
Semua orang sudah berada di meja makan saat ketiga bersaudari itu akhirnya keluar dari teras dan menuju meja makan panjang yang diatur di taman tepi pantai.
Tia dan Biliyan berjalan didepan menutupi Reva sebelum berpisah untuk duduk di samping suami masing-masing.
Steven yang memang menunggu Reva muncul, ternganga.
Matanya tak lepas dari dari Reva yang berjalan mendekat.
Teman-temannya pun ikut ternganga.
"S**t !! Aku gak tau kalo dia ternyata cantik banget." gumam Josh yang masih terdengar oleh Steven.
"Alamak..." desis Andrew.
Steven menelan ludah.
Sementara Sandy pun tak kalah terkejutnya.
"Apa-apaan ?!" desisnya lalu berdiri.
Tangannya ditarik oleh Cindy.
Cindy menatap marah padanya.
Sandy menepis tangan Cindy dan terus berdiri melangkah mendekati Reva.
Tangannya kemudian mencengkeram lengan Reva.
"Ikut aku !!" perintahnya pelan sambil menyeret Reva ke arah teras.
Michael berdiri.
Menghadang keduanya.
"Udah waktunya makan.
Kita udah telat.
Nanti aja." katanya tenang.
Sandy melotot pada Michael yang dibalas Michael dengan menatapnya tenang.
Tangan Michael terulur.
Dia melepaskan cengkeraman Sandy lalu menggandeng Reva menuju kursinya.
Reva duduk di samping Michael dan Andrew.
"Hai Reva.." sapa Andrew.
Reva memberikan senyum manisnya pada Andrew.
Andrew menatapnya, lalu menelan ludah.
"Hai Andrew.." sapanya.
Lalu menatap ke depan.
"Hai Anna, Alan.
Josh..Liu, Jenny." sapanya masih tersenyum.
Reva tidak menunggu dijawab.
Dia langsung memalingkan mukanya ke arah Michael.
"Om..." sapanya pada Robert dan Sandy.
"Hai Cindy.."
Cindy menatapnya lalu memaksakan senyum.
"Hai Reva."
"Reva...cantik banget kamu malam ini." jawab Robert.
"Terima kasih Om." jawab Reva kalem.
Di sebelahnya, semua orang menatap Steven.
Steven memerah.
Hanya dia yang tidak disapa oleh Reva.
Dia disenggol Jenny.
Jenny berdecak.
Michael mengangguk meminta makanan disajikan.
"Ah..lengkap sekali keluarga Methrob ya.
Kamu kok gak ngomong kalo pada mau liburan ?" kata Cindy menyindir.
Dia masih kesal dengan reaksi Sandy tadi.
Kenapa sih ribut sama urusan orang?
"Aku juga gak tau Cin.
Aku kan lagi kerja di sini.
Lagipula ini bukan liburan.
Ganti suasana aja.
Tanya Michael." elak Sandy.
"Ya.. Sandy betul." jawab Michael singkat.
__ADS_1
"Kalo Reva..kenapa bisa kesini ?"
Tia mengangkat alisnya.
"Cin...kamu lupa kalo aku yang punya sebagian dari Methrob ?
Kebetulan Reva lagi libur di Indonesia.
Sekalian aja ke sini.
Aku sama dia sodara lhoo.." jawab Tia dengan nada angkuh.
"Lagipula, Reva akrab sama anak-anak.
Mereka suka makan siang bareng.
Jadi kenapa enggak diajak sekalian.
Mumpung dia juga lagi tinggal disini." jawab Michael.
Reva memerah.
"Ehhmm..Tante..
Kalo gitu aku kerja di Methrob juga deh .
Buat bayar liburan kesini.
Jadi gak enak aku..
Bukan pegawai Methrob tapi ikut liburan."
"Kamu mau kerja di Methrob, Va ?" tanya Andrew.
"Baiknya aku jadi apa ya ?
Office girl ?
Aku butuh tambahan uang juga nih buat liburan next semester."
"Kamu ?
Jadi office girl ?
Waah...bisa pulang malam terus aku !" sambar Josh.
"Aku bakal datang paling pagi." kata Liu.
"Beneran mau kerja di Methrob, Va ?
Belajar bikin kopi dulu sama Boss Sandy.
Jadi kalo tamu dia datang, kamu bisa disuruh bikin kopi buat tamunya !" sindir Anna.
"Oh... kalo gitu aku belajar dulu sama Om ya ?" cengir Reva.
"Reva kan mau bayar liburannya ke Methrob.
