
"Tia gak pingin nambah anak ?" tanya Mami Sandy
"Pingin Tan...
Tapi..ini nih..Mas Michael nya belum mau." senyum Tia.
"Oh... Lho...
Michael..kenapa ?" kejar Mami Sandy.
Michael tersenyum lebar.
"Ampuun Tante.
Belum siap mental saya, kalo harus masuk ruang bersalin lagi." katanya.
"Ya ampuun...Kel !!" sahut Mami Michael dengan gemas.
"Ya udah..ntar biar Mami aja yang nemenin Tia di ruang bersalin.
Mami masih kuat kok." sambungnya.
"Tu San...denger..!
Nanti kamu kayak Michael juga.
Kalo Cindy ngelahirin, kamu temenin di ruang bersalin.
Kasih semangat." kata Mami Sandy.
Cindy berseri-seri.
Sandy melirik sejenak.
"Ngapain ?!
Bukan anak aku kok." jawabnya santai.
Cindy langsung memerah.
"San ?!" tegur Mami.
"Lho..Mi...
Aku ini belum kawin.
Kok udah dibayangin masuk ke ruang bersalin." katanya.
"Ya kan nanti..." jawab Mami Sandy.
"Nanti ya nanti, Mi !
Jodoh itu yang ngatur yang Diatas.
Liat aja dulu nanti..." jawab Sandy.
"Ya ampuun Sandy !!" jawab Mami Sandy dengan gemas.
Satu meja tidak ada yang berani bicara.
Setelah beberapa saat diam...
"Besok kita mau latihan jiu-jitsu.
Papi mau ikut ?" tanya Robert.
"Mau." jawab Papi Robert.
"Saya juga mau." jawab Papi Sandy.
"Saya juga." jawab Papi Michael.
Mereka lega karena arah pembicaraan sudah beralih.
Tapi...
"Lho... berarti Mami tinggal sendiri dong di apartemen." kata Mami Sandy.
"Sebentar aja Mam..
Tiga jam aja kok." jawab Sandy.
"Ihhh..." Mami Sandy cemberut.
"Eh...ehmmm.....kalo gitu..kita nonton mereka aja Mam..." celetuk Cindy.
"Nonton mereka ?"
Cindy mengangguk.
"Iya..seru kok.
Dan bisa kasih semangat juga." sahut Cindy melirik Sandy.
"Oh...gitu ya.." jawab Mami Sandy mengangguk-angguk.
Sandy mengerang.
"Duuuh...Mi....
Ngapain sih ?!
Tiga jam doang." katanya.
Semua orang di meja diam.
Tidak berani ikut campur perdebatan ibu dengan anaknya.
Tia berdehem.
"Kalo gitu..aku juga ikut deh Mas.
Boleh ya ?" katanya mengedipkan matanya pada Michael.
"Boleh aja...
Asaal...kamu pegang Jason...
Nanti kena pukul." jawab Michael.
"Ya udah...
Besok kita rame-rame nonton mereka latihan jiu-jitsu." kata Mami Michael yang paham situasi.
Cindy melirik sekitarnya.
__ADS_1
Tadinya dia ingin mengajak Mami Sandy supaya bisa menyudutkan Reva.
Mengancamnya kalau perlu.
Meminta agar Reva menjauhi Sandy.
Cindy tau bahwa Reva juga latihan jiu-jitsu bersama anak-anak Methrob.
Mami Robert pun mengangguk.
"Iya...kita kesini kan buat menengok kalian.
Jadi...libatkan kami dalam kegiatan kalian." katanya.
"Berarti fix ya...
Besok pada ikut latihan.." kata Robert.
Mereka lalu mengobrol tentang hal lain.
Satu jam kemudian...
"Cindy pulang sama siapa ?" tanya Mami Sandy.
"Eh...ehmmm.....sendiri Mam.."
"Ya ampuuun...
San !
Kamu anterin Cindy deh.
Mami sama Papi bisa naik taksi." kata Mami Sandy.
Sandy menutup matanya.
Ingin rasanya menggebrak meja.
Dia memajukan duduknya.
"Cin..kamu kan biasanya diantar sopir kan ?
Aku harus nganterin orang tuaku pulang."
katanya.
"Eh...ehmm..." Cindy tak tau harus bicara apa.
Kalau dia mendukung Mami Sandy, berarti dia tidak menghormati orang tua Sandy dengan membiarkan mereka naik taksi pulang ke apartemen Sandy yang di luar kota Taipei.
"Jangan..
Jangan...
Kamu pulang diantar sama Sandy.
Bahaya ah... perempuan sendirian.
Biar Kamu diantar Sandy.
Lagian..kalian anak muda kan pinginnya punya waktu berdua.
Mami sama Papi gak mau ganggu." desak Mami Sandy.
Sandy menarik nafas panjang.
Dia tau bahwa Mami sengaja ingin memberikan waktu untuknya berdua dengan Sandy.
