Kamu Milikku

Kamu Milikku
Aku Gak Terima !


__ADS_3

Sandy menghampiri dua asisten Cindy.


"Kalian nanti ikut dibelakang saya !" perintahnya lalu langsung membalikkan badannya.


Kedua asisten itu saling berpandangan.


Biasanya kalau sudah bertemu Sandy, mereka akan diminta pulang.


Karena...yah...mereka tau sama tau...


Sandy akan ke apartemen Cindy dan menghabiskan waktu hingga lewat tengah malam.


Mereka tidak pernah diminta menunggu.


Sandy mengajak Cindy ke restoran kecil tapi privat dimana tamunya hanya sedikit.


Mereka mengambil tempat di sudut yang sepi.


Jauh dari pandangan dan pendengaran orang.


Sandy memberi isyarat pada kedua asisten itu untuk ikut makan di meja yang berbeda.


Kembali mereka bertukar pandang.


Dia sendiri lalu memesan makanan untuk mereka berdua.


Sandy diam tidak bicara saat menunggu makanan.


Dia hanya mendengar kan celotehan Cindy.


Makanan datang.


Mereka makan dalam diam.


Cindy berdebar.


Dia mendapatkan insting tidak enak.


Sandy tidak pernah seperti ini sebelumnya.


Jadi akhirnya dia pun ikut diam.


Sandy menunggu mereka selesai makan.


Dia tetap diam.


Akhirnya Cindy tidak tahan lagi.


"Kamu mau ngomong apa, San ?"


Sandy tidak langsung menjawab.


Dia menatap Cindy dalam.


Cindy yang grogi, bergerak gelisah dalam duduknya.


"Aku mau putus." katanya.


Cindy terbatuk-batuk.


"San !!"


Sandy menunggu hingga batuknya Cindy reda.


"Aku mau putus.


Aku udah gak punya apa-apa untuk kamu.


Gak ada perasaan apapun lagi untuk kamu.


Daripada kita berdua saling menyakiti, lebih baik kita berpisah." kata Sandy tanpa tedeng aling-aling.


"Tapi..tapi..." Cindy tergagap.


"Kita putus sekarang.


Supaya kita enggak saling membuang waktu.


Kamu bisa cari pengganti aku." kata Sandy kalem.


Cindy bangkit amarahnya.


"Kamu !


Aku tau kenapa kamu mau putus.


Kamu jatuh cinta sama gadis itu kan ?!


Keponakan Tia.


Emangnya aku gak tau.


Aku liat reaksi kamu kalo ada dia !


Aku liat tatapan kamu sama dia !" bentak Cindy.


"Cin...


Aku sadar diri kok .


Kalo kamu enggak cinta banget sama aku." Sandy mengalihkan pembicaraan.


"San !


Aku cinta sama kamu !" kata Cindy pelan.


"Cin..


Aku tau kamu tidur sama Aaron waktu masih pacaran sama aku." kata Sandy blak-blakan.


Cindy menarik nafas kaget.


Pipinya memerah.


"KAMU ?!


Jadi kamu mata-mata-in aku ?!" bentaknya.


"Aku pacar kamu Cin.


Wajar dong kalo aku pingin tau kegiatan kamu.


Dan waktu tau kamu tidur sama dia...


Yah...


Aku nyerah Cin...


Cinta emang gak bisa dipaksakan.


Aku cinta kamu. Tapi kamu gak cinta aku.

__ADS_1


Kalo kamu memang cinta sama aku, kamu gak bakal tidur sama dia.


Tapi...


Itu isyarat dari kamu.


Bahwa kamu enggak cinta sama aku.


Aku melepaskan kamu.


Kamu sekarang bebas cari pengganti aku." kata Sandy.


"Saan..." Cindy menangis.


"Aku...yah..waktu itu aku ini bodoh.


Aku gak menyadari betapa aku cinta sama kamu.


Aku...


aku gak pernah lagi sama dia San !


Kamu percaya aku !" mohon Cindy.


Sandy tersenyum tipis.


Hatinya sudah beku.


Dia memang sudah lama tidak mampu lagi merasakan apapun pada gadis di hadapannya ini.


"Aku gak mau putus San.


Pokoknya aku gak mau putus !" tekad Cindy.


"Cin...


Kamu gak mau putus.


Aku mau putus.


Hubungan ini gak akan berjalan.


Karena gak ada timbal balik." kata Sandy tidak sabar.


"Pokoknya aku gak mau putus !


Aku akan anggap pembicaraan ini gak ada ! " tegas Cindy.


"Yah...


Aku udah jelas bicara sama kamu Cin.


