Kamu Milikku

Kamu Milikku
Acara Pernikahan Dewa Part 3


__ADS_3

Addrian menggandeng Aira masuk ke dalam rumah besar di mana pernikahan Dewa diselenggarakan.


Aira dulu masuk ke dalam rumah itu untuk diperkenalkan kepada kedua orang tua Dewa, sekarang dia masuk ke sana sebagai tamu undangan pernikahan Dewa dengan Shelomitha.


"Aira, apa kabar, Sayang?" Mamanya Dewa menyambut kedatangan Aira dan memeluk hangat Aira.


"Tante, aku baik, terima kasih sudah mengundangku dan Mas Addrian."


"Tante senang kamu mau datang ke sini. Perutmu tampak sudah membesar. Semoga bayimu dan kamu sendiri sehat selalu."


"Terima kasih, Tante."


Aira memperkenalkan Addrian kepada kedua orang tua Dewa. Di sana juga banyak keluarga besar Dewa yang masih ingat pada Aira.


"Aira, kamu cantik sekali, dan kamu sedang hamil?" tanya salah satu Tante Dewa.


"Iya, Tante. Tante juga masih terlihat sangat cantik," puji Aira.


"Kamu bisa saja. Jujur ya, Aira. Tante sedih sekali mengetahui kamu dan Dewa tidak jadi menikah dan kalian malah sama-sama menikah dengan orang lain."


Aira tidak enak pada Addrian saat Tantenya Dewa mengatakan hal itu.


"Jodoh seseorang tidak ada yang tau, Tante. Dewa juga pasti bahagia menikah dengan ibu dari anaknya. Aku sendiri sekarang bahagia menikah dengan suamiku." Aira memeluk lengan tangan suaminya. Addrian yang berdiri di samping istrinya hanya bisa tersenyum.


"Iya, juga, tapi suami kamu juga tampan sekali, pasti bayi kalian nanti akan sangat lucu dan menggemaskan."


"Aku berharap bayi kami mirip mamanya." Addrian melihat ke arah Aira.


Aira tidak tau jika dari tadi ada seseorang yang terus memperhatikan dirinya dari kejauhan. Iya! Kedua mata Dewa tidak lepas memandangi wanita cantik yang dulu hampir menjadi istrinya.


"Kamu masih mencintai Aira, Dewa? Lalu, untuk apa kamu menikah denganku?" tanya Shelomitha yang berdiri di sampingnya dengan memakai kebaya pengantin.


Dewa kemudian menoleh pada Shelomitha yang sekarang sudah menjadi istrinya.


"Aku sudah menikahi kamu, apa itu tidak cukup? Lagi pula melupakan seseorang yang sangat kita cintai itu bukan hal yang mudah, tapi kamu jangan khawatir, aku masih berusaha untuk melupakan Aira dan mencintai kamu." Dewa melengos kesal.


"Aku akan sabar menunggu sampai kamu benar-benar bisa mencintai aku lagi, Dewa."


"Bagus. Aku harap kamu tidak perlu membahas apa aku masih mencintai Aira atau tidak. Cukup jalani saja pernikahan kita ini agar kedua orang tuaku bahkan Aira tidak menganggap aku pria yang buruk karena tidak mau menikahi ibu dari anakku."


Shelomitha menghapus air matanya yang hampir menetes mendengar ucapan Dewa.

__ADS_1


Dewa menggenggam tangan Shelomitha dan memasang wajah bahagia saat melihat Aira dan Addrian menghampiri mereka.


"Hai, Aira, terima kasih sudah mau datang ke acara pernikahanku."


"Mas Dewa, aku senang melihat kamu dan Mitha akhirnya menikah."


"Mungkin memang aku sudah seharusnya melakukan hal ini dari sejak lama. Terima kasih sudah membuka hatiku."


"Bukan aku, itu semua dari hati Mas Dewa sendiri."


Aira bersalaman dengan Dewa, kemudian dia memeluk Shelomitha.


Addrian pun bersalaman dengan Dewa dan mendoakan agar pernikahan mereka bahagia.


"Addrian." Shelomitha memeluk Addrian erat, bahkan dia menangis.


"She, kamu tidak perlu menangis, seharusnya kamu bahagia karena Langit akan memiliki keluarga lengkap yang selama ini dia inginkan."


