
Aira tidak menyangka jika orang yang ingin melukainya selama ini adalah Shelomitha.
Shelomitha bekerja sama dengan Citra untuk membuat Aira celaka karena Mitha diam-diam membenci Aira yang masih selalu menjadi bayang-bayang masa lalu Dewa.
Meskipun Dewa telah menjadi suami Mitha, tapi di dalam hati dan pikiran Dewa hanya ada Aira.
"Kamu tidak pernah merasakan bagaimana menjadi aku, Aira. Kamu tidak pernah merasakan sakitnya tidak dipedulikan oleh suamimu sendiri, tapi kamu harus menyembunyikan kesedihan itu demi menjaga perasaan anakmu. Bahkan sekarang sikap Langit berubah karena Dewa sama sekali tidak peduli dengan perasaannya. Itu semua karena kamu, Aira! Andai kamu tidak ada di dunia ini, pasti Dewa tidak akan memikirkan kamu terus!" Mitha berkata dengan lantang dan marah.
"She, kamu salah, justru Aira yang meyakinkan Dewa agar mau menikah dengan kamu. Aira ingin melihat kamu dan Langit bisa bahagia dengan orang yang kalian cintai," terang Addrian.
Aira terdiam mendengar semua yang Shelomitha katakan. "Dewa mau menikah denganku karena dia tidak ingin terlihat buruk di mata Aira, hanya itu, Addrian. Dewa tidak pernah menginginkan rumah tangga denganku bahkan menginginkan bersama dengan putranya yang dipikirannya hanya Aira ... Aira dan Aira karena itu aku sangat membenci Aira."
Aira sampai meneteskan air mata mendengar semua yang dikatakan oleh Shelomitha. Dia sama sekali tidak ingin membuat Shelomitha menderita, tapi kenapa Shelomitha sangat membencinya. Aira akhirnya berjalan mendekat dan memegang tangan Shelomitha.
"Aku sama sekali tidak ingin menyakitimu aku benar-benar tulus ingin melihat kamu dan Mas Dewa bahagia, ingin melihat langit berkumpul dengan kedua orang tuanya."
"Lepaskan tanganku!" Shelomitha menghentakkan tangan Aira. "Kamu tidak perlu berpura-pura di depanku, Aira! Kamu juga pernah beberapa kali bertemu dengan Mas Dewa. Aku sangat membencimu Aira! Sangat membencimu! Andai kamu tidak ada di dunia ini, mungkin Mas Dewa akan bisa melupakanmu." Mitha menatap dengan tajam pada Aira.
Addrian dengan cepat maju dan melepaskan tangan Aira dari tangan She, dia tidak mau jika istrinya akan terluka.
"Membunuh Aira bukan solusi yang terbaik, Dewa juga belum tentu bisa melupakan jika Aira tidak ada di dunia ini. Semua itu tergantung dari diri Dewa sendiri, dan kamu, She, jangan coba-coba untuk menyakiti istriku lagi atau aku akan lupa dengan persahabatan kita dulu. Aira adalah wanita yang sangat berarti di hidupku."
__ADS_1
Seketika Shelomitha menangis dan sampai terduduk di atas lantai.
"Kenapa bukan aku yang seperti dirimu, Aira? Dicintai dengan tulus oleh lelaki yang kita cintai. Aku sangat mencintai Dewa, tetapi kenapa dia begitu mudah melupakan aku!" Aira melihat ke arah suaminya, Aira kasihan pada Shelomitha. Aira tahu apa yang dirasakan Shelomita saat ini
"Aku ingin sekali membantu kamu, Mitha, apa yang bisa aku lakukan? Aku akan mencoba bicara dengan mas Dewa."
"Untuk apa, Aira? Aku tidak mengizinkan kamu bertemu dengan Dewa, lelaki itu sakit jiwa dia harusnya sadar jika kamu adalah istriku sekarang dan tidak ada cinta lagi untuk dia."
"Kalau ingin melakukan sesuatu untukku, pergilah menjauh dari kehidupanku dan Dewa selamanya."
