
Pagi yang cerah menyapa kebahagian lediaman Widodo.
Aktivitas semua orang telah terbentang dan kesibukan setiap orang yang tinggal di kediaman itu.
Sayang kenapa belum bersiap? apa kamu ngak ke kantor hem.? felix yang mendapati suaminya malah santai dengan hp nya duduk di sofa kamar mereka.
Tidak.! sahut ando singkat.
Lho kenapa.? kamu tidak enak badan ya, ucap felix seraya menempelkan punggung tangannya ke dahi suaminya.
Tidak panas kok.! Lalu apa yang membuatnya tak pergi ke kantor.? batin felix.
Aku tak kenapa sayang, jangan mengira aku kurang sehat,ucap ado menatap istrinya intens.
Lantas apa alasannya.? kamu tak bekerja hari ini hem?
Aku mengjawatirkanmu, aku lihat kamu yang sepertinya tidak baik baik saja, sahut ando masih menatap felix serius
Kok jadi aku sih, aku bahkan tak merasa apa apa, dan aku baik baik saja sayang, sahut felix setenang mungkin agar suaminya tak semakin curiga.
Tapi kulihat wajahmu sangat pucat, dan aku tak ingin pergi kemana mana hari ini, karena aku takut terjadi sesuatu denganmu, ucap ando dengan nada suara hawatirnya.
Aku baik baik saja, dan kamu jangan berpikir yang tidak tidak, jangan hawatir kalau ada apa apa kan ada mami yang menemaniku di rumah dan yang lainnya.
Tapi aku hawatir sayang melihat wajah pucatmu itu, ucap ando kekeh yang tak ingin pergi kemana pun.
Heii.! jangan banyak alasan.! kamu harus kerja hari ini, karena aku tak mau suamiku malas malasan dan aku juga tak mau kamu jatuh miskin karena malas.!! mau makan apa aku nanti dengan anak mu ini hem.?? sembari mengelus perut bincitnya.
Aku takkan bangkrut dengan tak bekerja sehari sayang, dan apa kau lupa siapa suamimu ini.!! ucap ando sombong.
Huhh,, jangan sombong, kalau kamu tak pergi bekerja kamu boleh tidur di kamar tamu nanti, ucap felix mengancam.
Ando melotot tak percaya dengan ucapan istrinya. hanya gara gara sehari ia tak pergi kerja akan tidur sendiri di kamar tamu, sungguh istri kejam, batinnya.
Ehh,, kenapa bilang begitu, apa kamu tega suami tampanmu ini tidur tanpamu di sisiku, huhh.! ucap ando dengan wajah memelas agar istrinya tak memaksanya lagi pergi.
Keputusanku sudah final, aku tak akan merubahnya, kalau tak mau, ya bersiaplah untuk tidur di kamar tamu, aku takkan memaksa kamu lagi untuk ke kantor ucap felix mengedipkan sebelah matanya meledek suaminya itu, karena ia tahu suaminya akan turut bila sudah diancam demikian.
Haahhh,,, kamu selalu saja memakai senjata itu membuat aku tak bisa berkutik, batin ando yang kesal karena memang tak bisa menentang istrinya itu.
Baiklah kau menang "Nyonya Aliando Pratama Widodo" ucap ando yang kesal dengan ancaman istrinya yang tak masuk akal menurutnya.
Felix yang sudah tahu kalau suaminya tak bisa beralasan lagi hanya tersenyum manis dan pergi keluar dari kamar dan membiarkan suaminya bersiap sendiri.
Ando yang sudah selesai dengan pakaian kantornya pun, menuruni tangga dan mendapati felix dan maminya ngobrol di ruang keluarga.
__ADS_1
kamu udah mau berangkat.?
Iyah,, toh kamu tak suka melihatku ada di rumah, ucap ando yang masih kesal.
Felix terkekeh mendengar ucapan ando yang kesal
Baiklah suamiku yang tampan aku menunggumu sampai pulang, dan semangatlah untuk bekerja, sahut felix sekaligus mencium pipi suaminya lembut.
Aku pergi dulu ya, kalau ada apa apa hubungi akiu, ucap ando yang sebenarnya masih di rundung hawatir.
Kamu ngak usah hawatir gitu Ndo, ada mami yang menjaganya, ucap maminya agar ando tidak cemas.
Baiklah mih,, aku percaya pada mami, ucapnya dan berlalu pergi meninggalkan kedua wanita yang sangat ia sayang itu.
Sesampainya ando di kantor, rico langsung menghampirinya.
Ndo..!
Yah,, ada apa.?? sahutnya.
Ada dokter Lala dari tadi sudah menunggumu, katanya dia mau bicara penting denganmu.
Bukannya dokter Lala itu dokter yang selalu menangani istriku?? dan ada apa dia ingin bertemu denganku? batin ando bertanya.
Apa doktet itu mengatakan hal penting apa yang ingin dibicarakan denganki.??
Kalau gitu suruh dokter itu keruanganku sekarang,! ucap ando yang sedikit penasaran dan ingin tahu apa tujuan dokter lala menemuinya di kantor.
Dan kenapa tak menyuruh mereka datang kerumah sakit bila tentang seputaran kehamilan istrinya.
