Kamu Milikku

Kamu Milikku
Club


__ADS_3

Reva turun melantai bersama teman-temannya.


Musik menghentak keras.


Mereka menggoyangkan tubuh mereka.


Perlahan kerumunan melingkari mereka.


Tertarik dengan dance mereka.


Saat Sandy tiba, Reva sedang meliukkan tubuhnya di hadapan Selina.


Menarikan tarian seksi yang mengundang.


Selina pun tak kalah mengeluarkan gaya seksinya.


Mereka juga saling memegang.


Meraba dan menelusuri tubuh di hadapannya.


Para pria meneguk ludah melihat mereka.


Else dan Jasmine ikut serta.


Reva meraba tubuh Selina.


Bibirnya terbuka mengundang saat Selina dengan ujung jarinya menyentuh puncak dada Reva.


Lidahnya menyentuh bibir atasnya.


Membuat para pria yang melihat membayangkan lidah itu membelai pusat diri mereka.


Wajah mereka berkilat karena keringat.


DJ yang melihat semakin bersemangat memberikan lagu-lagu menghentak.


Reva menengadahkan wajahnya, matanya terpejam, bibirnya terbuka saat Selina menyurukkan wajahnya dan membelai lehernya dengan lidahnya yang dia keluarkan dengan gaya seksi sambil melirik pada Aaron yang mengamati mereka berdua.


Selina menekuk lututnya, menelusuri tubuh Reva dengan tangannya.


Nyaris berlutut.


Selina Meraba paha Reva dengan gaya memuja.


lalu menempelkan tubuhnya.


Tubuh mereka saling bergesekan.


Tangannya meremas gundukan penuh belakang tubuh Reva. Bokongnya.


Matanya terpejam.


Seakan sedang menikmati tubuh Reva.


Sementara Reva terus bergoyang dengan ekstasi.


Jasmine dan Else melakukan hal yang sama persis.


Semua orang akhirnya berhenti menari dan memperhatikan kedua pasangan itu.


Reva Selina dan Jasmine, Else.


Mini ditahan oleh Mike saat akan ikut serta.


"Apa-apaan ?!" Sembur Sandy saat melihat mereka.


Dia melangkah maju saat tangannya ditarik.


Sandy menoleh.


Cindy yang menarik.


Sandy segera menghentak tangannya.


Wajahnya berubah marah.


"San !!" protes Cindy.


Sandy tidak pernah kasar sebelumnya.


Sandy tidak menjawab dia terus menghampiri Reva dengan langkah lebar.


"Udah cukup !!" katanya menarik Reva masuk dalam pelukannya.


Reva membuka matanya.


Selina segera membalikkan tubuhnya menghadap pada Else dan Jasmine.


Meneruskan menari.


"Ahh...Mas Sandy..." sapa Reva dengan senyum menggoda.


Dia kembali meliukkan badannya di tubuh Sandy.


Meraba Sandy.


Sandy terkejut dengan sapaan Reva.


Dia mengira Reva akan menolaknya.


Tangannya memegang jemari Reva yang sedang meraba-raba tubuhnya.


Dan kemudian menyadari bahwa Reva tidak memakai cincinnya.


Sandy yang sudah kesal semakin marah.


Sementara Reva masih dengan senyum menggoda terus menempelkan tubuhnya.


Menggesekkan pahanya.


Tangannya yang bebas menelurusi dada Sandy dan membuka satu kancing kemejanya.


Tangannya menyelusup masuk, menyentuh puncak dada Sandy.


Sandy tersentak saat merasakan ujung jari Reva yang menggoda tubuhnya.


Matanya menggelap.


Tangannya segera menangkap tangan Reva.


"Jadi kamu gak sabar, Va?" bisiknya keras di telinga Reva yang masih meliukkan tubuhnya.


Reva tertawa genit.


Dia melirik sekilas pada penontonnya yang memperhatikan mereka.


Menangkap mata Cindy.


Dia tersenyum lebar, berjinjit sedikit lalu mengeluarkan lidahnya.


Menjilat leher Sandy.

__ADS_1


Sandy kembali tersentak.


Sandy menjauhkan lehernya.


Reva tidak berhenti, dia menekuk lututnya, terus meraba tubuh Sandy.


Menggoyang kan tubuhnya mengikuti alunan musik.


Tangannya meremas bokong Sandy.


Wajahnya tepat berada di hadapan pusat tubuh Sandy.


Sandy memejamkan matanya sejenak.


Menikmati tangan Reva di tubuhnya.


Hasratnya naik.


Dengan Sandy yang tetap berdiri tegak dan Reva yang meliuk dan menggesek tubuhnya pada Sandy, para penonton seperti melihat tarian erotis yang ditarikan oleh Reva untuk Sandy.


Kamasutra.


Reva tidak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti.


Sandy memandang berkeliling.


Semua orang menatap mereka.


Jadi Sandy menyelipkan tangannya di kedua paha Reva lalu menggendongnya.


Reva bahkan tidak terkejut.


Dia tertawa.


Tangannya memeluk leher Sandy.


Kakinya melilit pinggang Sandy.


Dia menunduk.


Menangkap rahang Sandy lalu mencium dalam mulut Sandy.


Sandy membalas dengan penuh gairah.


Tangannya meremas bokong Reva.


Reva mengangkat wajahnya saat dia kehabisan nafas.


Tersenyum.


Lalu kembali mencuri satu ciuman Lagi dari mulut Sandy.


