Kamu Milikku

Kamu Milikku
Gosip Baru


__ADS_3

Sandy melangkah masuk.


Dia melihat sekumpulan teman-teman Reva.


"Om !!" sapa Reva terkejut.


Sandy tersenyum.


"Aku liat jendela kamu masih terang, Va.


Makanya aku mampir." katanya dengan nada santai.


"Duduk Om...


Mau minum apa ?"


"Apa aja.." jawab Sandy.


"Halo semua..." sapanya.


"Halo...ehmm..."


"Eh...ee....ini Om ku" kata Reva memperkenalkan Sandy.


Sandy mengernyit sejenak mendengar kata 'Om' dari Reva sebelum kembali tersenyum.


"Oo..Om kamu, Va ?


Masih muda banget." kata Ruby.


"Mike !


Ini yang punya Methrob." kata Steven.


Mike terlonjak.


"Oh...Hai..


Aku Mike.


Ehmm.. mahasiswanya Steven."


"Oo...bareng dong kita." senyum Sandy.


"Tapi aku udah kenal Mr Gunawan.


Beberapa kali pernah kasih kuliah umum kan bareng Mr. Hermawan." sambung Mike.


Sandy mengangguk.


Lalu menatap mereka semua.


Para mahasiswa itu tampak canggung dengan kehadirannya.


"Ayo..dilanjutin.


Mau nonton kan ?" katanya mencoba mencairkan suasana.


Reva ke belakang untuk membuatkan susu jahe.


"Ini Om...


Susu jahe lagi ya...


Kan udah malam. Nanti kalo kopi, Om gak bisa tidur." katanya.


Sandy mengangguk.


"Makasih, Va."


Reva lalu bergabung dengan Ruby dan Yuxi di kasur.


Film dimulai.


Steven dan Sandy duduk berdampingan.


Disebelah Mike dan Cheryl.


Beberapa saat kemudian, Steven berdiri.


Mengambil minuman lalu duduk dibawah. Bersandar pada kasur di sisi Reva.


Kakinya yang panjang dijulurkan ke depan.


Mereka menonton dalam diam.


Lampu sudah ditemaramkan.


Satu jam kemudian, Steven mengangkat kepalanya.


Reva sudah tertidur.


Yuxi pun tidur.


Hanya Ruby yang masih menonton.


Steven tersenyum diam-diam.


Dia membelai rambut Reva.


Ruby menatapnya.


"Mau dipindah ?" bisiknya.


Steven menggeleng.


"Biarin aja begitu.


Yuxi juga udah begitu." jawabnya pelan.


Sandy menoleh ke belakang.


"Kenapa? Sudah tidur?" tanyanya.


Steven mengangguk.


Sandy berdiri lalu menghampiri tempat tidur.


Menatap Reva.


Steven mengamatinya.


Mata Sandy tampak melembut.


"Aku pulang aja.


Biar cewek-cewek ini tidur." katanya.


Steven mengangguk. Dia berdiri.


"Hei Mike..Ayo pulang...


Biar mereka semua bisa tidur.


Kan dirumah bisa dilanjutin." katanya.


Mike menoleh.


"Oke


Aku pulang dulu ya sayang.." katanya sambil mencium Cheryl.


Mereka semua menatap pasangan itu.


Ruby ikut berdiri mengantar ke pintu.


"Hei Steve.." tegurnya.


Steven menoleh.

__ADS_1


"Kamu gak nyium Reva ?


Kayak Mike ..." senyumnya.


Sandy berhenti.


Dia berbalik.


"Apa ?!" semburnya.


Ruby memerah.


Dia lupa.


Ada Om-nya Reva di situ.


"Oh..eh..maksudku..." katanya tergagap.


Steven tersenyum.


Dia berbalik menghampiri Reva menunduk lalu mencium pipinya.


Lalu dengan langkah lebar berjalan ke pintu melewati Sandy, keluar.


Sandy tetap di pintu.


Menatap Reva. Lalu ikut keluar.


Betul kata teman-teman nya, kalau tidak cepat bergerak, Reva keburu di rebut orang.


Tapi dia tidak bisa bergerak sekarang.


Maminya menghalangi geraknya.


Masa taruhan pun juga menghalangi geraknya.


Reva tidak akan mau sebelum masa itu selesai.


Dia harus mencari cara.


Mereka berpisah di parkiran.


Steven mengantar Sandy dan Mike ke parkiran.


Sandy menatap Steven lama, lalu melajukan mobilnya.


...🌴🍇🍒...


Hari Kamis seperti biasa Reva muncul di Methrob untuk membuat kopi, teh dan menyajikan cemilan.


Hari ini ada kabar baik baginya.


Tadi dia terpilih sebagai asisten dosen.


Akhirnya !!


Teman-temannya tidak ada yang heran.


Reva dikenal rajin dan berdedikasi pada setiap tugas yang diberikan.


Reva kembali membuka file hasil pengumuman itu.


Tersenyum melihat namanya.


"Hai Liu...mau apa?" sapanya ceria pada Liu yang masuk ke pantry.


"Biasa Va, Teh.


Eh...kamu punya susu jahe ya?


Aku mau itu aja deh."


"Punya."


Reva bangkit dari duduknya lalu membuka laci pantry.


Dia pun juga dapat.


Ditambah yang dikirim oleh Mamanya.


"Liu..kamu maunya susu jahe ya ?


ada banyak nih..Wedang ronde, sekoteng.


Mau yang mana ?" tanya Reva mengangkat bungkusan saset.


