
Sesampai nya di depan rumah sakit, Holmes terpaksa mengendong kedua anak itu. Untung saja tubuh nya kekar dan kuat, mengangkat dua anak berumur 5 tahun tidak akan membuat nya kesulitan. Dengan gagah Holmes berjalan di koridor membuat beberapa suster membicarakan nya diam-diam, Holmes tidak perduli sama sekali. Langkah nya terhenti saat bibi Lena memanggil nya.
"Tuan Holmes ya ampun,kenapa menggendong mereka berdua. Kau kan bisa menghubungi saya tuan" ucap bibi Lena tidak enak kepada Holmes, mendengar kata tuan Holmes tidak suka.
"Bibi ingat panggil saya Hol, bukan tuan Holmes. Walaupun saya memang orang besar, tetapi saya sedikit tidak suka di imbuhi tuan jika bukan dengan rekan kerja dan karyawan saya" protes Holmes
"Maaf baik berikan Michel kepada ku, kau gendong Pandu saja dia lebih ringan" ucap bibi Lena mengambil Michel dari gendongan Holmes, Holmes mengangguk lalu kembali melangkah menuju kamar rawat khusus keluarga Wijaya yang sekarang sedang di tepati oleh Syahna.
Cleck
Syahna yang baru saja dari kamar mandi menoleh ke arah pintu mata mereka saling pandang. Karena merasa malu Syahna buru-buru mengalihkan pandangannya, Holmes yang tau hanya bisa tersenyum kecil.
Holmes meletakkan Pandu dan Michel di sofa yang cukup besar untuk dua anak itu sebagai tempat tidurnya, melihat itu Syahna sedikit tidak enak ke Holmes.
"Kamu sudah baikan?" tanya Holmes serius membuat Syahna gugup pasal Holmes tidak mengenakan Jaz nya membuat terlihat sangat tampan dan gagah.
"A....ak...aku baik-baik saja" balas Syahna gugup.
Ya ampun ada apa dengan hati ini coba, kenapa gampang sekali tergoda sih
"Kenapa gugup aku tampan ya kalau begini?" tanya Holmes kini menggoda Syahna membuat gadis itu sedikit membulatkan matanya.
"Tidak, siapa juga gugup. Aku hanya sedikit terasa tidak enak saat didekat mu" elak Syahna membuat Holmes tertawa renyah. Bibi Lena yang melihat hal itu membuat nya harus keluar kembali tidak mau mengganggu waktu Holmes dan Syahna.
"Jangan tertawa aku serius!" ketus Syahna
"Kau serius, aku lebih serius saat ingin menjadikan mu istri ku" kini godaan Holmes lebih sedikit parah. Seketika tubuh Syahna ter patung, benar-benar Holmes membuat nya selalu merasakan semua hal.
"Hahaha kenapa kamu terdiam, aku hanya bercanda. Jangan harap aku suka gadis kasar seperti mu" lanjut Holmes sedikit tertawa melihat reaksi besar Syahna.
Memang benar-benar seharusnya Syahna tidak geer, namun ada perasaan sakit saat Holmes mengucapkan kata bercanda. Syahna hanya membalas dengan senyuman tipis, lalu melihat ke arah dua bocah kecil yang tertidur pulas.
"Terimakasih" ucap Syahna pelan.
"Apa kau bilang apa aku tidak dengar" sebenarnya ia mendengar ucapan terimakasih Syahna, tetapi ia sengaja pura-pura tidak mendengar nya.
"Aku bilang terimakasih ya terimakasih"
"Aku disini bukan disana, sopan lah saat berbicara dengan orang lain" merasa tidak suka Syahna langsung membalikkan tubuh dan kepalanya.
Cup
Mata Syahna membulat sempurna saat bibir nya menyentuh bibir Holmes tanpa di sengaja. Dengan cepat Syahna memundurkan tubuhnya, sementara Holmes mengusap bibirnya dengan lidahnya.
__ADS_1
"Manis" ucap Holmes setelah menjilati bibirnya sendiri.
"Ka...kauuu! Sudah lah aku pusing , Terimakasih dan pergi lah!" ucap Syahna kesal lalu memiringkan kan tubuhnya menutup seluruh tubuhnya dengan selimut. menyembunyikan wajah nya yang merah seperti kepiting rebus.
