Kamu Milikku

Kamu Milikku
Nonton Film


__ADS_3

Reva berjalan tersaruk-saruk dibelakang.


Mukanya merah.


Dia tidak berani menatap wajah teman-temannya.


Dibilang jadian...itu satu hal.


Tapi dibeberkan pernah ciuman bibir ... itu baru masalah.


Ya ampuun..


Ingin rasanya menggetok kepala Steven.


Dia menatap geram pada Steven.


Steven berhenti mendadak.


Brukkk.


Reva menabrak Steven.


"Aduuh..Steeve !!.


Kenapa berenti mendadak sih ?!" pelotot Reva.


"Kamu yang jalan gak liat-liat.


Lagian.. ngapain sih jalan di belakang ?!" tegur Steven.


Reva semakin merah.


"Tau nih Reva." kata Ruby.


"Sini..."


Steven menggandeng telapak tangan Reva. Menggenggamnya dengan erat.


Reva ditarik hingga sejajar dengannya.


"Kalian kan udah jadian. Ngapain malu sih, Va ?" kata Cheryl.


Cheryl sendiri menempel ketat dengan kekasihnya, Mike.


Mike Satu universitas berbeda fakultas.


Dia mengenal Steven.


Bukan hanya mengenal, Steven dosennya.


Steven terkenal.


Bukan hanya karena kejeniusan nya, tapi juga sikap anehnya.


Jadi...melihat Steven berkencan dengan seorang gadis, Mike sendiri jadi bertanya-tanya, Kok bisa ?


Kok bisa sih gadis normal seperti Reva mau dengan pria aneh seperti Steven.


Tapi kelihatannya mereka bisa lancar berkomunikasi.


Di luar sikap Reva yang terlihat malu ketahuan jadian dengan Steven.


Mereka berjalan bersama-sama menuju cinema.


Steven membelikan mereka semua tiket.


"Thank you Steve.." kata mereka semua.


"Gak masalah...


Itung-itung pajak jadian." kata Steven.


"Apa itu pajak jadian ?" tanya Ruby.


"Kalo di tempat asalnya Reva, pajak jadian itu traktiran dari pasangan yang baru jadian ke teman-temannya." terang Steven.


Reva memandang Steven.


"Kamu tau ?"


"Tau dong.


Aku kan cari tau dulu tentang kamu dan kebiasaan kalian sebelum ehm...sebelum kita jadian." jawab Steven.


Mike tertawa lebar.


"Yaah..itu keuntungan kencan sama orang jenius, Va.


Dia cari tau semua tentang kamu dulu, diolah, baru deh..nyatain cinta." katanya.


Reva memandang Mike.


"Dia gak pernah nyatain cinta kok.


Makanya aku gak ngerasa jadian." katanya.


Steven menjitak kepala Reva.


"aduh ! Steve !!" jerit Reva.


Mike berpandangan dengan Cheryl.


"Gak ada orang di kampus yang berani teriak ke Steven kayak gitu." katanya sambil menggelengkan kepalanya.


"Cinta gak perlu dinyatakan, Va.


Ditunjukkan dengan perbuatan." kata Steven menunduk menatap Reva.


Tangannya membelai rambut Reva.


Reva memerah.


Lalu berpaling menatap teman-temannya yang sedang memperhatikan mereka.


Pipinya semakin merah.


"Aduh...uwu banget sih kalian..!" kata Yuxi.


Steven tertawa.


Dia melingkarkan tangan Reva ke pinggangnya.


"Yuk...masuk." ajaknya.


Film di mulai.


Lampu sudah sejak tadi dimatikan.


Diam-diam Reva memandang Steven.


Hatinya berbunga.


Tapi sekaligus juga kecut.

__ADS_1


Reva tau diri.


Kalaupun ini benar, hubungan ini hanya sesaat.


Mereka berdua tidak punya masa depan.


Tidak mungkin.


Seberapa pun besarnya cinta itu.


Yaa...kecuali..mungkin..kalau sebesar cinta Om Michael pada Tante Tia.


Tapi kan pasangan seperti itu hanya satu dari sejuta...


Tidak...lima juta.


Belum lagi...


Taruhannya dengan Om Sandy.


Bukan berarti dia mau-mau saja dengan Om Sandy.


Dia tidak percaya Om Sandy mengejar nya.


Tidak mungkin.


Om Sandy bisa mendapatkan siapapun juga.


Dengan wajah tampan dan kekayaannya, Om Sandy tinggal menjentik jarinya, dan banyak perempuan yang akan berlari menghampiri.


Reva pasti pusing kalau punya suami seperti itu.


Dikejar-kejar oleh banyak perempuan lain.


Kepalanya didorong dengan jari.


Reva menoleh.


"Kebanyakan mikir !!


Nonton aja dulu.


Mikirnya nanti kalo udah selesai !" kata Steven.


Reva cemberut.


Dia kembali menolehkan kepalanya menghadap layar.


Ya sudah..


Dinikmatin aja yang bisa dinikmati sekarang.


Nanti-nanti aja pusingnya.


Selesai nonton, Steven mengajak mereka ke restoran.


Lagi-lagi dia yang traktir.


Ya..kalaupun ini bukan pajak jadian, dia malu juga kalau harus membiarkan 5 mahasiswa membayar sendiri makanan nya.


Padahal uang segitu tidak ada arti baginya.


