Kamu Milikku

Kamu Milikku
Menyindir Sandy


__ADS_3

Sandy sedang makan siang di sebuah restoran bersama dua orang temannya.


Charles dan Ernest.


"Beneran kamu mau kawin, San ?" tanya Ernest.


"Bener dong."


"Sama siapa ? " tanya Ernest lagi.


"Keponakan Tia." jawab Charles.


"Oh ..


mirip Tia ?" tanya Ernest.


"Enggak mirip banget.


Tapi cantik." kata Charles.


"Kok jadi kamu yang jawab.


Sandy aja diam tuh." tunjuk Ernest.


"Aku tau Reva." jawab Charles.


"Oya ?


Aku baru tau kalo kamu tau dia.." kata Sandy.


"Dia dulu pacarnya Steven Chou kan ?"


Sandy tidak menjawab.


Ekspresinya berubah dingin.


"Aku baru tau Steven punya pacar.


Bisa punya pacar juga dia." sahut Ernest.


Charles tertawa.


"Semua orang juga kaget.


Dia mirip Michael.


Aku Gak pernah liat dia deket sama cewek.


Makanya sempet penasaran, siapa cewek yang bisa ngerebut hatinya."


Brakk.


Sandy menghempas kan tangannya ke meja.


"Yang kamu lagi omongin itu calon istri ku.


Dia udah putus dari Steven.


Gak usah diungkit-ungkit lagi.


Kami mau kawin sebulan lagi." katanya dengan marah.


Kedua temannya terdiam.


Terkejut dengan kemarahan nya.


Sandy jarang marah.


Charles mengangkat tangannya.


"Oke..oke...


Jangan marah .


Kenapa kamu marah ?


Toh sebentar lagi Reva jadi istri kamu kan ?"


Sandy mendengus.


"Jangan pernah lagi bilang kalo dia mantan pacar Steven.


Sebentar lagi dia jadi istriku !" katanya memperingatkan.


Charles dan Ernest tertawa.


"Baru kali ini liat Sandy cemburu..


Kayaknya dulu gak gitu-gitu amat sama Cindy."


Sandy mengerutkan dahi.


Apa dia dulu tidak secemburu ini pada Cindy ?


"Masa ?" tanya nya begitu saja.


Saat pertanyaan itu keluar dari bibirnya, dia ingin menelannya kembali.


Charles menatapnya.


"Kamu ngelayanin dia banget.


Kamu memuja dia.


Tapi kamu enggak pernah marah kayak gini kalo nama Cindy disebut-sebut lagi sama cowok lain."


Dahi Sandy berkerut lagi.


Masa sih ?


Terus...kenapa dia marah waktu tau Cindy selingkuh ?


Eh..apa dia marah ?


Dia waktu itu hanya ingin balas dendam.


Sakit hati karena dipermainkan dan dipermalukan oleh laki-laki lain.


Dia pacar Cindy tapi Cindy tidur dengan orang lain.


Ernest berdehem.


"Ngomong-ngomong soal Cindy..


Tuh orangnya lagi masuk kesini." angguk Ernest ke arah pintu.


Mereka semua melihat ke arah pintu.


Cindy bersama Helen dan Lin masuk ke restoran.


Ernest melambai.


Cindy menatap kelompok mereka.


Matanya bersinar saat melihat Sandy.


Mereka mendekati meja Sandy.

__ADS_1


"Makan siang disini juga ?" tanya Helen.


"Iya.


Kebetulan banget ketemu kalian.


Gabung aja.." ajak Ernest.


"Oh...oke.." Helen langsung mengiyakan.


Ernest melambai pada waiters meminta tambahan kursi.


Dia sendiri langsung berdiri, memberikan kursinya pada Cindy.


Cindy duduk.


Kursi Ernest tepat disamping Sandy.


Sandy berdiri, dia sebaiknya memberikan kursinya pada Lin.


Tapi waiters sudah datang membawa tambahan tiga kursi.


Cindy memegang tangan Sandy.


Menariknya duduk.


"Duduk sini, San." katanya.


Sandy menepis halus.


Dadanya berdebar.


Ini bisa jadi masalah.


Dia tidak ingin bertengkar dengan Reva lagi.


Dia Harus menjauh.


"Kalo gitu, aku permisi dulu." katanya tetap berdiri.


"Lho..kamu mau kemana ?


Kan kita masih ada acara lagi nanti." kata Charles.


Upss... Sandy betul-betul lupa.


Mereka semua akan ke kantor Charles setelah makan siang.


"Kamu mau kemana sih...


Kita gak gigit kok..." sindir Helen.


Mereka semua menatap Sandy.


"Dia takut sama gadis itu." sindir Cindy.


Sandy diam.


"Kamu itu..


Belum kawin aja udah takut..


Apalagi udah kawin.


Masuk barisan suami takut istri." Helen menambah bensin.


Wajah Sandy memerah.


"Aku cuma gak mau berantem."


Cindy tertawa terbahak bahak.


Belum kawin udah ketakutan sama calonnya." katanya meledek pada Ernest.


Sandy kembali memerah.


"Eh...


iya.. katanya kamu memindahkan nama kepemilikan company ke Reva..


Bener ?" tanya Charles pada Sandy.


Sandy tidak menjawab.


"Belum dipindahin aja udah ketakutan melulu, dia.


Apalagi kalo udah dipindahin.


