
Ric,,! cepat panggilkan dokter kevin.!! seru ando yang sudah jelas melihat istrinya sadar dari tidur panjangnya.
Dokter kevin yang mendengar dari rico felix telah sadar, berjalan dengan langkah cepat menuju ruang VIP tempat felix di rawat.
Tolong periksa keadaan istriku vin.!! seru ando yang melihat kevin masuk tergesa gesa.
Dokter kevin pun mulai memeriksa keadaan felix secara perlahan.
Felix,,,! panggil dokter kevin.
Felix pun menatap dokter kevin seolah mengingat sesuatu dan ia menatap lekat wajah kevin.
Apa yang kau rasakan saat ini, tanya dokter kevin lagi.
Namun felix hanya diam tak menjawab apa pun, dan hanya menatap dokter kevin dalam.
Dokter kevin yang paham dengan tatapan felix pun tersenyum.
Apa kau mengingat sesuatu.?? tanya dokter kevin tersenyum.
Felix mengangguk tanda mengiyakan.
Namun masih tetap menatap dokter kevin lekat.
Kau masih ingat denganku.?? tanya dokter kevin lagi.
Felix pun tetap sama hanya mengangguk.
Kevin pun tersenyum pada felix.
Terimakasih karena masih mengingatku,kata dokter kevin yang di balas senyum oleh felix.
Ando yang melihat interaksi istrinya dengan kevin pun sedikit kesal, pasalnya kevin bukannya memberitahukan keadaan istrinya malah mengenang masa lalu di hadapannya.
Kalau kau hanya ingin mengatakan istriku masih mengingatmu,, lebih baik kau keluar.!! ucap ando yang mendorong tubuh kevin dari hadapan felix.
Aku kan hanya senang kalau istrimu masih ingat dengan wajah tampanku ini.!! ucap kevin sengaja membuat ando semakin kesal.
Bicara tak jelas lagi,, ku lempar kau dari jendela rumah sakit ini, kata ando yang semakin kesal karena kevin mengumbar ketampananya di depan istrinya.
Dokter kevin terbahak mendengar ucapan ando yang terlihat cemburu, namun ia juga senang karena ando sangat mencintai felix.
Sayang,,, bagaiman perasaanmu?? apa yang sakit hem??
tanya ando tak meladeni kevin yang menertawainya.
__ADS_1
Dia sudah lebih baik,, dan kita tinggal menunggu proses pemulihannya saja, kata doktet kevin.
Aku tak bertanya padamu.!! sahut ando dengan tatapan tajamnya.
Huhhh,,, segitunya lo.!! waktu itu aja lo nangis nangis seperti anak kecil.!! sahut kevin.
Diam lo.!!! sekali lagi lo ngoceh, gue tendang benaran lo dari lantai 3 ini, ucap ando dengan sorot mata tajamnya.
Kevin pun diam seketika dan tak melanjutkan bicaranya lagi, dan memilih untuk pergi dari sana.
Rico pun mendekati mereka dan bicara pada felix.
Nona,, semoga cepat sembuh dan saya sangat senang anda sudah sadar, ucap rico sopan.
Felix pun tersenyum dan mengangguk pelan.
Lo udah kasih kabar mami dan papi ric?? tanya ando memastikan.
Sudah bos.!! dan tuan dan nyonya sedang menuju kesini, ucap ando menjelaskan.
Saya balik ke kantor bos,, ada rapat penting hari ini, kata ando pamit.
Baiklah,,, bereskan dengan baik.!!! kata ando
Saat rico keluar dari ruang rawat felix, widodo dan istrinya pun sudah berdiri di depan pintu hendak masuk.
Widodo dan istrinya pun masuk tak sabaran karena ingin segera memeluk menantu kesayangannya itu.
Sayang,,, mami merindukanmu, memeluk felix dengan air mata yang sejak tadi ia tahan dan sangat senang dengan kabar yang didapat bahwa felix telah sadar.
Mami,,, hiks,,hikss,hikss, tangis haru pun tercipta di ruang VIP itu.
Bagaiman keadaanmu nak.?? ucap widodo yang bediri sisi kiri ranjang dan mengelus lembut kepala felix.
