
Sejak kepulangan dari rumah Syahna kemarin, Holmes semakin menjadi lelaki gila. Buktinya sekarang ia sedang rapat namun ia selalu saja menyebutkan nama Syahna disela-sela lamunannya.
"Maaf Tuan Holmes jika anda tidak mendengar ucapan saya silahkan keluar!" kini Frans berucap tegas, lelaki tua itu sudah sangat kesal melihat kelakuan cucunya satu ini.
"Maaf kek, Maaf semua nya. Silahkan lanjutkan"
Ketiga sahabat tertawa kecil dan Derga menghela nafas. Sejak datang ke Indonesia Holmes biasanya sangat fokus dengan rapat bahkan ia yang paling ditakutkan oleh siapapun, untuk saat ini mungkin Holmes lah yang seperti orang tidak mengerti apapun kecuali cinta. Selesai rapat Frans menjewer telinga Holmes membuat nya di permalukan didepan rekan-rekan kerja nya.
"Aww aww kek sakit" lenguh Holmes
"Itu hukuman untuk mu, ku tau kau sedang jatuh cinta. Tetapi jangan berlebihan bodoh!"
Holmes bukan minta maaf dia malah menyengir lebar.
"Seperti tidak pernah muda saja" balas Holmes, membuat Frans memukul kepalanya dengan gulungan kertas.
Didalam ruangan Derga menggaruk-garuk tenguk nya yang tidak gatal iya ingin membicarakan bahwa ia telah meminta maaf kepada Syahna kemarin siang saat bertemu di supermarket dekat panti asuhan.
"Hei" panggil Derga, Holmes mengacuhkan nya.
"Kemarin aku sudah meminta maaf langsung kepada Syahna"
Baru kini Holmes menatap tajam Derga, walapun didalam hatinya ia bersyukur Derga sudah meminta maaf dengan benar.
"Jangan menatap ku seperti itu, aku tidak melakukan hal lain hanya meminta maaf . Dan dia juga sudah memaafkan ku, jadi kau tak perlu bersikap marah pada ku lagi"
"Bagus kalau dia sudah memaafkan mu, dan ingat jangan lakukan kepada Syahna lagi. Walaupun ia menampar ku ataupun memukul ku. Wajar dia seperti itu kemarin, aku mengakui kalau aku yang berbuat kurang ajar. Wanita manapun juga akan menampar laki-laki yang asal mencium bibir nya secara kami berdua bukan siapa-siapa"
Derga mengangguk lalu berdiri memberikan berkas-berkas yang telah ia selesai input lalu di print.
"Tanda tangan lalu kau bebas, masih jam 11.30 siang apa kau tidak mau mengajak Syahna ke Dufan, setahuku itu sama seperti Disneyland walapun tidak sangat mirip sekali. Yang ku tau banyak warga Indonesia menyukai tempat itu. Ajak lah Syahna kesana nikmati masa PDKTan mu"
"Benar juga, baiklah aku akan kesana. Terimakasih atas saran mu"
"Hmm"
Serius dan cepat itulah Holmes sampai menyelesaikan semua pekerjaan, bahkan ada meeting mendadak pun ia lakukan dengan cepat dan rekan-rekannya menerima dengan puas. Sampai diruang gantinya Holmes masuk kekamar khususnya mandi lalu menganti style casual untuk mengajak Syahna ke Dufan. Sebelum itu dia sudah lebih dahulu menghubungi Syahna tetapi sialnya Holmes harus menerima mengajak dua bocah rese itu Michel dan Pandu. Mau tidak mau Holmes menyetujui nya asal Syahna bahagia bersama nya.
