Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah

Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah
Episode.


__ADS_3

Miranda dan Rafa terlihat saling menatap dengan tatapan Rafa yang pasti penuh kebencian pada Miranda. Yang mana Rafa yang sejak tadi menahan dirinya agar tidak emosi.


"Sudahlah aku tidak punya untuk kalian. Mau kalian berusaha untuk memenjarakan ku. Tetapi aku tidak akan peduli sama sekali, aku tidak akan bisa di penjarakan oleh kalian semua!" tegas Miranda dengan menyunggingkan senyumnya.


"Kau!" Rafa ingin maju. Namun di tahan Asyifa dengan kepala Asyifa yang menggeleng.


"Tidak ada gunanya kak Rafa," ucap Asyifa berusaha untuk menenangkan suaminya.


"Ayo nona Miranda kita pergi. Karena kita harus menyiapkan persidangan," sahut pengacara Miranda.


"Baiklah. Sampai jumpa di pengadilan dan bukan aku yang di Penjara. Tetapi justru sebaliknya. Karena aku akan menuntut kalian atas pencemaran nama baik," ucap Miranda dengan tersenyum miring. Lalu Miranda pergi dari hadapan Rafa, Abian dan Asyifa.


"Kurang ajar!" umpat Rafa dengan napasnya yang naik turun.


"Kak Rafa tenanglah," ucap Asyifa.


"Apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Rafa dengan mengusap wajahnya dengan kasar.


"Semuanya karena 2 tersangka tidak mau mengaku bahwa Miranda terlibat dan mereka tidak saling mengenal dengan Miranda," jawab Abian.


"Tapi Cctv jelas memperlihatkan Miranda keluar dari gedung itu," tegas Rafa menekan suaranya.


"Itu tidak kuat untuk menjadikan bukti," sahut Abian.


"Apa maksud kamu tidak kuat?" tanya Rafa.


"Gedung itu, terdapat beberapa lantai dan gedung itu tidak semua terbengkalai, masih ada beberapa yang masih di gunakan untuk beraktivitas termasuk ada lantai untuk fitness dan Miranda mengatakan dia sedang fitness dan sesuai dengan jadwalnya dan bukan hanya Miranda yang keluar dari gedung itu tetapi ada beberapa orang bukti itu tidak cukup," jelas Abian yang sepertinya sudah mendapatkan informasi dari polisi.


"Sial!" umpat Rafa.


"Lalu kak Abian apa tidak ada Cctv saat Miranda memasuki atau keluar dari lantai yang ada aku di sana?" tanya Asyifa.


"Tidak ada Asyifa. Hanya Miranda tertangkap Cctv keluar dari pintu utama dan juga ada beberapa orang yang polisi mengatakan berarti semua orang terlihat, kita tidak punya bukti yang kuat. Apa lagi Miranda akses sangat banyak dia seorang model dan banyak kenalan orang-orang yang berkecimpung dalam dunia hukum dan seperti 2 pengacara yang mendampinginya tadi. Aku rasa kamu mengenalnya Rafa jika pengacara itu pengacara paling terkenal," jelas Abian membuat Asyifa menghela napasnya.


"Tapi semua ini jelas dia pelakunya. Mau dia punya seribu pengacara aku akan tetap memasukkannya kepenjara," ucap Rafa dengan mengepal tangannya.


"Kalau begitu semua ada di tangan Om Bram dan juga supir Taxi palsu itu. Mereka harus mengaku apa yang sebenarnya terjadi," ucap Asyifa.


"Kamu benar Asyifa. Tetapi kamu lihat Om kamu tidak mau mengaku dan juga supir Taxi itu yang kemungkinan Miranda sudah melakukan sesuatu," ucap Abian.


"Jika begini apa yang harus kita lakukan," ucap Asyifa yang terlihat lemas.


"Jangan khawatir kebenaran akan terungkap. Kita juga akan pakai pengacara. Aku akan coba bertanya pada papa. Siapa tau dia punya kenalan yang bisa membantu kita," ucap Abian.

__ADS_1


"Thanks Abian kamu sampai sekarang masih membantuku dan juga Asyifa," ucap Rafa yang sedikit tenang. Karena Abian masih bekerja keras sampai detik ini.


"Jangan Rafa, sebisanya aku akan melakukan yang terbaik. Sebaiknya kalian pulang aja. Aku akan coba bicara lagi pada polisi," ucap Abian.


"Baiklah kalau begitu. Ayo Asyifa!" ajak Rafa.


"Iya. Kak Abian makasih sudah membantu Asyifa dan kak Rafa. Asyifa pergi dulu. Assalamualaikum," ucap Asyifa pamit.


"Walaikum salam," sahut Abian. Asyifa dan Rafa pun akhirnya pergi dan Abian menghela napasnya dan kembali memasuki kantor polisi untuk kembali memproses masalah yang terjadi.


**********


Ternyata Asyifa dan Rafa pergi kerumah orang tua Asyifa. Di sana juga ada Opa Asyifa, ada Willo, ada Lulu, suaminya, ada Dedy dan ada adik Asyifa yang pasti orang tua Asyifa.


"Jadi papa tidak mau mengaku kesalahannya?" pekik Lulu yang terkejut dengan pengaduan Asyifa.