"Ayo ke kamar.." ajak Sandy.


Reva menggeleng.


"Turunin Mas...aku masih pingin nari." katanya genit.


"Nari depan aku aja." kata Sandy.


"Ehmm....ehmm..." Reva menggeleng.


"Disini."


Sandy tidak menjawab.


Dia memutar badannya.


"Ke sofa aja Mas.." bisik Reva di telinganya.


Pertunjukan belum selesai.


"Kamar." kata Sandy pendek.


"Maaas...


Sofa.


Aku haus." rengek Reva manja.


Sandy menghembuskan nafasnya.


Dia melangkah menuju sofa Michael.


"Ehm...ehm..." Reva menggeleng.


"Apa ?"


"Sofa tempat kita bisa berdua aja." kata Reva menunduk menatap Sandy.


Sandy melihat sekeliling.


Ada satu sofa sendiri.


Dia berjalan menuju ke sana.


Sandy akan mendudukkan Reva di sofa saat Reva kembali menggeleng.


"Pangku.." katanya manja.


Oke.


Sandy sama sekali tidak keberatan.


Dia duduk sambil memangku Reva.


Lalu menjentik memanggil waiter.


"Mau minum apa ?"


"Apa yang bikin nge fly ?" tanya Reva.


Jari telunjuk Sandy mendorong dahi Reva.


"Aku yang nanti bikin kamu nge-fly." katanya.


"Air mineral 2 " katanya pada waiter.


"Ah..Mas gak seru !!." kata Reva mencibirkan bibirnya.


Sandy gemas sekali melihatnya.


Dia memajukan tubuhnya menyambar bibir Reva.


Mereka kembali berciuman lama.


Sandy memasukkan lidahnya saat Reva mengerang geli saat jari Sandy menelusuri pinggangnya yang polos.


Rok Reva sudah tertarik ke pangkal pahanya.


Masih berciuman, Reva menarik tubuhnya keatas.

__ADS_1


Menekan pusat tubuh Sandy.


Sandy makin bergairah.


Dia mengerang.


Suara botol diletakkan di meja membuat mereka menjauh.


Mata Sandy menatap mata Reva yang sudah sayu.


Masih memangku Reva, dia meraih botol air mineral.


Membuka tutupnya lalu menyodorkan pada Reva.


Reva pun minum.


Menghabiskan setengah botol.


Haus sekali dia.


Sandy menatapnya.


Bibir Reva yang mengulum bibir botol terlihat sangat mengundang.


Sandy meneguk ludah.


Tangan nya membelai pinggang polos Reva.


"Minum, Mas ?" Reva menawarkan.


"Hm..mm.." Sandy cuma sanggup mengangguk.


Reva memutar badannya, meraih botol lainnya.


Dia membuka tutup nya lalu menempelkan bibir botol ke bibirnya sendiri.


Lidahnya keluar menelusuri tepi botol kemudian dia menempelkan bibir botol ke mulut Sandy.


"Minum, Mas..." katanya sambil mengedipkan mata.


Sandy meminum airnya.


Matanya masih mengamati Reva.


Sementara di lantai dansa.


Ketiga personil SHE mengerubuti Aaron.


Aaron betul-betul di goda habis-habisan.


Mereka semua cantik dan seksi.


Dan tadi Aaron menyaksikan pertunjukan dadakan mereka.


Hasratnya bangkit.


Gilak gadis-gadis ini...


Dia tidak menyangka.


Dari luar mereka begitu polos.


Tapi begitu turun melantai...


Mereka tiada duanya.


"Capek.." keluh Selina.


"Istirahat dulu yuk.." ajak Mini.


"Mana Reva ?"


"Itu disana..."


Tangan Aaron ditarik oleh Selina dan Else.


"Istirahat dulu yuk.. Aaron." ajak mereka dengan manja.


Aaron menyeringai.


Tentu saja dia akan ikut mereka.


"Mana Reva ?" tanya Selina.


"Itu..!" tunjuk Jasmine.


"Aah....lagi asik dia sama Sandy.


Kita gangguin yuuk..." ajak Selina masih tetap menggandeng tangan Aaron.


Mereka mendekati meja Reva.


Reva masih dalam posisi diatas pangkuan Sandy.


Sandy menoleh saat mendengar suara.


Dia mengernyit.


Ngapain mereka kesini ?


Ngajak Aaron lagi.


Ganggu aja.. pikirnya sambil cemberut.


Tapi dia tidak bisa protes karena teman-teman Reva sudah menghempaskan tubuhnya di sofa.


Dari meja lain, Cindy dengan cemberut menatap meja Reva.


Dua laki-laki yang dekat dengannya sedang bersenang-senang di meja itu..Dikerubuti oleh gadis-gadis personil SHE.


Dengan marah, dia bangkit dan mendekati meja itu.


"Aaron !! ayo ..." ajaknya.


Aaron mengangkat wajahnya.


Senyumnya memudar sebentar sebelum kembali tersenyum.


"Enggak..


Aku capek." tolaknya lalu kembali menoleh pada Selina yang sedang berbicara padanya.


Seolah Cindy tidak pernah berbicara padanya.


Cindy menyipitkan matanya.


Sebelum berbalik, dia menatap tajam pada pasangan Reva Sandy yang kembali tenggelam dalam adu lidah mereka.


Hatinya kesal sekali.


...🍇🍎☘️...

__ADS_1


__ADS_2