Sejak Sandy mengatakan putus, Sandy tidak pernah lagi mengangkat telpon darinya.
Boro-boro bertemu.
Sandy mengangkat matanya menatap Cindy.
"Kamu pulang pakai sopir kamu.
Aku mau antar orang tuaku." katanya.
"San !!" desak Mami.
"Mi... Cindy punya sopir." katanya.
"Iya....Tapii.." sahut Mami.
"San...ya sudah..
Kamu antar Cindy.
Gak enak berdebat kayak gini sama Mami kamu di depan semua orang." kata Papi menengahi.
Sandy menutup matanya.
Geram sekali.
Yang lain menatapnya dengan kasihan.
Sementara Cindy berdebar-debar.
Dia bertekad bahwa malam ini dia akan membawa Sandy ke tempat tidurnya.
Entah dengan cara bagaimana.
Pokoknya dia harus membuat Sandy kembali padanya.
Tapi...
Semua orang di meja bukan tidak tau rencana Cindy.
Michael dan Robert saling berpandangan.
Tanpa kentara keduanya mengangguk.
Michael berdiri.
"Saya kebelakang sebentar." pamitnya.
Michael lalu menelpon sopir mereka yang biasa untuk mengantarkan mobilnya ke restoran.
Michael lalu kembali ke meja.
Di meja kembali terdengar percakapan tentang kemana mereka akan pergi jalan-jalan.
Mami Sandy berdehem.
"Cindy...
__ADS_1
Cindy kan orang sini..Coba...kemana aja Mami harus berkunjung ?" kembali Mami Sandy melibatkan Cindy ke dalam percakapan.
Cindy mengedarkan pandangannya ke semua orang.
Dia berdehem dan mulai menjabarkan semua spot spot turis yang bagus di Taiwan.
Semua mendengarkan dengan sopan.
Sementara Mami Sandy mendengarkan dengan bersemangat.
Sesekali dia menyahut dan bertanya.
Mami Michael dan Mami Robert pun demikian.
Papi Sandy hanya diam.
Dia sesekali memandang Sandy dengan prihatin.
Kilas rasa kasihan terlintas di matanya.
Mami Sandy bertekad bulat melibatkan Sandy dan Cindy dalam banyak kegiatan.
Supaya Sandy menyadari bahwa keputusan yang diambilnya salah.
Supaya benih-benih cinta di hati Sandy bisa tumbuh kembali.
Bahwa Cindy sempurna untuk menjadi pendamping hidupnya.
Karena...itulah tujuan Mami datang ke sini.
Membuat Sandy dan Cindy kembali bersatu.
Kalau bisa meresmikan hubungan mereka dengan pertunangan resmi.
Michael melirik Sandy.
Tangan Sandy sudah mengepal di bawah meja.
Tia yang berada di sampingnya mengusap lengan Sandy.
Sandy menoleh, lalu tersenyum.
Cindy melihat senyum Sandy pada Tia.
Hatinya geram.
Ooo....berarti Tia yang menyodorkan keponakannya pada Sandy.
Pantas saja Sandy menurut.
Cindy menatap Michael.
Michael juga sedang menatap Sandy.
Cindy merasa geram.
Michael itu hanya teman Sandy.
Kenapa dia jadi ikut campur urusan pribadi Sandy ?
Mereka hanya kebetulan saja membangun company bersama.
Kenapa jadi harus sangat terikat ?
Kenapa Sandy tidak dibiarkan memilih sendiri pasangannya ?
Cindy yakin bahwa Michael dan juga Robert menghasut Sandy untuk memutuskan dirinya.
Michael, Robert, Tia dan Biliyan.
Mereka semua tidak menyukai dirinya.
Kenapa ?
Karena dia artis ?
Huh ?!
Eh..Tapi Tia juga artis.
Kenapa ?
Supaya enggak disaingi ??
Kurang ajar mereka semua !!
Cindy mengangkat dagunya.
Dia tersenyum manis.
"Ayo..kapan kita piknik ?"
"Piknik ?" tanya Mami Sandy.
"Iya piknik.
Nanti saya ajak Pa dan Ma saya.
Biar kenalan.
Sandy juga belum kenalan sama mereka."
"Sandy !! Ya ampun !!
Kamu belum datang ke rumah Cindy ?" tanya Mami Sandy memarahi Sandy.
Sandy tidak menjawab.
"Ya udah..
Kalo gitu diajak aja.
Sekalian Mami kenalan." kata Mami Sandy.
Sandy menutup matanya.
Dia berdiri.
"Sudah selesai makan kan ?
Ayo kita pulang." katanya dan langsung berbalik meninggalkan meja.
Semua orang yang berada di meja saling berpandangan.
Kemudian berdiri.
__ADS_1
Michael berjalan cepat menyusul Sandy.
...🍇☘️🍉...