"Seperti biasa Lulu. Om Bram tidak akan pernah merasa bersalah dengan apa yang terjadi dan bahkan dia tidak mengatakan mengenal Miranda," ucap Asyifa.


"Astagfirullah Al Azdim," lirih Rania dengan mengusap dadanya.


"Supir Taxi itu bagaimana?" tanya Roni.


"Sama saja, mereka tidak mengaku apa-apa mengenai Miranda dan tetap mengaku tidak mengenal Miranda," sahut Rafa.


"Yang lebih parahnya. Miranda akan menuntut balik. Karena merasa namanya di cemarkan," ucap Rendy yang mengejutkan semua orang.


"Apa itu artinya kak Asyifa yang akan menjadi korban lagi. Dia sudah menjadi korban dan akan korban lagi," sahut Azka yang khawatir pada kakaknya.


"Kami masih berusaha untuk membuktikan Miranda adalah pelakunya," ucap Rafa.


"Aku akan kekantor polisi aku akan membuat papa untuk mengakui semuanya. Papa tidak bisa seperti ini papa sudah sangat keterlaluan," ucap Lulu yang langsung ingin cepat bertindak.


"Aku juga akan membuat papa untuk mengakui. Jika wanita itu terlibat dalam semua ini," sahut Dedi yang juga tidak bisa tinggal diam dengan kekacauan yang di buat ayah kandung mereka.


"Mama serahkan pada kalian berdua kalian yang tau apa yang harus kalian lakukan. Kali ini papa kalian tidak bisa dengan mudah untuk lepas tanggung jawab. Asyifa telah menjadi korban dan untuk sebagai permintaan maaf keluar Tante. Kamu akan berusaha Asyifa untuk mencari keadilan untuk kamu," ucap Willo.


"makasih Tante. Asyifa dan kak Rafa juga akan berusaha untuk semua ini," ucap Asyifa.


"Sayang tapi kamu tidak boleh terlalu kepikiran. Ingat kamu sedang hamil. Jangan sampai bayi kamu kenapa-kenapa," ucap Rania yang begitu khawatir dengan putrinya.


"Iya ibu. Ibu jangan khawatir," sahut Asyifa dengan tersenyum yang berusaha meyakinkan ibunya.


"Ayah juga akan mencari pengacara untuk mendampingi kalian," sahut Rendy.

__ADS_1


"Tidak usah ayah. Kak Abian sudah melakukannya," jawab Asyifa.


"Alhamdulillah kalau begitu," sahut Rendy.


"Semoga kebenaran akan terungkap. Kita akan terus berdoa dan pasti berusaha agar mendapat keadilan," ucap Opa yang penuh dengan doanya.


"Amin," sahut semuanya dengan serentak.


"Wanita yang bernama Miranda. Benar-benar ingin menyinggirkan kak Asyifa. Mantan kekasih kak Rafa, sudah melewati batasnya. Kali ini aku tidak akan diam. Aku tidak akan membiarkan dia memperlakukan kak Asyifa seperti ini. Meski aku bocah SMA. Tetapi aku akan membuat wanita masuk penjara karena berani menyakiti kakakku," batin Azka dengan tangan terkepal yang tidak akan tinggal diam kali ini.


Dia pasti tau siapa Miranda. Karena dengan masalah Rafa dan Miranda yang sempat masuk media yang melibatkan Asyifa. Jadi Azka tidak akan lupa dengan wanita itu.


*********


Asyifa dan Rafa tidak pulang mereka menginap di rumah orang tua Asyifa. Asyifa tampak beraktifitas di dapur.


"Asyifa!" tegur Rafa yang menghampiri Asyifa.


"Kak Rafa," sahut Asyifa.


"Kamu sedang apa?" tanya Rafa.


"Oh ini lagi buat bubur kacang hijau. Tiba-tiba Asyifa pengen makan," jawab Asyifa.


"Kenapa tidak mengatakan kepadaku. Aku bisa membuatkannya," ucap Rafa.


"Tidak apa-apa kak Rafa. Lagian gampang kok membuatnya," sahut Asyifa dengan tersenyum. Rafa menghela napas dan mendekati istrinya yang sedang mengaduk bubur.


"Kemana yang lain kok sepi?" tanya Rafa.


"Opa, Tante Willo, kak Lulu, kak Roni dan kak Dedi, sudah pulang, mereka nggak sempat pamit sama kak Rafa. Karena tadi kak Rafa ketiduran. Jadi tadi hanya titip salam saja," jawab Asyifa.


"Ayah ibu dan Azka ?" tanya Rafa.


"Ibu menemani ayah kerumah sakit, dan Azka barusan pergi untuk belati berenang," jawab Asyifa.


"Hmmm, jadi semua orang tidak ada dirumah. Itu artinya hanya kita berdua yang ada di rumah," ucap Rafa semakin mendekati istrinya tangannya bahkan memegang bahu sang istri.


"Iya hanya kita berdua yang ada di rumah," jawan Asyifa dengan mengangguk polos.


"Hmmm, kalau begitu bisa dong," sahut Rafa membuat Asyifa bingung.


"Bisa apa?" tanya Asyifa dengan dahi mengkerut melihat suaminya yang sejak tadi tersenyum dengan penuh arti. Asyifa hanya berpikir apa suaminya itu sedang sakit.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2