Kamu Milikku

Kamu Milikku
Persiapan


__ADS_3

Reva mengurung dirinya di kamar sepanjang hari itu.


Dia butuh waktu untuk mengembalikan kepercayaan dirinya.


Butuh waktu menenangkan diri sebelum nantinya berhadapan kembali dengan Steven dan pacar nya.


Sementara itu, Robert dan Michael mengajak Sandy keluar dari villa.


Mereka harus menjauhkan Sandy dari Cindy.


"Lu bedua gak percaya gue ya ?" omel Sandy saat dipaksa pergi dari villa.


"Enggak


Lu liat aja bajunya.


Mengundang banget.


Kalo itu Tia, udah gue copot saat itu juga." balas Michael.


"Terus kita mau kemana ?" tanya Sandy.


"Main...


Kita belum pernah muterin Lombok." jawab Robert.


Saat mereka naik ke mobil, Andrew, Liu, Josh, dan Steven ikut masuk.


"Eh...kalian ngapain ?" tanya Robert.


"Ikut Boss.


Serem di villa.


Panas suasananya." jawab Andrew melirik Sandy.


Robert berdecak.


Lalu menstater mobil.


Dua anak kecil berlari keluar.


"Papiiii..." teriak Jason dan Billy.


"Astagaa...


Apa kita pakai dua mobil aja ?" tanya Michael sambil membuka pintu.


"Jangan Boss.


Enakan begini.


Jason sama Billy biar kita pangku." jawab Liu.


Kedua bocah itu lalu naik.


Robert segera memundurkan mobil sebelum ada lagi yang ikut serta.


Mobil keluar dari parkiran.


"Mau kemana nih ?!" tanya Michael sambil menengok ke belakang.


"Tadi Boss mau kemana?" tanya Liu.


"Muterin Lombok.


Pokoknya pulang pas makan malem." jawab Robert.


"Oke..ikut aja." jawab Josh.


Mobil pun melaju.


...⛰️...


Sementara di villa.


Jenny menatap taman bunga.


Dibelakangnya dua orang asisten Cindy sibuk mengeluarkan barang-barang Cindy dari koper.


Cindy sendiri sedang di kamar mandi.


Berendam.


Jenny menghembuskan nafasnya.


Dengan ikut bersama Cindy, berarti dia otomatis menjadi asisten Cindy juga.


Tapi dia jadi bisa mengawasi Cindy.


Tia tadi memberi pesan padanya.


Tia selalu baik padanya.


Sebetulnya..Tia baik pada semua orang.


Dan janji Tia jauh lebih bisa ditepati dibandingkan janji Cindy.


Tia lebih senior.


Dan Tia maskot dari perusahaan mereka.


Jenny merasa tidak enak pada Reva.

__ADS_1


Dia jadi sebal pada Steven.


Kenapa sih Steven tidak mengatakan yang sebenarnya saja pada Reva.


Tadi dia melihat Reva berubah pucat dan malu saat melihatnya.


Dia harus segera membicarakan hal ini pada Josh dan Steven.


Kalau perlu, dia akan menyeret Steven untuk mengatakan sendiri pada Reva.


Sudah diapain anak itu sama Steven sampai malu melihatnya ?


Jenny tersenyum kecil.


Di kamar.


Reva memikirkan kata-kata Sandy.


Kenapa dia yang jadi tidak enak ?


Bukan dia yang memulai.


Dia juga tidak memancing Steven untuk menciumnya.


Reva mulai merasa marah.


Sialan Steven !


Jadi dia mau pasang dua ya ?!


Dia jadi cadangannya?


Setelah bosan, dia panggil pacar nya kesini !


Huh!!


Memang siapa dia ?!


Reva menegakkan dirinya.


Matanya memandang pantulan dirinya sendiri di cermin.


Dia cukup cantik.


Reva membalikkan badannya.


Memandang ke belakang.


Dan badannya juga indah.


Tidak kalah dengan Jenny atau Cindy.


Hanya saja dia tidak putih seperti mereka.


Yah..pokoknya dia tidak mau mengalah sekarang.


Bukan berarti dia mau merebut Steven.


Dasar cowok kurang ajar mata keranjang !


Tapi dia mau menunjukkan dirinya.


Dirinya tidak kalah cantik dengan gadis-gadis artis itu.


Walaupun dia hanya keluar masuk kelas dan laboratorium, bukan salon.


Reva meraih ponselnya lalu mengirim pesan pada Sandy.


Lalu dia keluar kamar dan mengetuk pintu kamar Tia.


