Kamu Milikku

Kamu Milikku
Rencana Pergi Part 1


__ADS_3

Sampai di rumah Addrian mencoba bertanya pada istrinya, tapi Aira tidak mengatakan tentang apa yang Tuan Andreas katakan dan lakukan tadi padanya.


"Mas, saat aku bicara dengan Tuan Andreas tadi, kenapa aku merasa pria itu memang tidak sebaik kelihatannya. Sepertinya benar apa. kata mba Mona. Sebaiknya kamu berhati-hati."


"Memang apa yang dia katakan sampai kamu punya pemikiran dia tidak sebaik yang kita lihat?"


Aira sekarang bingung. Dia tidak mungkin mengatakan jika Tuan Andreas sempat menggodanya.


"Dia tidak mengatakan apa-apa. Dia hanya menyombongkan apa yang dia dapat selama membangun perusahaannya dari dia masih muda dan itu bukan sifat yang aku suka." Aira terpaksa berbohong karena dia juga tidak mau nanti bisnis suaminya ada masalah. Aira juga yakin jika Addrian pasti bisa berhati-hati dengan orang seperti tuan Andreas.


Addrian memeluk istrinya. "Dia sombong karena dia memang pantas menyombongkan apa yang berhasil dia capai. Kita tidak perlu membahasnya, tapi aku akan mendengarkan apa yang Mba Mona dan kamu katakan."


Keesokan harinya. Addrian melihat ada Mba Mona di sana. Dia bertanya kenapa Mba Mona sudah masuk kerja?


"Tidak apa-apa, Pak. Nanti pulang dari sini saya langsung ke tempat ibu lagi. Lagi pula saya juga harus bertanggung jawab dengan pekerjaan saya di sini. Apalagi ada pekerjaan yang harus segera diselesaikan."


"Saya turut berduka cita atas kepergian ayah Mba Mona. Maaf, kalau aku dan Aira belum bisa ke sana, Mba Mona tau sendiri jika Aira hamil besar, dan aku khawatir jika dia harus perjalanan jauh."


"Tidak apa-apa, Pak Addrian. Saya sudah sangat berterima kasih dengan apa yang sudah Pak Addrian berikan kemarin pada saya. Ibu juga menitipkan ucapan terima kasih untuk Pak Addrian."


"Salam balik untuk ibu Mba Mona."


Addrian memasuki ruangannya dan tidak lama Tuan Andreas datang ke sana seperti apa yang dikatakan oleh tuan Andreas dia akan datang ke perusahaan Addrian untuk membicarakan masalah proyek yang akan dilaksanakan oleh mereka


"Pak Addrian, saya sudah menghubungi temanku yang ada di Singapura, dan dia akan membantu kita untuk proyek ini, tapi kita akan berada di sana selama kurang lebih satu Minggu. Bagaimana? Kita akan berangkat tiga hari lagi. Semua akan saya siapkan untuk keberangkatan kita."


"Apa?" Addrian tampak terkejut. "Kenapa secepat ini? Apa tidak bisa kita tunda beberapa bulan lagi, atau menunggu sampai istriku melahirkan?"


"Tuan Addrian, jujur saja saya jika bekerja sama dengan orang lain, tidak suka menunggu terlalu lama. Rancangan sudah di buat dan temanku di Singapura juga akan mempersiapkan semuanya untuk proyek kerja sama kita ini. Semakin cepat kita mengerjakannya, akan semakin cepat keuntungan yang kita dapat."

__ADS_1


"Iya, tapi aku juga belum memberitahu kepada sekretarisku tentang hal ini. Apa dia bisa ikut atau tidak?"


Addrian berpikiran jika hanya seminggu dan tempatnya juga dekat. Apa lagi Addrian sudah menyiapkan penjaga untuk menjaga Aira secara diam-diam.


"Ada apa, Pak Addrian?"


"Mba Mona, apa tiga hari lagi Mba Mona bisa ikut denganku ke Singapura selama seminggu?"


"Apa tentang kerja sama dengan Tuan Andreas?"


"Iya, ini soal kerja sama itu. Apa Mba Mona bisa ikut?"