Holmes terkekeh melihat salah tingkah nya Syahna membuat nya gemas ingin mencium nya lagi.
"Ya sudah aku pulang dulu ya, kalau kau kangen dengan aku. Minta bibi Lena saja nomor ku"
cup
sebelum benar-benar pergi Holmes kembali mencium pucuk kepala syahna yang tertutup selimut. Syahna memejamkan mata nya merasakan detak jantung yang sangat kencang pada dirinya sendiri.
Deg Deg Deg
Ya tuhan kenapa deg-degan sih, aku kan tidak suka lelaki kurang ajar seperti dia
"Seperti nya jantung ku bermasalah, aku harus meminta bibi Lena ke dokter jantung"
Baru sampai dirumah Holmes sudah di sambut oleh Papa nya, wajah Holmes menjadi sangat datar dan tatapan yang benar-benar begitu dingin.
"Mau apa anda kesini?" tanya Holmes dingin, tidak menatap lelaki itu.
"Aku hanya rindu anak ku, memang nya kau tidak rindu aku?"
"Memang salah aku meminta ibu mu melahirkan mu, ibu mu dan kau sama-sama saja anak kurang ajar cih"
Mendengar hal itu membuat darah ditubuh Holmes mendidih, emosi nya sudah memuncak tetapi ia tahan.
"Maaf tuan anda sebaiknya pergi dan keluar dari rumah saya. Sebelum saya melakukan hal yang tidak terduga"
Holmes benar-benar sudah tidak perduli dengan lelaki itu, Holmes lebih memilih kekamar nya meluapkan semua emosinya keruangan rahasianya. Sesampai di ruangan Holmes memecahkan seluruh barang yang ada lalu berteriak-teriak seperti orang kehilangan akal, saat pelepasan emosi Holmes memukul dinding begitu keras membuat tangan nya berdarah.
"Hah hah hah siaall laki-laki sial kenapa dia harus datang"
"SIAALL ARRGGHHHH" teriak Holmes membuat para pelayan rumah nya tidak berani melangkah keluar kamar nya.
Selesai meluap kan semua nya , Holmes turun dengan ke adaan kacau. Para pelayan terutama bi Sindu yang sangat panik melihat tangan Holmes terus mengalir darah segar.
"Holmes kenapa selalu seperti ini sih"
Holmes tidak menjawab dia hanya menatap lurus dengan tatapan kosong.
"Ikut bibi sini, bibi obati luka nya"
__ADS_1
Holmes hanya mengikuti tarikan bibi Sindu, bagi bibi Sindu Holmes adalah anak kecil yang penuh penderitaan makanya ia selalu memperlakukan Holmes seperti anak kecil.
"Apa ini sakit?, Holmes berbicara lah. Aku tau kau kesakitan tetapi bukan disini. Tapi di hati mu kan. Bibi berharap kau lupakan kejadian yang menjijikan itu, bibi tidak bisa selamanya berada di samping mu. Kau harus mencari seseorang yang bisa menjaga mu seperti ku" ucap bibi Sindu yang merasa sedih melihat kondisi Holmes saat kacau dan hancur seperti ini, air mata bi Sindu mulai menetes mengenai tangan Holmes, membuat Holmes langsung memeluk bibi Sindu
"Ma jangan nangis ya, Holmes kan udah janji gak akan membuat mama nangis lagi. Jangan ingat lelaki ******** itu ma Holmes mohon" ucap Holmes pelan yang menahan air matanya.
"Nak aku bukan ibu kandung mu, tetapi aku seorang wanita yang menganggap mu anak ku. Aku tau kau kesepian tidur lah kekamar mu, aku akan menuntun mu ke sana" ucap bibi Sindu mengelus pundak besar Holmes. Lalu membantu Holmes menuju kamar nya. Bibi Sindu membantu Holmes merebahkan diri nya ,lalu menutup tubuh Holmes dengan selimut menutupi seluruh tubuhnya. Bibi Sindu mengelus kepala Holmes lembut bagaikan seorang ibu mengelus kepala anak nya. Membuat Holmes tertidur pulas seperti anak kecil di kelonin ibu nya.
"Selamat tidur Nak, jangan jadikan kebencian mu menjadi mimpi buruk mu" ucap bibi Sindu lalu keluar dari kamar Holmes.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Next to be continued 👉