
Kini ando dan felix dalam perjalanan pulang, dan dokter kevin pun menuju Singapura dan melanjutkan tugasnya disana.
Apa kamu ingin membeli sesuatu sebelum pulang.? tanya ando siapa tahu istrinya menginingkan sesuatu pikirnya.
Tidak,,, Aku hanya ingin pulang saja, dan aku sudah tidak sabar ingin mengendong putra kita Rafa, sahut felix yang sedang membayangkan wajah tampan anaknya itu.
Masih bersamaku kau sudah merindukan pria lain, kata ando cemberut.
Felix yang mendengar pun tersenyum dengan ucapan suaminya, bisa bisanya ia cemburu pada anaknya dan mengatakan kalau anaknya pria lain, huhh.!
Rafa itu anak kita sayang, jangan cemburu pada anakmu sendiri, apa kau tahu aku sangat sedih yang tak bisa mengurus dan memberinya kasih sayang semenjak ia lahir, dan aku akan menebus yang terlewatkan oleh Rafa karena harus menjauh dariku dan tak mendapat perhatian mommynya karena keadaan, kata felix sendu.
Ando yang mendengar ucapan istrinya pun merasa bersalah telah membuat istrinya sedih mengingat istrinya yang belum melakukan kewajiban sebagai ibu semenjak melahirkan anaknya.
Maaf sayang,, aku tak bermaksud membuatmu bersedih, dan aku hanya bercanda tadi, kata ando memeluk istrinya erat dan mencium keningnya singkat.
Tidak apa,,, aku mengerti, kata felix tersenyum pada ando.
Terimakasih sayang,,,, kau selalu membuat hatiku sejuk, dan memaafkan kelakuanku burukku menyakitimu, ucap ando yang menyesali pebuatannya dulu.
Jangan di bahas lagi, aku sudah melupakan itu semua, tinggalkan masa lalu dan mari melangkah menuju masa depan bersama anak kita Rafa, kata felix tersenyum manis pada ando.
Ando pun tersenyum, mengangguk tanda mengiyakan perkataan istrinya itu.
Akhirnya mereka sampai di rumah, mobil ando memasuki halaman rumah utama.
Ando membukakan pintu mobil untuk istrinya.
Selamat datang sayang, dan kembali ke rumah, aku mencintaimu, kata ando membawa felix masuk ke dalam rumah.
Saat mereka membuka pintu, sorak gembira menyambut kedatangan felix yang kembali ke rumah, dan felix sangat bahagia karena semua orang yang dia sayang menyiapkan penyambutan yang hangat saat ia kembali.
Kejutan.... Selamat datang di rumah sayang, sambut mami dengan Rafa di gendongannya.
Felix pun terharu, ia meneteskan air mata bahagia dan karena sekarang ia akan kembali bersama dengan orang orang yang ia sayang, terlebih anaknya.
Felix pun mendekati mereka semua dan memeluk hangat dengan erat, dan ia pun kembali menangis bahagia saat melihat anaknya begitu sehat dan tampan, dan wajahnya persis seperti suaminya.
Terimakasih mih pih dan semuanya, felix sangat senang kalian menyambut kedatanganku..
__ADS_1
Berbahagialah nak, kami menyanyangimu kata Widodo tersenyum hangat.
Felix pun mengambil ananknya dari gendongan mertuanya itu, ia sangat merindukan anaknya.
Rafa,,, mommy sangat rindu nak, sembari mencium seluruh wajah putranya ia menagis haru, karena baru bisa sebebas ini menggendong anaknya.
Jangan menangis sayang, nanti anak kita juga sedih kalau mommynya sedih, kata ando menghibur istrinya, dia tahu kalau istrinya merasa tak tega saat melihat anak mereka karena belum sempat merawatnya.
Aku hanya sangat bahagia sayang, bukan sedih,, kata felix dan tersenyum sembari menghapus air matanya.
Rafa yang ada di gendongan felix pun menatap mommynya lekat, lalu tersenyum seolah tahu yang menggendongnya saat ini mommynya.
Felix dan semua yang melihat pun sangat bahagia dan tertawa karena Rafa sangat menggemaskan.