"Wah Va....


Untung kamu ngundang pacar kamu.


Kita semua kenyang." kata Yuxi


Sering-sering aja ya.." kata Ruby


"emang enak ya kerja di Methrob.


Aku juga mau.


Rekrut aku dong." kata Mike.


"Belajar dulu yang pinter, Mike !" jawab Steven mendorong dahi Mike dengan jari.


"Eh..Va...


Kamu kan juga kerja di Methrob jadi office girl.


Aku bantuin deh." kata Ruby.


"Reva gak kerja.


Dia cuma iseng-iseng aja di situ.


Godain aku." jawab Steven jail.


"Steve !!


Aku kan bayar liburan ku ke Lombok kemarin !" bantah Reva.


"Ya..kamu kan sebetulnya gak perlu bayar !" kilah Steven.


Reva menghembuskan nafas.


Kalau Steven sedang ingin mengerjainya, dia memang sudah tidak bisa apa-apa.


"Kalian gak nginep aja tempat Reva ?" tanya Steven.


"Iya juga..Besok kita main.


Eh..sekalian aja dua hari.


Biar Senin nya langsung dari tempat Reva. Kan deket tuh." kata Cheryl.


"Beneran nih ?!" tanya Reva berbinar-binar.


"Ya udah...sekarang aku anterin kalian pulang.


Ambil baju, abis itu ke rumah Reva." kata Steven.


Mereka lalu beramai-ramai pulang ke rumah, mengambil baju lalu pergi ke apartemen Reva.


Mike juga ikut mengantarkan Cheryl.


Mereka sampai pukul sembilan malam.


Malam Minggu, jalanan masih ramai.


Apalagi letak apartemen Reva dekat dengan pertokoan.


Reva langsung mandi sesaat setelah sampai.


Sejak pagi latihan jiu-jitsu, dia tidak mandi.


Dia hanya bertukar baju agar bisa cepat keluar dari sasana latihan.


Teman-temannya sudah berkumpul di depan Tv memilih film.


Pizza dan berbagai cemilan sudah tersaji di meja.

__ADS_1


Rupanya Steven ikut membantu menata makanan.


"Va...cowok kamu sering kesini ya ?


Dia tau banget tuh tempat-tempat piring, gelas." cetus Yuxi.


"Dia yang punya apartemen ini." bisik Reva.


"Hah ?!


Waah...gratis donk kamu !!"


"Enak aja !" bantah Reva.


"Aku nyewa dari dia kok."


"Oh..iya ya..


Kalian kan baru jadian.." kata Yuxi.


Mereka lalu duduk.


Film yang dipilih film romantis.


Reva menepuk dahinya.


Dia lebih suka thriller.


Tapi teman-temannya lebih memilih film romantis.


Steven duduk disampingnya.


Sementara Cheryl dan Mike di sebelahnya.


Ruby dan Yuxi memilih tiduran di kasur sambil menonton.


Film di mulai.


Awalnya biasa saja.


Ketika sudah mulai adegan-adegan mesra, Mike dan Cheryl pun memulai adegannya sendiri.


Reva yang duduk di sebelah Mike mulai bergeser.


Lalu bergeser lagi


Lalu bergeser lagi.


Semakin memepet Steven.


Steven menatapnya.


Mereka saling berpandangan.


Lalu melihat lebih jauh ke belakang kepala Reva.


Dia terkekeh pelan.


Dia berdiri mengambil minuman dari kulkas.


Sambil melewati pasangan Mike dan Cheryl, dia berkata,


"Mike...tahan diri.


Masih ada jomblo disini.


Jangan bikin iri.."


Mike langsung memisahkan diri.


Cheryl cekikikan.


Steven lalu kembali duduk di sofa.


Kali ini bertukar tempat duduk dengan Reva.


Tapi Steven pun tidak ingin melewatkan kesempatan.


Dia melingkari pinggang Reva dan menariknya mendekat.


Matanya masih tetap menonton.


Tapi dia menikmati kehangatan Reva yang menempel padanya.


Mereka tetap seperti itu sampai film selesai.


Keempat gadis itu kembali sibuk memilih film saat bel pintu berbunyi.


Steven berdiri.


Dia membuka pintu.


Sandy terkejut melihatnya.


Lalu melirik arloji.


Pukul sebelas.


Steven tersenyum santai.


"Boss...


ayo masuk.


Ada teman-temannya Reva .


Kita mau nonton." katanya.


...☘️🍇🍒...


Halo Pembaca Tersayang...


Semoga selalu diberi kesehatan dan rejeki di masa pandemi ini yaa..


Terima kasih banyak untuk koin, poin, vote dan hadiah serta komentar-komentarnya.


Membaca komentar kalian, baik itu berupa pujian, saran, masukan dan kritik memberikan tambahan imun dan ide buat saya.


Percayalah...


Saya sangat menikmati membaca setiap komen apapun itu sama seperti saat kalian menikmati novel ini.


Jangan bosan memberi komen karena itu memberi saya tambahan pengetahuan dan ide dalam menulis novel ini.


Pada siapa nanti Reva akan berlabuh, sepertinya memang Reva sendiri yang akan menjawabnya.


Jaga kesehatan.


Tetap cantik dan ganteng.


Taati protokol kesehatan.


Salam sayang selalu....😘

__ADS_1


__ADS_2