Kamu Milikku

Kamu Milikku
Bunga Mawar


__ADS_3

"Apa itu tuan Reo waahh benar-benar tampan, aku kira hanya di foto saja asli nya lebih tampan ya ampun" pekik salah satu wanita dari arah parkiran saat Holmes, serta lain jya baru saja keluar dari mobilnya masing-masing. Reo tidak menanggapi nya, di dunia nyata Reo memang lelaki yang begitu cuek dengan wanita berbeda di dunia maya dia akan tersenyum ramah kepada wanita manapun hanya untuk pekerjaan nya.


"Wah sang artis di panggil" ledek Jon dengan menyenggol lengan Reo, Reo hanya melirik Jon tajam lalu kembali terfokus kedepan.


"Reo nya galak cantik, sama Jon aja ya" teriak Jon mengisi parkiran sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Kyaaaa ganteng nyaaaaa" pekik wanita-wanita itu .


Holmes dan Jams hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan teman nya satu itu. Mereka akhirnya memasuki kawasan club milik Jams yang ia tanam di Indonesia. Jams langsung disambut oleh pengelola menunduk hormat saat Jams datang bersama yang lain.


"Mari tuan-tuan silahkan masuk keruangan yang sudah saya siapkan" ucap sang pengelola, mereka berempat mengikuti langkah orang itu kemudian mereka masuk kedalam ruangan VVIP paling ujung.


"Silahkan tuan, selamat menikmati. Saya akan memberikan 2 wanita untuk datang kemari"


Pengelola itu kembali menunduk hormat meninggalkan ke empat lelaki itu yang sudah mendarat pantatnya disofa empuk berkualitas tinggi.


"Jams ingat aki tidak ingin wanita, kau tau aku sudah ingin menikah" ucap Holmes dengan tatapan serius.


"Tenang saja aku sudah menyuruh hanya 2 wanita saja untuk ku dan Jon. Aku tau kau dan Reo sangat lah sensitif dengan wanita luar" balas Jams tenang kemudian ia menegak 1 minum dengan cepat.


"Aku tidak tau kalau kau memiliki club di Indonesia" ucap Reo yang sedang memainkan minuman nya.


"Aku baru saja membangun 5 bulan yang lalu, tidak ku sangka di Indonesia cukup laku besar. Yang ku tau banyak sekali para penjabat yang sering datang kemari"


"Wahh seperti nya aku harus membangun Mall lagi di Indonesia, kau benar di Indonesia cukup lah banyak memiliki ke untungan" kini Jon mulai ikut berbicara, sedang Holmes mendongakkan kepalanya membayangkan wajah Syahna disampingnya tentu bukan di tempat seperti ini ia membayangkan wanita nya itu. Rindu yang menggebu-gebu membuat Holmes tidak tahan ingin menghubungi Syahna, akhirnya ia memutuskan untuk keluar sebentar berdiri didepan mobilnya sambil mencari-cari nomor Syahna. Baru kali ini ia menghubungi nomor wanita itu langsung biasanya dia akan menelepon lewat bibi Lena.


Drt....drt....


"Hallo ini siapa ya?" ucap Syahna dengan suara manisnya.


"Maaf pak atau ibu saya sedang sibuk mengurus anak-anak jika tidak ada hal penting saya matikan ya"


"Bisa tidak jangan membuat kenikmatan ku terganggu. Aku baru saja menikmati suara mu lewat benda kecil ini" ucap Holmes lembut tidak ada sahutan dari Syahna. Holmes yakin gadis itu terkejut sekaligus senang.


"Tuan Holmes, ternya kau. Maaf bukan maksudku seperti itu hanya saja aku tidak tau ini nomor mu"


"Sekarang kau matikan telepon nya simpan nomor ku. Nama kan 'Suamiku'" balas Holmes dengan sedikit nada menggoda.


"Tuan Holmes hentikan, kau selalu saja menggoda ku. Kau bukan suami ku dan kita belum memiliki hubungan apapun" omel Syahna membuat Holmes gemas. Untung saja mereka jauh jika tidak Holmes sudah ******* bibir Syahna dengan cepat. Belum berucap Holmes sudah di panggil oleh salah satu pelayan Jams, menyuruh untuk kembali kedalam. Holmes pun mengangguk lalu memberikan isyarat untuk pergi duluan kepada pelayan itu.


"Tunggu lah sebentar lagi, kau akan jadi istriku dan aku akan jadi suami. Aku akhiri dulu ya, selamat sore. Bye My Mine"


Tut


Holmes pun kembali kedalam, melihat Jams dan Jon membuat nya tidak niat untuk masuk. Walaupun ia tidak berniat meninggalkan teman-teman tetapi melihat hal yang membuat gairah nya bangkit Holmes memilih untuk pamit terlebih dahulu. Gawat kalau ia berlama-lama didalam ruangan itu, berbeda dengan Reo dia seorang duda dia sudah pernah merasakan jadi dia sangat acuh dengan kedua teman nya itu, bahkan lelaki itu memilih tidur di ruangan khusus.


"Dasar lelaki brengsek, mengajak ku club hanya untuk menyalurkan hasratnya. Kalau gitu kirim kembali mereka ke negara nya masing-masing" dumel Holmes yang sudah masuk kedalam mobilnya. Mobil Holmes pun melaju dengan cepat meninggalkan ketiga teman terkutuk nya itu.