Kita putus.


Jangan hubungin aku lagi.


Aku gak akan respon." putus Sandy.


"San !!


Kamu mau pacaran sama dia kan ?


Ngaku aja !!" jerit Cindy.


Semua orang di restoran menatap mereka.


Sandy tetap tenang menatap Cindy.


"Yah..


Sampai disini aja Cin.


Selamat tinggal.


Aku berharap, kamu bisa segera menemukan pengganti aku.


Yang lebih mendekati harapan kamu.


Dan..yang lebih sayang sama kamu daripada aku."


Sandy berdiri.


Dia memberi isyarat pada kedua asisten Cindy untuk mendekat.


Mereka berdua langsung menghampiri.


Sementara Cindy sudah berlinang air mata.


Sandy pergi meninggalkan restoran.


Di pintu dia mendengar jeritan Cindy.


"Pokoknya kita belum selesai, San !!"


Sandy mengangguk pada kasir.


Memberi isyarat untuk mengirimkan tagihannya pada dia.


Kasir mengangguk dengan gugup.


Sandy keluar.


Berdiri diam menghirup udara segar.


Di dalam restoran... rasanya pengap sekali.


Mungkin dia tidak akan pernah lagi kembali ke sini.


Sayang sekali..


Padahal.. Sandy suka dengan masakannya.


Pintu di belakang terdengar terbuka.


Sandy menoleh.


Cindy menyusul.


Pipinya berlinang air mata.


Dan saat melihat Sandy, dia langsung berlari memeluknya.


"Aku gak mau putus, San.


Aku gak mau.!


Maafin aku San...


Maafin aku


Aku gak akan selingkuh sama orang lain.

__ADS_1


Cuma kamu San...cuma kamu !!" tangis Cindy.


"Cin.."kata Sandy lembut.


Mendengar suara Sandy yang melembut, timbul harapan di hati Cindy


"San ..


Jangan putus.


Kita kawin.


Oke ?!


Kamu pingin kita kawin kan ?


Kita kawin.


Kapan ?


Besok ?


Aku gak papa.


Aku bisa bilang Daniel, Elle.


Kita telpon Mami sama Papi kamu.


Mereka datang, kita kawin, San.!"


Sandy menegang mendengar Papi Mami nya disebut.


"Cin...


Aku gak bisa kawin sama orang yang udah gak aku cintai lagi.


Aku...udah gak cinta lagi sama kamu, Cin.!" tegas Sandy dengan nada lembut.


"Enggak..


Enggak mungkin secepat itu kamu kehilangan rasa cinta kamu sama aku.


Kita kawin San.


Nanti, kita bisa bangun lagi rasa cinta kita.


Aku bisa membangkitkan lagi rasa cinta kamu sama aku, San !" Cindy tetap bertahan.


Dia memeluk Sandy erat-erat.


"Cin.."


Sandy berusaha melepaskan pelukan Cindy.


Kedua asisten Cindy menonton dari jauh.


Akhirnya Sandy menggunakan kekuatan lengannya untuk menjauhkan Cindy dari tubuhnya.


Dia kasihan melihat Cindy.


Tapi, dia juga tidak mampu berhubungan lagi dengannya.


"Cin...


Sadarlah !!


Kita ini tidak saling mencintai !!" tegas Sandy.


"Kita saling mencintai, San.


Dulu kamu sangat mencintai aku !"


"Dulu.


Sebelum aku tau kamu mengkhianati aku.


Aku gak bisa terima kamu lagi !!" Sandy kembali blak-blakan.


"San....


Maafin aku.


Aku janji gak akan seperti itu lagi.


Aku janji akan peratiin kamu.


Bakal setia sama kamu.


Kita bangun bahtera rumah tangga yang bahagia, San.


Punya anak.


Kita pasti bisa bahagia, San !" mohon Cindy.


"Kamu mau apa ?


Aku berenti dari karir aku ?


Aku mau.


Kamu tinggal minta, San.


Aku mau.


Aku akan jadi istri yang baik, San." sambung Cindy.


Sandy menghela nafasnya.


"Aku gak mau.


Aku gak bisa.


Sudahlah Cin...


Kita selesaikan sampai disini." jawab Sandy dengan lelah.


Tangannya menahan bahu dan tangan Cindy yang masih mencoba memeluk nya.


Sandy menoleh pada kedua asisten Cindy.


Mereka mendekat.


Memegang Cindy yang menangis.


"Selamat tinggal, Cin.."


Sandy berbalik.


Meninggalkan Cindy dengan kedua asistennya.


...🌴😘🎋...

__ADS_1


__ADS_2