
Syahna gadis berumur 20 tahun yang mengabdikan dirinya kepada sebuah panti asuhan terbesar milik keluarga nya di Indonesia. Bahkan ia tidak memilih untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih baik. Entah apa yang di pikirkan gadis itu yang penting diri nya bisa membahagiakan orang lain , walaupun impian nya menjadi seorang pemimpin harus pupus.
"Ayo anak-anak berbaris yang rapih, tunggu sampai lampu merah menyala baru kita menyebrang" seru Syahna merapihkan barisan anak-anak yang baru saja ia ajak lari pagi. Selesai merapihkan barisan anak-anak, Syahna berdiri paling depan, memperhatikan lampu lalulintas yang masih hijau. 3 Menit berlalu lampu merah pun tiba.
"Ayo anak-anak, siappp jalan"
"Horee jalan pulang" teriak anak-anak dari belakang Syahna.
"MBA AWAS MOBIL" teriak seseorang dari arah belakang membuat mobil itu berhenti mendadak dan Syahna kaget melihat nya.
"Sayang kamu gak papa kan" ucap Syahna khawatir melihat 2 anak yang tersungkur ke aspal. Syahna langsung menggebrak mobil itu. Tidak perduli semahal apapun itu mobil Syahna sudah terbawa emosi tidak terima dengan hal ini.
BRAK
"Mas bisa nyetir gak sih!"
"Gak liat itu lampu merah!"
"Mobil bagus doang tapi gak punya etika lalu lintas"
Selesai mendengar omelan Syahna, Sang pemilik mobil pun keluar. Syahna memelototi orang itu, sedangkan yang di pelototi hanya memasang wajah datarnya tidak menampilkan rasa bersalah.
"100jt untuk perbaikan" ucap lelaki itu, Syahna menganga lebar, tidak percaya yang di ucapkan lelaki itu.
"Kalau kau minta perbaikan 100jt maka aku minta kau bawa dua anak itu kerumah sakit dengan harga 1M"
Lelaki itu hanya memasang wajah datar tanpa memperdulikan sekitar.
"Apa kau tuli hah?, Ya Tuhan..... kenapa engkau menciptakan manusia campuran seperti ini"
"Sudah lah, berbicara dengan mu sama saja berbicara dengan tembok. Ayo anak-anak kembali berjalan dan ingat tengok kanan kiri"
Syahna tidak memperdulikan lagi lelaki itu, ia menuntun salah satu anak yang kaki nya terluka karena tersungkur akibat merasa kaget dengan jadian tadi. Lalu ia melirik ke lelaki itu, dan masih sama lelaki itu masih saja menampakkan wajah datar nya bahkan tidak ada perubahan sedikit pun.
Dasar lelaki aneh batin Syahna mengembalikan arah matanya.
"Sir, ayo masuk. Kita hampir membuat keributan disini" ujar sang sopir yang di tegur salah satu pengendara lain.
__ADS_1
Lelaki itu masuk kembali ke mobilnya, selama perjalanan ia memikirkan gadis yang baru saja terus memarahinya. Sebuah senyum tipis terukir membuat sang supir dan sekertaris lelaki itu menelan saliva nya dengan susah payah.
"Derga cari tau siapa wanita itu , yang ku inginkan cari sampai ke akar-akarnya" pinta lelaki itu masih dengan senyuman tipis terukir indah dibibir nya.
"Baik tuan Holmes" balas Derga tangan kanan sekaligus sekertaris Holmes sejak ia kecil.
Sangat manis dan lucu batin Holmes mengingat wajah Syahna.
"Apa jadwal ku sebelum ke kantor?"
"Kita akan ke panti asuhan A Tuan"
"Baik lah, cepat aku ingin berlama-lama disana. Aku malas bertemu dengan lelaki tua itu"
Sementara di panti asuhan, Syahna sedang mengobati luka Michel. Michel anak yang kuat iya tidak pernah mengeluh saat Syahna menyentuh lukanya. Malahan Michel memasang wajah yang sama seperti Holmes datar dan dingin, tetapi hanya berlaku saat seseorang membuat Syahna marah. Semua anak panti akan marah jika seseorang membuat Syahna marah, sedih,kecewa,dll nya kecuali bahagia.