"Ya ampun tampan sekali tuan Holmes"
"Tidak ku sangka dengan pakaian santai saja membuat ku bergairah melihat otot-otot tuan Holmes seperti itu"
"Tapi ku dengar-dengar tuan Holmes sudah memiliki pasangan"
"Masa sih, beruntung sekali wanita itu"
Banyak lagi percakapan yang Holmes tak ingin ia tanggapi, lagi pula hati nya sudah menetapkan Syahna lah untuk selamanya. Walaupun nantinya akan banyak sekali rintangan yang harus ia hadapi kedepannya, namun Holmes berharap semua berjalan dengan tetap baik hubungan mereka berdua. Diparkiran Holmes berkaca sebentar lalu melajukan mobilnya dengan cepat.
Syahna yang sedang sibuk memilih pakaian membuat Tina dan Riana mengeluh cape melihat Syahna sejak di telepon Holmes tidak ada berhenti nya mencari pakaian yang cocok dengan dirinya. Ujung-ujungnya ia memakai pakaian yang di berikan oleh kakek Frans saat pesta ulangtahun nya saat berumur 20 tahun untungnya tubuhnya tetap sama jadi baju itu tidak terlalu sempit melainkan menampilkan bentuk tubuh Syahna dengan sempurna.
"Selesai bagaimana?" tanya Syahna kepada dua temannya.
__ADS_1
"Kau sangat cantik, ayo cepat aku kuncir rambut mu" balas Riana dan Tina mengangguk setuju.
Syahna duduk dengan tenang, tangan Riana dengan lihai mengepang rambut Syahna tidak butuh waktu lama kepangan selesai pas dengan kedatangan Holmes.
"Mari tuan putri, pangeran anda sudah menjemput" goda Tina membuat Syahna terkekeh kemudian ia melangkah keluar dari kamar nya.
sampai didepan teras pantai asuhan Holmes terpesona dengan tampilan sederhana Syahna,bahkan menggunakan make natural menambah kesan kecantikan Syahna, Syahna tersenyum malu melihat Holmes menatap seperti itu.
"Ini pangeran Putri anda" ucap Tina memberikan tangan Syahna ke Holmes, Michel dan Pandu sudah duduk dengan tenang di kursi belakang karena memang mereka lah yang paling senang dan menunggu lebih awal dibandingkan Syahna.
"Kau siap?"
Syahna mengangguk lalu Holmes membukakan pintu mobil nya, sedikit menundukan Syahna agar tidak tepentok.
"Paman ayo lama sekali!"
"Iya ya sabar, aku kan yang mengajak Syahna saja. Kalau bukan permintaan wanita ku sudah ku tendang kedua anak itu" gerutu Holmes selama melewati depan mobilnya, Holmes pun masuk dan mobilnya sudah melaju dengan kecepatan sedang.
"Aku terharu melihat Syahna akhirnya bahagia, kau ingat tidak saat pertama kali kita kenal Syahna menyedihkan sekali. Aku bersyukur ia di cintai oleh lelaki kaya dan tampan" ucap Tina terharu melihat kebahagiaan Syahna, Riana hanya diam.
Selama perjalanan Holmes menggenggam tangan Syahna erat tidak memperdulikan kedua anak laki-laki dibelakang mereka, toh mereka sangat anteng tidak ada yang menganggu nya. Syahna yang tangannya digenggam merasa tegang dan deg-degan, baru kali ini ia pergi dengan laki-laki duduk berdampingan.
"Apa kau tegang?"
"Tidak aku hanya belum terbiasa"
Holmes mengeluskan jari ibu nya memberikan ketenangan lewat genggam nya.
"Tenang lah, sebentar lagi kita sampai"
Sampai di Dufan mereka keluar berbarengan membuat beberapa pasang mata melihat ke arah mereka. Sikap posesif Holmes mulai timbul iya melingkar kan tangan nya di pinggang Syahna tangan satunya mengendong Pandu sedangkan Michel lebih memilih berjalan di depan.
"Ndu ndu lihat bianglala" teriak Michel yang begitu senang, membuat Pandu meminta turun dan ikut berjalan didepan seperti Michel.
