
Beritanya menyebar dengan cepat.
Semua orang membicarakannya.
Sandy memberikan kepemilikan perusahaannya pada tunangan nya.
Di tambah bila terjadi perselingkuhan, Sandy bersedia untuk meninggalkan Reva beserta anak-anak mereka tanpa membawa apapun karena semua aset berada di tangan istrinya dan dikelola oleh kedua saudaranya, Michael dan Robert.
Cindy memucat saat mendengar berita itu.
Dia tidak menyangka bahwa tindakannya akan membawa Sandy terpaksa harus mengambil keputusan drastis seperti itu.
Sandy tanpa kepemilikan dan aset tetap Sandy yang menarik, menyenangkan dan tentu saja seksi.
Tapi..bagaimana dia bisa menopang kehidupan glamour yang selama ini dijalani nya?
Cindy menipiskan bibirnya.
Ini pasti gara-gara si kecil kurang ajar itu yang dibantu oleh Tante dan Om nya.
Mereka semua satu keluarga.
Pasti akan saling mendukung dan melindungi.
Helen menatapnya.
"Masih mau sama Sandy ?
Dia sudah bukan Sandy yang kemarin lagi."
Cindy tetap diam.
Dia memutar benaknya.
"Aku perlu bicara sama Sandy." katanya.
Helen memutar matanya.
"Kapan kamu berenti, Cin ?" tanyanya.
"Aku berenti kalo aku udah dapet yang aku mau." jawab Cindy.
"Dan apa itu ?"
"Sandy plus kepemilikannya.
Aku gak rela ular kecil itu yang akhirnya memiliki dia.
Apa salahnya sih ?
Aku mencintai dia, Helen !" jawab Cindy gemas.
"Gak ada sih.
Cuma... ngototnya kamu itu lhoo.
Kamu itu..jangan sampe kayak Jim.
Kamu gak mau total mencintai Sandy cuma gara-gara penasaran sama Jim.
Begitu Sandy pergi dan kamu akhirnya jadian sama Jim, eh..kamu baru nyadar kan kalo kamu ternyata cuma cinta Sandy." kata Helen.
"Lagian...dia udah gak punya apa-apa, Cin.." sambung Helen.
Cindy memalingkan muka.
Dia tetap tidak rela.
...🍇🍎...
Malam itu saat makan malam, Reva dan Sandy tidak semeja.
Yang disyukuri oleh Reva.
Reva duduk bersama kawan-kawannya personil SHE.
Dia duduk terpisah dari Sandy.
Satu meja dengan mereka adalah Aaron, Alex, Jim, Mike, dan Henry.
Dua terakhir adalah model iklan yang sedang naik daun.
Jangan ditanya soal ganteng.
Ganteng pake banget, begitu pikir Reva saat melihat Mike dan Henry.
Personil SHE lainnya juga mengakui.
Ah..untung sekali tadi mereka semua memilih baju sebelum makan malam.
Malam itu, berniat membalas Sandy untuk merasakan apa yang dia rasakan, Reva berhati-hati memilih baju malamnya.
Sepanjang hari, dia berada di kamarnya sendiri bersama teman-temannya.
Mereka sepakat untuk tampil dengan tema simple tapi seksi.
Tia dihubungi.
Akhirnya Tia mengirimkan Nancy, asistennya untuk memberi masukan pada para personil SHE.
Saat mereka masuk ke ruang makan malam, semua orang memandang mereka.
Wajah yang muda-muda dan cantik, dengan kemampuan musik yang mumpuni membuat para pria muda sulit untuk mengalihkan mata mereka.
Apalagi lagu-lagu mereka disukai.
Termasuk viewer tertinggi saat di launching pertama kali.
Daniel memang bertangan dingin menangani artis-artisnya.
Mereka semua mengenakan gaun.
Reva sendiri mengenakan gaun putih pendek yang roknya lima belas senti diatas lutut.
Lehernya yang terbuka dihiasi oleh kalung Ruby pemberian Daniel.
Lengan bajunya hanya sedikit menutupi lengannya yang polos.
__ADS_1
Pundak dan punggungnya terbuka.
Rambut hitamnya yang tebal dibiarkan tergerai menutupi punggung.
Dihiasi jepitan berlian.
Terlihat seksi saat sebagian rambut itu terbelah menyingkapkan punggung polosnya.
Cincin pertunangannya dilepas.
Reva trauma memakainya.
Mengingatkan dia akan rasa berat makan malam kemarin.
Dia ingin bebas malam ini.
Teman-teman pria semejanya menatapnya dengan pandangan mengagumi.
Keempat personil SHE yang lain pun sangat menawan.
Para pria itu bersyukur didudukkan di meja yang sama dengan mereka.
Mereka gadis-gadis muda yang cantik dan pintar.
Sandy sudah ada di kursinya saat Reva datang.
Dia terbelalak melihat penampilan tunangan nya.
Dia hendak bangun saat pandangan Robert menyuruhnya tetap duduk.
Dia akhirnya tetap duduk tapi tangannya mengepal..
Dia tunangan Reva..
Kenapa dia tidak boleh menegur Reva yang memakai baju terbuka dan memperlihatkan tubuh indahnya kepada semua orang.