"Hai Mic, kenapa wajah mu sama dengan paman muka datar tadi" tanya salah satu teman Michel.
"Aku tidak mirip dengan dia, jangan samakan aku dengan dia. Aku selalu membuat Syahna tertawa kalau lelaki brengsek itu membuat Syahna marah dan sedih"
"Michel ucapanmu!" tegur Syahna, membuat Michel memukul-mukul mulutnya pelan.
Syahna menghela nafas panjang
"Michel ingat kan selalu ucapan kakak. Walaupun seseorang membuat kita sedih atau apapun itu. Tidak baik mengatai seseorang dengan ucapan kasar. Balas lah kejahatan dengan kebaikan dan jangan lah kamu mengucapkan kata-kata kasar, karena sama saja kita seperti mereka kalau kita juga bersikap jahat dan kasar, mengerti Michel. Kau juga Pandu jangan ikut kenakalan Michel barusan" kedua anak kecil itu mengangguk mengerti, Syahna memang kesal dengan
lelaki tadi namun ia urungkan. Ia selalu mengajari anak-anak arti kebaikan, kesabaran, dan kemarahan dengan benar. Maka banyak anak panti serta rekan lain nya menyukai sikap Syahna yang lembut dan penyayang, terkecuali saat Syahna sedang marah besar dia akan sedikit kasar.
"Kak ....... kakak Syahna, kemari kemari" panggil gadis kecil cantik membuat Syahna menoleh ke arah sumber suara. Syahna cepat-cepat menyelesaikan pengobatan Michel,lalu menaruh kembali obatan serta plaster kedalam P3K.
"Kalian ingat jangan berkata kasar. Pandu temani Michel" pinta Syahna lalu ia menghampiri gadis kecil cantik itu.
"Baik kak" Jawab Michel dan Pandu bersamaan.
"Ayo kita taruhan siapa di antara kita yang akan menjadi suami kak Syahna" ajak Pandu membuat Michel tertawa renyah.
"Baik aku menerima taruhan ini. Jika aku yang menjadi suami kak Syahna nanti kau harus jadi pembantu ku selama 1 tahun, dan sebaliknya jika kau menjadi suami kak Syahna aku akan menjadi pembantu mu selama 1 tahun. Deal?"
__ADS_1
"Deal"
beberapa rekan panti hanya bisa geleng-geleng kepala serta tersenyum melihat kelakuan Michel dan Pandu. Sedangkan para gadis kecil hanya memandang tidak percaya bahwa mereka akan menjadi pasangan Syahna suatu saat besar nanti.
"Kak lihat-lihat itu bukan nya mobil kakek Frans ya"
Mata Syahna mengikuti arah tangan kecil itu menunjuk, benar ia selalu ingat bagaimana keluarga besar Frans Group membantu nya untuk selalu memberikan sumbangan besar kepada panti asuhan nya. Maka tidak segan-segan Syahna selalu senang kedatangan lelaki tua itu, membuat nya merasakan memiliki seorang ayah. Senyum manis menyinari wajah Syahna saat mengetahui mobil itu berhenti di depan mereka, seperti biasa Syahna akan menyuruh anak dam serta rekan lain nya memberikan salam untuk tuan besar Frans.
Saat pintu terbuka
"Selamat datang kakek Frans" salam hormat Syahna serta para anak panti dan rekan lain nya.
Tidak ada sahutan, semua mendongakkan wajahnya. Syahna langsung memasang wajah tidak suka, berbeda dengan rekan lain nya, mereka malah kegirangan melihat sosok tampan dan gagah, merasa tidak suka Syahna menyuruh mereka semua masuk, kini mata Syahna kembali menatap Holmes tidak suka.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Assalamualaikum semua nyaaaaa, bagaimana kah dengan cerita kedua ku ini. Seru tidak? kalau tidak seru tidak ku lanjutkan. Kalau seru berikan jejak ya semua nya berupa Like, subscribe, dan comment 😍😍😍😍👌.
TERIMAKASIH SEMUANYA ,SAYANG KALIAN 😍😍😍😍.