"Terimakasih"
"Sama-sama, ini baru di Indonesia nanti aku akan mengajak mu ke Disneyland" balas Holmes tersenyum
Sangat tampan, aku jadi merasa tidak pantas sekali
"Jangan memandang ku seperti itu, nanti ku cium loh" goda Holmes Syahna langsung melepaskan lengan Holmes dari pinggang nya lalu berlari mengejar Michel dan Pandu, Holmes tersenyum senang lalu mengikuti ketiga orang didepan nya dengan santai.
"Kak aku ingin naik itu" pinta Pandu
"Waahh pintar ayuk naik"
"Ayo Michel Holmes naik"
Kedua laki-laki terlihat ragu saat melihat wahana yang di inginkan kedua orang itu. Yakni rollercoaster kecil. Akhirnya Syahna menarik kedua tangan laki-laki itu, karena terlalu lama terdiam membuat antrian yang di belakang menegurnya.
"Bahagiakan mereka, lalu kau akan melihat betapa bahagianya aku" bisik Syahna membuat Holmes tersenyum tulus lalu kembali melingkarkan tangannya di pinggang Syahna, Pandu dan Michel berada didepan mereka.
__ADS_1
Selesai naik rollercoaster kecil , kedua anak itu meminta memasuki wahana dunia boneka. Layak orang tua Syahna dan Holmes mengikuti saja walapun niat awal untuk pdkt mengingat ucapan Syahna tadi Holmes sangat ikhlas menyenangi kedua bocah itu. Sampai sore hari mereka memilih makan bersama di restoran terdekat. Syahna yang sedang asik melahap makanan nya tidak perduli Holmes menganggap nya apa yang penting makanan membuat tenaganya kembali penuh, tanpa Syahna sadari ada sepasang mata terus menatap nya sejak mereka turun dari wahana bianglala. sang pemilik mata itu menghampiri bangku Syahna.
"Syahna apa kabar" sala lelaki itu membuat Holmes tak suka.
"Eh hai Erik, apa kabar?" Syahna membersihkan sisa makanan nya lalu berdiri kemudian berjabat tangan, melihat itu Holmes semakin kesal.
"Aku baik, sejak dulu kau sangat cantik ya. Tidak heran aku pernah jatuh cinta kepada mu"
Holmes sudah tidak bisa menahan rasa cemburunya, ia menarik lengan Syahna paksa.
"Maaf kami duluan ,mic, pan. Ayo kita pulang!" seru Holmes tegas dan dingin membuat Syahna terdiam dan sedikit merasa takut. Ia tidak mengerti perubahan sikap Holmes. Sesampai nya di parkiran Holmes menyuruh Michel dan Pandu masuk terlebih dahulu.
"Maaf, ini pasti sakit" kini Holmes kembali melembutkan suaranya. Syahna tetap diam, ia sedikit takut dengan wajah Holmes barusan.
"Aku sangat cemburu maaf, aku jujur sangat kesal tau ada lelaki yang menyukai dan mengucapkan nya didepan ku terang-terangan. Kalau tidak ada kamu mungkin aku sudah membuat nya masuk rumah sakit. Maaf" lirih Holmes mendudukkan kepalanya. Takut Syahna kecewa dengan sikapnya barusan, betapa terkejutnya Holmes merasakan tangan halus Syahna mengelus pipi nya, Holmes pun mendongakkan kepalanya melihat senyum manis Syahna membuat nya merasa bersalah.
"Tenang lah, aku akan jadi milik mu. Jika kau cemburu jangan seperti tadi aku sedikit ketakutan" ucap Syahna lembut memeluk Holmes, Holmes pun membalas nya. Kemudian mereka melepaskan pelukannya dan masuk kedalam mobil. Holmes kembali menggenggam erat tangan Syahna, melihat ke arah bangku belakang ke dua bocah itu sudah tertidur sangat pulas. Holmes pun melajukan mobilnya meninggalkan parkiran.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Next to be continued 👉