Yang lain..yang bukan pegawai Methrob suruh bayar juga dong.
Bukan pegawai kok nikmatin fasilitas Methrob ?!" kata Anna pedas.
"Lho itu.. tunangan kamu ?" kata Andrew.
"Tunangan ku kan pake fasilitas aku.
Kalo Reva kan pake kamar sendiri.
Sekarang dia mau bayar kamarnya.
Yang lain ?" kilah Anna dengan judes.
Anna memang dendam sekali.
Dan sekarang dia lampiaskan karena tau bahwa Sandy sekarang sudah berpaling.
Keheningan menyusul.
Cindy sudah merah sekali.
"Cin..aku jadi gak enak.
Besok aku anterin kamu ke hotel ya ?" kata Sandy sambil berdehem.
Cindy melirik.
"Kalo tunangan Anna boleh pake fasilitasnya dia, kamu harusnya juga kasih dong ke aku.
Malam ini aku tidur di kamar kamu !
Besok asisten ku ke hotel." putus Cindy.
Robert terbatuk-batuk.
Biliyan cepat menyodorkan air putih
"Aduh.. kamu makannya jangan buru-buru." katanya menepuk pelan punggung Robert.
"Sudah..sudah.." kata Michael menengahi.
"Kita tinggal dua hari lagi disini.
Cindy, Jenny dan asistennya bisa pake kamar yang ada." kata Michael.
Michael diam sebentar.
Lalu berdehem.
"San..minta maaf ya..
__ADS_1
Please tolong jangan sekamar.
Anna sudah tunangan. Sudah resmi.
Tapi kalian kan baru pacaran.
Di sini banyak yang masih single.
Tolong kasih contoh yang baik.
Minta maaf ya Cindy..
Kalo kalian mau sekamar, jangan disini.
Cari hotel lain aja.
Aku gak punya hak untuk menghalangi hubungan kalian.
Tapi...disini aku yang bertanggung jawab.
Dan aku minta..tolong hormati sopan santun dan adat istiadat kami, orang Indonesia." sambungnya.
Sandy membisu.
Keheningan kembali menyusul.
"Ehm..kalo Reva kerja, gak adil dong kalo aku gak kerja juga.
Tia..aku jadi asisten kamu aja deh.
Daripada tiap hari harus ke Methrob..kan jauh.
Aku ngasistenin kamu aja." kata Jenny setelah beberapa saat. Memecah keheningan.
Tia tertawa.
"Bener nih ?!
Kerja sama aku lebih capek lho Jen !"
"Malah enak. Bisa jalan-jalan keliling dunia.
Ngikutin tour kamu." jawab Jenny.
"Tau gak ? hampir semua orang ngincer posisi jadi asistennya Tia.
Posisi bergengsi.
Selain bayarannya gede, jalan-jalannya itu lho.." tambah Jenny berbicara pada semua orang di meja.
"Terus...karir akting kamu gimana ?" tanya Josh.
"Ah..enakan jalan-jalan.." cengir Jenny.
"Aku gak tau kalo kerja sama Tante dibayar gede.
Tau gitu, dari awal dulu aku kerja sampingan aja sama Tante." sela Reva.
"Kamu kan jauh, Va.
Mana bisa.
Sekarang aja pulangnya malam terus." cetus Steven.
"Gak usah ngurusin orang lain.
Urus diri sendiri aja." kata Reva judes.
Steven memerah.
Dia mengangkat kepalanya menatap Reva.
Reva memalingkan muka.
Bibirnya cemberut.
Andrew, Josh dan Liu tersenyum lebar.
"Makanya Steve...urusan kamu diurusin dulu." sahut Jenny tertawa.
Steven melotot memandang Jenny.
Lalu memandang Reva.
Reva sama sekali tidak mau memandangnya.
"Kamu semangat banget cari duit, Va." kata Sandy.
"Iya Om..aku mau traveling ke Eropa.
Udah janji sama..." Reva menutup mulutnya.
"Udah janji sama....?" kejar Sandy.
"Ah enggak.
Pokoknya aku mau traveling liburan nanti." elak Reva.
"Kamu pingin tau banget sih San?" cetus Cindy.
"Bukan begitu.
Tapi cewek traveling jauh sendirian, kan bahaya." kata Sandy.
"Ya..tapi itu kan bukan urusan kamu." bantah Cindy lagi-lagi kesal dengan sikap Sandy yang perhatian pada Reva.
Pinggang Sandy disodok Biliyan.
Sandy menutup mulutnya.
__ADS_1