Kamu Milikku

Kamu Milikku
Melamar Syahna


__ADS_3

Sampai di rumah , Holmes melihat ke tiga sahabat tertidur pulas di sofa lebar milik nya. Tidak mempedulikan hal itu Holmes lebih memilih untuk melangkah pergi ke kamar nya. Sampai didalam kamar tidak lupa ia selalu mencium sebuah bingkai foto yang selalu memberikan semangat kepada nya.


"Malam Elle, doa akan aku di sana. Bahagia selalu bersama pilihan baru ku" ujar Holmes sebelum terlelap.


Ke esokan pagi nya Holmes terbangun dengan tenang dan sudah melihat Derga serta lain nya makan dengan lahap.


"Aduh pulas nya orang yang sehabis jalan-jalan dengan sang pujaan hati" ledek Winya membuat Holmes menjitak nya pelan. Karena ia baru saja sadar dari tidurnya.


"Kemana Elvis?" tanya Holmes sambil mengambil mangkuk.


"Balik ke Jepang"


"Istrinya?"


"Begitu lah, maklumi saja Elvis sudah mau menjadi seorang Papa. Jadi dia tidak bisa lagi lama-lama seperti kita" balas Derga yang masih setengah mengunyah.


"Kenapa tuhan berpihak lebih cepat ke Elvis yang harus memiliki sepaket kebahagiaan" keluh Winya dengan mimik wajah sedih. Derga dan Holmes hanya tertawa sedangkan teman satunya sedang menggoda anak asisten rumah tangga Holmes.


"Sialan anak itu, anak asisten ku di embat juga"


"Hahahaha sudah lah,biarkan dia berusaha. Mes apa kau serius dengan Syahna?"


kini mereka bertiga terdiam, pertanyaan Winya membuat Holmes berfikir keras. Saat ini iya belum merasakan keyakinan untuk lebih serius karena diri nya masih harus mengetahui seluk beluk kehidupan Syahna.


"Aku belum tau Win" balas Holmes menatap mangkuk nya.


"Jangan terlalu lama, kau ingat wanita gila di Amerika sana?. Jika kau terlambat maka wanita itu akan mendatangi mu"


"Tenang saja, aku butuh waktu. Kalian juga akan tau kedepannya" balas Holmes yang sudah selesai sarapan. Kini mereka semua bersiap-siap untuk berangkat ke kantor dan di antara mereka kembali ke negara asalnya.


Panti Asuhan


"Gimana Syah kemarin?" tanya Tina dan di angguki semua teman nya di Panti.


"Gimana apa nya Tin?"


"Itu loh, jalan-jalan siang sampe malem nya sama pangeran tampan" Karena gemas dengan Syahna akhirnya Tina langsung to the point.


"Jujur aku sangat bahagia, walaupun aku sedikit merasa tidak pantas untuk nya Tin, kalian tau dia cucu dari orang terkaya di Indonesia dan Amerika. Sedangkan aku? Upik abu yang di bandingkan dengan wanita nya di sana sangat lah jauh" Ujar Syahna sambil menopang wajah nya.

__ADS_1


"Uuu princess Syahna galau niyee" goda Efelin, membuat yang lain ikut-ikutan mengejek Syahna.


"Sudah-sudah, kalian jangan begitu. Jodoh gak ada yang tau" balas Tina, yang melihat wajah Syahna sedikit sedih.


"Hayo kalian ngerumpi ya?"


"Eh bibi, Guys aku ke dapur ya"


"Bi kami ke kamar anak bayi dulu"


"Dasar kalian, giliran aku datang kalian langsung ngacir. Aduhh jadi kangen masa muda"


Syahna hanya bisa geleng-geleng kepala melihat semua teman-teman nya , sedangkan bibi sudah duduk manis di samping Syahna.


"Kau tidak ingin menanyakan sesuatu kepada ku?" tanya bibi Anna, Syahna menautkan alis nya bingung dengan perkataan bibi nya.


"Maksud bibi?" kini Syahna bertanya.


"Hahahaha ,dasar anak muda. Holmes menghubungi ku tadi pagi. Jam 1 siang nanti dia akan menjemput mu untuk makan siang. Jadi biar aku semua yang mengurus pekerjaan mu hari ini"


"Kenapa dia tidak langsung menghubungi ku?"


Syahna terdiam, benar sejak awal ia tidak pernah membalas pesan Holmes. Bisa di bilang sekarang Syahna terkena Sindrom benci menjadi cinta.


"Sudah lah, sana siap-siap aku akan menggantikan mu disini"


"Iya iya bibi bawel ku, maaf membuat mu repot"


"Sudah sana ,aku tidak merasa kerepotan. Kau bahagia aku juga bahagia"


Syahna tersenyum lebar, lalu pergi menuju ke kamar nya. Sejak tadi ia masih bingung harus memakai baju apa. Baju nya hanya pakaian biasa Holmes pasti akan mengajak nya ketempat yang bagus. Penuh dengan pikiran Syahna akhirnya memilih baju pemberian Tina saat beberapa bulan yang lalu walaupun tidak sebagus wanita luar sana, setidaknya tidak memperlakukan Holmes nanti.


