
Sekarang tibalah seluruh keluarga Widodo di panti asuhan yang di beri nama "Kasih Bunda" itu.
Fero yang pernah merasakan tinggal di panti asuhan pun terharu dan air matanya menetes kala ingatannya pada beberapa tahun lalu, mengingatkan ia akan segala hal yang sangat membuat mereka menjalani hidup yang sangat berat, hingga mereka bertemu keluarga Widodo yang memberikan mereka banyak kasih sayang layaknya seorang anak kandung tanpa melihat siapa dan ras mereka, dan ia sangat bersyukur karena Tuhan tidak tidur melihat semua perjalanan hidup mereka yang keras, bahkan pernah terlunta lunta.
Felix yang melihat fero meneteskan air mata, mendekati adik perempuannya itu.
"Apa kau mengingat semua hal yang kita lalui? seolah saat ini kita di hantar kembali pada masa itu kan?
Fero yang mendengar ucapan kakaknya itu pun mengangguk dan memeluk felix dengan perasaan haru.
" Aku bahkan tak pernah bermimpi dengan keadaan kita sekarang kak"
"Tapi itulah kenyataannya" sahut felix dan menatap panti itu lurus ke depan, dan dalam benaknya ia akan membuat anak panti itu mendapatkan perhatian dan kasih sayang seperti yang ia dapat sekarang, karena baginya anak yatim bukanlah hal yang buruk dan bukan untuk di hina dan di benci, seperti yang pernah ia rasakan, dimana orang selalu menghinanya dan membencinya, namun ketegaran dan ketulusan dirinya mampu melewati segala hal yang buruk, bahkan ia sudah menuai hal yang begitu manis dari setiap perjuangannya.
Tuhan maha adil, Ia tidak akan membiarkan manusia itu semakin jatuh, melainkan mengulurkan tangannya sebagai penopang, dan tetap memberinya kekuatan dan selalu mengampuni.
"Sudah dong mengenangnya, aku tahu kalian berdua lagi mengenang masa masa sulit itu, dan yang terpenting sekarang kita bahagia dan tak terlepas dari yang kuasa, kata ando yang melihat kakak beradik itu berpelukan dan mengingat semua hal di masa lalu, masa yang sangat berat dan sangat membekas di hati dan ingatan mereka.
Felix dan fero yang mendengar ucapan ando pun tersenyum, dan siapa sangka semua hal yang mereka lewati juga mereka rasakan dengan kasih sayang dari keluarga widodo, meski pernah menyakiti kakaknya felix.
" Sekarng ayo beri sambutan dan katakanlah apa yang sudah kamu jalani dan itu akan bisa jadi motivasi bagi seluruh anak panti, ucap ando memberi semangat pada istrinya"
__ADS_1
Felix pun tersenyum hangat pada ando yang selalu mendukunya dan rasa cinta yang besar seolah membuatnya untuk lebih bisa membuktikan ia mampu mendidik dan melimpahkan perhatiannya pada anak panti asuhan yang bernasib sama seperti ia dan adik adiknya dulu.
Felix pun berjalan menuju tempat ia akan menyampaikan seluruh inspirasinya kelak dan mewujudkan harapan yang sudah memberinya tanggung jawab itu, yang tak lain adalah "Dokter Kevin"
"Selamat siang untuk semuanya, dan kedamaian selalu menyertai kita, salam hangat felix saat memulai sambutannya.
" Disini saya berdiri sebagai pemilik panti asuhan ini, dan saya akan menyampaikan hal yang mungkin bisa menjadi inspirasi bagi anak anak panti dan bapak/ibu sekalian"
"Satu hal yang sangat ingin saya katakan adalah, Tuhan menjadikan kita adalah manusia ciptaannya yang paling tinggi, selain berakhlak, kita juga di beri hal yang sangat jauh berbeda dari ciptaan lainya"
"Manusia terdiri dari wanita dan pria, dan Tuhan memberikan hak bagi manusia menciptakan keturunannya, dan terlahirlah anak anak di dalamnya"
" Tidak seorang pun anak menginginkan untuk hidup tidak layak, namun setiap manusia punya garis dan nasib hidup masing masing yang akan membawanya ke masa depan"
"Seperti saya sendiri, suara felix mulai parau karena menahan tangis dan air matanya, " saya terlahir dari seorang wanita yang hebat, sebelum ibu saya menghembuskan nafas terakhirnya, ibu saya berpesan agar...
