
"Paman mau bawa kita kemana?" tanya Michel yang masih tidak terlalu suka dengan Holmes. Membuat Holmes yang terfokus dengan jalanan menoleh sebentar lalu kembali fokus.
"Kita akan ke Timezone, biarkan bibi dan kakak kalian istirahat. Ingat jangan membuat ku susah dan nakal!" jawab Holmes sedikit dingin.
Sebelum keluar dari rumah sakit Holmes menghubungi Derga untuk membatalkan semua pekerjaan nya hari ini. Sepenting apapun asalkan untuk menarik perhatian Syahna dengan mengajak Michel dan Pandu bermain sudah cukup usahanya berjalan dengan baik. Tetapi untuk kejadian tadi bukanlah rencana nya, itu murni takdir nya dan takdir Syahna.
"Waahh Pan, dengar paman akan membawa kita ke Mall dan bermain Timezone" ucap Michel gembira, memang anak kecil itu gampang sekali di sogok dengan permainan. Pandu hanya diam lalu tersenyum menandakan iya juga senang,tetapi dia sedikit pemalu jika berpergian dengan orang asing, berbeda dengan Michel anak itu akan sangat sensitif dan aktif bahkan kadang susah di ajak berkompromi.
Melihat senyum Pandu, membuat hati Holmes bahagia. Entah sejak kapan ia mengenal cinta dan rasa senang ini kembali, rasanya tidak sedikit pun Holmes mau mengingat kejadian menjijikan itu.
"Sudah ayok turun, sebelum itu kita ke toko pakaian untuk membuat kalian lebih tampan. Ya walaupun kalian berpakaian sederhana namun tetap saja kalian harus lebih rapih dari ku. Mengerti?"
"Mengerti paman!" jawab Michel dan Pandu bersamaan.
Selama melangkah banyak sekali wanita-wanita menjerit melihat ketampanannya Holmes serta melihat kelucuan Michel dan Pandu yang berjalan beriringan dengan Holmes.
"Ish berisik sekali sih,tidak pernah melihat anak kecil imut seperti ku apa!" gerutu Pandu yang merasa terganggu dengan kondisi sekitar, berbeda dengan Michel anak itu sangat cuek. Holmes merasa senang melihat reaksi kedua anak tersebut, persis seperti nya dulu.
Sampai didepan toko pakaian anak-anak, Holmes di sambut langsung oleh kepala pemilik toko.
"Sir, ada yang bisa saya bantu?"
"Carikan pakaian terbaik untuk mereka, jika hasil nya buruk ku hancurkan toko pakaian mu ini"
"Ba..... baik tuan, cepat carikan pakaian terbagus untuk dua anak tuan Holmes"
Michel dan Pandu saling pandang kemudian menoleh ke arah Holmes. Lelaki itu hanya tersenyum, kemudian mengajak kedua anak itu duduk bersamanya.
"Paman kenapa bibi tadi menyebut kami itu anak mu?" tanya Michel serius kepada Holmes, sebelum menjawab Pandu sudah duluan menjawab.
"Jelaslah Mic bagaimana tidak. Paman kan sudah tua apa lagi kita masih kecil, pantas saja bibi tadi mengira kita anak nya paman Holmes" jawab Pandu membuat nya Holmes mengelus dada, ia harus sabar dengan dua anak di samping nya. Dan Michel hanya ber oh ria.
"Mari dua tuan muda ikut kami keruang ganti"
Michel dan Pandu menatap ragu wanita itu.
"Ikut saja, mereka tidak akan melukai kalian"
Michel dan Pandu turun dari sofa lalu mengikuti bibi yang berpenampilan cantik itu. Selesai berganti berbagai macam jenis pakaian Michel dan Pandu memutuskan memilih beberapa baju yang menurut mereka bagus dan lucu.
"Bagiamana tuan hasil nya?"
Holmes langsung mematikan ponselnya, melihat kedua anak itu sudah bergaya dengan gaya nya masing-masing.
__ADS_1
Bukan seperti diri ku yang dulu
Holmes menahan tawa melihat kelakuan dua bocah itu, lalu mengangguk memberikan isyarat bahwa ia menyukai nya.
"Let's go anak-anak" ajak Holmes semangat, membuat kedua anak itu tersenyum senang mengerti Holmes akan mengajak mereka ke Timezone.
