Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah

Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah
Episode 85


__ADS_3

Setelah beberapa hari Zee sudah pulang dari rumah sakit, karena kondisi Zee memang sudah baik-baik saja dan juga hanya butuh beristirahat di rumah saja. Namun Abian tidak ikut bersamanya. Karena Zee masih belum mau dekat-dekat dengan Reval, mungkin saja hatinya masih keras dan belum bisa di lunakkan sama sekali. Dan Abian tetap sabar menghadapi Zee yang berharap Zee bisa benar-benar luluh.


Zee keluar dari kamarnya yang terlihat sangat rapi yang sepertinya ingin pergi dan Zee langsung menuruni anak tangga


"Kamu mau kemana Zee? tanya Asyifa dengan heran yang melihat Zee begitu rapi.


"Mau kerumah kak Abian?" jawan Zee.


"Untuk apa?" tanya Asyifa heran.


"Mau mengambil pakaian Zee yang ada di sana," jawab Zee.


"Zee kenapa?" tanya Asyifa.


"Karena Zee tidak akan tinggal di sana lagi. Jadi untuk apa. Pakaian Zee ada di sana. Jadi Zee mau pergi untuk mengambilnya," jawab Zee yang mungkin niatnya untuk berpisah tidak akan di ubahnya.


"Zee tapi...."


"Kak Asyifa. Zee pergi dulu yah," sahut Zee yang memotong pembicaraan Zee dan langsung pergi dari tempat itu tanpa mendengarkan kata-kata Asyifa.


"Ya Allah, Zee benar-benar begitu bulat untuk berpisah. Bahkan dia menutup matanya dengan usaha yang Abian lakukan selama ini," batin Asyifa dengan dadanya yang kembang-kempis yang sangat mencemaskan hubungan Zee dan Abian.


Namun Asyifa bisa apa. Dia sudah begitu berusaha untuk melakukan semuanya. Keluarganya juga memberikan Abian kesempatan dan Abian juga sudah banyak berusaha untuk meluluhkan hati Zee. Namun apa daya. Zee kelihatannya tidak memberikan kesempatan dan mungkin itu yang terbaik.


**********


Ternyata saat pergi kerumah Abian Zee tidak sendirian dia bahkan di temani Dedi yang sangat kebetulan di temui Zee saat Dedi lewat dengan mobilnya di depan rumah Zee dan Dedi menawarkan tumpangan untuk Zee.


Zee sudah menolak. Namun Dedi memaksanya, karena dia juga baru tau kalau Zee baru sembuh dan juga malam-malam dan pasti tidak baik untuk Zee. Jadi mau tidak mau Zee harus mengikuti Dedi. Karena apa yang di katakan Dedi memang benar.


Tidak lama mereka sampai tepat di depan rumah Abian.

__ADS_1


"Ya sudah kak Dedi. Kak Dedi tunggu di sini aja. Biar Zee masuk ambil pakaian Zee," ucap Zee.


"Kamu yakin benar-benar akan bercerai dari Abian dan tidak akan memberikan Abian kesempatan?" tanya Dedi.


"Ini sudah menjadi pilihan Zee. Jangan membahasnya lagi. Zee masuk dulu," ucap Zee yang dengan suara beratnya dan Zee langsung keluar dari dalam mobil dan Dedi hanya menghela napasnya. Ya dia juga tidak seharusnya ikut campur dan semua itu Maslaah Zee dengan suaminya.


"Aku hanya berharap yang terbaik untuk kamu. Mungkin kamu yang merasakan semuanya dan tidak seharusnya aku ikut campur," batin Dedi yang sepertinya menyayangkan jika Zee dan Abian harus berpisah.


Dedi menunggu di dalam mobil. Namun tiba-tiba matanya silau dengan cahaya lampu yang menyorot wajahnya dan ternyata ada mobil di depannya.


"Apa-apaan sih," kesal Abian dengan matanya yang menyipit mengelakkan sorotan lampu mobil yang membuatnya silau dan ketikan lampu mobil mati. Dedi baru melihat siapa yang pemilik mobil itu yang ternyata Abian yang keluar dari mobil dan langsung menghampiri mobil Abian.