Dia butuh bantuan nasihat seorang artis untuk bisa menyaingi para artis.


Di mobil.


Sandy tertawa senang saat membaca pesan dari Reva.


Liu yang berada di sebelahnya melirik.


Dahinya berkerut memandang nama pengirimnya.


Dia lalu menoleh sedikit ke belakang.


Steven sedang termenung memandang keluar jendela.


Aneh-aneh saja kisah orang yang sedang jatuh cinta.


Kenapa sih enggak langsung aja dikasih tau pada yang bersangkutan.


Dia tidak mengerti alur pikir Steven.


Dan memang semua orang tidak ada yang mengerti yang ada dalam pikiran Steven.


Apa karena Reva orang asing ?


Sulit untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius.


Ya...menikah memang tidak semudah itu bila pasangan kita bukan sesama warga negara.


Tapi juga bukannya tidak mungkin.


Liu membuang nafas.


Di kamar Tia.

__ADS_1


Reva sedang dipermak oleh kedua madam Methrob.


Baju-baju dikeluarkan.


Ditebar di tempat tidur.


Semuanya dicoba satu persatu oleh Reva.


Mereka ingin Reva tampil mempesona tapi tetap terlihat segar.


Yang jelas, tetap ditampilkan sisi mahasiswanya.


Karena itu yang membedakan Reva dengan kedua artis di luar itu.


Berbagai gaya makeup dicoba.


Reva berkali-kali harus mencuci mukanya untuk menghilangkan secara tuntas make up yang dia coba.


Dari mulai tebal hingga natural.


Akhirnya pilihan jatuh pada makeup natural.


Tipis-tipis tapi tetap menonjolkan garis-garis wajah Reva yang memang sudah manis.


Antara Reva dan Tia serta Biliyan punya dua tujuan yang berbeda.


Reva ingin membuat Steven menyesal mempermainkannya sedang Tia dan Biliyan ingin menonjolkan kecantikan Reva dibandingkan dengan Cindy.


Memastikan Sandy untuk berpaling.


Saat Michael dan Robert kembali, Reva sudah berada di kamarnya sendiri.


Michael yang lelah menemukan kamarnya berantakan dengan baju-baju perempuan.


Baju-baju tergeletak dimana-mana.


Dia yang ingin tidur-tiduran sebentar, jadi harus menyingkirkan lebih dulu baju-baju itu.


Istrinya sendiri tidak ada di kamar.


Tapi dia mendengar suara gumaman dari kamar Reva.


Michael menggelengkan kepalanya.


Cewek-cewek ini pasti pada punya rencana.


Dia tau sekali sifat kakaknya dan istrinya.


Michael melepas kacamatanya lalu tidur.


Robert pun punya nasib yang sama.


Billy seorang anak yang aktif dan cerewet.


Setengah hari menjaga Billy sambil piknik menguras tenaganya.


Saat dia ingin merebahkan diri, dia harus menyingkirkan baju-baju Biliyan dari kasur.


Sementara di dalam kamar Reva, ketiga perempuan itu sedang keasikan.


Mereka sibuk mencoba-coba baju dan makeup.


Kamar Reva disulap menjadi salon sederhana.


Mereka saling mendandani, memakaikan baju.


Tertawa bila ada yang salah.


Satu jam setelah suami mereka pulang, Tia dan Biliyan baru masuk kamar dan menemukan suami mereka tergeletak ketiduran di tempat tidur.


Tia membangunkan Michael.


Menyuruhnya mandi dan bersiap untuk makan malam.


Michael membuka mata dan melihat wajah Tia diatasnya sudah rapi dan cantik.


Dia bangun.


Tangannya meraih pinggang Tia dan memboyongnya ke kamar mandi.


"Maaas..!!" jerit Tia.


"Siapa suruh mancing--mancing ?!" jawab Michael sambil tersenyum tipis.


Setengah jam kemudian, Tia mengetuk pintu kamar Reva.


Dia harus kembali berdandan dan memilih baju yang lain.


Reva yang membuka pintu tertawa terbahak bahak saat melihat Tia.


Biliyan yang mendengar keributan di luar, membuka pintu. Melongok.


Mereka bertiga lalu kembali kedalam kamar Reva.


Kali ini pusat perhatiannya adalah Tia.


Yang wajahnya kembali polos.


Dia melotot pada kedua perempuan di hadapannya yang mendandaninya sambil tersenyum lebar.


"Gue baru tau kalo adek gue segitunya.." cetus Biliyan.


...🎋🍎⛰️...

__ADS_1


__ADS_2