Saat dokter lala di persilahkan rico masuk keruangan ando, dokter Lala sudah merasa takut dan tangan serta kakinya terasa dingin, karena ia tahu kalau tuan muda ini tidak akan mengampuni kebohongan yang mereka lakukan bersama istri tuan mudanya itu.
Selamat pagi tuan muda,, sapa dokter lala yang mulai takut dan semakin merasakan tangan dan kakinya semakin dingin.
Silahkan duduk dokter, ucap ando sopan.
Ah i iya,, sahut dokter lala yang sedikit gugup.
Apa gerangan yang membawa dokter menemui saya ke kantor, tanya ando langsung pada intinya, tak ingin basa basi karena ia sangat penasaran.
Anu,, tuan muda,S ssaya ingin mengatakan hal penting tentang i iistri anda nona felix, ucap dokter lala semakin gugup dengan keringat dingin yang mulai menetes di dahinya.
Deg
Ando yang mendengar nama istrinya di sebut merasa jantungnya berdetak kencang, seolah firasatnya mengatakan kalau istrinya mengalami sesuatu, tapi entah apa itu, ia tak tau dan tak ingin menerka nerka.
__ADS_1
Katakan.!!! ando yang merasa ada yang tak beres, bicara tegas dan tak ingin mengulur waktu lagi.
Dokter lala yang sudah sangat takut dan gemetar saat mendengar suara tegas ando pun menundukkan pandangannya tak berani menatap tuan muda itu lagi.
Aku tak suka menunggu.!! katakan ada apa dengan istriku.!! ucapnya geram karena dokter lala malah diam.
Dokter lala yang ingin semua tuntas dan tak membebaninya seperti selama ini, yang telah menyimpan rahasia ini pun memberanikan dirinya dan ia harus bisa karena ini menyangkut nyawa dan tak main main, maafkan saya nona, karena sudah menghianati janji kita, namun ini juga demi kebaikkan anda dan juga semua orang yang menyanyangi anda, batin dokter lala.
Begini t ttuan,, saya ingin memberitahukan bahwa nona felix sedang tidak baik baik saja, dan sebelumnya saya minta maaf atas kesalahan saya yang sudah ikut membohongi keluarga anda, namun itu saya lakukan atas keinginan dan permohonan nona felix agar menjaga rahasia besar ini dari anda dan keluarga anda.
Dan saya menerima apa pun konsekuensinya yang akan anda berikan pada saya saya akan terima, dan saya sudah tak sanggup menutupi semua kenyataan ini.
Nona felix sebenarnya tak bisa mengandung tuan.!
Deg
Ando yang mendengar pun mulai emosi karena pernyataan dokter lala yang sangat tidak bisa ia terima.
Maafkan saya tuan,, saya berkata demikian karena nona felix sebenarnya sudah tahu nona tak bisa mengandung dan saya sudah terus mengatakan kalau itu sangat berbahaya karena menyangkut nyawa nona dan juga janinnya.
Brraakkkk
Ando memukul meja di depannya karena mendengar penuturan dokter lala seolah memvonis istrinya dan seolah istrinya sedang sekarat.
Dengan emosi yang meluap luap ando pun bicara sangat keras pada dokter itu.
Apa maksudmu dokter hah.!!!!!
Apa yang kau katakan tentang istriku, beraninya kau mengatakan itu, kau tahu saat ini kau bicara dengan siapa hah!!!!
Maafkan saya tuan muda,, saya mengenal nona jauh sebelum anda menikah dengan nona, dan nona sudah jadi pasien saya semenjak nona mengalami sakit yang di deritanya, ucap dokter lala yang sudah sangat gemetaran dan takut, namun tak mengurungkan niatnya untuk mengatakan yang sebenarnya dan untuk mundur pun sangat tidak mungkin dan ini sudah jadi keputusan finalnya untuk berterus terang.
Apa kau bilang.? sudah jadi pasienmu sebelum menikah denganku.!!!
Dan kau bilang tadi istriku menderita penyakitnya, memangnya apa yang kau ketahui tentang penyakit istriku dan kalau kau berani membohongiku,,, kau akan tahu akibatnya, ucap ando dengan wajah memerah dengan amarahnya yang sudah di ubun ubun.
Tapi itulah kenyataannya tuan,, dan saya tidak berbohong, anda bisa bertanya langsung pada nona felix tentang kebenaran ini, ucap dokter lala meyakinkan.
Ando pun menatap tajam dokter lala serta menatap mata dan keseriusan pada dokter lala akan ucapannya, dan ando pun bertanya dengan suara yang sedikit melunak dan takut serta hawati akan mendengar penyakit apa yang di derita istrinya.
Lalu apa sebenarnya penyakit yang di derita istriku, dengan suara bergetar dan lidahnya serasa keluh akhirnya ando pun bertanya dan terlihat jelas di wajahnya yang takut dengan kenyataan yang akan di dengarnya.
Nona felix.... menderita penyakit 'Leukimia" tuan.!!
Duuuaaaarrrrrrrrrrr
__ADS_1
Up lagi gaes, makin seru, kuharap kalian masih setia dengan cerita recehanku ini.
Thanks