Kamu Milikku

Kamu Milikku
Timbul nya benih cinta


__ADS_3

Syahna yang sedang menyiram tanaman terus-menerus tersenyum mengingat kejadian kemarin jemarinya mengelus bibir mungilnya.


"Apa bibir ku manis? kenapa aku tidak bisa merasakan nya" ucapnya pada dirinya sendiri. Syahna menggeleng cepat jika mengingat nya bisa-bisa ia disebut jadi wanita gila. Buru-buru ia menyelesaikan pekerjaan pagi nya, lalu kembali kedalam ke ruangan mengurus semua berkas-berkas yang ia tangani.


Di pikir-pikir sendiri rasanya ia seperti sedang merasakan benih-benih cinta di hatinya. Setiap mengingat wajah Holmes membuat nya deg-degan serta desiran yang menjalar ke tubuhnya.


"Sudah lah lupakan, lagi pula aku hanya pemanis saja. Bahkan dia bukan orang Indonesia pasti di negaranya memiliki banyak wanita" denyutan kecil di hati nya membuat nya meringis merasakan sakit yang bukan timbul dari gangguan hati. Membuat Syahna menepuk-nepuk pipinya.


"Tidak-tidak Syahna kau sudah memantapkan hati, kau harus memberikan kesempatan kepada Holmes. Jika dia bukan jodoh mu dia akan pergi sendiri nya Aamiin"


Dengan ceria Syahna memasuki ruang tamu membuat beberapa anak panti melihat Syahna seperti orang gila, berbeda dengan rekan-rekan nya malah menahan tawa melihat gadis yang lebih muda dari mereka baru merasakan jatuh cinta.


"Aku berani taruhan kalau Syahna sedang jatuh cinta dengan tuan muda Holmes" ucap Tina menaruh uang nya didepan rekan-rekan nya.


"Aku yang akan paling berani, apa kalian tau kemarin siang saat tuan Holmes datang sempat ada pertengkaran antara tuan Holmes dengan asisten nya. Di ujung kejadian kalian harus tau Syahna dan tuan Holmes....." seru Riana menggantung kan ucapan nya. Membuat semua rekan nya memajukan wajahnya penasaran.


"Berciuman"


"APA!" teriak semua rekan nya terkecuali Riana yang menjadi saksi bisu ciuman Holmes serta Syahna.


"Stttt kalian jangan berteriak kalo Syahna tau, bisa-bisa aku di teror oleh nya" bisik Riana yang melihat Syahna menghampiri mereka.


"Kenapa kalian berteriak?" tanya Syahna penasaran.


"Tidak kami hanya sedang bermain aku membuat mereka terkejut"


"Benarkan teman-teman"


"Benar"


"Ya benar Syah"


"Tidak ada yang kalian sembunyikan dari ku kan?" kini Syahna semakin memajukan tubuhnya mencari hal janggal dari rekan-rekan nya. Mereka langsung menggeleng cepat.


"Aku mau urus para bayi, aku duluan" ucap Riana yang lebih dulu memilih kabur dari pada terus di tanya oleh Syahna.


"Ah cucian piring lupa aku"


"Syah kami mau ke dapur dulu, ayo" ajak Tina ke dua teman dapurnya. Sisa nya hanya berpura-pura sibuk lagi bermain dengan anak-anak. Syahna merasa curiga dengan semua rekan-rekan membuat matanya menyipit, tidak mau memikirkan banyak hal Syahna memilih kembali ke ruangan nya, melihat kepergian Syahna semua nya berucap syukur.


PT Wijaya Group


"Aku pikir dia sudah gila"


"Maybe"


"Aku yakin jika wanita gila itu melihat nya tersenyum bisa-bisa Holmes mati berdiri"


Semua itu terucap dari beberapa taman Holmes yang baru saja datang dari 3 negara, mereka semua bisa berbicara Indonesia berkat Holmes yang sejak kecil lebih suka berbicara menggunakan bahasa Indonesia, walaupun awal nya sedikit tidak nyaman. Namun, lama-lama mulai terbiasa maka tidak heran lelaki di depan Holmes membicarakan nya secara terang-terangan menggunakan bahasa Indonesia.


"Dia sudah menjadi budak cinta ku rasa"


"Aku penasaran dengan tampang wanita yang dapat meluluhkan sih raja es dari sekian banyak raja es di negara manapun"

__ADS_1


"Oh hayo lah Hol berhenti lah tersenyum seperti itu membuat ku jijik rasanya. Derga cepat lah urus tuan muda mu itu. Kurasa ia sudah saat nya ia di depak dari keluarga Wijaya"


"Berisik, kalian menganggu hayalan ku saja sial!" gerutu Holmes bangkit dari kursinya lalu menghampiri ke tiga sahabat nya.


"kurasa kalian harus mencari wanita Indonesia, body so hot guys"


"No kupikir negara ku lebih Hot" balas salah satu teman nya.


Holmes menggeleng cepat lalu mengacungkan jari telunjuk nya menari ke kanan-kiri.


"Jika kalian melihat Syahna aku yakin kalian akan berfikir dua kali lipat untuk memikirkan betapa cantiknya wanita Indonesia yang kulit nya tidak seputih negara lain setidaknya ada hal spesial di diri mereka" kini Holmes mulai membanggakan Syahna, walaupun ia keturunan Dubai, tetap saja wajah Syahna lebih condong ke wajah Indonesia hanya beberapa wajahnya memiliki campuran orang Dubai.


