Kamu Milikku

Kamu Milikku
Perban Cinta


__ADS_3

Saat di kantor wajah Holmes tidak seperti biasanya, Derga dengan santai menanyakan kenapa tangan Holmes di perban.


"Tangan mu kenapa?"


"Laki-laki brengsek itu datang"


Derga tidak membuka suara lagi, ia tau siapa laki-laki yang di maksud Holmes.


"Apa kau akan terus seperti ini jika dia datang?, kau kan baru beberapa hari di Indonesia jaga lah kesehatan mu. Jika media tau kau memiliki trauma terhadap lelaki itu bisa menjadi ancaman bagi perusahaan kita" seru Derga yang sudah fokus kembali ke berkasnya. Holmes hanya berdehem membalas ucapan Derga, seperti ini lah hubungan mereka saat didalam satu ruangan tidak akan ada formal satu sama lain.


"Kau ada meeting sebentar lagi, ganti perban mu sana"


"Iya iya bawel!"


Bukan mengganti perban Holmes malah memerhatikan bingkai foto Syahna yang sudah terletak di atas meja kerja nya, saat ia bertemu kedua kali nya dengan Syahna. Derga kembali masuk kedalam lalu ia menaruh kotak P3K dengan keras membuat Holmes terlonjak kaget.


"Cepat ganti atau aku akan menyuruh wanita-wanita di kantor ini yang mengganti nya!" tegas Derga sambil membenarkan kacamata.


Holmes pun langsung mengganti perbannya buru-buru, lebih baik Syahna yang menggantikan dari pada karyawan nya. Bisa-bisa bukan ganti perban malah membuat nya stress. Selesai mengganti perban Holmes dan Derga langsung masuk keruangan meeting, semua menatap kagum Holmes saat ia masuk. Memang berbeda jika terlahir sebagai keluarga yang terhormat. Tidak butuh waktu lama Holmes menyelesaikan meeting dengan bagus dan langsung diterima oleh semua rekan-rekan nya terutama Tuan Ray yang menolong Syahna juga kemarin.


"Halo tuan Holmes" sapa tuan Ray yang berbarengan keluar dengan Holmes.


"Halo tuan" balas Holmes singkat.


"Bagiamana keadaan calon istri anda?" tanya Ray


"Baik-baik saja, hari ini aku ingin mengunjungi nya. Saya duluan tuan Ray"


"Hahaha baik lah, semangat tuan Hol. Aku mendoakan mu yang terbaik"


"Terimakasih tuan Ray, saya permisi"


Ray membalas dengan acungan jempol lalu menatap punggung Holmes hilang dari pandangan nya, kemudian ia melangkah pergi ke lift.


Di panti asuhan Syahna yang sejak kemarin tidak muncul, sekarang sedang sibuk mengurus beberapa berkas-berkas adobsi di temani Michel dan Pandu. Dua anak itu akan selalu menemani Syahna sejak kepulangan Syahna dari rumah sakit.


"Mic paman Holmes kenapa tidak pernah datang lagi ya?" tanya Pandu sambil mengayunkan kaki nya.


"Mungkin dia sibuk" balas Michel santai


"Jangan membicarakan laki-laki itu, kalian kenapa jadi suka dengan nya?" tanya Syahna yang masih sibuk membereskan berkas-berkas.


"Kami pikir paman Holmes tidak seburuk yang awal kita pikirkan kak, lihat lah baju kami sangat bagus bukan?"


Ucap Michel memamerkan baju nya ke Syahna Pandu pun mengikuti nya, Syahna hanya geleng-geleng sambil tersenyum.


Kalian hanya di sogok, dasar laki-laki itu pintar sekali menyogok anak kecil


"Memang sih dia tidak buruk-buruk sangat"


"Apa kau mengakui kalau aku memang baik sayang"


untung nya Syahna tidak terjungkal ke lantai sebelum Holmes menahan kursi yang diduduki Syahna.


"Mau apa kau kemari?"

__ADS_1


"Melihat calon istriku"


"Sejak kapan aku menerima untuk jadi calon istri mu, jangan mengada-ngada tuan Holmes!"


Cup


tiba-tiba Holmes mengecup bibir Syahna, membuat gadis itu terpaku.


"kalau kau terdiam tanda nya kau calon istri ku"


"HOLMES! ,kau ini tidak tau sopan santun ya. Ada anak-anak jangan sembarang mencium ku!" ucap Syahna kesal karena Holmes selalu saja melakukan hal sesuka hatinya.


"Tenang saja mereka sudah ku ajari, lihatlah mereka. Dan apa kau ingin ku cium lagi?" Michel dan Pandu sudah menutup matanya, hal itu di ajari Holmes saat di Mall tidak sengaja melihat sepasang kekasih sedang berciuman di Lift.


PLAK


Syahna menampar wajah Holmes, Derga yang melihat itu langsung mencengkeram lengan Syahna kuat membuat Syahna kesakitan. Holmes langsung menarik tangan Derga dari lengan Syahna, mengelus lengan Syahna lembut.


