
Reva datang ke sasana bersama Josh dan Steven.
Dia bertemu Anna di luar.
Mereka semua bersama-sama masuk.
Di dalam sudah ada Michael dan Robert.
Kali ini keluarga mereka tidak ikut.
Para Papi dan Mami janjian ingin jalan-jalan ke taman bersama cucu-cucu mereka.
Alasan lain ...
Mereka tidak ingin ikut campur kisruh keluarga Sandy.
Beberapa saat kemudian Sandy muncul.
Dia sendirian.
"San !
Katanya gak mau latihan ?" sapa Robert.
Sandy tersenyum.
"Ah...badan gue pegel-pegel.
Butuh stretching." jawabnya sambil menuju ke ruang ganti.
Seperti biasa, cewek-cewek diberi kesempatan lebih dulu untuk sparring.
Kali ini Andrew menjadi wasit.
Reva yang sedang fit berhasil beberapa kali mengunci Anna.
Reva dan Anna akhirnya selesai dan mereka duduk menjulurkan kaki di sudut.
Beristirahat.
Satu jam kemudian, Sandy bergabung dengan mereka.
Keringat nya bercucuran.
Reva bergeser sedikit. Memberi tempat.
"Capek , Om ?" senyumnya.
"Hmm...
Capek ati." jawab Sandy.
Reva tertawa.
"Aku gak ikut-ikutan."
"Kamu emang gak ikutan..Tapi kamu juga gak membantu."
Tawa Reva makin lebar.
"Nurut aja apa kata orang tua, Om.." ledeknya.
"Harusnya nasihat itu buat kamu.
Nurut apa kata orang tua." jawab Sandy menunjuk dirinya sambil melirik Reva sebentar.
"Aku nurut sama orang tua, Om.
Aku belajar rajin biar jadi sarjana."
"Kamu pacaran."
"Enggak."
"Bohong !"
"Enggak !!"
"Terus ?"
"Gak ada terus."
Sandy memajukan tubuhnya.
Memandang Reva.
Reva balas melirik lalu kembali memandang ke depan.
Sandy menghembuskan nafas.
"Lega dengernya."
"Kenapa lega ?
Aku gak mau sama kalian berdua kok." ketus Reva.
"Nanti juga mau."
"Enggak."
"Liat nanti, Va."
"Va !!" panggil Liu
"Ayo sparring !!" ajaknya.
Reva mengangkat tangan, mengiyakan.
Dia bangkit.
"Enggak bakal !
Aku gak mau punya ibu mertua yang enggak suka sama aku !!"
katanya meninggalkan Sandy.
Sandy tercengang.
Satu jam kemudian.
Mami Sandy datang bersama Cindy.
Cindy tadi menjemput Mami Sandy.
Tau bahwa Sandy sudah berangkat.
Semua mengeluh saat melihat keduanya.
Tapi tidak ditampakkan.
Tidak enak pada Sandy.
Sandy mendekati Reva.
"Va.. sparring ?"
Reva menggeleng.
Dia tidak mau tampak bergelut dengan Sandy dihadapan kedua perempuan itu.
"Enggak, Om."
"Va ..."
"Enggak.
Om mau aku jadi bulan-bulanan mereka ?" angguk Reva pada Cindy.
Sandy menoleh.
Baru menyadari bahwa Maminya dan Cindy datang.
"Astaga ?!" keluhnya.
Reva tersenyum.
"Layani dulu, Om." katanya lalu memalingkan muka.
Steven menghampiri.
"Va..ayo..sama aku." katanya melirik Sandy.
"Yuk..." sambut Reva.
Berdua, mereka mengambil matras di sudut.
Steven tadi melihat Sandy menghampiri Reva.
Dia melirik Mami Sandy dan Cindy.
Mereka sedang memperhatikan Sandy dan Reva.
Anna bergabung.
Liu bergabung.
__ADS_1
Steven sedang mengajarkan Reva membalikkan tenaga lawan.