Felix baik pih.! jawab felix masih dengan air mata, tak menyangka ia masih bisa melihat wajah kedua sosok yang sangat ia sayangi dan sebagai panutannya.
Sudah jangan menangis,,, yang terpenting sekarang kamu tidak meninggalkan kami, dan papi kecewa nak.!! ucap widodo dengan tarikan nafas berat karena akan mengatakan hal yang akan sangat menyakitkan pada mereka semua.
Papi kecewa sama putri papi yang merahasiakan hal besar, dan itu membuat papi jadi tak berguna sebagai orang tua, yang tak tahu putrinya sakit parah, ucap widodo dengan air matanya yang sudah mengalir.
Felix pun merasa bersalah dan tak berani menatap widodo dengan rasa sedih dan kecewa yang di ungkapkannya.
Maaf pih,,, ucap felix pelan dengan suara isak tangisnya.
Papi tak menyalahkanmu nak,,, papilah yang bodoh tidak tahu apa yang kamu rasakan dan alami, maaf kalau papi kurang memperhatikanmu, ucap widodo lagi dengan suara lembutnya mengusap kepala felix penuh kasih sayang.
__ADS_1
Ando yang melihat kedekatan istrinya dengan kedua orang tuanya pun, terharu, betapa bahagianya ia memiliki istri seperti felix yang sangat menyanyangi keluarganya, sungguh berhati malaikat, batinnya.
Felix yang menyadari sebelum ia menjalani operasi ia masih dalam keadaan hamil, tapi di mana anaknya,, apakah anakku tak bisa di selamatkan pikirnya takut dan mencoba bertanya.
Ndo,,
Iya sayang,, kenapa hem??
Ada yang sakit.?? tanya ando hawatir.
Tidak,,, bukan itu, kata felix yang terlihat cemas.
Lalu.??
A,aanakku.! ucap felix sedikit gugup dengan rasa takut yang sudah ia pikirkan bahwa anaknya tak selamat.
Anak kita di ruang bayi sayang,, karena dia belum cukup umur saat kau lahirkan dan masih di incubator, jawab ando tak ingin istrinya berpikir lain tentang anaknya.
Felix pun menghembuskan nafas lega, saat mendengar penjelasan suaminya.
Kenapa hem.? jangan berpikir yang tidak tidak, anak kita baik baik saja sayang, dan juga sangat tampan seperti aku daddynya, ucap ando kepedean.
Benar sayang,, cucu mami sangat tampan, dan terimakasih sudah memberi mami hal yang sangat berharga itu, kata maminya yang tak kalah heboh dari ando.
Kalian ini,, anak sama mami sama saja, terlalu percaya diri sekali, yang ada juga dia sangat mirip dengan papi dan tampannya juga seperti papi, ucap widodo dengan tampang sok coolnya.
Halllahh,,,,, tampan dari mana.??? sahut mami yang tak terima karena dikatain suaminya tadi.
Iyakan,, kalau papi ngak tampan mami ngak bakal jatuh kepelukan papi, sahut widodo yang merasa di remehkan sang istri.
Ando yang melihat perdebatan mami papinya pun, hanya tepuk jidat, ngak bakalan selesai ini perang karena tak ada yang mau mengalah, pikirnya.
Cihh,,, masih lebih tampan mantan mami dulu, ucap maminya ando masih tak mau kalah.
Widodo yang mendengar kata mantan pun, langsung menatap sang istri tajam,, karena baginya mantan tak perlu di ingat di masa depan karena itu hanya masa lalu.
Mami yang di tatap tajam pun tak perduli dan cuek, berlalu keluar bertujuan melihat cucu kesayangannya yang imut.
Widodo yang tak terima dengan kepergian istrinya yang cuek dengan tatapan tajamnya pun menyusul keluar.
Ando dan felix yang melihat tingkah mami papinya pun hanya tersenyum lucu karena tak ada akan habis habisnya bila sudah berdebat.
Namun itulah keluarga yang bahagia, kekurangan akan tertutupi dengan kelebihan yang ada, saling mengisi satu sama lain maka terciptalah keluarga harmonis yang bahagia.
Up lagi ya gaes,
__ADS_1
Thanks