"Kamu dan Dewa benar-benar gila, She! Aku ingin sekali membuatmu mendekam dalam penjara, tapi tidak aku lakukan karena aku masih menganggap kamu sahabatku dan Langit juga masih membutuhkan maminya, tapi aku tidak akan membiarkan kamu untuk menyakiti Aira. Aku akan mengawasimu terus dan sebaiknya kamu tinggalkan saja Dewa. Untuk apa kamu bertahan dengan pria yang tidak menghargaimu sama sekali? Langit perlahan-lahan akan mengerti kenapa dia tidak bisa bersama dengan ayahnya." Addrian berjongkok untuk mensejajarkan dirinya dengan Shelomita. Dia memegang pundak sahabatnya itu.
"Kamu harus memikirkan baik-baik, untuk apa kamu hidup bersama dengan Dewa, tapi dia memperlakukan kamu seperti ini, She? Lihatlah Langit yang menginginkan sebuah keluarga yang utuh bukan keluarga seperti ini. Kamu masih cantik, muda, dan aku yakin kamu akan bisa menemukan kebahagiaan dengan orang lain."
"Apa aku bisa? Aku sangat mencintai Dewa. Kamu, jika harus disuruh meninggalkan Aira--orang yang kamu sangat cintai, apakah kamu mampu?"
Addrian terdiam. Dia melihat ke arah istrinya. "She, jika kita mencintai seseorang hal itu pasti sangat sulit, tapi kita harus mampu melakukannya. Kadang mencintai seseorang dapat membuat akal pikiran kita tidak berjalan dengan baik, tapi jika cinta yang kita harapkan disambut baik oleh orang yang kita cintai akan indah, tapi jika hanya diperlakukan seperti apa yang kamu rasakan sekarang, itu bukan cinta, tapi kebohongan dan kebodohan jika kamu terus mempertahankannya, apa lagi kamu memiliki Langit. Pikirkan untuk dia."
Shelomitha tiba-tiba menangis sambil memeluk Addrian. Addrian yang memang sangat sayang pada She sebagai sahabat membalas pelukan She. Aira yang melihat hal itu sama sekali tidak marah.
"Aku benar-benar minta maaf sama kamu dan Aira, Addrian. Cintaku sudah membutakan akal dan pikiranku. Aku hanya terpikir jika Aira pergi dari dunia ini, maka Dewa hanya akan memikirkan aku."
__ADS_1
Aira ikut duduk bersimpuh memeluk Shelomitha. "Aku tidak akan marah dan menyalahkan kamu. Cintamu yang sangat besar pada mas Dewa dan aku tau kamu lakukan itu hanya ingin Langit bahagia. Kamu seorang ibu yang baik."
Mereka bertiga akhirnya benar-benar saling memaafkan dan Mitha berjanji akan mengajak Dewa berbicara sekali lagi tentang ke mana mereka akan membawa kehidupan rumah tangga mereka.
Dewa memang menikah dengan Mitha, tapi tidak pernah menganggap Mitha istrinya. Dia sering meninggalkan Mitha pergi ke luar kota dengan alasan pekerjaan, bahkan Dewa sering pulang dengan keadaan mabuk dan memperlakukan Mitha sebagai pelampiasan nafsunya saja tanpa ada rasa cinta dan penuh kelembutan.
Langit pun jarang diajak bicara bahkan bermain, padahal pria kecil itu sangat ingin papinya menemaninya seperti anak yang selalu ditemani orang tuanya.
"Om Addrian pulang dulu ya, kapan-kapan Om akan ke sini mengajak Langit bermain lagi."
"Om Addrian kenapa tidak menginap di sini saja? Aku dan mami kesepian karena hanya kita berdua yang ada di sini. Papi jarang di rumah, dia sibuk dengan pekerjaannya."
"Langit, Om minta maaf karena tidak bisa menginap di sini karena di rumah ada bayi kecil milik Om yang juga membutuhkan Om."
"Kamu kapan-kapan ke rumah kita ya, Langit. Tante Aira dan Om Addrian memiliki bayi mungil yang lucu dan kamu pasti suka."
"Adik laki-laki?"
"Iya, adik laki-laki yang tampan seperti kamu." Aira mencubit kecil hidung langit.
"Dewa sekarang ada di mana, She?"
__ADS_1
"Dia sudah tiga hari ini tidak pulang. Dia pergi ke luar kota untuk urusan pekerjaan, tapi aku tidak pernah dijawab."