Toko-tok-tok-tok


"Keluar!" titah Abian yang kelihatan begitu marah dan Dedi hanya menghela napasnya kasar dan langsung keluar dari dalam mobil dan begitu keluar Abian langsung menarik kerah baju Dedi.


"Apa yang kau lakukan di sini!" bentak Abian.


"Sabar Abian, kau tidak perlu menggunakan kekerasan," tegas Dedi yang melepas tangan Abian dari kerah bajunya.


"Aku datang kemari bersama Zee, aku hanya mengantarkannya dan menunggunya," jawab Dedi yang apa adanya.


"Apa maksudmu. Di amna Zee?" tanya Abian.


"Dia ada di dalam rumahnya yang sedang ingin mengambil pakaiannya," jawab Dedi.


"Kau pasti mempengaruhi Zee. Apa kau menyukainya sampai kau benar-benar berusaha untuk membuat kami berpisah," batak Abian yang penuh dengan kemarahannya.


"Jangan salah paham Abian. Aku tidak pernah ikut campur urusan kamu dan Zee dan aku tidak ada perasaan apa-apa kepadanya. Jadi jangan menyalahkan ku. Jika Zee sangat ingin berpisah denganmu yang seharusnya, kamu itu koreksi diri kamu dulu!" tegas Dedi.


"Jangan sok mengajariku. Aku tau apa yang harus aku lakukan dan aku tidak akan pernah berpisah darinya, kau ingat itu!" tegas Abian dengan menunjuk tepat di wajah Dedi dan Abian langsung memasuki rumahnya dengan buru-buru.

__ADS_1


Sementara Desi hanya menghela napasnya dengan gelang-gelang Kepala.


"Dia menyalahkan ku. Tapi tidak mau koreksi diri," batin Abian yang kembali menghela napasnya dan kembali memasuki mobilnya.


Sementara Abian langsung kekamar dan melihat Zee yang mengemasi pakaiannya.


"Apa yang kau lakukan Zee!" sentak Abian.


"Aku hanya mengambil pakaianku. Tidak ada yang lain," jawab Zee dengan santai yang terus memasukkannya pakaiannya kedalam koper.


"Kau datang bersama Pria lain kerumah ini hanya untuk mengambil pakaian ini," ucap Abian.


"Jangan mengalihkan pembicaraan atau melibatkan orang lain. ini tidak ada urusannya dengan kak Dedi," sahut Zee.


"Kamu benar-benar ingin kita berpisah?" tanya Abian.


"Aku tidak harus menjawab lagi," jawab Zee.


"Kau benar-benar tidak menghargai semua usaha yang aku lakukan, aku sudah mengatakan tidak akan berpisah denganmu. Papa kau tidak mendengar juga Zee. Kenapa tidak menghargai semua usaha yang aku lakukan," bentak Abian.


"Lalu bagaimana denganku. Apa kamu pernah menghargai usaha ku. Tidak Abian, kamu menjadikan ku istri lalu mengabaikan ku dan bagiku itu hal yang sangat menyakitkan dan apa lagi kamu menjatuhkan talak kepadaku, merendahkan diriku dan kamu seenaknya ingin rujuk. Aku tidak mau," tegas Zee yang tidak kalah marahnya dan Zee langsung menutup kopernya dan menurunkan dari tempat tidur melangkah mendekati Abian.


"Urusan kita sudah selesai dan kita akan tetap bercerai. Kita tidak akan rujuk," tegas Zee dan langsung keluar dari kamar itu.


Namun Abian langsung menyusulnya menarik tangan Zee dan menutup pintu kamar dan Abian mendorong Zee keras tempat tidur dengan tangannya Zee yang terlepas dari koper.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Zee saat Abian menindih tubuhnya.


"Aku tidak akan menceraikan mu dan talak yang aku jatuhkan tidak akan sah. Jika aku berhubungan badan bersamamu," tegas Abian dengan wajahnya yang memerah dan hal itu membuat Zee kaget.


"Apa kau gila," sahut Zee dengan menekan suaranya.

__ADS_1


"Aku memang gila dan kau masih istriku. Dan jika hanya cara itu menghentikan niatmu untuk berpisah maka aku harus memaksamu," tegas Abian yang membuat Zee melotot dan terlihat kaget dengan tindakan Abian dan mungkin kesabaran dengan kelembutan Abian tidak mempan untuk Zee.


Bersambung


__ADS_2