
Rachel sedang berada di teras di dekat kolam renang yang duduk di lantai dengan meja yang berserakan buku di atasnya. Dan Rachel juga terlihat menulis-nulis sesuatu yang tidak tau juga apa yang sedang di tulisnya.
"Rachel maaf menunggu lama," sahut Azka yang barus saja tiba yang Azka sebelumnya pamit untuk mengganti seragam sekolahnya.
"Tidak apa-apa. Kita mulai saja ya. Soalnya aku tidak nyaman lama-lama di rumah kamu. Aku tidak enak dengan Tante Rania," ucap Rachel.
"Kamu jangan merasa tidak enak seperti itu. Kamu itu santai saja," ucap Azka yang duduk di sebelah Rachel yang sama-sama di lantai.
"Tetap aja aku tidak enak. Seharusnya kamu tidak sembarangan membawaku kerumah mu. Kamu tidak minta izin dulu kepadaku dan asal-asalan membawaku. Kamu itu seharusnya tidak melakukan itu," ucap Rachel yang kelihatannya masih marah pada Azka.
"Aku minta maaf. Sebagai gantinya aku akan membuat nilai mu tinggi," ucap Azka. Rachel tidak menjawab lagi dan mulai membuka pelajaran yang ingin menjadi permasalahan dalam akademia nya dan Azka pasti sangat pintar dalam akademis.
Azka dan Rachel pun mulai belajar dengan Azka yang mengajari Rachel dengan serius dengan kepala mereka yang berdekatan dan Rachel maupun Azka saling menulis dengan Azka yang menjelaskan pelan-pelan. Agar bisa di mengerti oleh Rachel.
Azka yang begitu serius tiba-tiba membuat Rachel melihat kearah Azka yang sangat pintar dan begitu bagus dalam penjelasannya.
"Azka!" tegur Rachel.
"Iya ada apa?" tanya Azka yang menoleh ke arah Rachel.
"Kenapa membantu biaya sekolahku?" tanya Rachel tiba-tiba.
"Maksudnya?" tanya Azka yang terlihat pura-pura tidak tau.
"Awalnya aku heran. Kenapa tata usaha tidak memanggilku lagi masalah kendala biaya SPP yang telat. Ternyata ayahmu Dokter Rendy telah melunasinya dan bahkan sampai aku lulus sekolah dan bukannya itu karena kamu," ucap Rachel.
Azka menghela napasnya perlahan kedepan, "aku hanya tidak ingin kamu harus di keluarkan karena masalah uang sekolah dan iya Rachel aku juga tau alasannya. Itu semua karena kakakmu berada di penjara. Karena pertanggung jawabannya atas apa yang terjadi pada kakakku dan kamu juga membantu keluarga kami. Jadi aku rasa soal biaya sekolah bukanlah masalah yang besar. Jadi tidak ada yang harus di permasalahkan," jelas Azka.
"Tetapi ini sangat berlebihan," sahut Rachel.
"Tidak ada yang berlebihan. Keluargaku tulus membantumu seperti kamu tulus membantu keluargaku," sahut Azka.
__ADS_1
"Rachel sudahlah jangan di pikirkan. Kamu dari pada memikirkan masalah biaya sekolah atau tersinggung dengan apa yang aku lakukan. Ada sebaiknya kamu itu membuktikan saja kepada keluargaku. Jika kamu benar-benar pantas untuk sekolah di sana dan kamu harus semakin fokus belajar dan nilai-nilai mu akan semakin tinggi," ucap Azka.
"Azka, Rachel!" tiba-tiba Rania memanggil dan langsung menghampiri Azka dan Rachel.
"Iya ibu ada apa?" tanya Azka.
"Ayo makan siang, ajak Rachel juga untuk makan," sahut Rania.
"Tidak usah Tante," sahut Rachel yang pasti segan.
"Tidak boleh tidak usah Azka. Kamu itu harus makan juga. Ini sudah waktunya untuk makan siang. Anak-anak sekarang sangat mudah terkena maag. Jadi kamu harus mencegah penyakit itu jangan mencari-cari penyakit. Ayo makan siang!" ajak Rania lagi.
