
Felix yang berjalan gontai pun sudah tiba di depan rumahnya, namun ia tak masuk dan tak ingin adiknya melihat keadaannya yang seperti saat ini.
felix duduk di bawah pohon yang ada di depan rumahnya, ia termenung dan memikirkan sikap ando tadi padanya.
Aku tak menyangka ternyata ando memang belum berubah, dan mengapa saat itu dia malah memintaku kembali lagi padanya, aku bingung dengan sikapnya, dan ternyata aku sudah mengambil keputusan yang tepat tidak menerimanya saat itu, dan mulai saat ini aku menutup hati dan perasaanku padamu, airmata pun mengalir deras dari netranya felix mengingat semua ucapan ando yang selalu merendahkannya.
Ando yang sudah berada di dalam taxi pun hanya diam meski anita selalu mengajaknya bicara, yah ando terpaksa pulang naik taxi karena mobilnya tak bisa ia perbaiki.
sepanjang jalan ando hanya memikirkan felix, apa yang sudah ku perbuat??? lagi dan lagi aku menyakiti felix dan selalu begitu, ando yang merasa frustasi dan kesal karena anita terus mengoceh tak jelas dan ia pun berteiak membentak anita sekeras mungkin, hingga anita terlonjak kaget dan pak sopir pun tiba tiba merem taxi mendadak karena kaget.
Turun.!!!!, aku bilang turun.!!!
anita yang sudah sangat pucat dan takut karena dia tak pernah melihat ando semarah itu hanya karena ocehannya yang tak bermutu.
Sa,, sayang kau kenapa dan kau membuat aku takut, anita yang terbata pun semakin takut melihat aura dari wajah ando yang sudah sangat merah padam.
Keluaarrrr.!!!!
anita yang diminta keluar pun menatap ando diam dan keluar tergesa gesa dari taxi karena ia meliahat ando seperti kesetanan.
ando yang sudah melihat anita turun lalu bicara pada sopir taxi.
Jalan pak,!!!
__ADS_1
Ando hanya diam sepanjang jalan menuju rumahnya dan setibanya di depan gerbang rumahnya ia pun membayar taxi tersebut dan tak mengatakan apapun pada sopir taxi itu, sopir taxi hanya menggeleng dan menatap penuh iba, apa sebenarnya yang terjadi pada mereka sebelum naik ke taksi saya tadi, pikir pak sopir, hahaa, gk usah di pikiri pak mereka hanya main marah marahan, hehee.
Ando yang memasuki rumah pun melihat keadaan rumah sepi, seorang pelayan menemui ando,
maaf den, itu anu den pelayan pun gugup saat bicara pada ando karena takut ando marah karena kabar buruk yang hendak ia sampaikan.
ada apa bik, bicara yang jelas ucap ando dingin dan menatap pelayan tersebut dengan tajam.
Nyonya den, anu nyonyaaa aa
Mami kenapa bik,?? bicara yang jelas bik!!! bentak ando lagi.
Nyonya den sekarang ada di rumah sakit, kami dari tadi berusaha menghubungi aden, namun hp aden tidak dapat menerima panggilan, dan kami juga tuan besar sudah berulang ulang menghubungi aden tadi,
apa bibi bilang mami di rumah sakit, kenapa bisa bik,?? apa yang terjadi pada mami bik???
saya juga kurang tahu pasti den, tapi tadi tuan besar tiba tiba berteriak dari kamar mangil mangil nyonya dan kami keatas dan melihat nyonya sudah pingsan dan tergeletak di atas pangkuan tuan besar,
Ando yang sudah sangat hawatir tak bicara lagi, dia langsung menghubungi rico agar menjemputnya sekarang dan akan menuju rumah sakit.
Rico yang sudah mendapat perintah pun langsung menerobos jalanan dengan kecepatab tinggi, ando yang melihat kedatangan rico segera berlari dan berkata,
kita kerumah salit sekarang,!! cepatttt!!!
__ADS_1
aku gak mau terjadi apa apa dengan mami dengan suara yang tercekat dan air mata pun menetes tak terbendung lagi.
Setibanya di rumah sakit ando segera berlari dan bertanya pada receptionis dimana maminya dirawat saat ini, setelah mendapat jawaban ando langsung berlari dan mendapai sang papi duduk lemas di luar ruangan tersebut.
Papi,,, ! Ando.!!
papi apa yang terjadi dengan mami, kenapa mami bisa masuk rumah salit pih??
Tenamglah Ndo dokter lagi berusaha yang terbaik untuk mami kita berdoa ya nak, agar mami di beri kesembuhan.
Maksud papi apa.dokter sedang berusaha apa yang terjadi dengan mami pih, jawab ando pih, dan jangan buat ando khawatir dengan keadaan mami.
Ando,,,, panggil papinya dan menatap ando sayu,,,, kita yang sabar ya nak dan kita harus bisa menuembuhkan mami apa pun caranya, ucap papinya lagi semakin membuat ando tambah geram dan takut karena ucapan papinya.
Katakan pih mami kenapa, dari tadi papi hanya berteka teki sama ando, apa yang terjadi dengan mami, tolong pih bicara sama ando yang sudah meneteskan air matanya.
papi yang melihat buliran air mata anaknya langsung memeluk ando serta bicara, mami kamu Ndo,, mami kena serangan jantung nak, sambil memeluk erat ando karena papinya pun juga tak sanggup dengan situasi saat ini
Ando yang mendengar pernyataan dari papinya pun semakin histeris dan merasa bersalah disaat maminya sakit begini ando malah tak ada disisi kedua orang tuanya yang sangat menyanyanginya.
Ando yang sudah bisa menormalkan emosi dan kesedihannya hanya bisa berdoa dan menunggu di depan IGD dengan harapan Dokter memberikan dan berusaha yang terbaik pada sang mami yang lagi betjuang.
Bertahanlah mih, demi kami anak anakmu dan papi yang sangat menyanyangi mami.
__ADS_1
maaf y gaes UP nya lama