ucapan felix terhenti seketika karena sangat berat baginya dan sangat sesak dadanya kala mengingat hal itu, tapi ia berusah kuat menyampaikan apa yang menjadikannya seoarang yang tegar melalui seluruh kejamnya hidup.
Sementara fero dan yang lainnya sudah meneteskan air mata, terlebih ando, yang seolah mengingatkan ia akan hal yang buruk yang pernah ia lakukan pada istrinya dulu, dan ia merasakan sakit di hatinya kala ingat hal bodoh yang pernah ia perbuat.
"Ibu saya berpesan, Jadilah wanita yang kuat dan jangan pernah mengeluh, karena mengeluh menunjukkan "keputusasaan" dan "ketegaran" mengalahkan "segalanya", " seberat apa pun yang kamu lewati tetaplah memandang ke "depan", karena di depan adalah hal untuk kamu raih, jangan menoleh "kebelakang" karena di belakang hanya ada rasa "sakit" tidak akan pernah membuatmu meraih masa "depan", ucap felix dengan deraian air mata, dan semua orang di sana terdiam hening, dan air mata yang membanjiri wajah mereka, mendengar setiap kata demi kata yang di sampaikan oleh felix saat ini.
__ADS_1
" Untuk semuanya, jangan pernah memandang orang sebelah mata, meski ia miskin, meski ia anak yatim, meski ia anak h****m, meski ia seorang p*****cur, karena itu semua bukanlah hal yang sebenarnya di inginkan, bahkan setiap anak menginginkan dia terlahir dari keluarga bahagia dan berkecukupan, namun tidak semua harapan itu di dapat oleh kita, dan siapa yang tahu bahkan ada anak terlahir sama sekali tak mengenal kedua orang tuanya, lalu?? siapa yang harus kita salahkan?? bahkan kita tidak bisa menunjuk siapa.!! "Namun itulah takdir yang sudah tertulis untuk kita masing masing"
"Sebagai harapan saya ke depannya,, mari saling menghargai, mencintai menyanyangi,memaafkan, karena dengan semua itu " kebencian, penghinaan akan tahluk dan memenangkan hati yang tulus serta kebahagian yang sempurnah...
Semua orang yang mendengar pun memberikan tepuk tangan dan keharuan pun menyelimuti acara tersebut, saat felix menutup sambutannya dengan mengatasnamakan bahwa "IBUNYA" adalah sebagai pahlawan hidupnya.
Saat ia sudah kembali bergabung dengan keluarganya, widodo dan istrinya berdiri dan merentangkan tangan mereka seolah menyampaikan kami bangga padamu.
Felix yang melihat itu pun menghamburkan dirinya dalam dekapan kedua orang tua yang selalu memberinya kasih sayang itu.
"Kamu hebat sayang, ucap widodo dalam pelukannya pada felix dan istrinya, " papi bangga padamu, kau memberikan kami pelajaran hidup yang tak pernah kami dapat, ucap widodo tulus dan mengusap punggung felix lembut.
"Mami juga sayang, tetaplah jadi putri mami yang kuat dan tegar"
"Makasih mih, pih, sahut felix dan berbalik memeluk suami dan anaknya, karena ia sangat bahagia.
" Wah,,wahh,,, sepertinya aku di lupakan tuh, ucap fero yang murung di buat buat dan memayunkan bibirnya, semua yang melihat pun ikut tertawa karena sikap fero yang sedikit jahil itu, dan semua orang tertawa bahagia saat ini karena merasakan nikmat yang tiada duanya dari sang kuasa..
Up lagi,, lanjutttt
Thanks
__ADS_1