"Hmmm..."


Reva membawa ketiga jenis saset itu ke hadapan Liu.


"Wah..kok enak-enak semua?" jawab Liu bingung menatap ketiga bungkusan saset itu.


"Aku bikin aja semua." putus Reva.


Reva lalu menyiapkan mug dan mulai menyeduh ketiga bungkusan saset itu.


Andrew masuk.


"Hmmm...harum...apaan nih ?" tanyanya.


Reva menunjukkan ketiga mugnya.


"Ini wedang, ini susu jahe, ini sekoteng.


Kamu mau yang mana ?" katanya menggeser mug-mug itu kehadapan mereka.


Anna masuk.


"Harum banget, Va..


Apaan tuh ?"


Reva mengambil kembali bungkusan saset ketiga minuman itu dari laci lalu menjejerkan di masing-masing mug.


Anna mengangkat satu persatu bungkusan itu dan membacanya.


"Hmm..aku mau ini." katanya menyodorkan sekoteng.


Reva bangkit.


"Eeh..gak usah..


Biar aku bikin sendiri." katanya.


Reva tersenyum.


Josh, Mike dan Roger masuk.


"Wuihh..harum..." seru mereka mengangkat hidung.


Reva mengulangi lagi penjelasannya.


Mereka semua akhirnya berkumpul di pantry.


Steven baru menyadari bahwa sekitarnya terasa sepi.


Tapi terdengar suara tawa teredam dari arah pantry.


Dia lalu menuju ke sana.


Michael, Robert sudah ada di sana.


Sandy yang juga menyadari bahwa sekitarnya sudah sepi juga menuju ke pantry.


Di pantry sudah ramai.


Semuanya mencoba salah satu minuman yang ditawarkan Reva.


"Waah... lengkap.

__ADS_1


Kenapa hari ini pada ke pantry semua ?" tanya Reva mengedarkan pandangannya ke semua orang.


"Soalnya kamu jualan minuman baru, Va " jawab Liu.


"Asiik...aku untung banyak dong.." jawab Reva tertawa renyah.


Josh berpandang-pandangan dengan Andrew.


Dia berdehem.


"Ada gosip nih di kampus."


Mereka semua satu almamater dan satu fakultas.


Kecuali Reva.


"Gosip apa ?" pancing Andrew.


"Gosipnya...di kampus kita ada dosen yang baru jadian." senyum Josh.


"Dosen apa ?" tanya Anna yang belum up-to-date dengan berita di kampusnya.


"Dosen di fakultas kita dan katanya sih...orang Methrob...jadian sama mahasiswa." jawab Josh.


"Kan boleh aja pacaran sama mahasiswa."


"Iya sih...


Orang Methrob...


Berarti..diantara kita dong." sahut Anna.


Steven melipat tangannya di dada sambil memegang mug.


Bibirnya tersenyum.


"Katanya...pacarnya..anak biomedic." kata Josh menjatuhkan bomnya.


Reva terbatuk-batuk.


Dia mengambil mugnya.


Semua orang menatapnya.


Reva minum lalu mengangkat wajah dan menemukan tatapan semua orang tertuju padanya.


"Apa ?


Yang pacaran antar fakultas kan banyak.


Mungkin itu Temenku yang pacaran sama anak computer."


"Temen kamu, Va ?" tanya Liu memastikan.


Reva mengangguk.


"Iya. Mungkin itu teman ku."


"Pacarnya dosen ?" kejar Anna yang sudah mulai paham.


Reva menggeleng.


"Bukan. Mike masih kuliah."


"Berarti bukan teman kamu dong." putus Roger.


"Orang Methrob...dosen.


Gak banyak disini." sindir Andrew.


"Steve...kamu kan dosen." pancing Liu.


Reva menunduk.


Mengambil sepotong mousse cake.


"Iya..kenapa ?


Aku gak ngurusin gosip.


Jangan tanya." elak Steven.


"Dosen tetap disini kan cuma kamu Steve !" kejar Liu.


"Boss-boss ini kan juga suka ngajar." elak Steven lagi.


"Yaa..aku udah punya istri.


Istriku bukan anak biomedic.


Dia arsitektur." jawab Michael tersenyum simpul.


"Istriku juga bukan. Dia Akuntansi." jawab Robert.


Sandy diam tak menjawab.


"Ahh..kamu Josh...


Gosip kok dibawa kesini." kata Andrew.


"Ya... soalnya bawa-bawa nama Methrob sih..." jawab Josh.


Dia melirik Reva.


"Va !


Gak denger berita apa-apa ?


Kamu kan biomedic ?"


Reva menggeleng.


Memasang muka tak tau apa-apa.


Tapi wajahnya sudah merah.


Ponsel Andrew bergetar.


"Upss...ada berita baru nih..


Katanya...yang anak biomedic itu...baru jadi asisten dosen." katanya membaca dengan mata tertuju pada ponselnya.


Setelah itu melirik sekilas pada Reva.


"Wuihh...pinter dong.


Asisten dosen di biomedic ?" pancing Josh.


Ponsel Reva jatuh.


Liu yang duduk di sisi memungutnya.


Tangannya tak sengaja mencengkeram tombol on.


File berisi pengumuman nama asisten dosen yang terpilih terbuka.


Ada nama Reva di sana.


Liu membacanya.


Lalu...


"Wah...Va.....


Kamu kepilih jadi asisten dosen !!


Selamat yaaa..." senyumnya.


...☘️🍇🍒...

__ADS_1


__ADS_2