
Saat Rafa melihat Celi dan Lili di parkiran, buru-buru Rafa menghampiri mereka.
"Permisi,, ucap Rafa menyapa Celi dan Lili.
" Ah iya,, ada yang bisa kami bantu.?? sahut Celi ramah.
"Maaf sebelumnya, karena sudah menganggu waktu kalian Nona, ucap Rafa basa-basi.
"Tidak masalah,, apa anda ada perlu sesuatu, Lili bertanya.
"Perkenalkan, nama saya Rafa, mengulurkan tangan berjabat pada Celi dan Lili, Rafa sengaja tak mengatakan nama belakangnya, agar Celi dan Lili lebih mudah ia dekati, dan Rafa juga sudah menutupi identitasnya.
" Ah iya,, saya Celi dan ini teman saya,,, "saya Lili, menyambut ucapan Celi
"Senang berkenalan dengan kalian berdua, ucap Rafa tersenyum manis, membuat kedua gadis itu terpesona dengan senyuman itu.
" Ya,,ya,, kami juga senang, ucap Lili yang jiwa keponya mulai on, apa lagi melihat senyum Rafa dengan ketampanannya yang begitu berkharisma.
Celi pun tersenyum kikuk, saat melihat tingjah Lili yang mulai norak, dan Celi senyikut Lili agar tidak sampai kebablasan.
"Heem, maaf atas sikap teman saya,, ucap Celi tersenyum paksa, tak enak hati melihat Rafa yang melihat Lili terlalu blak-blakan.
"Tak masalah, ucap Rafa tersenyum canggung, " tapi saya ingin minta tolong pada kalian, ucapnya lagi.
"Apa yang bisa kami bantu, kalau memang bisa kami akan membantu, ucap Celi lagi.
" Dan dengan senang hati, sambut Lili dengan cengengesan, karena terlihat semangat, melihat sosok tampan di depannya.
"Apa di daerah kostmu masih ada tempat untuk ku huni?? tanya Rafa, dan sengaja karena ingin melihat dan dekat pada Celi.
" Kalau itu saya kurang tahu, dan saya akan coba tanyakan nanti, ucap Celi lagi.
"Memangnya kamu selama ini tinggal dimana?? Lili bertanya.
"Saya tingal di rumah pamanku di jalan x, ucap Rafa memberitahu alamat rumah Dewa.
__ADS_1
" Oh, Celi hanya ber oh ria saja.
"Trus kenapa kamu cari tempat kost, kalau kamu tinggal di rumah pamanmu?? tanya Lili lagi seolah mengintroagasi Rafa.
"Ah,, aku hanya tak enak tinggal di sana, karena kehidupan pamanku tidak begitu baik, aku tak ingin jadi beban, dan memutuskan untuk mandiri kupikir tidak buruk, ujar Rafa setenang mungkin melancarkan aktingnya.
" Oh ya, apa kamu sudah punya pacar?? tanya Lili yang semakin gencar, dan memang itulah kelemahannya bila melihat pria tampan, Lili bisa seperti wartawan tanpa gaji, bertanya sedetail mungkin, dan selalu akan ada saja yang ia tanya.
Rafa hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Lili, apa lagi saat Celi menegur Lili dengan tatapan melotot, sungguh membuat Rafa ingin terbahak sekerasnya, karena Celi dan Lili seperti satu paket.
"Aku akan kasih kabar ke kamu, bila masih ada tempat di sana, ucap Celi tersenyum kikuk karena sedikit malu melihat tingkah Lili.
" Kalau begitu kamu bisa mengabariku lewat nomor ponselku, ucap Rafa memberikan nomor ponselnya.
"Baiklah, aku akan menghubungimu, dan secepatnya, mudah-mudahan masih ada yang kosong, ucap Celi tersenyum lembut.
" Akhh,,,, harus ada dong, kan untung ada cowok tampan tinggal dekat kita, ucap Lili yang mengedip-kedipkan matanya, dan tentu itu terlihat begitu norak.
Rafa tersenyum, dan melihat Celi, dengan wajah memerah menahan malu karena, Lili sudah terlalu gila memuji pria yang baru di kenalnya dengan terang-terangan.
"Mengapa kalian melihatku begitu?? tanya Rafa tak tenang dengan tatapan kedua gadis di depannya itu.
"Kamu bekerja juga?? tanya Celi berbinar, karena ia suka pria mandiri dan pekerja keras.