Rachel hanya diam yang pasti tidak enak dengan keluarga Azka yang baiknya minta ampun.
"Ayo Rachel jangan diam saja. Tante sudah masak banyak loh," sahut Rania.
"Ayo Rachel!" sahut Azka yang berdiri terlebih dahulu dan Rachel tidak punya pilihan lain yang akhirnya ikut saja.
"Rachel mau seberapa mana nasinya?" tanya Rania yang menyendokkan nasi ke piring Rachel.
"Sudah cukup Tante," sahut Rachel yang sangat malu-malu. Namun Azka hanya tersenyum saja.
"Lauknya yang mana?" tanya Rania yang begitu ramah.
"Yang mana aja Tante," jawab Rachel.
"Kamu jangan malu-malu ya Rachel. Makan yang banyak. Ini semua masakan Tante," ucap Rania.
"Masakan ibu sangat enak. Kamu pasti ketagihan," sahut Azka yang harus mempromosikan masakan sang ibu.
"Kamu itu bisa aja Azka. Kamu juga makan yang banyak," sahut Rania yang pasti tidak lupa juga menyiapkan makan untuk anaknya.
__ADS_1
"Iya ibu," sahut Azka.
"Rachel beginilah kalau di siang hari. Pasti hanya ibu dan Azka yang makan siang berdua. Karena kebetulan ayah Azka di rumah sakit ya kada bisa makan di rumah kadang tidak bisa dan kakak Azka juga sudah menikah. Jadi makanya kalau siang-siang begini rumah itu sangat sepi," ucap Rania.
"Masih mending Tante ada teman makan. Kalau Rachel tidak ada pernah teman makannya," sahut Rachel dengan wajah sedihnya dan Azka jadi ikut senduh mendengar keluhan Rachel.
"Kalau begitu mumpung ada teman makan. Jadi kamu makan yang banyak. Jangan malu-malu," ucap Rania.
"Baik Tante," sahut Rachel tersenyum tipis.
"Keluarga Azka sangat hangat dan terlihat adem. Kenapa Azka hidupnya sangat beruntung selain beruntung dalam materi. Dia juga beruntung punya keluarga yang sangat sayang kepada-nya," batin Rachel yang sangat wajar harus iri dengan Azka yang hidupnya begitu sempurna yang berbanding terbalik dengannya yang tidak ada sempurna-purnanya.
Punya kakak yang toxix dan sangat jahat, hanya bisa main tangan dan sering memarahinya. Dia tidak pernah mendapatkan kasih sayang atau merasakan kehangatan seperti Azka.
***********
Setelah selesai mengerjakan tugas bersama Azka. Akhirnya Azka dan Rachel berjalan berduaan di sekitar komplek perumahan Rachel.
"Kamu tidak marah padaku kan Rachel?" tanya Azka.
"Kenapa harus marah," jawab Rachel.
"Karena aku mengajakmu kerumahku," jawab Azka.
"Mau marah juga tidak ada gunanya dan kamu sudah meminta maaf padaku. Jadi aku tidak perlu harus marah padamu," jawab Rachel membuat Azka tersenyum.
"Kalau begitu kamu tidak akan jera kalau kerumahku lagi bukan?" tanya Azka membuat langkah Rachel berhenti dan melihat ke arah Azka.
"Azka kamu orang paling populer di sekolah dan semua orang tau kamu latar belakang keluarga kamu. Tapi kenapa kamu malah mau berteman denganku. Sementara di sekolah 1 orang pun tidak ada yang pernah bicara atau mengajakku berteman. Lalu kenapa kamu mau?" tanya Rachel.
"Bukan tidak ada yang mau mengajakmu berteman Rachel. Tetapi mereka takut kepadamu dan takut kamu tidak asyik. Karena mereka belum mencobanya dan aku mau berteman dengamu karena sudah banyak bicara padamu dan ternyata apa yang terlihat dari luarnya tidak sama dengan keaslian kamu. Kamu wanita yang sangat baik dan juga humbel dan pasti sangat asyik. Jadi tidak ada alasan untuk tidak berteman dengamu," jawab Azka membuat Rachel terdiam dengan mereka yang saling melihat satu sama lain.
__ADS_1
Bersambung