kak Rafa. Asyifa tidak apa-apa dengan kak Abian," ucap Asyifa.
"Masih menyebut namanya," ucap Rafa kembali kesal.
"Bukan begitu. Baiklah Asyifa tidak akan menyebut namanya lagi. Maafkan Asyifa ya sudah membuat kak Rafa marah. Asyifa janji benar-benar tidak akan melakukan hal itu lagi. Sungguh!" ucap Asyifa dengan meyakinkan Rafa.
"Asyifa sadar. Apa yang Asyifa lakukan memang tidak pantas. Makasih kak Rafa sudah mengingatkan Asyifa agar lain kali. Asyifa tau harus bisa membatasi diri untuk menjaga kehormatan Asyifa sebagai seorang istri," ucap Asyifa dengan lembut.
Mata Rafa tidak berkedip sama sekali melihat istrinya yang berbicara lembut yang sudah menyiram hatinya yang panas. Jika Rafa saja yang katanya tidak menyukai Asyifa dan membenci Asyifa. Namun ada laki-laki yang hanya berbicara pada Asyifa sudah membuat Rafa panas dengan marah penuh emosi.
Lalu bagaimana dengan Asyifa saat melihat Rafa dan Miranda. Bahkan mereka pernah bermesraan di depan Asyifa. Apa Rafa tidak tau apa yang di rasakan Asyifa. Sepertinya Rafa mulai menarik semua nya dengan apa yang terjadi. Dia juga menyadari. Bahwa ini yang di rasakan Asyifa selama ini. Namun Asyifa tidak bisa melakukan apa-apa. Karena Asyifa tidak bisa marah seperti Rafa.
Rafa hanya terus diam dengan menatap intens Asyifa yang mendengarkan kata- penyesalan Asyifa.
Yang membuat Rafa langsung membungkam mulut Asyifa dengan bibirnya yang membuat Asyifa terkejut. Namun Asyifa langsung memejamkan matanya saat suaminya menciumnya dengan lembut.
Sudah berapa kali ya Rafa melakukan serangan ciuman tanpa permisi pada Asyifa dan sepertinya Asyifa nanti akan mulai terbiasa dengan ciuman itu. Karena Asyifa juga tidak menolak dan pasti setiap Rafa melakukan hal itu ada debaran jantung di dalam sana yang berdetak tidak menentu.
Ciuman itu juga ungkapan kemarahan Rafa tadi yang juga menunjukkan pada Asyifa. Jika Asyifa hanya miliknya. Walau seperti itu. Ciuman itu tetap sangat lembut dan mampu membuat Asyifa melayang-layang sampai langit ke-7.
Bersambung
__ADS_1