" Hanya kariawan rendah, bahkan mungkin kalian akan menjauhiku setelah tahu apa pekerjaanku, ujar Rafa berubah sendu yang di buat-buat.
"Jangan bilang pekerjaanmu tukang cincang, ucap Lili menatap serius.
" Husss,,, apaan sih Li, ngak lucu tahu, sahut Celi sedikit kesal dengan ke kepoan Lili.
"Hahhh,,,,, kan aku belum bilang dia tukang cincang apa? ujar Lili lagi dan melihat Celi dan Rafa bergantian.
Akhirnya mereka serempak tertawa, karena Lili terlihat lucu dengan memutar-mutarkan bola matanya seperti mata jelong.
"Aku bekerja sebagai OB di perusahaan yang ada di jalan S, ujar Rafa mengatakan ia bekerja di perusahaannya, sebagai OB, lalu siapa Bosnya, sudah tentu Rafa akan mengatakan kalau Dewa Bosnya bila suatu saat situasi mendesaknya.
__ADS_1
"OB juga manusia kan?? dan tinggi rendahnya pekerjaan seseorang toh tetap juga kita sama-sama manusia, tidak akan merubah apa pun, ucap Celi bijak dan membuat Rafa tertohok mendengar ucapan Celi, sungguh ia sangat tak menyangka, sikap dan karakter Celi sangat berbeda dengan para gadis di luar sana, padahal jelas-jelas Celi punya segalanya dan bisa untuk dia sombongkan, namun gadis ini berbeda, dia seperti cinderella yang menutupi kecantikannya, batin Rafa berkata.
" Kalau gitu aku pergi dulu, dan aku menanti kabar darimu, ucap Rafa pamit pada Celi dan Lili.
Saat Rafa sudah berada dalam taxi, dia tersenyum-senyum sendiri, bahkan ia semakin kagun pada Celi, gadis yang lembut, bijak bahkan rendah hati pikirnya.
Rafa sudah tiba di kantornya, saat tiba di koridor, semua mata para kariawan menatap Ceo itu seperti ingin mengeluarkan biji matanya, karena penampilan Rafa seperti pria sederhana, namun tak melunturkan ketampananya, dan kenapa Ceo mereka berpenampilan seperti itu, tapi tentunya, tak akan ada jawaban untuk para kariawan tentang hal itu, karena bertanya bukan jawaban yang datang tapi pemecatan.
Dewa melihat Rafa masuk ke ruangannya, melihat raut wajah itu dapat Dewa tebak, kalau Bosnya lagi senang, karena terlihat berbinar.
Dewa pun menemui Rafa di ruangannya, sekaligus menyampikan bahwa akan ada rapat penting besok.
"Kelihatan anda lagi senang tuan, ucap Dewa yang melihat Rafa duduk di kursi kebesarannya, masih dengan senyum yang belum luntur, karena pikirannya masih tertuju pada Celi dan Lili.
Rafa yang tertangkap basah senyum sendiri, langsung mengubah ekspresinya datar, dan dingin seperti biasa.
"Jangan sok tahu.! ucap Rafa yang tak ingin di ledek oleh Dewa.
"Maaf karena sudah lancang tuan, ucap Dewa ciut, saat melihat wajah datar dan dingin dari tuannya itu.
" Besok,, kau akan mengantikan posisiku disini, ujar Rafa lansung tak ingin di bantah.
"Maksudnya tuan?? tanya Dewa yang tak paham.
"Aku akan datang jika ada hal penting, dan bila ada berkas yang perlu ku tanda tangani, kau tinggal kasih kabar saja.
" Karena mulai besok aku akan memulai hidup baru yang akan sangat menyenangkan, ucap Rafa dengan senyuman yang sulit di artikan.
"Wah sepertinya tuan sudah jatuh hati, ucap Dewa yang turut bahagia.
"Apa aku memang jatuh cinta pada pandangan pertama, atau ini hanya obsesi, pikir batin Rafa, melamun setelah Dewa mengatakan bahwa ia sudah jatuh hati.
Namun Rafa yakin, ini bukan obsesi, karena saat ia terjatuh bersama Celi di Mall itu, ia melihat wajah polos Celi saat Celi menutup matanya, dan Rafa merasakan dada dan darahnya berdesir, dan itu bukan *****, tapi perasaan lain, dan ia yakin itu bukan obsesi tapi cinta pada pandangan pertama.
Next
__ADS_1
Mohon tinggalkan jejak ya Guys, dukung arthor dengan saran positif