Tak terasa waktu pun berjalan dan felix masih memandang lekat anaknya yang tidur di box bayi.
Terimakasih Tuhan atas kesempatan yang engkau beri padaku, ini adalah hal yang sangat indah dalam hidupku, dan aku tak mudah mendapatkannya, meski banyak rintangan aku jalani, biarkan aku menikmati kebahagian ini hingga aku menua bersama suamiku dan membesarkan anakku, selalu beri kasih yang melimpah untuk keluarga kecilku, doanya dalam diam.
Ando yang melihat istrinya seperti melamun, menghampirinya.
Sayang,,, kenapa melamun hem.? memeluk felix dari belakang dan meletakan wajahnya di punggung istrinya dan sesekali mencium kepala felix hangat.
Karena suara ando sedikit berisik membuat Rafa anaknya terbangun, dan sedikit cemberut dan menatap kedua orang tuanya seolah minta di bujuk.
Daddy berisik ya, uhh kasian anak mommy jadi bangun.
Ando pun tersenyum melihat felix yang begitu lembut pada anaknya, dan mendekati kedua pujaan hatinya itu.
Ando pun mencium kening felix lalu mencium rafa, sungguh ia sangat bahagia merasakan momen bersama istri dan anaknya.
Anak daddy jangan nakal ya sama mommy, ucap ando mendekatkan wajahnya pada rafa, namun reflek rafa memukul wajahnya, seolah tak ingin daddynya menganggu kebersamaannya bersama mommynya.
Auuuh,, kok daddy di pukul.?
Felix yang melihat ando cemberut pun tertawa.
Sayang,, sepertinya anak kita cemburu aku dekat denganmu, kata ando meletakkan kepalanya di panggkuan felix.
Namun lagi lagi Rafa memukul wajah daddynya itu.
__ADS_1
Auchh,, dia memukulku lagi sayang, adu ando pada felix meminta pembelaan.
Felix pun hanya tertawa melihat tingkah kedua laki laki kesayangannya itu
Sudah sore,,, aku mandikan Rafa dulu, kata felix sembari membuka baju Rafa.
Baiklah,, aku ke ruang kerja dulu, ada beberapa berkas mau aku periksa, dan kamu jangan terlalu lelah sayang, kata ando berbisik di telinga felix, mengedipkan sebelah matanya.
Apa sih,,,, ngak malu di depan rafa begitu.! kata felix melihat tingkah mesum suaminya itu.
Aku udah nunggu lama loh sayang, masa kamu tega sih, sama suami tampanmu ini, ucap ando memelas.
Kalau kamu terlalu lelah, itu akan membuat kamu akan cepat tidur dan aku akan semakin tersiksa dong, kata ando merengek seperti anak kecil.
Iya,,iya,, aku ingat,,! sudah pergi sana, lama lama anakku ikut mesum sepertimu kata felix yang malas mendengar rengekan suaminya itu.
Cup
Janji ya sayang,, berlalri keluar dari kamar karena takut istrinya akan marah.
Ando...!!!!
Dasar,,, di depan anak gak tahu malu.! kesal felix pada suaminya yang seenaknya saja.
Lalu felix pun membawa anaknya ke kamar mandi.
Anak mommy mandi dulu ya sayang,, biar segar, nanti selesai ini kita main ke taman.
Uuhh,, pintar ucap felix yang melihat anaknya tertawa seolah tahu mengajaknya untuk pergi bermain di taman.
Sementara ando di ruang kerjanya tersenyum senyum sendiri karena menggoda istrinya tadi.
Dan otak mesumnya pun sudah berkeliaran ke mana mana, membayangkan hal yang akan sangat memanjakan juniornya nanti.
Aku akan membuatmu menjerit meraung mendesah nikmat sayang,, karena malam ini aku tak akan melepaskanmu, aku sudah sangat lama menantikan ini.
Menatap ke bawah tempat juniornya bersarang.
Nanti malam waktunya kau bermanja adik kecil, jadi bersabarlah ok. hahahahhaa.
__ADS_1
Gila,,,gila,, belum juga apa apa babang ando udah mesum aja tuh,, hihihiiii
Up lagi ya gaes