BUGH


"Kau itu apa-apan!, sejak tadi aku sudah menahannya!" bentak Holmes membuat perban di tangan nya berantakan dan menimbulkan bercak merah. Derga yang menyadari kesalahannya mengusap wajah nya kasar kemudian menunduk meminta maaf ke Syahna lalu pergi begitu saja. Holmes tau apa yang dilakukan Derga barusan efek kelakuan nya sejak kecil yang melihat Holmes yang selalu di perlakuan buruk oleh tuan besarnya tidak lain Papa nya Holmes, sejak itu Derga selalu langsung berubah menjadi kasar ketika melihat seseorang melukai Holmes. Holmes tidak berbicara apapun lagi sekarang ia terfokus ke lengan Syahna yang sedikit memerah.


"Maaf, maafkan asisten ku. Apa ini sakit?"


Syahna hanya menggelengkan kepalanya merasa kaget dengan perlakuan Derga barusan. Holmes dengan lembut mengelus-elus lengan Syahna, Syahna menatap Holmes dalam ada perasaan aneh saat Holmes mengelus lengan nya. Kini mata Syahna tertuju ke perban Holmes yang semakin tidak karuan, tanpa sadar Syahna menarik tangan Holmes untuk melihat lebih dekat perban yang berantakan itu.


"Kau terluka?" tanya Syahna yang sedikit khawatir. Holmes hanya mengangguk lalu menarik tangannya namun ditahan oleh Syahna.


"Duduk lah, aku akan ambil P3K dulu, jangan bandel seperti anak-anak itu"


"Sedikit" balas Holmes malas.


"Paman menyebalkan, ayok Pandu kita pergi dari sini"


Holmes kembali terkekeh melihat kelakuan dua bocah laki-laki itu, melihat itu membuat kenangan masa kecilnya bersama Derga teringat kembali. Dalam lamunan Holmes tidak menyadari Syahna sudah menyelesaikan pengganti perbanya.


"Tuan Holmes perban nya sudah ku ganti, kau harus sering mengganti perbannya,jika tidak tangan mu bisa di amputasi karena infeksi"


Holmes memeluk Syahna, awal nya Syahna memberontak tetapi saat mendengar isakan dari Holmes Syahna membiarkan lelaki itu memeluk nya.


"Tenang-tenang, jangan nangis ya. Aku sudah ganti perban nya kok. Jadi gak akan di amputasi, kamu kan jagoan masa nangis denger mau di amputasi doang"


Yang tadi nya melow Holmes jadi tertawa kecil mendengar tuturan kata yang ngawur dari Syahna, memang benar Syahna adalah gadis kecil yang selama ini ia cari-cari dan selalu ia tunggu-tunggu. Holmes pun melepaskan pelukannya lalu mengelus pundak Syahna menatap intens wajah Syahna membuat ketenangan jiwa bagi Holmes sendiri.


Cup


"Masih manis ternyata" bisik Holmes yang habis mencium bibir Syahna tiba-tiba. Membuat gadis itu tersipu malu.


Ya ampun untung saja deg-degan nya baru sekarang kalo tuan Holmes mendengar nya bisa makin menjadi dia mengincar ku


Kali ini tidak ada lawanan dari Syahna, Holmes kembali mencium bibir Syahna lebih lama, Syahna pun ikut larut dalam ciuman itu membuat nya membuka mulutnya dan memberikan akses untuk Holmes memasukan lidahnya. 5 menit berlalu mereka saling memanggut bibir dan lidah, Kedua nya melapaskan ciumannya. Deru nafas mereka berdua beradu saat wajah mereka masih berdekatan.


"Terimakasih dan maaf aku lancang terus-menerus terhadap mu" ucap Holmes lembut mengelus pipis Syahna, membuat Syahna menutup wajah nya malu karena sudah semerah kepiting rebus yang sudah lewat batas merebusnya.


"Kenapa di tutupi, aku suka melihat wajah malu mu"

__ADS_1


"Tuan tolong anda kembali, disini bukan tempat mesum. Dan aku maafkan kelakuan mu sejak kemarin"


"Baiklah aku akan kembali, tenaga ku sudah pulih saat melihat mu. Sampai ketemu besok lagi sayang" ucap Holmes bangkit dari sofa, lalu mencium kening Syahna yang sedikit terhalang oleh tangan nya.


Cup


Ya tuhan kenapa sih dia demen banget cium-cium aku


"Sampai jumpa juga tuan Holmes" ucap Syahna melepaskan tangannya dari wajahnya lalu melihat punggung Holmes semakin lama semakin hilang dari pandangan nya.


"Hmm cie ada yang lagi kasmaran nih kaya nya. Awal-awal ngatain sekarang perhatian ciee" ledek Tina membuat Syahna kembali tersipu malu. Memang awalnya ia tak suka dengan kehadiran Holmes yang tiba-tiba dan bersikap seenaknya serta kurang ajar, namun lama-lama hatinya merasa tenang dan nyaman saat Holmes mencium dan memeluk nya, hati yang berdetak lebih cepat dan tersipu malu saat Holmes memanggil nya sayang.


Apa aku mulai luluh terhadap nya?, jika ia apa aku pantas jadi kekasih nya?


batin Syahna mengingat status nya hanya seorang anak yatim-piatu, dari kehidupan nya pun ia tidak pantas untuk seorang besar seperti Holmes. Namun, Syahna kembali menyerahkan itu semua ke pada sang pencipta siapapun jodohnya ia terima.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Next to be continued 👉

__ADS_1


__ADS_2