
Shelomita memohon agar Dewa tidak pergi dari rumah karena dia sedang merasa kesakitan pada perutnya, tapi Dewa tidak peduli, dia malah keluar dari rumah itu.
Shelomitha menangis menahan sakit pada perutnya. Langit yang masih belum tidur mendengar hal itu dan berlari ke arah kamar maminya.
"Mami tidak apa-apa, kan, tapi kenapa Kamu menangis?"
"Perut mami sakit! Tolong mami," ucap Shelomita merintih kesakitan.
Pria kecil itu tambah bingung dia berlari mencari papinya, tapi Dewa sudah pergi dari rumah dengan menggunakan mobilnya.
Langit mengambil ponsel maminya dan dia menghubungi seseorang.
"Om Addrian, tolong mamiku, dia sedang kesakitan, tapi papiku tidak ada di rumah. Om Addrian bisa ke sini?"
"Memangnya ada apa dengan mamimu? Apa dia lagi sakit?" Addrian mendengar teriakan Shelomitha.
Seketika Addrian mengatakan akan segera ke sana dan menutup ponselnya. Aira yang di kamar dengan suaminya itu tampak bingung.
"Mas, ada apa?"
"Aku tidak tahu sebenarnya ada apa, tapi sepertinya terjadi sesuatu pada She, dan aku akan segera ke rumahnya."
"Tapi apa tidak apa-apa kamu ke sana? Kalau ada Mas Dewa bagaimana?"
"Dia tidak ada di rumah. She sepertinya dalam masalah."
"Aku ingin ikut, tapi yang menjaga mereka siapa?"
"Sayang kamu di rumah saja. Biar aku yang ke sana, dan nanti aku akan mengabari kamu."
"Hati-hati, Mas."
Addrian segera mengambil kunci mobilnya dan menuju ke rumah She.
Langit berusaha membangunkan maminya yang sudah jatuh pingsan dia menangis karena maminya tidak bangun, dia sudah menepuk-tepuk pipinya maminya.
"Mami bangun ... Mami ini Langit, di sini tidak ada orang. Mami kenapa?"
Beberapa saat kemudian, Addrian datang ke sana. Dia memanggil manggil nama Shelomita. Langit yang mendengar suara Addrian segera berlari ke pintu, kemudian membuka pintu dan mengatakan jika maminya tertidur dalam kamar.
Addrian bingung dengan maksud Langit, dia langsung berlari ke dalam kamar dan saat sampai depan kamar, Addrian melihat Shelomita yang terbaring dan ada darah yang keluar dari dalam rok bajunya. "Oh Tuhan mami kamu kenapa Langit? Kenapa dia?"
"Aku tidak tahu, tadi ada papi di rumah, tapi setelah itu aku cari papi tidak ada di rumah."
Addrian segera menggendong Shelomitha dan membawanya ke dalam mobil, Langit pun ikut masuk ke dalam mobil, mereka menuju rumah sakit terdekat di sana.
Addrian membawa She masuk ke dalam dan dia dibantu oleh para perawat di sana.
__ADS_1
"Dok, tolong dia."
Dokter itu segera memeriksa keadaan Shelomitha. Langit menangis dalam pelukan Addrian.
"Mami kenapa, Om?"
"Om juga tidak tau kenapa dengan mami kamu. Sebaiknya kita tunggu dokter saja."
Tidak lama dokter yang memeriksa. Shelomitha keluar dan dia menemui Addrian dengan Langit yang masih memeluknya.
"Anda suami dari wanita itu?"
"Bukan, Dok. Saya Addrian dan yang di dalam adalah sahabat saya. Bagaimana keadaan Shelomitha?".
"Nyonya Shelomitha mengalami keguguran, kami benar-benar tidak bisa menyelamatkan bayinya."
"Apa? Keguguran? Dia sedang hamil, Dok?" Addrian tampak terkejut.
"Iya, Nyonya Shelomitha sedang hamil. Sebaiknya kamu menghubungi suaminya agar dia datang ke sini karena dia dari tadi memanggil nama Dewa."
"Saya akan segera menghubungi suaminya."
Addrian bingung, dia mau menghubungi Dewa, tapi dia tidak tau nomor ponselnya Dewa?
Tidak lama Aira menghubungi ponsel Addrian. "Mas, apa yang terjadi dengan Mitha? Aku menunggu kamu menghubungiku dari tadi," ucap Aira cemas.
