Kamu Milikku

Kamu Milikku
Di Kolam


__ADS_3

Paginya..


Sandy melangkah ke kolam renang hanya dengan celana pendek.


Tubuh atasnya terbuka.


Dia menenteng handuk.


Bertemu Robert dan Michael di sana, mereka bertiga langsung menceburkan diri ke kolam renang besar.


Berenang bolak balik , melatih otot-otot mereka.


Beberapa aktor dan karyawan Maxx serta teman-teman mereka pun ikut menceburkan diri ke kolam.


"Bet, mana Ci Bili ?"


"Lagi bareng Tia tuh.


Yoga.


Reva mana ?"


"Belajar."


"Oh..dimana?


Kamar ?"


"Ada perpustakaan.


Nanti gue samperin ke sana."


"Eh..tuh..diajakin tanding."


"Mana ?"


"Tuh..." tunjuk Michael.


Sandy menatap Aaron dan teman-temannya.


Aaron.


Sandy menipiskan bibirnya.


Dia lalu berjalan santai menghampiri.


"Ayo..." ajak Aaron.


Dia menatap Sandy.


Sandy tersenyum.


Laki-laki dihadapannya ini dulu tidur dengan pacarnya di belakangnya.


Tapi..dia sudah membalaskan dendamnya.


Dia juga sudah meninggalkan pacar pengkhianat nya.


Yang tidak disukai oleh orang-orang di sekitarnya.


Dan syukurlah...


Gara-gara itu semua, dia malah mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan gadis yang lebih baik.


Gadis yang memang disukai oleh semua orang.


Sedikit banyak..dia berterima kasih kepada Aaron.


Lepas dari orang yang tidak akan cocok dengan lingkungan nya.


Mereka bersiap-siap.


Sandy memakai kacamata nya.


Dor.


Sandy terjun.


Mengerahkan seluruh tenaga nya.


Sampai di ujung, dia berbalik dan menendang dinding.


Lalu kembali mengayunkan tangannya.


Saat menyentuh dinding, dia melirik ke samping.


Lalu memaki.


Dia kalah sepersekian detik dari Aaron.


Dari balik kacamatanya, dia melihat Aaron menatap Cindy yang berdiri menonton.


Aaron mengangkat tangannya.


Membanggakan diri sebagai pemenang.


Cindy sendiri tidak tersenyum.


Dia menatap Aaron lalu menatap Sandy.


Dan terus menatap Sandy.


Sandy melengos, berenang ke pinggir.


Robert menyodorkan handuk.


"Dikit lagi San.." katanya.


Sandy tersenyum.


"Iya.. capek juga."


Michael menatapnya.


"Capek ?


Ngapain lu semalam ?


Enggak bikin bayi kan ?"


Michael tau, Reva pindah ke kamarnya.


"Sialan lu.


Enggaklah.


Ntar aja belah durennya.


Bentar lagi." jawab Sandy dengan bibir merekah.


"Ck..ck..ck.


yang mau kawin.


Bahagia bener.." cetus Robert.


"Iya dong.


Diusahain sekian lama, harus dinikmatin hasilnya." sahut Sandy.


Michael dan Robert berdecak.


"Kayak kalian enggak aja..!" kata Sandy.


Michael dan Robert tertawa keras.


Beberapa saat kemudian, Michael dan Robert berpamitan.


Mereka kembali ke kamar, menjemput anak-anak mereka.


Sandy tetap di tempatnya.


Menikmati matahari pagi.


Matanya terpejam.


Handuk menutupi kepalanya.

__ADS_1


Srek..kreet.


Terdengar suara bangku santai sebelah digeser dan diduduki.


Sandy tetap diam.


Dia masih menikmati sinar matahari.


Sepuluh menit kemudian, dia melepas handuknya.


Matanya terbuka.


Lalu menoleh ke kiri.


Cindy sedang berbaring menatap nya.


"Apa Cin ?" sapa Sandy dengan suara malas.


"Kamu..


enak banget tidurnya." jawab Cindy.


Matanya tak lepas menatap wajah Sandy.


Menikmati wajah kekanakan itu.


Sandy tersenyum.


"Mumpung libur Cin." jawabnya lalu menggerakkan tubuhnya.


Melemaskan otot-otot nya.


Sandy mengusap wajahnya lalu berjalan ke kolam.


Terjun.


Kembali berenang menikmati sejuknya air kolam.


Dia bercanda juga dengan beberapa kawan-kawannya.


Termasuk beberapa aktor dari Maxx dan suami Elle.


Mereka main bola di kolam.


Sepanjang Sandy di kolam, Cindy tetap di tempatnya.


Berjemur dan menatap pemandangan.


Matanya dilindungi oleh kacamata hitam.


Tubuhnya yang indah nampak berkilau.


Beberapa orang berhenti menyapanya.


Aaron sejak tadi memperhatikan Sandy dari sudut matanya.


Sandy sama sekali tidak menatap Cindy.


Dia sering membelakangi Cindy.


Diam-diam Aaron merasa lega.


Dia suka berdekatan dengan Cindy.


Bercinta dengan Cindy rasanya berbeda.


Cindy responsif, aktif.


Mengatakan dengan jelas apa yang dia inginkan.


Reaksinya tidak dibuat-buat.


Meskipun demikian, Aaron tidak merasa ingin memiliki Cindy.


Dia tidak marah bila tau Cindy tidur dengan orang lain.


Tidak seperti Sandy dulu.


Yang langsung memutuskan Cindy.


Aaron tertawa kecil.


