Kamu Milikku

Kamu Milikku
Menemukan Aira


__ADS_3

Shelomitha memberitahu Addrian jika bisa saja Dewa membawa Aira di rumah itu. Mita mengatakan itu sebab dia curiga ada ruangan kosong yang memang tidak digunakan oleh Dewa di dalam rumah itu, mungkin saja Dewa sudah menyiapkan semua ini. Dia seolah-olah membawa Aira pergi jauh padahal dia menyembunyikan Aira di sana.


"Tapi di sana benar-benar kosong Shelomitha."


"Addrian, coba saja kamu ke sana lagi, pantau terus rumah itu, aku sudah tahu siapa Dewa. Waktu Langit ingin membuka pintu itu dia terlihat marah. Mungkin saja dia menyembunyikan sesuatu di sana atau bahkan dia menyiapkan tempat untuk menyembunyikan Aira."


Akhirnya Addrian menyuruh orang untuk mengawasi tempat itu, dia juga tetap mencari di mana Aira berada.


"Keesokan harinya, Addrian yang penasaran datang lagi ke rumah itu. Memang rumah itu tampak sepi, dan tidak ada kegiatan apapun di sana. Dia pun mengawasi rumah itu, sampai akhirnya ada seseorang dengan memakai topi keluar dari belakang rumah itu.


Addrian mengamati dengan jelas dan ternyata itu adalah Dewa yang keluar dari dalam rumah. Addrian turun dari mobil dan berlari menghampiri Dewa. Dewa yang ingin pergi, tapi dia sudah tidak ada waktu lagi akhirnya ketahuan.


"Brengsek! Di mana istriku? Cepat katakan!" Addrian mencengkeram baju Dewa dan dengan cepat dia menghantam muka Dewa dengan tinjunya.


"Aku tidak tahu di mana Aira."


"Jangan bicara bohong. Putriku sendiri mengatakan ada seseorang yang datang ke rumahku dan dia bernama Dewa, kamu pasti menyebutkan Aira di rumah Ini, kan? Aku akan menemukan istriku dan kamu lihat saja nanti."


"Addrian mendorong tubuh Dewa sampai jatuh kemudian dia segera mendobrak pintu rumah untuk mencari Aira.


Addrian mendobrak pintu belakang dengan tubuhnya, tapi sayang pintu itu tidak bisa terbuka. Addrian segera kembali kepada Dewa dan menghajar Dewa sekali lagi kemudian dia mencari kunci di dalam baju Dewa.

__ADS_1


Addrian mendapat kunci rumah itu dan segera masuk ke dalam. Dia berteriak memanggil nama Aira.


Aira yang sedang tidur seketika terbangun dan dia mendengar teriakan suaminya.


Aira mencoba memberi tanda jika dia ada di sana. Namun, dia sangat sulit karena mulutnya tersumpal. Tangan dan kakinya terikat, Airae yang mencoba bangun dari tempat tidurnya sampai dia terjatuh ke lantai dan dia mencoba berjalan mengesot di lantai untuk sampai ke depan pintu. Saat sampai ke depan pintu, Aira dengan cepat menendangkan kakinya ke pintu itu agar Addrian dapat mendengar tanda darinya.


Addrian menelusuri tempat itu dan akhirnya dia mendengar suara pintu diketuk.


Addrian segera mencari suara itu dan dia melihat pintu yang tidak terlalu besar berada di sana dan mencoba mendobrak pintu itu. Dia menyuruh Aira untuk mundur.


"Kamu tunggu saja, aku akan menyelamatkan kamu." Addrian mencari sesuatu untuk merusak kunci pintu itu dan akhirnya dia menemukan sebuah palu dan dia memukul dengan keras pegangan pintu itu sampai rusak.


Addrian terkejut melihat dalam ruangan itu. Ruangan itu ternyata dipenuhi oleh banyak foto Aira, dia bahkan membuat lukisan Aira yang sangat besar. Di sana ada juga sebuah manekin dan wajahnya memakai foto Aira. Dewa benar-benar sakit jiwa. Addrian segera melepaskan ikatan tangan Aira Dan mereka saling berpelukan."


"Tidak akan ada yang membawa kamu pergi jauh dariku, Aira. Aku tidak akan membiarkannya, sekarang sebaiknya kita pergi tinggalkan tempat ini dan Dewa dia benar-benar sakit jiwa." Addrian menggendong istrinya ala bridal style.


Namun saat dia hampir sampai pintu, terdengar suara tembakan dan seketika Aira merasa jika tubuh suaminya perlahan bergoyang tidak seimbang.


Aira berteriak dengan sekerasnya, ternyata Dewa dengan tega menembak suaminya dari belakang.


Aira dan Addrian jatuh ke tanah dan ada darah di sana.

__ADS_1


"Mas Addrian?" Aira tampak bingung.


"Kamu lebih baik mati, Addrian."


"Aku akan membencimu seumur hidupku jika terjadi apa-apa dengan suamiku, kamu benar-benar gila, Mas Dewa, jangan berpikir jika kamu membunuh suamiku aku akan mencintaimu! Aku akan malah membencimu, membenci sampai aku mati."


Aira kembali menatap tubuh suaminya yang terbaring lemah di atas lantai yang bersimbah darah.


Aira menangis dengan sekeras-kerasnya. Tidak lama beberapa orang dengan baju hitamnya datang ke sana, ternyata itu adalah orang-orang Addrian, mereka segera mengamankan Dewa dan membawa Addrian beserta Aira keluar dari rumah itu.


Aira tidak henti-hentinya memegang tangan suaminya yang berada di mobil ambulans menuju rumah sakit dia benar-benar takut dia takut kehilangan Addrian


Addrian masuk ke dalam ruang operasi dan Aira menunggu di depan. Dia tampak gelisah menunggu dokter mengoperasi suaminya.


Tidak lama Niana dan Kenzo datang. Mereka tau karena diberitahu oleh salah satu orang suruhan Addrian. Niana memeluk Aira untuk menenangkannya


"Aku tidak mau kehilangan suamiku, Na."


"Kamu tenang saja, suami kamu tidak akan kenapa-napa."


Kak, jangan lupa mampir ke cerita baru aku ya, Kak. Kalau Kakak mengikuti cerita Mr Mafia And His Little Maid. Ini kisah anaknya

__ADS_1



__ADS_2