
Aira tampak sedikit bahagia mendengar bahwa orang yang menghubunginya tadi akan berusaha untuk membantu Aira.
"Terima kasih, aku akan menunggu kabar darimu."
Malam ini sebenarnya Aira dan Addrian mendapat undangan pernikahan Rico, tapi Aira bingung apa dia datang atau tidak? Secara dia sekarang sedang ada masalah dengan suaminya.
"Ai, kamu kok belum bersiap?"
Aira melihat malas pada Niana yang sudah siapa pergi ke acara pernikahan Rico karena dia juga diundang ke sana.
"Kamu pergi saja sama Kenzo, aku tidak datang, nanti sampaikan salamku saja, dan nanti setelah selesai acara aku akan menghubunginya."
Niana duduk di samping Aira. Dia mengusap punggung Aira perlahan-lahan, dan Aira tampak merasa nyaman. "Sudah lebih baik?" Aira mengangguk. "Ai, kamu ikut pergi denganku dan Kenzo, bagaimanapun Kak Rico itu sahabat kita dan dia sudah sangat baik selama ini. Dia pasti kecewa kalau tau kamu tidak datang pada hari bahagianya."
__ADS_1
"Aku nanti pasti bertemu Citra dan Mas Addrian. Kalau melihat mereka aku seolah membayangkan kejadian mereka di dalam kamar hotel, Na!"
"Bayangkan saja mereka tidak berbuat apa-apa di kamar hotel itu. Atau kamu bayangkan sedang berdua bersama dengan suamimu." Alis mata Niana naik turun.
"Jangan bercanda, Na."
Tidak lama Kenzo datang untuk menjemput Niana dan kakak iparnya. Aira akhirnya memutuskan untuk datang ke acara itu. Dia sebenarnya tadi dikirimi pesan oleh Addrian yang ingin menjemputnya, tapi Aira mengatakan dia tidak bisa datang karena punggungnya sedang sakit, dan menyuruh Addrian datang sendiri.
Acara pernikahan itu diadakan di sebuah hotel berbintang yang cukup terkenal. Semua yang hadir pun dari orang-orang kelas atas karena ternyata istri Rico adalah putri dari salah satu pejabat di kota ini.
"Aku sebenarnya agak kaget waktu mendapat undangan pernikahan itu karena setahu aku dan Mas Addrian, kalau Kak Rico belum punya kekasih."
"Mungkin dia menyembunyikan hal itu karena calon istrinya bukan orang biasa."
__ADS_1
"Bisa jadi, Ken. Eh, Ai, kita cari tempat duduk dulu karena kamu jangan kelamaan berdiri, nanti kaki kamu sakit."
Aira bersama Niana dan Kenzo mencari meja yang masih kosong dan setelah mendapatkannya mereka duduk di sana. Tidak lama dari kejauhan mereka melihat Addrian yang baru masuk dengan bersama Citra.
"Itukan, Addrian. Kenapa dia bisa datang dengan Citra?" Kenzo tampak tidak percaya melihat hal itu.
"Kamu jangan berasumsi buruk dulu. Siapa tau mereka dari kantor langsung ke sini," jelas Niana mencoba agar Aira tidak salah paham.
Aira seolah tidak mau memikirkan hal itu. Dia melengos tidak melihat ke arah suaminya. Kenzo malah memanggil kakaknya itu yang membuat Aira kesal.
"Kenapa dipanggil, Ken?" tanyanya marah.
"Biar dia bisa bergabung di sini. Bukannya di sini masih kosong?" Kenzo ini ingin agar Aira dan kakaknya bisa dekat lagi.
__ADS_1
Addrian tampak senang bisa bertemu dan melihat langsung Aira yang ada di sana. Setidaknya dia dapat sedikit melepaskan rindunya dengan melihat Aira secara langsung.
Namun, tidak bagi Citra, Citra merasa dia yang menjadi pasangan Addrian untuk hadir di acara itu. 'Kenapa juga wanita manja dan gendut ini datang ke sini?' ucapnya dalam hati.