Sementara di meja Aaron...
"Bagaimana kalau setelah ini kita semua ke club ?" ajak Mike.
Mike sejak tadi sudah sering curi-curi pandang pada Mini.
Mini pun sama.
Mini cantik.
Matanya sipit tapi bulat.
Dia pegang keyboard.
"Iya..ayo kita ke club.
Aku bosan dengan dansa." kata Aaron.
"Ayo kita bersenang-senang malam ini..!" kata Selina.
"Oya...aku dengar kamu enggak minum ya, Va ?"
Reva mengangguk.
"Aku mau jaga diriku tetap waras." senyumnya.
Mata Reva melirik, mencari keberadaan Cindy.
Ahh..itu dia....
Cindy duduk menghadap meja mereka.
Bagus !!
Aaron tidak duduk di sebelahnya tapi dia diapit oleh Selina dan Else.
Mata Else bertemu dengan mata Reva.
Reva mengangkat alisnya sedikit.
Memberi kode.
Cindy sedang memandang ke arahnya dengan sinis.
Else menggeser tubuhnya mendekati Aaron.
Sedikit menyodorkan dadanya yang mulus dan kencang.
Sama seperti Reva, dia memakai gaun terbuka.
Bahunya menyentuh Aaron.
Aaron tersenyum memandangnya.
Aaron pria berpengalaman..Dia tau kalau dia sedang digoda.
Dari sisi lain, Selina juga memepet tubuhnya pada Aaron.
Aaron tersenyum kecil.
Rupanya para personil SHE tertarik padanya.
Oke....
Dia akan ladeni.
Tapi untuk saat ini, dia hanya akan menikmati gesekan bahu dan sesekali tekanan dada gadis-gadis cantik ini.
Hanya dua ?
Dia akan dengan senang hati kalau kelima personil SHE memperebutkannya.
Termasuk gadis cantik yang sudah bertunangan itu.
Sekaligus memberi hadiah kecil pada Cindy.
Sejak tadi gadis itu menatapnya bulat-bulat saat dia membuka mulut.
Mendengarkan dengan seksama.
Seakan omongan nya menarik sekali.
__ADS_1
Menarik...
Kalau dia bisa merebutnya dari Sandy, berarti skornya sudah dua lawan kosong.
Bukannya dia punya dendam pada Sandy.
Tapi rasanya menyenangkan bisa dua kali mendapatkan dua wanita milik pengusaha kaya dan ganteng seperti Sandy.
Aaron tersenyum kecil.
Saat makan malam berakhir, mereka semua berbondong-bondong pergi ke club.
Mini sudah digandeng oleh Mike.
Sementara itu...
"Mau kemana mereka ?" tanya Sandy bersungut-sungut.
"Ke club." kata Tia.
"Kok kamu tau ?" tanya Michael.
"Reva tadi kasih tau." jawab Tia mengacungkan ponselnya.
Sandy cemberut.
"Kok Reva enggak ngasih tau aku ?" katanya.
"Lu yang sabar.
Cewek kalo lagi ngambek emang gitu.." kata Michael.
"Maksud kamu apa, Mas ?" tanya Tia mendelik.
"Eh..iya..iya...
Lupa gue..ada bini di sebelah.." cengir Michael.
"Aduhh !!" jeritnya saat tangan Tia melayang.
"Kalo gitu kita ke club aja." ajak Robert.
"Ya Sayang ?" katanya pada Biliyan.
Biliyan mengangguk.
"Gue pingin ngelemesin badan." senyumnya.
"Tadi sore kan udah gue bikin lemes, Yang.." sahut Robert.
Dia langsung mendapatkan sodokan di pinggang.
Elle menghampiri.
"Kalian mau kemana ?" tanyanya.
"Club.
Yukk Elle.
Makin rame makin asik." ajak Tia.
"Oh... kebetulan...
Aku juga mau kesana.
Sebentar..aku mau ajak Daniel dulu."
Elle menatap sekelilingnya.
"Kelihatannya semua mau ke club ya.." katanya menatap rombongan Cindy.
"Asiik...bakal seru nih !!" bisik Michael di telinga Robert.
Robert tertawa.
"Lu jagain calon adik ipar.." balas Robert juga berbisik.
Sandy melirik mereka berdua.
"Gue denger !" katanya sewot.
"Kalian ini teman bukan sih ?! "
"Calon sodara, San..." cengir Michael.
"Baru calon kan, Kel ?
Dia kudu berusaha keras biar bisa jadi sodara kita...
Gak gampang..." kata Robert menggoda.
"Kalian ini ?!
Besok gue tunggu di sasana." kata Sandy.
"Wah...
Dia lagi sensitif, Bet."
"Jiaah...
Emang udah nidurin ?
Kok udah sensitif aja.
Main dulu, baru beli sensitif, San.." goda Robert lagi.
Sandy melirik sewot.
"Besok...!.
Lu bedua gue tunggu jam tujuh !" katanya.
Kedua temannya tertawa terbahak-bahak.
Sandy yang biasanya kalem dan tenang saat ini sedang mudah tersulut emosi.
__ADS_1
...☘️🍎🍇🌴...