
Holmes tersenyum nakal membuat Syahna merinding. Wanita itu buru-buru memanggil Bibi Lena untuk menyambut kedatangan Holmes. Mengetahui Syahna enggan menyambut nya Holmes memasang wajah seperti biasanya datar dan dingin.
"Mari tuan Holmes" ajak Bibi Lena, Syahna memalingkan wajahnya ke sembarang arah.
"Aku ingin di ruangan anak-anak, siapkan kursi di ruangan anak-anak" pinta Holmes tiba-tiba membuat Derga menyuruh beberapa anak buahnya mencari sofa kecil di dalam ruangan.
"Maaf tuan, ruangan anak bukan tempat untuk tamu. Jika anda ingin bertemu anak-anak jangan membawa kursi apapun ukuran nya" tegur Syahna yang tidak suka dengan sikap semena-mena Holmes. Holmes tersenyum rencana nya berhasil membuat gadis nya berbicara.
"Derga taruh kembali kursi itu keruangan awalnya"
"Baik Sir,"
Dasar situkang penyuruh
Holmes melangkah masuk menuju ruangan tamu yang selalu di sediakan untuk para penyumbang. Syahna mengikuti langkah Bibi Lena, membuat nya harus sedikit berdekatan dengan Holmes.
"Apa yang biasanya kakek saya lakukan saat berkunjung kesini?" tanya Holmes serius
"Biasanya tuan Frans selalu bermain bersama anak-anak, lalu berbincang-bincang dengan para rekan lelaki disini, terakhir mengobrol ria dengan"
"Dengan anak-anak" selak Syahna duluan, ia tidak mau berbicara dengan Holmes. Jika lelaki itu mengikuti kebiasaan kakek Frans maka habis sudah ketidak inginan Syahna berlama-lama dengan Holmes.
"Tetapi Syahna bukan ny-"
"Tidak bi, beberapa hari yang lalu kakek mengganti kebiasaan nya"
Apa dia sedang berusaha menjauh dari ku
"Sudah-sudah saya tidak akan mengikuti kebiasaan kakek saya, karena saya harus cepat kembali ke kantor. Jadi saya hanya bisa menyapa dan memberikan sumbangan yang selalu sama seperti kakek berikan."
Mendengar Holmes tidak lama di panti, Syahna tersenyum senang. Melihat wajah Syahna begitu senang saat tau ia tidak lama di panti, membuat hati nya kecewa. Apa seburuk itu kah dirinya di mata Syahna, jika mengingat kejadian tadi pagi mungkin ya semua orang akan membenci nya.
"Semua nya siap" teriak Pandu membuat Holmes dan Syahna menoleh ke arah anak itu.
PLAK
PLAK
PLAK
PLAK
Holmes di hujami beberapa kerikil kecil dari Pandu dan teman-teman nya, tidak tau siapa dalang dari semua ini. Apa yang membuat mereka menjadi nakal seperti itu.
"Awww" Holmes meringis merasa perih pada bagian jidatnya, terkenal krikil yang cukup besar. Melihat itu Syahna merasa tidak enak, ia tidak mau kakek Frans kecewa dengan dirinya kalau tau cucu nya di jolimi.
"KALIAN SEMUA HENTIKAN" teriak Syahna menggelegar ke seluruh ruangan.
"SIAPA YANG MENYURUH KALIAN SEPERTI INI?"
"PANDU JAWAB!" tegas Syahna membuat anak panti menunduk takut. Bukan mengaku Pandu malah menyalahkan Michel.
__ADS_1
"Michel kak"
"Aku? kau yang memberikan ide ini Pan"
"Tapi kau menerima ide ku Mic"
"Aku tidak pernah menerima ide ini"
"Kau menerima nya Mic"
"SUDAH HENTIKAN!" kini Syahna sudah kesal sampai ke ubun-ubun melihat saling tuduh Michel dan Pandu. Syahna menarik kedua tangan anak itu lalu membawa kedua anak itu ke dalam kamar para anak yang lebih kecil dari mereka.
"Bereskan mainan para sih bayi itu hukuman kalian. Kalo kabur kak Syahna tidak akan tanggung mengurung kalian di kamar nya Selena!" ancam Syahna membuat kedua anak itu ketakutan saat mengetahui mereka akan di kurung di kamar Selena.
