Ketegaran Hati Wanita Miskin

Ketegaran Hati Wanita Miskin
Memberi Pelajaran Bukan Tak Sayang.


__ADS_3

Setelah Rafa bicara sebentar pada Atika, Rafa keluar dari ruang rawat itu, karena tak sanggup melihat air mata Atika.


Atika yang tinggal sendiri di dalam, tangisnya pecah, melihat sikap suaminya berubah dingin dan datar, dan itu karena Atika tidak menghargai kekhawatiran suaminya.


Felix yang melihat Rafa keluar, bertanya pada Rafa, apa yang terjadi karena Rafa keluar menangis, Rafa bukannya sedih karena memarahi Atika, tapi memikirkan perkataan dokter Mira, seandainya Atika tidak nekat pergi sendiri, mungkin janin itu akan baik-baik saja.


"Rafa.! Ada apa?? kenapa kamu meninggalkan Atika sendiri??


" Rafa pusing mom, Rafa mau sendiri dulu, tolong jaga Atika, pergi meninggalkan tempat itu.


"Rafa.!! semua masalah punya jalan keluar, jangan seperti ini.!! teriak Felix karena Rafa pergi begitu saja.


" Biarkan nak Rafa menenangkan dirinya buk Felix, pak Danu paham dengan perasaan menantunya, dan ia tidak mau membela putrinya yang jelas-jelas salah.


"Tapi nggak begini juga pak Danu, mereka bukan anak-anak lagi.! Felix tak suka dengan sikap Rafa yang seperti itu.


" Atika harus menyadari kesalahan nya, dan dengan begitu kejadian seperti ini tidak terulang lagi, karena semua yang terjadi karena ulah Atika yang tidak memikirkan keselamatannya, pak Danu bicara tegas, karena memang Atika pantas mendapat sikap demikian dari menantunya.


"Sudahlah mom, biarkan Rafa menenangkan dirinya dulu, mungkin Rafa hanya kecewa pada Atika, menenangkan istrinya yang tersulut karena tak suka dengan sikap Rafa.


" Tapi Dad, semua kan bisa di bicarakan baik-baik, dan kita juga akan menasehati Atika, nggak harus seperti ini, Atika bisa stres kalau pikirannya semakin tertekan.! takut kesehatan Atika semakin memburuk.


"Sebaiknya momy menemani Atika di dalam, Dady dan pak Danu menunggu di sini, tenangkan Atika, dady yakin Atika pasti menangis, ujar Aliando.


Felix pun masuk ke ruang rawat Atika, melihat Atika menangis terisak, Felix pun menjadi iba, tapi tetap saja Atika tidak bisa berbuat banyak, karena ini masalah putra dan menantunya, segalanya hanya mereka yang bisa menyelesaikan masalah ini.

__ADS_1


Sementara di taman rumah sakit, Rafa duduk di kursi taman itu, menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, pikirannya kalut, tak bisa menerima kalau sampai janin dalam kandungan Atika tidak terselamatkan.


"Dari awal aku sudah merasakan firasat yang buruk, itu sebab nya aku menempatkan pengawal untuk selalu mengawasi mu, tapi kamu malah nekat pergi tanpa ada yang menemani mu, dan sekarang semua menjadi buruk seperti ini, aku bahkan tidak bisa melakukan apa pun.!! meratapi kesedihannya, menyesali dirinya sendiri, karena terlalu menuruti Atika, untuk tinggal di kota B.


Felix mencoba menenangkan Atika yang masih menangis, Felix paham bagai mana perasaan Atika saat ini, karena di cuekin dan di marahi suami sendiri, sangat menyedihkan, apa lagi kesalahan itu dari diri kita sendiri.


"Tika, sudah, jangan menangis lagi, Rafa mungkin hanya kecewa sayang, tapi kamu juga harus bisa memahami bagai mana perasaan Rafa, dan kamu harus bisa menyikapi keadaan ini, momy tahu kamu sangat bersedih, mungkin Rafa bersikap begitu hanya memberi kamu pelajaran, bukan karena tak sayang sama kamu, selembut mungkin Felix memberi Atika nasehat, agar Atika tidak tersinggung dengan perkataan nya.


"Atika tahu ini kesalahan Tika mom, tapi sikap mas Rafa yang seperti itu membuat Atika sakit mom.!


"Apa yang kamu bilang itu benar sayang, tapi kamu juga harus tahu, bagai mana sakit nya Rafa saat melihat keadaan mu.! seberapa cemasnya dia, khawatir, takut, memenuhi pikirannya saat itu.!


