Ketegaran Hati Wanita Miskin

Ketegaran Hati Wanita Miskin
Ancaman Lagi.


__ADS_3

***** makan Atika hilang, saat Rafa menyindirnya di meja makan.


Atika yang kesal pun berbaring di ranjangnya, pikirannya masih tertuju pada makanan, karena masih lapar.


"Aku bahkan masih makan tiga sendok tadi, tapi si tuan kejam itu, menghancurkan selerah makanku.!! dasar batu tidak punya perasaan.! kesal Atika yang menghentak-hentakan kakinya di atas ranjang.


Di meja makan, Dewa dan Bibi Lana semakin bingung karena Rafa mengambil makanan Atika yang di tinggalkannya.


Rafa menambah nasi, lauk dan sayur, ke piring Atika. Berjalan ke dapur mengambil nampan, dan menata makanan dan segelas air di atas nampan tersebut.


Rafa pun berjalan menuju kamar Atika dengan nampan di tangannya. Perlahan Rafa membuka pintu kamar Atika, saat masuk Atika tak menyadari karena ia menelungkupkan wajahnya ke bantal, berusaha melupakan nikmatnya makanan yang di tinggalkannya tadi.


Rafa pun meletakkan nampan itu di atas nakas, melihat Atika yang masih belum menyadari keberadaannya, Rafa hanya bersidekap dada melihat tingkah Atika.


" Kheemm.!! Rafa pun sengaja berdehem, agar Atika sadar bahwa Rafa berada di kamarnya.


Atika yang mendengar deheman Rafa pun, mengira itu hanya halusinasinya, yang kesal pada Rafa.


"Huhh.! bahkan suara dehemannya saja memenuhi isi kamarku, kapan aku bisa bebas dari si tuan kejam batu itu.! ucap Atika menghempas-hempaskan wajahnya ke bantal, dengan posisi telungkup.


Rafa yang mendengar julukan dirinya yang baru saja ia dengar dari mulut Atika, mengepalkan tangannya.


Rafa yang kesal mengambil gelas yang berisi air yang di bawanya tadi, meneteskan sedikit ke kepala Atika, " rasakan ini gadis nakal, beraninya kau mengatakan aku tuan kejam dan batu.!!"


Atika yang merasakan basah di kepalanya pun gelagapan, masih belum berbalik, berpikir air itu datang dari mana membasahi kepalanya.


"Apa asbes kamar ini bocor, kenapa aku merasakan sepertinya air ini menetes dari atas, dan Atika pun berbalik ingin melihat, apakah atap kamarnya bocor, Atika pun membalikkan badannya dan..


Braakk


Atika terlonjak dan langsung duduk di atas ranjangnya, jangan tanya mata Atika yang melotot hampir keluar, jantungnya berdebar kencang, melihat sosok yang sudah membuat moodnya rusak saat makan.


Atika pun semakin pucat, saat ia menyadari beberapa umpatannya tadi, apa si tuan kejam ini mendengar semua yang ku katakan tadi?? pikir Atika yang semakin ciut, saat melihat tatapan tajam Rafa, seloah ingin menelannya hidup-hidup.


" Tttuan,, Atika pun terbata, menggeser tubuhnya mundur, ke sisi ranjang.


"Sepertinya aku terlalu baik padamu hm?? beraninya kau mengatakan itu, ucap Rafa menatap Atika kian tajam.


" Aaapa, aku tak bilang apa pun.! Atika masih beraninya menyangkal.


"Masih mau berdalih hm?? Rafa mendekati Atika dengan gelas air yang masih di tangannya.


Atika pun semakin bergeser mundur, melihat Rafa yang bergerak maju.


Rafa yang pura-pura ingin menyiram Atika dengan air yang ada di gelas, membuat Atika, semakin mundur dengan cepat dan..

__ADS_1


Bukk.!!


Atika pun terguling jatuh dari ranjang, tentu lantailah landasan badan dan bokong Atika di bawah sana.


Rafa yang melihat Atika jatuh, tersenyum senang, balasan tercapai, batin Rafa.


" Auu.! bokongku, Atika meringis mengeluh sakit di area bokongnya, dan tentu Rafa menikmati kesakitan Atika.


"Rasakan.!! itu ganjaran pada orang yang sudah berani mengumpatku.!!


" Keluar dari kamarku.!! ucap Atika yang kesal pada Rafa, sambil mengelus-elus bokongnya.


"Tidak mau.! kau mengusirku dari Vilaku sendiri??


Atika pun bungkam, ia melupakan siapa temannya bicara saat ini.