Mempraktikkannya langsung pada Reva.
Dia menikmati sparring nya dengan Reva.
Tidak peduli dengan kata orang.
Dia memegang, mengangkat, membanting Reva di matras.
Mengunci, memeluk lebih lama dari yang seharusnya.
Menindihnya atau menempatkan Reva diatasnya.
Steven betul-betul memuaskan dirinya.
Setelah selesai, Reva terengah-engah.
Steven betul-betul melatihnya.
Dia memandang Steven yang sekarang sedang sparring dengan Liu.
Reva mengusap keringatnya.
Lalu bangkit dan berjalan menuju toilet.
Masuk bilik dan buang air kecil.
Reva keluar.
Menemukan Cindy berdiri menunggunya.
Reva mencuci tangannya di wastafel.
Matanya menatap Cindy yang juga menatapnya.
Reva melangkah di arah pintu.
Cindy menghadang.
Reva menaikkan alisnya.
"Apa ?" tanyanya.
"Kamu !
Kamu menggoda pacarku."
Reva tersenyum.
"Senyum- senyum !!" bentak Cindy.
"Kalo udah putus..ya putus aja.
Lagian...kamu itu gak pantes untuk Om Ku.
Dia terlalu baik !" tandas Reva.
"Siapa yang putus ?!
Aku gak pernah mutusin dia !!"
"Om - ku yang mutusin."
"Mulut kamu itu emang kurang ajar !"
"Kamu selingkuh.
Kamu tidur sama Aaron !" kata Reva.
"Apa ?!
Kamu tau ?!" Cindy kaget.
"Semua tau.
Bukan rahasia.
Makanya..aku bilang..
Om-ku..terlalu baik untuk kamu.
Semoga dia mendapatkan gadis yang jauh lebih baik."
"Heh...
Dan kamu berharap itu kamu ?!" sinis Cindy.
"Ah enggak.." jawab Reva santai.
"Dasar anak kurang ajar !!"
"Sudahlah.. lepasin Om-ku.
Biarkan dia bahagia.
Dia gak bahagia sama kamu, Cin."
"Siapa bilang ?
Kami punya saat-saat bahagia kok !"
"Dan kapan itu ?
Saat Om-ku jadi budak kamu ?!" sindir Reva.
"Bah..anak kecil kayak kamu mana tau ?!
Aku selalu bisa membuat dia puas.
Dan dia....
Ahh... Dia selalu membuat aku bahagia.
Selalu.
Sebelum kamu datang dan mengacaukan hubungan kami !" kata Cindy mengangkat dagu.
Reva kembali tersenyum.
"Yang jelas..
Om-ku sekarang sudah kapok membuat kamu bahagia
Karena kamu menggilirnya dengan laki-laki lain !" jawab Reva pedas.
"Kamu !!
Kamu itu yang gak tau malu.
Kamu perebut pacar orang !!"
Cindy maju dengan mengangkat tangan hendak menampar.
"Hati-hati Cin...
aku ini sabuk hitam karate lho.
Dan..aku belum capek.
Masih sanggup kalo cuma ngelayanin kamu." kata Reva memberi peringatan.
Cindy mundur.
Dia ingat dengan pamer kekuatan Reva.
"Pokoknya..kamu jauhin dia.
Aku dan Sandy sebentar lagi akan menikah.
Kamu jangan ganggu !!
Awas kamu !!" tandasnya lalu meninggalkan toilet.
Reva menarik nafas panjang.
Dia menatap cermin.
Memandang wajahnya.
Reva lalu membasuh muka, membetulkan letak kausnya.
Lalu ikut keluar.
Toilet sepi.
Tiga menit setelah memastikan tidak ada orang di luar, Mami Sandy keluar dari biliknya.
Berjalan ke cermin di wastafel.
Memandang dirinya sendiri.
Dia menunduk.
Menatap tangannya.
__ADS_1
Apa katanya tadi ?