Aira sudah tidak merasa cemburu melihat kedekatan antara Addrian dan Shelomitha. Dia tau bagaimana persahabatan antara suaminya dan Mitha.


"Iya, aku bahagia. Terima kasih sudah mau datang ke sini, Addrian." Mitha menghapus air matanya.


"Jangan menangis, nanti kamu jadi pengantin yang jelek." Addrian tersenyum menggoda Shelomitha.


"Apa kalian mau berfoto bersama dengan kita?" tanya Dewa.


"Tentu saja, Mas Dewa."


Sang fotografer mengarahkan agar Aira berdiri dekat Dewa dan Addrian dekat mempelai wanita.


Mereka berempat tampak tidak canggung. Shelomitha dalam hatinya merasa sangat sedih karena dia tau Dewa masih sangat mencintai Aira. Dia melihat ke arah Dewa yang tampak tersenyum senang karena ada Aira di sampingnya.


Selesai berfoto, Shelomitha menahan tangan Addrian dan dia berbicara dengan Addrian.


"Mas, aku permisi dulu." Aira melepaskan tangan Dewa yang ternyata tadi menggenggamnya saat berfoto. Aira agak kaget tadi sebenarnya, tapi dia tidak mau bersikap langsung karena tidak mau suaminya mengetahui hal itu.


"Aira, aku minta maaf sama kamu. Terima kasih sekali lagi kamu datang ke sini."


"Sama-sama." Aira berjalan dan menggandeng lengan tangan suaminya. Aira mengajak suaminya turun dari tempat pelaminan.


"Sayang, apa yang Shelomitha katakan sama kamu?"

__ADS_1


"Dia hanya bilang kalau dia mau pergi ke rumah kita untuk berkunjung setelah acara pernikahannya selesai."


"Tentu saja aku akan sangat senang sekali menerima kedatangannya, apa lagi Mitha membawa Langit." Aira tersenyum.


Acara berlangsung dengan baik, sampai ada seseorang yang menabrak Aira dan membuat baju Aira kotor akibat minuman yang di bawa oleh orang itu.


Aira izin pada Addrian agar dia bisa ke kamar mandi untuk membersihkan bajunya.


"Sayang, apa mau aku temani?"


"Tidak perlu, Mas, kamu habiskan saja makan kamu, aku akan ke kamar mandi sebentar."


Aira berjalan ke arah kamar mandi yang dia sudah mengetahui tempatnya. Kamar mandi yang dekat di lantai bawah ternyata diberi tulisan sedang diperbaiki. Aira diberitahu jika dia bisa menggunakan kamar mandi di lantai atas. Jadi, mau tidak mau Aira naik ke lantai atas.


Selesai membersihkan bajunya Aira keluar dan dia tidak sengaja berpapasan dengan Dewa yang juga hendak ke kamar mandi.


"Aira?"


"Mas Dewa, tadi ada yang menabrakku dan membuat bajuku basah, jadi aku menggunakan kamar mandi di sini karena di bawah sedang diperbaiki."


"Iya, kamar mandi di bawah sedang rusak."


"Kalau begitu aku permisi dulu."


"Aira, tunggu."


"Iya." Aira menoleh kembali melihat ke arah Dewa."


"Aira, apa kamu baik-baik saja?"


"Maksud, Mas Dewa apa?"


Dewa berjalan mendekati Aira. "Maksud aku, apa kamu baik-baik saja melihat aku dan Shelomitha menikah?"


"Tentu saja aku baik-baik saja, bahkan aku sangat bahagia. Memangnya kenapa?"


"Aira, jujur aku menikah dengan Mitha bukan karena aku mencintainya, tapi karena aku tidak mau kamu menganggap aku pria yang tidak bertanggung jawab, tapi aku akan mencoba mencintai Mitha."


"Aku dulu juga tidak mencintai Mas Addrian, bahkan aku sangat membencinya, tapi setelah aku mengenal baik sosok mas Addrian. Aku jatuh cinta padanya, dan sangat mencintainya."


"Aira, apa aku boleh meminta satu hal sama kamu. Aku berjanji jika permintaanku ini adalah permintaan yang terakhir dari seorang sahabat karena setelah acara pernikahanku ini, aku akan mengajak Shelomitha dan Langit tinggal di luar negeri untuk beberapa bulan."

__ADS_1


"Apa itu, Mas?"


__ADS_2