Jam 1 telah tiba, dan ya Holmes sudah berganti pakaian rapih dan sangat santai tidak tau apa yang dia pikirkan laki-laki berbanding balik dengan pakaian Syahna.


"Kenapa kau memakai baju santai?" tanya Syahna bingung.


"Apa kau lupa dengan jadwal kita sebentar lagi?"


"Makan siang kan?, aku sudah kebingungan sejak 30 menit yang lalu. Untuk memilih pakaian agar-" ucap Syahna menggantungkan kalimatnya, membuat Holmes menaikkan sebelah alisnya.

__ADS_1


"Agar apa Syah?"


"Agar kau tidak malu berjalan dengan ku, saat tau kau memakai baju santai seperti itu membuat ku malu" balas Syahna sambil menunduk karena ia sangat malu.


Holmes terkekeh lalu mengelus rambut Syahna dengan lembut.


"Ganti pakaian mu yang seperti kau pakai biasanya, tidak perlu malu. Aku yang memilih mu untuk menemani ku makan siang jadi. Ganti lah baju mu, aku tidak ingin menjadi laki-laki penuntut dengan semua kehidupan wanita ku di masa depan"


Mendengar jawaban Holmes, Syahna sangat terharu. Dia berfikir apa diri nya boleh bersanding dengan Holmes. Jika boleh syahna tidak ingin hal ini hilang dari hadapan nya. Sebelum masuk Syahna memeluk Holmes erat sesaat lalu pergi kembali kedalam Panti untuk menggantikan pakaian nya.


"Dia benar-benar sangat menggemaskan seperti dulu" ucap Holmes saat melihat Syahna pergi.


Tidak butuh waktu lama ,syahna sudah berganti pakaian. Dan akhirnya mereka pergi berdua, selama perjalanan Holmes terus menggenggam erat tangan Syahna. Syahna yang mulai terbiasa tidak terlalu masalah dengan hal itu, malah diri nya merasakan kehangatan dari genggaman Holmes.


20 menit berlalu, Syahna pikir ia akan makan di sebuah cafe ternyata salah. Holmes mengajak nya ke pantai dan laki-laki itu sudah merencanakan semua nya dengan matang.


"Turun lah, aku akan menyusul mu. Kau ikuti saja 2 wanita itu. Pergi lah" titah Holmes, Syahna mau tak mau ngikuti dua wanita didepan nya.


Sesampainya di tengah pasir luas, Syahna tidak percaya bahwa didepannya terdapat meja makan yang begitu indah dan lucu.


"Silahkan nona"


"Apa ini tempat aku dan Holmes?" tanya Syahna ke salah satu wanita didepan nya


Dua wanita itu mengangguk lalu, Syahna duduk dengan manis menunggu Holmes. Tidak tau apa yang di rencanakan Holmes, Syahna hanya menatap lautan luas dengan kebingungan. Jika kalian berfikir Syahna kepanasan, tentu saja tidak karena Holmes sudah membuat kan tenda serta 2 kipas angin yang sangat lucu agar mereka berdua tidak kepanasan.


Holmes belum datang, beberapa orang sudah datang dengan berbagai macam atraksi membuat Syahna makin kebingungan. Selang beberapa menit Holmes datang dengan sebuah Bunga besar dengan tengah nya ada sekota beludru hitam yang begitu bagus.


"Maaf jika ini semua mendadak, maaf jika semua ini bukan lah hal romantis seperti yang kau harapkan di hari indah mu. Dan maaf kan aku, jika aku sudah menjadi laki-laki yang belum bisa sepenuhnya mengerti diri mu. Maaf jika aku tidak menyuruh mu untuk memakai gaun yang indah. Karena aku hanya ingin acara ku berjalan dengan kenyamanan diri mu juga"


"Will you marry me Syahna?"


Syahna terdiam tak percaya, baru beberapa hari ia mengenal laki-laki didepan nya dan sekarang ia di lamar.


Apa aku harus menerima nya?, tapi apa aku bisa menjadi wanita yang baik untuk nya dan apa aku pantas untuk nya. Jika aku pantas maka aku akan menerima nya Tuhan, semoga ini awal dari kebahagiaan ku.


"I Will" jawab Syahna penuh percaya diri.


Penuh dengan kebahagiaan Holmes memasang kan cincin pertunangan mereka masing-masing. Tidak ada penolakan Holmes mencium bibir Syahna dengan lembut mengikuti irama deburan ombak. Puas berciuman Holmes memeluk erat Syahna seakan tidak ingin melepaskan momen yang paling indah seperti ini.

__ADS_1


"Terimakasih, terimakasih telah menerima ku, aku akan berusaha menjadi laki-laki yang kau harapkan" ujar Holmes penuh kesenangan. Syahna hanya bisa mengangguk lalu membalas pelukan Holmes dengan penuh kebahagiaan yang tiada tara. Biarkan Siang menjelang sore menjadi saksi kebahagiaan mereka berdua.


__ADS_2