__ADS_1


Bukan kembali ke apartemen Holmes memilih ke toko bunga membelikan beberapa warna bunga mawar untuk Syahna. Selesai membayar Holmes langsung melajukan kembali mobil nya menuju panti asuhan.


"Selamat Sore bibi Lena" salam Holmes dengan senyuman manis membuat bibi Lena terpesona apa lagi Holmes melepaskan Jaz kerja nya.


"Bibi selamat sore"


"Ya ya Selamat sore Hol, mau bertemu Syahna ya?"


Holmes mengangguk


"Dia ada di taman belakang, samperin saja dia"


"Terimakasih, saya kebelakang dulu ya bi"


Melihat kepergian Holmes bibi Lena sempat khawatir akan hubungan Syahna dan Holmes. Apa Holmes akan menerima jika tau Syahna bukan anak dari panti asuhan yang sebenarnya.


"Aku harap cinta mereka sangat tulus satu sama lain. Semoga kau tenang Hanum anak mu mendapatkan laki-laki masa kecil nya" Bibi Lena saat melihat Holmes pertama kali sempat ketakutan, takut Syahna mengalami flek pada otaknya. Tetapi melihat reaksi Syahna waktu awal bertemu seperti nya baik-baik saja, dan seterusnya bibi Lena berpura-pura tidak mengenal Holmes lebih jauh, dia hanya tau Holmes cucu dari Frans suami dari Qian sahabat nya dulu.


Syahna yang tidak menyadari kehadiran Holmes tetap bercanda ria dengan Tina dan lain nya. Riana yang melihat kedatangan Holmes langsung menyikut lengan Jiah untuk memberikan isyarat kepada Syahna, membuat wanita itu menoleh tak percaya baru saja ia menyelesaikan telepon barusan, dengan lelaki itu tiba-tiba lelaki itu sudah dihadapannya.


"Tuan Holmes"


"Boleh tinggal kan kami berdua" pintu Holmes ketemen-temen Syahna. Mereka menganggukkan kepalanya, Michel dan Pandu awalnya menolak saat di berikan uang oleh Holmes kedua anak itu memberikan hormat dalam artian kedua anak itu di sogok.


"Ada apa tuan datang kemari?"


Syahna mengangguk lalu tertawa kecil


"Seperti nya aku harus berolahraga lagi agar kelihatan lebih muda, dan ini untukmu sayang ku"


Wajah Syahna memerah mendengar Holmes memanggil nya dengan sebutan sayang, jantung nya langsung berpacu sangat cepat.


"Bunga mawar?, kenapa warna nya banyak sekali"


"Aku tidak tau kau suka warna apa jadi ku belikan semua warna. Terimalah ini bukan pernyataan cinta. Aku hanya ingin memberikan mu ini, untuk perasaan aku ingin lebih dekat dengan mu dulu. Baru aku akan mengajakmu kejenjang yang lebih serius"


Plus sudah kebahagiaan dalam hati Syahna setelah mendengar ucapan Holmes barusan serta bunga mawar yang begitu cantik dengan berbagai warna. Syahna menerima bunga mawar tersebut lalu mencium aromanya, harum serta bau wangi tubuh maskulin Holmes.


"Terimakasih bunganya, dan aku rasa aku menerima tawaran mu untuk memulai dari awal" ucap Syahna sambil tersenyum senang, melihat itu Holmes langsung ******* bibi Syahna dengan ganas membuat Syahna sedikit kaget. Lama-lama ia menikmati ciuman itu, hati nya sekarang sudah menerima laki-laki itu sepenuhnya hanya saja mereka memerlukan waktu untuk mengenal satu sama lain. Holmes melepaskan panggutan nya memberikan nafas untuk mereka berdua, jemari Holmes mengelus bibir mungil Syahna lalu memeluk erat gadis itu ingin sekali ia menghentikan waktu hari ini. Seperti kupu-kupu terbang melewati seluruh tubuhnya.


"Holmes lepaskan aku malu"


"Sebentar sebentar saja"


Merasa puas Holmes melepaskan pelukannya lalu kembali mencium bibir Syahna sekilas. Dengan lekat Holmes memandangi wajah Syahna, setetes air mata mengalir entah rasa sedih menghampiri nya. Tangan halus menghapus air mata itu, Holmes memejamkan mata menikmati sentuhan tangan Syahna.


"Kenapa menangis, aku baru tau lelaki gagah seperti mu sangat cengeng"

__ADS_1


Holmes terkekeh lalu mencium kening Syahna.


"Aku sangat bahagia Syah, kalau kau menerima kehadiran ku. Dan aku pamit pulang, aku harus kembali teman-teman ku pasti mencari ku. Dan simpanlah bunga mawar ini"


"Aku akan menyimpan nya Hol"


"Aku pamit Syah"


"Iya, hati-hati dijalan Hol"


Sebelum pergi Holmes mencium punggung tangan Syahna lalu kening wanita itu. Syahna hanya bisa menahan rasa malu serta kebahagiaan nya. Holmes pun pamit dan meninggal Syahna di taman belakang panti asuhan, melihat punggung Holmes telah hilang dari pandangan, Syahna melompat-lompat kegirangan sambil memeluk bunga mawar pemberian Holmes membuat semua teman-teman tersenyum bahagia.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Next to be continued 👉

__ADS_1


__ADS_2