"Tentu saja saya siap. Saya juga sudah menyiapkan beberapa desain untuk proyek itu. Jujur saya senang dengan proyek baru Pak Addrian ini." Tampak wajah semangat dari Mba Mona.


"Sekretaris Anda adalah orang yang hebat dan cekatan," puji Tuan Andreas.


"Terima kasih, Pak."


Addrian dan Tuan Andreas saling berjabat tangan dan Tuan Andreas pergi karena ada urusan lainnya.


Addrian duduk di kursi kebanggaannya dan memikirkan sejenak tentang rencananya pergi ke Singapura.


Di luar ruangan Addrian, mba Mona tampak sibuk dengan dokumen yang ada di nakasnya.


"Mba Mona, kenapa Mba terlihat sangat bahagia? Apa Pak Addrian memenangkan sebuah tender besar lagi?"


"Bukan, tapi aku akan pergi dengan Pak Addrian ke Singapura selama seminggu."


Kedua alis Citra seketika mengkerut. "Apa Mba Mona menyukai Pak Addrian?"

__ADS_1


"Apa? Menyukai? Hahaha! Tentu saja tidak. Pak Addrian itu sudah memiliki istri dan Aira sangat baik padaku. Aku bukan manusia seperti iblis yang mau merusak rumah tangga orang lain, apa lagi keluarga Pak Addrian yang sangat baik padaku."


"Lantas, kenapa wajah Mba Mona senang begitu?"


"Aku senang karena proyek ini aku yang dipercaya mendesain semua, dan aku memang ingin pergi ke Singapura karena selama ini mau ke sana selalu tidak bisa. Sekarang aku memiliki kesempatan." Wajah Mba Mona benar-benar terlihat sangat bahagia.


Addrian ini akan membangun sebuah tempat rekreasi dan edukasi untuk anak-anak di sebuah tempat yang masih jarang terjamah. Dia memenangkan tender dengan perusahaan lain atas penjualan tempat itu. Di mana perusahaan yang bersaing dengan Addrian ingin menjadikan tempat itu untuk tempat hiburan malam, tapi Addrian akan mengubahnya menjadi tempat yang lebih baik dan bermanfaat.


Addrian ke Singapura karena teman Tuan Andreas itu adalah orang yang akan mengerjakan semuanya. Dia juga akan menunjukan beberapa hasil kerjanya yang ada di Singapura. Mereka akan benar-benar membahasnya di sana.


"Tuan Andreas yang ingin mengembangkan bisnis kondominiumnya mengajak Addrian bekerja sama di sana nantinya.


"Maaf, tadi aku kira mba Mona senang bisa pergi berdua dengan Pak Addrian. Mba Mona sendiri tau para karyawan wanita di sini siapa yang tidak kagum dan menyukai pak Addrian."


"Memang benar Pak Addrian memang menjadi idola di sini sejak dia menjabat." Mba Mona sampai menutup mulutnya menahan tawa. "Tapi aku yakin mereka di sini sudah tau jika Pak Addrian memiliki istri yang sangat baik dan cantik."


Citra memutar bola matanya jengah mendengar pujian mba Mona pada Aira.


"Senang sekali jika menjadi Mba Mona, aku sampai iri pada Mba Mona." Citra menunjukkan wajah sok imutnya.


Mona meletakkan kertas-kertas di mejanya dan melihat pada Citra. "Suatu saat kamu juga bisa ikut pak Addrian keluar negeri jika aku sudah menemukan jodohku dan menikah karena jika aku sudah menikah, aku hanya mau menjadi ibu rumah tangga saja mengurus anak-anak."


"Mulai sekali keinginan Mba Mona. Aku juga ingin seperti itu."


Setelah berbicara dan membantu mba Mona dengan dokumen pekerjaannya. Citra kembali ke meja kerjanya.


Jam makan siang tiba dan Addrian mengatakan pada Mba Mona jika dia akan pulang lebih awal hari ini.


"Pak Addrian sakit?"

__ADS_1


"Aku tidak apa-apa Mba Mona, tapi aku ingin membicarakan sesuatu yang penting terkait masalah rencana kepergian kita ke Singapura. Hari ini aku tidak ada rapat atau meeting, kan?"


"Tidak ada, Pak. Hari ini Pak Addrian Free," ucap wanita itu diiringi senyuman.


__ADS_2