"Baiklah aku akan memberikan mobil keluaran baru yang saja baru ku berikan untuk Derga jika aku melihat gadis mu merubah pikiran untuk jatuh cinta ke wanita Indonesia"


Aku saja terus yang jadi boneka mereka, padahal aku lebih tua dari mereka


Derga memutar bola matanya dengan malas, lalu ikut duduk namun didepan mereka ber 4.


"Jika kalian menjadikan ku barang taruhan ku yakinkan kalian tidak bisa bertemu satu sama lain kembali" ancam Derga lalu bangkit menuju pintu.


"Ingat itu!"


BRAK


"Ada dengan anak itu?"


"Kemarin lelaki brengsek datang, sejak aku menceritakan kedatangan lelaki brengsek itu, Derga sudah seperti itu, sangat sensitif"


"Tidak akan heran lagi dia seperti itu"


"Sial kau Jams, sudah sebaiknya kita pergi"


Mereka berempat keluar bergantian membuat semua karyawan wanita menjerit dalam hati bahkan ada yang mengaga tak percaya melihat ciptaan tuhan yang begitu indah.


"Kau mencari apa Jon?" tanya Jams memperhatikan teman satu nya melirik kesana-kemari.


"Dimana Hol wanita menarik Indonesia?, kenapa yang ku lihat disini hanya badut" ucap Jon polos, ya memang Jon orang yang terlalu polos untuk melukai hati seseorang.


Holmes dan Jams tertawa bersamaan menambah jeritan batin bagi wanita di kantornya, sedang Jon hanya menaikan alis nya dan satu lagi lebih memilih diam, tidak perduli dengan sekitar. Sesampai nya di parkiran mobil mereka melaju satu persatu membelah jalanan Jakarta.


#


"Jiah aku ke supermarket sebentar ya" teriak Syahna pamit ke Jiah.


Langkah kecil Syahna dengan senandung lagu yang ia nyanyikan membuat diri nya kembali tersenyum bagaikan anak muda yang sedang jatuh cinta. Syahna mengidikan bahu nya acuh memikirkan seharusnya ia juga di sebut anak muda bukan? bahkan umurnya baru saja memasuki 22 tahun.


Sesampai di supermarket Syahna dengan gemas melihat-lihat berbagai macam sayuran serta buah-buahan segar, dengan telaten Syahna memilih setiap sayuran dan buah-buahan yang ia beli. Kalian berfikir kenapa Syahna jalan? ya panti asuhan dengan supermarket sangat lumayan dekat jadi tidak perlu membuang uang untuk naik taxi, Syahna sangat bersyukur menempati pantai asuhan tersebut.


DUGH


"Awwww, soryy sir. Sorry" ucap Syahna yang tidak sengaja menabrak Derga. membuat Derga menaikan kacamata nya.


"Nona Syahna?" ucap Derga sedikit canggung mengingat kejadian kemarin yang ia lakukan, Syahna hanya bisa tersenyum kaku.

__ADS_1


"Apa selesai ini saya bisa berbicara dengan anda nona?" tanya Derga ragu, Syahna sedikit berfikir lalu ia menyetujui nya. Kemudian mereka berdua menyelesaikan belanjaan nya.


Selesai menunggu pembayaran kedua sudah berjalan bersamaan menuju salah satu kursi dekat supermarket. Sampai di bangku mereka duduk bersama, Derga sedikit memberi jarak sengaja menaruh barang-barang ditengah antara mereka berdua.


"Anu nona, sebenarnya saya mau meminta maaf atas kejadian kemarin. Saya refleks karena sejak saya dan tuan muda Holmes kecil saya akan berlaku kasar jika seseorang melukai tuan muda Holmes. Jadi saya memohon maaf kepada anda nona" seru Derga mengatupkan kedua tangannya memohon maaf, membuat Syahna kaget buru-buru ia menurunkan tangan Derga dari hadapan nya. Ia merasa tidak enak dan tidak seharusnya Derga meminta maaf seperti itu karena Derga dan dirinya pun juga sangat berbeda.


"Tidak apa-apa Tuan Derga saya sudah memaafkan anda, dan tidak perlu meminta maaf seperti tadi. Saya sedikit tidak enak hehe. Jika tuan hanya ingin meminta maaf saya sudah maafkan sejak kemarin jadi jangan sungkan terhadap saya lagi" balas Syahna tulus membuat Derga hampir terpana dengan wajah cantik Syahna yang hanya tersenyum simpul.


"Ahh kalo gitu saya antar anda apa boleh?"


"Tidak-tidak perlu, panti sangat dekat dari sini"


"Baiklah jika nona menolak"


"Hmm kemana Holmes?"


"Tuan sedang bersama teman-teman nya Nona, apa anda ingin saya menghubungi nya?" tawa Derga mengeluarkan hp nya, Syahna melambaikan tangan menolak kembali.


"Tidak perlu, hmm aku hanya titip salam untuk nya. Aku permisi pamit duluan tuan Derga" seru Syahna bangkit dari bangku lalu berpamitan dengan Derga, kemudian dengan cepat ia menghilangkan diri dari hadapan Derga, sedangkan Derga tersenyum mengerti dari mata Syahna gadis itu telah jatuh hati kepada tuan muda nya. Derga pun ikut meninggalkan bangku menuju mobilnya yang tidak jauh dari bangku kemudian melaju bebas.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Next to be continued 👉


__ADS_2