
Pagi harinya felix sengaja berangkat duluan ,karena tak mau bertemu dengan Ando.
Bertemu pun akan membuat dia tambah sakit hati, toh untuk memasak pun dia dilarang di apartemen itu, jadi untuk apa dia berlama lama di apartemen itu, yang ada hanya hinaan yang akan dia dengar dari Ando.
Setelah kepergian Felix, Ando pun turun dan sudah rapi, dia mengira kalau Felix belum bangun juga dari tidurnya.
"Aku pikir hari ini gadis miskin itu akan meminta cerai, karena aku sudah menghinanya habis habisan semalam,, pikir Ando yang tengah sampai di bawah tepat dekat meja makan.
"Heiii..!!! wanita miskin apa kau kira ini masih larut malam?? hingga kau masih pulas dengan tidurmu itu.!! Ando berteriak, mengira Felix masih berada dalam kamarnya.
karena tak ada jawaban, Ando yang kesal sesegera mungkin menendang pintu kamar tersebut, dan yang ada Ando malah terkejut sendiri karena yang dia teriaki tidak ada didalam kamar tersebut
"Dimana wanita miskin itu?? bertanya sendiri, wah ternyata dia sudah pergi, baguslah karena aku juga sangat tidak ingin melihat wajahnya itu.
Dengan rasa kesal Ando segera pergi ke kantornya.
__ADS_1
Felix yang sudah sampai di Marwan Kafe pun menyempatkan diri untuk serapan karena dia sangat lapar,, dia tidak perduli dikatakan rakus karena dia sangat berantakan saat memakan sarapannya itu..
"Makanya pelan-pelan aja, kamu ini seperti tidak makan 3 hari saja, ucap nana yang heran karena felix makan seperti dikejar setan saja saat makan""
"Hmmm,, aku sangat lapar Na, semalam pun aku hanya makan sedikit karena Ando melarang ku untuk memasak di apartemen itu, aku bahkan harus cari makananku sendiri, karena dia tidak memberiku makan, ungkap felix yang terlihat sedih saat menceritakannya pada Nana sahabatnya itu.
"Segitu kejamnya kah Anda, hingga dia melarang mu untuk makan pun dia tidak mengijinkan meski yang kau masak itu dengan hasil uangmu sendiri??
?
apa dia tidak punya rasa iba sedikit pun??
"Entahlah Na,, aku juga bingung, kenapa Ando sangat membenciku, dan yang paling membuat aku tidak terima, dia mengatakan kalau aku kemarin karena pulang begitu larut dia menghinaku dan mengatai ku kalau aku sedang menjual harga diriku dengan orang orang kaya di luar sana, dia bisa menghinaku dan menyiksaku, tapi aku tidak terima dia mengatakan itu padaku Na.
"Ternyata dia tidak lebih dari seorang iblis, aku sama sekali tak menyangka kalaur Ando itu punya sifat yang buruk dan tak pantas untuk kamu perjuangkan Lix,, kamu cerai saja dari pada kamu semakin tersiksa, karena kamu berhak menikmati hidupmu Lix, dan mencari kebahagian mu juga"
__ADS_1
"Untuk saat ini aku masih belum bisa bertindak, karena kami baru 3 hari setelah menikah, yang ada aku akan menghancurkan hidup mertuaku Na.
" Iya tapi sampai kapan, apa sampai kamu akan berakhir ditangannya, apa kamu lupa Lix kamu punya adik untuk kamu perjuangkan..??
"Untuk saat ini aku hanya bisa menerima perlakuannya padaku, tapi tidak bila sudah di ujung kesabaran ku Na, kamu tak usah hawatir karena aku tidak akan menyerah tanpa membuat dia sadar dengan sikapnya padaku"
Nana yang mendengar pun hanya bisa menghela nafas atas sikap Felix yang selalu tegar dengan sikap "Si iblis" itu, cih.!! membayangkan saja aku sudah sangat geram dan ingin menghajarnya hingga dia sadar akan sikapnya itu.
"Baikalah bila itu keputusanmu, tapi kamu jangan hanya mau diam saja Lix bila ditundas si Ando itu, sesekali lawan dan jangan mau menerima semua hinaanya itu.!!
"Aku masih bisa mengatasinya Na, kamu tenang aja"
"Baiklah, aku paham, sekarang mari kita mengais rezeki kita, karena tak baik mengabaikan anugerah yang sudah di berikan sang kuasa pada kita.
"Ok,, sahut felix yang telah bersiap"
__ADS_1
Baca terus ya gaessss, lanjutttt