Kayak apa tuh Sandy ?


Di rumah terus kayak anjing dirantai." cibir Cindy.


Semua tertawa.


Sandy memerah.


Tangannya mengepal.


"Emang Reva galak, San ?" Tanya Charles.


"Ah enggak.


Dia gadis yang baik.


Kalo enggak baik, aku gak bakal jatuh cinta sama dia." jawab Sandy membela Reva.


"Kalo dia bukan keponakan Tia dan Michael, apa kamu bakal tetap jatuh cinta ?" cibir Cindy.


"Iya." jawab Sandy tegas.


"Oh..wow..


San....


Kamu beneran ternyata.." kata Ernest.


Sandy menoleh menatap Ernest.


"Ya beneran lah!!


Kalo enggak, enggak bakal aku kawinin." jawab Sandy.


"Tapi aku liatnya kamu terpaksa tuh..


Kamu gak enak karena dia saudara Michael." kata Helen memancing.


Sandy diam..


Dia malas menjawab.


Tidak mungkin menceritakan pada mereka kalau dia sudah mengincar Reva sejak dia belum resmi memutuskan hubungan Dengan Cindy.


"Aku udah lama mencintai dia dan bakal terus mencintai dia." katanya akhirnya saat semua orang menatapnya.


Menunggu jawabannya.


"Sudah lama ?. Jangan-jangan sebelum dia putus dari Steven.." cetus Charles menyatakan kecurigaannya.

__ADS_1


Sandy kembali tidak menjawab.


"San....


Jangan-jangan kamu selingkuh dari aku ya ?" cetus Cindy mengejek.


Sandy menarik nafas panjang.


Menahan kesabarannya.


"Kamu duluan yang selingkuh." jawabnya akhirnya.


"Lho...jadi kalian saling selingkuh makanya bubar ?" tanya Ernest tertarik.


Cindy memerah.


"Oke aku akui kalo aku emang selingkuh.


Tapi aku balik lagi sama kamu, San !


Sementara kamu ?" sembur Cindy.


"Aku gak selingkuh !" bantah Sandy.


"Bohong !


Di Lombok dulu.. kelihatan sekali kalo kamu perhatian banget sama anak kecil itu."


"Anak kecil ?


Emang dia masih kecil?" sambar Ernest.


"Yaah..waktu itu dia baru belasan tahun.


Baru masuk kuliah." kata Helen.


"Waah..


kamu suka daun muda, San ?" tawa Ernest.


"Bukan cuma suka.


Aku doyan.


Makanya aku petik sekarang.


Biar gak disamber orang !" sembur Sandy dengan nada sebal karena dipojokkan oleh teman-temannya dan Cindy.


"Ah..iya...


Daun muda emang lebih lembut di kunyah ya, San.." kata Lin tertawa.


"Lebih pure, suci." cetus Charles.


"Lebih gampang disetir.." sindir Helen.


Sandy melayangkan tatapan tajam pada Helen.


"Asal kalian tau ya..


Reva itu cerdas.


Kalo kalian ngebayangin gadis polos yang gak ngerti apa-apa, ya kalian salah besar.


Dia pintar dan dia punya kemauan keras.


Kalo enggak..dia gak bakal kuliah sampe ke sini.


Bukannya gampang belajar bahasa Mandarin.


Dia juga masuk top tiga di angkatannya.


Dia peneliti paling muda waktu di rekrut sama Willy.


Dan asal kalian tau..


Gak gampang nundukin hatinya dia." kata Sandy panjang lebar.


Teman-temannya tercengang mendengarnya.


"Pantesan Steven jatuh cinta." cetus Charles.


Brakk.


Sandy kembali memukul meja.


"Jangan pernah kaitkan calon istriku dengan Steven.


Mereka udah gak punya hubungan apa-apa lagi." kata Sandy cemberut.


Cindy menatapnya.


"Udah ah..gak usah ngomongin gadis itu lagi.


Ngomong yang lain aja.


Jadi pada marah-marah.." kata Lin.


Charles lalu mengalihkan pembicaraan.


Saat makan siang hampir berakhir...


"Eh...kita foto-foto dulu yuk.


Aku jarang ketemu kalian semua." ajak Ernest.


Lin melambai pada waiters.


"Hai tolong fotoin kita semua dong.." katanya.


Waiters lalu mengambil beberapa ponsel mereka.


Mereka lalu berpose.


"Pose berdiri juga dong.." ajak Helen.


Mereka semua berdiri.


Cindy yang memang sejak awal duduk di sebelah Sandy segera melingkarkan tangannya pada lengan Sandy.


Dia juga melingkarkan tangannya pada lengan Charles.


Tapi Cindy sengaja mencondongkan badannya pada Sandy.


Dan pose berikutnya lebih intim.


Dia menyandarkan tubuhnya ke dada Sandy.


Tidak terlalu terasa oleh Sandy tetapi dari sudut pengambilan foto, terlihat jelas pose mesra mereka.


Cindy sedang menyandarkan tubuhnya pada Sandy dan tersenyum manis.


Orang yang memandang foto itu akan langsung melihat bahwa mereka adalah pasangan kekasih.


Cindy, Helen, Lin, Ernest dan Charles memasang foto-foto itu di stargram mereka.


Tak lupa dengan mention.

__ADS_1


...🎀🍇☘️...


__ADS_2