"Tidak-tidak kami akan membersihkan kamar ini, kami tidak ingin di kamar Selena" jawab Michel dan Pandu bersamaan.
"Bagus, kerjakan dengan rapih. Ingat jangan kabur!"
Michel dan Pandu mengangguk lalu langsung membereskan barang sesuai warna dan ukuran nya. Syahna menghela nafas kemudian ia kembali ke ruang depan.
"Sisa nya jangan ada yang mengikuti kelakuan Michel dan Pandu lagi kalian mengerti!"
"Mengerti kak"
"Ikut aku" tangan Holmes ditarik begitu saja, pemilik tangan dengan semangat mengikuti Syahna.
"Duduk aku akan mengobati benjolan di jidat mu"
Holmes mematuhi nya, Ia duduk dengan tenang tanpa mengeluarkan suara apapun. Mata nya terus melihat gerak gerik dari tubuh Syahna.
Dengan telaten Syahna mengoleskan salep ke jidat Holmes yang benjol. Holmes masih menatap wajah Syahna dengan serius membuat Syahna merasa risih di tatap seperti itu terus sajak tadi. Saat Syahna menghentikan olesan nya Holmes mengecup kening Syahna lama membuat gadis itu kaget.
Cup
"Terimakasih sayang" ucap Holmes, membuat Syahna makin kesal dengan kelakuan lelaki didepan nya.
"Tuan Holmes lain kali jangan asal mencium orang, aku ini bukan pacar ataupun istri mu" buru-buru Syahna menghapus bekas kecupan Holmes,namun di cegah oleh Holmes.
"Jangan di elap, nanti kau akan merindukan kecupan ku. Aku pamit"
Cup
"TUAN HOLMES!" teriak Syahna geram mengetahui Holmes mencium kening nya lagi, Holmes pergi meninggalkan Syahna begitu saja dengan senyum yang sangat terlihat jelas di wajahnya.
"Dasar laki-laki mesum!"
"Wah wah Syahna betapa beruntungnya mendapatkan 2 kecupan dari seseorang yang tampan" sindir Tina dari ujung pintu, yang baru saja lewat dari arah kamar para penjaga panti.
"Diam kau Tina, dia itu laki-laki mesum. Tampan apa nya, serem hih" protes Syahna tidak suka jika Holmes dibilang tampan.
Melihat wajah senyum lebar Holmes, Derga serta bodyguard lain nya kebingungan apa yang membuat Holmes tersenyum lebar seperti itu.
__ADS_1
"Tuan apa luka anda sudah di obati?" tanya Derga
"Sudah, jangankan luka di jidat ku . Rasa cinta ku semakin tumbuh"
"Maksud tuan?"
"Sudah kau tidak perlu tau, Bi Lena saya mohon pamit"
"Ah iya Tuan Holmes, mari"
Holmes akhirnya pulang membuat hati Syahna lega. Untung saja Syahna tidak ke lepasan untuk memaki-maki lelaki itu. Karena ia masih ingat jabatan serta tanggung jawab nya terhadap anak-anak di panti ini.
"Syahna kemari lah, ceritakan apa rasanya di kecupan tuan Holmes?"
Syahna melotot ke arah Tina, wajah nya berubah menjadi kepiting rebus. Jika ia mengakuinya rasanya sangat malu. Awal nya memang kesal saat Holmes asal mencium nya tetapi ada perasaan aneh yang menjalar saat Holmes memberikan kecupan yang kedua.
"Ayo lah Syahna cerita kan, kenapa pipi mu jadi merah"
"Tidak, tidak ada apa-apa hanya di kecup semua orang bisa mengecup kening orang lain. Sudah aku ingin melihat Pandu dan Michel. Berhenti lah bergosip Tina"
Syahna malah di tertawa rekan lain nya membuat makin malu.
Ya tuhan kenapa sih wajah ini malah panas mengingat saat tuan Holmes mengecup ku, dasar lelaki menyebalkan batin Syahna sambil melangkah ke kamar para bayi melihat kondisi Pandu dan Michel.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Next to be continued 👉