"Apa? Mitha keguguran? Memangnya dia sedang hamil, Mas?"
"Iya, kata dokter She mengalami keguguran, dan dokter tidak bisa menyelamatkan bayinya."
"Oh Tuhan! Jadi dia sedang mengandung dan dia tidak memberitahu kepada kita waktu kita ke rumahnya."
"Ai, Langit sedang bersamaku dan tadi dokter mengatakan jika She memanggil terus nama Dewa. Aku disuruh menghubungi Dewa, tapi aku tidak tau nomor ponselnya"?
"Aku tau nomornya, biar aku yang menghubungi dia Mas."
"Jangan! Jangan hubungi dia."
"Mas, ini keadaanya genting. Kamu jangan malah cemburu begitu."
"Berikan nomornya padaku dan biar aku yang menghubunginya."
"Mas Addrian ini," ucap Aira agak sebal.
Aira akhirnya memberikan nomor Dewa dan dia mencoba menghubungi Dewa, tapi beberapa kali dia menghubungi Dewa tidak dijawab oleh Dewa.
"****! Dia ini ke mana? Apa dia tidak mendengar panggilan teleponku?" Dewa sedang berada di club malam dan dia melihat ada panggilan dengan tidak ada nama. Dewa tidak mau menjawabnya.
__ADS_1
"Mas, bagaimana? Apa sudah kamu beritahu mas Dewa kalau Mitha berada di rumah sakit?"
"Dia tidak menjawab panggilanku. Kata Langit, tadi dia berada di rumah, tapi kemudian dia pergi."
"Mas, kalau begitu biar aku saja yang menghubungi Mas Dewa."
"Jangan, Aira, aku tidak mau kamu menghubunginya."
"Mas Addrian, Mas Dewa itu harus tau keadaan istrinya, apa lagi Mitha baru saja keguguran."
Addrian terdiam sejenak. Dia kemudian memperbolehkan Aira menghubungi Dewa.
"Kamu hubungi dia dan hanya mengatakan jika dia harus segera ke rumah sakit karena istrinya sedang dirawat di sana. Jangan dengarkan jika dia mengajak kamu berbicara hal lainnya."
"Iya, Sayang, lagi pula tidak ada lagi yang perlu aku bicarakan dengan Mas Dewa."
"Ya sudah kalau begitu kamu coba hubungi dia."
Aira mencoba menghubungi Dewa. Dewa yang sedang minum dan ditemani oleh seorang wanita penghibur mendengar ponselnya berdering. Dia melihat nama Aira.
"Ponselnya dari tadi mengganggu saja." Wanita dengan baju sangat sexy itu mengambil ponsel Dewa.
"Berikan ponselku!" Dewa seketika marah dengan wanita penghibur itu. "Wanita yang menghubungiku ini lebih berharga dari segalanya di dunia ini. Sebaiknya sekarang kamu pergi saja," sergah Dewa marah.
"Halo, Mas Dewa."
"Aira, ada apa kamu menghubungiku malam-malam begini?"
"Mas Dewa di mana? Kenapa aku mendengar suara musik yang keras?"
Dewa lupa jika dia berada di club malam dan Aira pasti tidak suka mendengar hal itu.
"Aku sedang berad di club malam, Aira. Aku sedang banyak masalah."
"Di club malam? Sejak kapan Mas Dewa suka datang ke tempat seperti itu?"
"Sejak kamu pergi meninggalkan aku dan memilih menikah dengan si brengsek Addrian itu."
"Mas! Jaga bicara kamu. Mas Dewa, aku menghubungi Mas Dewa karena ingin memberitahukan jika istri Mas Dewa sekarang berada di rumah sakit, dan dia mengalami keguguran."
"Mitha keguguran?"
"Iya, Mas Dewa pasti sudah tau, kan, kalau Mitha hamil?"
"Aku tau, tapi aku tidak mengakui anak itu karena aku selama menikah dengannya jarang sekali pulang. Dia bisa saja berselingkuh dariku, Aira."
"Apa? Mas Dewa tega sekali mengatakan hal itu. Shelomitha itu sangat mencintaimu, Mas. Dia tidak akan pernah berselingkuh dengan pria lain. Aku benar-benar tidak mengenal siapa Mas Dewa sekarang."
__ADS_1