Uuggh...


Aaron tidak melihat bola yang melayang padanya.


Dilihatnya Sandy dan Alex tertawa padanya.


"Ngelamun ?!" ejek Sandy.


Aaron tidak menjawab.


Dia melempar kan kembali bola itu dengan keras pada Alex.


Dari sudut matanya dia melihat Cindy bangun dan pergi dari kursi santainya.


Setengah jam kemudian, Sandy keluar dari kolam.


Dia mengelap tubuhnya lalu kembali berbaring santai.


Handuk menutupi wajahnya.


Sreek...


Kursi di samping kembali berbunyi.


Sandy tetap diam.


Terdengar bunyi pop.


Tutup botol dibuka.


Tiga menit kemudian.


"Saan..."


Sandy masih diam.


Matanya tetap tertutup.


"Saan !!"


Sandy bergerak.


Mengerjap-ngerjapkan matanya.


Dia menyingkirkan handuk dari kepalanya.


Dia menoleh.


"Apa ?" sapanya dengan suara malas.


"Nih...


Olesin di punggungku." kata Cindy menyodorkan botol sunscreen.


Sandy mengerang.


"Sama teman kamu aja, Cin.." katanya mencoba menolak.


"Teman mana ?


Kamu yang paling deket.


Kenapa sih ?


Cuma ngolesin aja kok ?!" kata Cindy cemberut.


Sandy kembali mengerang.


Protes.


"San !!


Aku minta tolong !" kata Cindy berkeras.


Sandy memandang sekeliling.

__ADS_1


Tidak ada yang memperhatikan mereka.


Aaron masih main bola di kolam.


Sandy bangun dari posisi tiduran nya.


Dia meraih botol itu.


"Mana ?" katanya.


Cindy tersenyum diam-diam.


Dia mengarahkan punggungnya yang mulus menghadap Sandy.


Sandy menuang sunscreen di telapak tangannya lalu mulai menggosok punggung Cindy.


Dalam hatinya mengomel.


Kalo ketauan Reva, bisa berantem kelas berat nih, gerutunya.


Dia dengan cepat menyelesaikan tugasnya.


Lalu menyerahkan botolnya pada Cindy.


"Eemmm...Saaan...


Ini belum.." kata Cindy mengangkat rambutnya.


Menunjuk leher belakangnya.


Sandy menghembuskan nafas kasar.


Dia kembali menuang cream dari botol.


Lalu menggosok leher.


Saat jemarinya sampai di pundak, dengan sengaja, Cindy membalikkan tubuhnya tiba-tiba.


Tangan Sandy terpeleset ke pundak depan Cindy.


Sedikit lagi ke bawah, dia akan menyentuh dada Cindy.


Cepat-cepat dia menarik tangannya.


Hufft...hampir saja.


Cindy tersenyum padanya.


"Kenapa ?


Kamu dulu seneng nyentuh aku.." katanya dengan senyum manis menggoda.


Sandy tidak menjawab.


Dia mengembalikan botol itu ke kursi santai Cindy.


Sandy berdiri.


"Aku pergi dulu." katanya mengaitkan handuk ke lehernya.


Dia langsung beranjak pergi.


Cindy menatapnya.


Hatinya berdesir.


Tadi..hampir saja.


Dia tadinya ingin menangkap tangan Sandy.


Membawanya ke dadanya.


Cindy menunduk..


Menatap dadanya yang indah..


Perlahan tangannya menelusuri lekuk-lekuk tubuhnya.


Dia tau bahwa cinta bukan sekedar memuaskan ***** birahi.


Tapi juga perhatian dan kasih sayang terhadap pasangannya.


Ah..kalau saja Sandy mau memberikannya kesempatan sekali lagi.


Dia akan mencintai Sandy sepenuh hati.


Memujanya.


Melayani nya.


Memberikan apapun yang Sandy mau.


Di kolam.


Aaron memperhatikan dengan tidak kentara.


Hatinya tersentuh saat melihat Cindy memandang punggung Sandy yang meninggalkannya dengan tatapan terluka.


Dia Tadi melihat Cindy mencoba menggoda.


Cindy tidak melihat karena berbalik memunggungi Sandy.


Tapi Aaron melihat.


Ekspresi Sandy yang datar dan cenderung terpaksa saat mengoles punggung Cindy.


Takut dilaporkan pada tunangan kecilnya.


Aaron keluar dari kolam.


Melangkah perlahan menghampiri Cindy.


Bibirnya tersenyum menghibur.


Cindy menatapnya.


Lalu menghela nafas dengan kasar.


"Sabar..." kata Aaron.


Cindy memalingkan wajahnya.


"Mau aku hibur ?


Hmm ?" tanya Aaron.


Cindy menoleh.


"kamu cuma pingin nidurin aku." katanya cemberut.


Aaron tertawa.


Dia menunjuk miliknya yang sekarang terlihat menjulang.


"Aku udah siap menghibur kamu.


Yuk ah..


Daripada disini." ajaknya.


"Kamu tuh !!


Gak ada hiburan yang lain apa ?!" ketus Cindy.


Aaron kembali tertawa.


"Cuma ini yang bisa bikin kamu jerit-jerit.


Kayak semalam.


Yuk ah..


Jangan buang waktu." kata Aaron beranjak dari kursi santai yang tadi diduduki Sandy.


Cindy membiarkan Aaron menjauh darinya.


Lalu dia menyusul.

__ADS_1


Berjalan perlahan.


...☘️🎀🍇🌴...


__ADS_2