Sandy...digilir dengan laki-laki lain ?
Tidur dengan Aaron ?
Mami Sandy merapatkan bibirnya.
Ya Tuhan..
Apa yang sudah dia perbuat ?
Nyaris saja, dia menjerumuskan anaknya kedalam neraka perkawinan.
Sekarang..saat masih pacaran saja sudah selingkuh.
Tidur dengan laki-laki lain.
Apalagi nanti.
Pantas suaminya menyindir.
Pingin cucu yang benar-benar asli cucunya.
Bukan cucu orang lain.
Pantas Sandy begitu keras menolak.
Dia saja yang begitu keukeuh memaksa Sandy.
Mami merasa lemas.
Dia menunggu selama tiga menit lagi lalu keluar.
Berbelok ke gang lain dan masuk ke sasana melalui pintu lainnya.
Matanya mengabur.
Brukkk.
"Eeh..Tante !
Hati-hati."
Bahunya dipegang kuat.
Mami Sandy menatap orang yang memegang bahunya.
Reva.
Gadis yang disukai oleh Anaknya.
Reva mengeryit.
Tante yang satu ini tidak suka padanya.
Jadi lebih baik dia cepat-cepat mendudukkannya di kursi lalu memanggil om Sandy.
Reva membimbing Mami Sandy ke kursi terdekat.
"Tante...saya panggil Om Sandy sebentar ya.." kata Reva.
Mami menggeleng.
"Enggak.
Jangan.
Temenin aja dulu disini sebentar." katanya pelan.
Reva tercengang.
Lalu dia melihat sekilas bayangan Sandy.
"Sebentar Tante.."
Reva dengan lembut melepaskan pegangan Mami lalu berteriak.
"Om !!"
Sandy menoleh.
Reva sedang duduk berdampingan dengan Maminya.
Aduuh...Mami ngapain lagi ??
Jangan sampe Reva di cerewetin supaya menjauhi dirinya.
Makin kecil peluangnya nanti.
Sandy melangkah lebar.
Hatinya cemas.
"Mi !!"
Mami dan Reva menengadah.
"Om !"
"San !"
Sapa mereka berdua.
"Ada apa ?" tanya Sandy berjongkok di depan Mami.
"Gak papa." jawab Mami tersenyum.
"Tante kayaknya keliyengan deh.
Om...bawa pulang aja." kata Reva.
"Mami kenapa ?" tanya Sandy cemas.
"Enggak papa kok." kata Mami.
Reva memegang nadi Mami lalu mulai menghitung detaknya sambil menatap arlojinya.
"Ehm... normal Om." katanya setelah selesai.
"Tante gak papa kok." kata Mami.
"Ya udah..kita pulang aja." putus Sandy.
Bersama-sama mereka memegang tangan Mami.
Cindy menghampiri.
"Mi..kenapa ?" tanyanya cemas.
Mami menggeleng.
"Gak papa." katanya mengernyit.
"Ayo.. Cindy anterin." kata Cindy.
Dia menepis tangan Reva yang memegang tangan Mami.
Reva melepas tangannya.
Dia mengikuti dari belakang.
Sandy membuka pintu depan.
Mendudukkan Mami dan memasang seatbelt-nya.
Lalu mengangkat kepala.
"Va !
Kamu ikut !!" katanya.
"Hah ?!"
"Kamu ikut."
"Biar aku aja San..." kata Cindy.
"Enggak.
Reva..!!
Cepet masuk !!" perintah Sandy.
Mendengar suara Sandy yang tegas dan menuntut, Reva langsung beranjak.
Sandy mendorong kursinya agar Reva bisa masuk dan duduk di belakang.
"Aduuh...tas ku." keluhnya.
"Nanti !" jawab Sandy.
Sandy kembali mendorong kursi, masuk lalu langsung melajukan mobilnya.
Sama sekali tidak berkata apa-apa pada Cindy.
__ADS_1
...☘️🍇🍒...