Atika pun tertegun mendengar penuturan mertuanya itu, ia lupa dengan kenyataan itu, dan bisa membayangkan bagai mana hancurnya suaminya saat melihat keadaan ya saat itu, dan Atika pun paham kenapa sikap suaminya begitu dingin dan datar pada nya, dan siapa pun pasti akan bersikap seperti itu karena di sini Atika lah yang salah, kebaikan dan ketulusan suaminya ia lupakan hanya karena ingin bebas melakukan apa pun, tak memikirkan dirinya yang begitu di sayangi semua orang, dan sakit hati Atika sama sekali tidak beralasan karena sikap Rafa yang demikian, karena memang sudah lupa diri dan juga lupa, di luar sana tidak semua orang tulus dan senang dengan kebahagiaannya.


"Apa kamu sudah mengerti maksud momy sayang??


"Sebaiknya kamu istirahat, jangan khawatirkan Rafa, bentar juga dia akan balik, hanya menenangkan diri saja, dan momy yakin, Rafa begitu karena sangat menyayangimu, dan kamu harus sabar, sampai Rafa benar-benar bisa memaafkan mu.!


" Makasih mom, Atika beruntung punya momy, Tika akan sabar sampai mas Rafa maafin Tika, pasrah, dengan keadaan sampai suaminya memaafkan nya, dan ia akan berusaha, mengembalikan kepercayaan suaminya lagi.


Melihat Atika sudah tenang, dan bisa menerima keadaan, Felix pun lega, kini tinggal memikirkan cara bagai mana bicara pada putranya, dan memberi pemahaman, agar hubungan putra dan menantunya tetap aku dan bahagia seperti sedia kala.


Rafa sudah kembali dari taman, tapi Rafa tidak masuk ke dalam ruang rawat Atika, karena Aliando melarang nya, dan memberi momy dan istrinya waktu untuk bicara, menenangkan Atika.


Saat Felix keluar, melihat Rafa sudah kembali, hatinya lega karena putranya bukan lelaki yang tidak bertanggung jawab, dan lari dari kenyataan. Felix pun duduk di sebelah Rafa, mengelus lembut punggung Rafa, Felix tahu beban Rafa saat ini, dan Felix akan mencoba bicara pada putranya pelan-pelan nanti.

__ADS_1


"Maaf tuan Rafa, anda di panggil dokter Mira keruangan nya, seorang suster menghampiri mereka.


Rafa yang mendengar nama dokter Mira, jantungnya langsung berdebar kuat, takut mendengar kabar apa lagi yang akan di sampaikan dokter Mira pada nya, soal keadaan Atika dan janin nya.


" Pergilah, temui dokter Mira, kami akan menjaga Atika di sini.!


Rafa hanya mengangguk lemah, pikirannya langsung tertuju pada ucapan dokter Mira kemarin, apakah ia sanggup mendengar kabar buruk tentang janin itu?? Rafa bagai orang linglung, berjalan menuju ruangan dokter Mira, bahkan dadanya sudah sangat sesak, ingin sekali Rafa menangis berteriak sekencang-kencangnya, tapi seperti nya air matanya enggan untuk keluar, dan Rafa harus mempersiapkan mental dan batinnya, untuk menerima semua kenyataan ini.


"Silahkan tuan, dokter Mira menyuruh Rafa duduk.


"Apa ada perkembangan atau malah sebaiknya dokter?? Rafa tak ingin berbasa-basi lagi, karena sudah sangat sesak saat ini.


"Kemarin saya menyampaikan soal diagnosa sementara kami, dan sekarang hasil sesungguhnya sudah keluar, dan, _


"Jangan bertele-tele dokter, katakan saja apa hasil sesungguhnya, Rafa langsung memotong ucapan dokter Mira, karena sangat takut mendengar kabar mengenai janin itu.


" Tuan.!! saya tahu tuan sangat takut dan cemas, tapi biarkan saya menjelaskan dulu.! dokter Mira pun prihatin melihat keadaan mental Rafa, yang begitu cemas dan takut.


"Baiklah, maaf kalau sikap saya terlalu berlebihan, Rafa sadar karena sudah memotong pembicaraan dokter Mira.


" Sesuai hasil diagnosa kami, janin dalam kandungan ibu Atika, bisa bertahan, dan pendarahan yang di alami ibu Atika just sudah tidak membahayakan janinnya, tapi keadaan janin masih lemah, tapi melihat perkembangan yang ada, saya jamin janin itu bisa bertahan, dokter Mira menjelaskan, membuat Rafa seperti mendapat hadiah, tapi tidak di pungkiri, Rafa menangis, mendengar kabar baik itu, air matanya pun menetes, merasa haru, karena anaknya ternyata anak yang kuat, dan ini sangat membuat Rafa bahagia.


Next.


Jangan lupa jejaknya ya guys, mana like nya, komen nya, juga Vote nya, dukung ya, biar arthor semakin semangat untuk Up ya, thanks.

__ADS_1


Salam Arthor 🙏🙏


__ADS_2