" Maaf, saya tidak sadar siapa saya, ucap Atika tertunduk sendu.


Rafa yang melihat Atika tertunduk dengan wajah murung, tak ingin membuat Atika semakin membencinya.


"Makan makanan mu.! ucap Rafa menunjuk ke arah nampan yang ada di atas nakas.


" Saya sudah tidak berselerah.!


"Kalau kau masih sayang pada ayahmu, ku harap jangan sekali pun membantah perintahku.! ucap Rafa dingin, menatap Atika tajam.


"Tentu tidak.!! aku bahkan bisa lebih dari itu, seperti mencabik-cabikmu, mungkin menyenangkan, ucap Rafa menyeringai.


Atika menelan ludahnya kasar, " Sial apa maksudnya dengan mencabik-cabikku??" aku sudah memancing amara "Wiro Sableng" rupanya, batin Atika merasakan tangannya dingin, karena takut.


"Bagaimana?? apa kau mau menikmatinya??


" Tidak.!! maafkan saya ttuan.


"Bagus, makan makananmu dan jangan pernah berani membantah perkataanku, ucap Rafa berjalan menuju pintu, meninggalkan Atika, namun langkahnya terhenti saat mendengar ucpan lirih Atika yang masih bisa di dengar Rafa.


" Ancaman lagi.!


"Apa?? kau bicara sesuatu??


" Tttidak.! ucap Atika terbata.


Rafa hanya menyeringai, melihat Atika yang takut, ternyata mengemaskan bagi Rafa, baru kali ini ada gadis yang terang-terangan berani melawannya.


Namun Rafa menepis seketika perasaannya, karena Atika jelas-jelas membencinya, apa lagi Rafa yang selalu mengancam Atika dengan menyebut ayahnya.

__ADS_1


Rafa tahu, bagi Atika ayahnya adalah segalanya, tentu ancaman yang Rafa lontarkan, apa lagi tentang ayahnya Atika, tentu Atika semakin menanamkan kebencian yang sangat besar pada Rafa.


Rafa pun pergi, membuka pintu kamar sedikit kuat karena kesal pada Atika, dan..


Braakkk.!!


Dewa dan Bibi Lana menubruk Rafa yang tiba-tiba membuka pintu, hingga Bibi Lana dan Dewa yang menguping di balik pintu, ketahuan oleh Rafa dan Atika.


"Apa yang kalian lakukan disini.!! tanya Rafa menatap Bibi dan Dewa bergantian.


" Mmaaf bos.


"Mmaaf ttuan.


Dewa dan Bibi Lana pun sangat malu karena ketahuan menguping.


Awalnya hanya Dewa yang penasaran apa yang akan di lakukan bosnya di kamar Atika.


Bibi Lana yang melihat gerak-gerik Dewa, akhirnya terhipnotis juga dengan sikap jahil Dewa, hingga mereka sepakat menguping di balik pintu kamar Atika, dan hal hasil, Dewa dan Bibi Lana tertangkap basah sudah.


" Sambil menyelam minum air, heheheee"


Sakitnya tak seberapa sih, tapi malunya?? apa lagi hukumannya?? sory ya Dewa dan Bibi arthor buat kejutan untuk yang suka nguping, heheheee


Rafa pun menatap tajam pada Dewa, karena yakin ide jahil ini berasal dari Dewa.


"Apa kau sudah bosan hidup.!!


Dewa pun menelan ludahnya kasar, " Habislah aku" pikirnya.


Bibi dan Atika pun bergidik ngeri mendengar ucapan Rafa pada Dewa.


Seketika mata Atika tertuju pada makannanya yang ada di atas nakas, "sebaiknya aku makan saja, karena aku belum bosan hidup seperti si Wawa dan Bibi Lana" Batin Atika, yang masih sempat mengejek nama Dewa.


Rafa yang geram pun tak bisa berkata lagi, kesalnya bertambah, karena Bibi dan Dewa, yang bisa-bisanya punya ide menguping di balik pintu, memangnya aku ngapai dalam pikiran mereka huh.!! batin Rafa kesal.


Rafa pun pergi begitu saja, meninggalkan Bibi dan Dewa, yang tersenyum kikuk melihat Atika yang makan dengan tatapan yang sulit di artikan pada Bibi dan Dewa.


Bibi pun pergi tanpa sepatah kata, karena malu, dan di susul Dewa yang juga terlihat canggung, sambil menutup pintu kamar Atika perlahan.


"Aaiiisssss maluuunya" jeritan pilu Dewa.


Hahahahaaaa


Next

__ADS_1


Jangan lupa jejaknya ya Guys.


Salam Arthor.


__ADS_2