"Let's Go Papa!" teriak kedua anak itu , Holmes tidak mempermasalahkan hal itu. Lagi pula dia juga harus berlatih menjadi seorang Papa suatu saat jika impian nya menikah memiliki keluarga kecil bersama Syahna.
Di rumah sakit Syahna telah sadar, bibi Lena tersenyum senang melihat Syahna telah sadar.
"Bibi, kenapa aku di rumah sakit?"
"Holmes yang membawa mu kemari, bibi juga datang saat asisten Holmes menghubungi bibi. Kata Holmes kau pingsan di taman. Kan sudah bibi katakan jangan kemana-mana dan jangan lupa menghubungi pak Margono kalau kau sudah benar-benar tidak enak badan nya" oceh bibi Lena membuat Syahna memeluk bibi nya dengan erat, ia tau sejak kecil Syahna sudah bersama bibi Lena. Dia tau bagaimana khawatir nya bibi Lena terhadap dirinya.
"Apa bibi sendiri saat kemari?"
"Tidak bibi bersama dua jagoan mu , tetapi Holmes minta izin mengajak dua anak itu ke mall"
Ternyata dia baik juga ,ku kira hanya kurang ajar yang ada di dirinya
"Jangan berfikiran macam-macam dulu Syah, baru saja sadar!" tegas bibi Lena melihat Syahna melamun.
"Kapan mereka akan kembali bi?"
"Entah, kau saja telepon tuan Holmes,bibi mau panggil dokter dulu. Lupa terlalu bahagia-bahagia saat melihat mu sadar" ucap bibi Lena bangkit dari kursi lalu memberikan handphone nya ke Syahna. Sebenarnya ia malas menghubungi Holmes tetapi ia kangen dengan kedua jagoan nya. Mau tidak mau Syahna mencari nama Holmes di kontak hp bibi nya, saat menemukan nya Syahna sempat terdiam lalu menghirup udara banyak-banyak.
"Hallo bi, ada apa? apa ada yang terjadi sesuatu kepada calon istri ku?"
baru saja ia sedikit melupakan ke kurang ajaran Holmes, setelah mendengar ucapan Holmes perasaan nya sedikit kesal dan sedikit malu.
"Hallo bi, apa kau mendengar k-"
"Aku bukan calon istri mu ,dimana Michel dan Pandu. Kapan kau pulang?. Jangan biarkan mereka terlalu lama bermain dan jangan terlalu memanjakan mereka mengerti! Ingat cepat pulang!" balas Syahna ketus lalu langsung mematikan sambungan.
Di Mall Holmes senyum-senyum sendiri mendengar suara Syahna, rasa khawatir nya berkurang mengetahui gadis itu sudah sadar.
Memang bukan sekarang, suatu saat kau akan menjadi istriku serta miliku seutuhnya.
"Paman aku lelah, ayuk pulang" ajak Pandu dengan wajah lelah nya menarik-narik jari Holmes. Tidak dengan Michel menolak untuk pulang, sejak tadi Holmes berusaha bersabar menghadapi dua anak umur 5 tahun ini. Mereka selalu saja bertengkar dengan pendapat yang berbeda.
"Sudah lah sebaiknya kalian jangan berdebat lagi, aku sangat pusing dengan kalian. Dan kalian tau kak Syahna kalian menghubungi ku untuk membawa kalian ke rumah sakit. Melarang kalian tidak terlalu lama bermain"
"Paman ayo pulang, aku juga lelah" kini wajah Michel mengikuti wajah Pandu.
__ADS_1
Mendengar nama Syahna langsung nurut, apa mereka dua saingan ku, yang benar saja saingan ku anak bocah umur 5 tahun!
"Ayo-ayo kita ke rumah sakit, baru itu kalian aku antar pulang"
Holmes dan kedua anak itu menuju parkiran, sesampai di parkiran mereka berdua langsung masuk. Holmes didepan Pandu dan Michel di belakang. Baru saja melaju 10 menit kedua anak itu sudah tertidur, Holmes bersyukur tidak mendengar ocehan kedua anak itu lagi. Tetapi hitung-hitung belajar menjadi papa yang baik bukan tanya Holmes pada kaca spion mobil nya sendiri. Selesai berkaca Holmes kembali terfokus ke jalanan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Next to be continued 👉