Ketegaran Hati Wanita Miskin

Ketegaran Hati Wanita Miskin
Makan Malam Kacau


__ADS_3

Seorang pria berbaring di kasur kecil, berukuran hanya untuk satu orang, ia menatap langit-langit kamarnya, pikirannya menerawang, konyol memang memilih tinggal di rumah kost sederhana, hanya karena seorang gadis yang membuat hanyut hati dan pikirannya.


Rafa yang begitu senang dengan tempat tinggal barunya itu, di tambah si gadis pujaannya juga tinggal tepat di depan rumah kostnya, seolah di atur ia bahkan bisa melihat dari dalam si gadis pujaan secara diam-diam.


Rafa yang merasa perlu berterima kasih pada Celi dan Lili, berencana mentraktir kedua gadis itu.


Namun ia merasa bosan karena harus menunggu Celi dan Lili sampai pulang kerja dari Cafe Rian.


Akhirnya Rafa memutuskan untuk membeli beberapa baju sederhana untuk ia gunakan salama ia memerankan Rafa yang sederhana dan kariawan OB di perusahaannya.


Saat Rafa tiba di Mall, ia melihat beberapa baju pria dengan harga di bawah standar, ia pun meminta pada para pelayan membungkus untuknya 10 pasang, dan jelas hal itu membuat Manejer Mall serta para pelayan heran dan bingung.


Namun Rafa tak perduli, bahkan menjelaskan pun ia tak ada niat, baginya itu tidak penting, dan tentu saja itu membuat siapa saja akan penasaran, namun siapa yang berani mengusik dan bertanya, yang ada mereka akan hanya tinggal kenangan sebagai kariawan di Mall itu.


Usai membeli pakaian, Rafa pun kembali ke rumah kostnya, dengan sepeda motor yang sudah di persiapkan Dewa, tentu sepeda motor yang hanya mampu di beli oleh orang yang ekonomi pas-pasan, agar tidak menaruh curiga pada siapa pun, karena bila satu saja ada barang yang berharga tinggi, maka Celi dan Lili akan curiga, karena Rafa mengaku hanya orang desa yang menempuh kuliahnya dengan bekerja, dan hasil kerja itu ia buat untuk kebutuhan kuliah dan sehari-harinya.


Saat di rumah kost Rafa sudah tidak sabar ingin secepatnya, bertemu dengan Celi dan Lili, dengan rencana mentraktir makan sebagai ucapan terima kasih, dan tentunya Rafa akan mentraktir di warung sederhana bukan di restauran mewah.


Rafa pun menghubungi nomor ponsel Celi karena ia akan menunggu Celi dan Lili di warung yang sudah ia tentukan, dan ia yakin warung itu cukup meyakinkan untuk keuangan Rafa sebagai kariawan OB.


"Halo,,, sahut Celi setelah menekan ikon hijau di layar ponselnya.


" Halo,, kamu lagi dimana, Rafa bertanya seolah ia tak tahu Celi berada di mana.


"Lagi di Cafe Rian,,,, Bagai mana , apa kamu suka dengan tempatnya?? Celi Bertanya.


" Sangat suka,, apa lagi ada gadis cantik sebagai tetanggaku dan bukan hanya suka, tapi aku sangat bahagia, ucap Rafa dalam hatinya, dan tentu dengan senyum bahagia menghiasi wajahnya saat itu.


"Oh syukurlah kalau kamu suka, ucap Celi lagi.


"Apa kamu masih lama pulang?? tanya Rafa lagi.


" Dua jam lagi,, memangnya ada apa?? Celi bertanya.


"Aku hanya ingin mengajakmu dan Lili makan malam bersama, ucap Rafa menyampaikan maksud hatinya.


"Makan malam.?? tanya Celi dengan alis mengkerut karena binggung kenapa Rafa mengajak makan malam.


"Ayolah,, aku hanya mau berterima kasih dengan kalian, karena sudah membantuku mencari tempat kost itu, tidak ada maksud lain, ucap Rafa menjelaskan.


"Jangan berlebihan, aku bahkan tidak mengeluarkan tenaga dan biaya untuk itu, dan aku senang karena kamu suka dengan temapatnya, ujar Celi menolak secara halus.


" Tidak baik menolak baik hati seseorang, dan aku hanya ingin lebih dekat dengan kalian, dan aku tidak menerima penolakan, sebagai sahabat kalian yang baru tidak salahnya kan, ujar Rafa berusaha agar Celi tak menolak lagi.


Celi yang merasa Rafa cukup ramah, tak tega menolak, toh ngak ada salahnya juga memenuhi niat baik seseorang pikirnya.


"Baiklah,,, jam tujuh kami akan pulang, ucap Celi.

__ADS_1


" Jangan pulang, aku menunggu kalian di warung di jalan A, datanglah ke sana setelah dari Cafe, ujar Rafa lagi.


"Oh, kami akan kesana nanti, kalau gitu aku tutup ya, ucap Celi mengakhiri sambungan telponnya.


Saat Celi menutup telponnya, bertepatan Lili menghampirinya.


" Nelpon siapa sih?? tanya Lili yang dari tadi memperhatikan Celi bicara di telpon.


"Dengan Rafa,, sahut Celi singkat.


" What Rafa.?? ucap Lili kaget dengan mata melotot ia menatap Celi.


"Biasa aja kali, ngak usah kaget sampai gitu, ujar Celi yang melihat mata Lili yang hampir keluar.


" Kok dia nelpon Lo?? atau dia nembak Lo tadi, ucap Lili yang keponya mulai masuk level 2.


Celi pun memutar bola matanya malas, karena Lili selalu saja berpikir konyol bila sudah berhubungan dengan cowok.


"Nembak hidung Lo iya, ucap Celi kesal.


" Lah terus,, ngapain si Fafa itu nelpon lo?? ucap Lili semakin ingin tahu.


"Rafa.!!! apaan si nama orang di jelek-jelekin, ucap Celi menyentil kening Lili yang otaknya mulai lari.


" Salah satu huruf doang, Lo udah marah gitu, belain si Fafa itu, ujar Lili memoyongkan bibirnya.


Belum sempat Celi melanjutkan ucapannya si Lili kepo sudah menjawab heboh.


" Wah,, secepat itu si Rafa beraksi, langsung ngajak kencan, cowok keren tuh anak, ucap Lili mengedip-kedipkan matanya.


"Ngayal aja Lo,,, dia ngajak kita makan malam cuma mau ungkapin terima kasih, karena udah bantu dia cari tempat kost, jangan mikir yang ngak-ngak deh.!! ucap Celi kesal karena Lili selalu mikir jauh.


" Akhh,,, kirain si Fafa mau ngajak Lo kencan, tapi ngak pa pa deh, lumayan kita dapat makan malam gratis, ucap Lili cengengesan.


Celi pun mengeleng melihat tingkah Lili, yang selalu senang bila dapat makan gratis, maklumlah anak kost.


Rafa sudah menanti kedatangan Celi dan Lili di warung jalan S.


Tak berapa lama menunggu, Celi dan Lili sudah tiba di warung tersebut.


Celi dan Lili pun masuk, dan melihat Rafa yang sudah duduk di meja pojokan, dan ia pun tersenyum melihat Celi dan Lili menuju meja tempat untuk mereka menyantap makan malam.


Tanpa basa basi, mereka pun memesan makanan, dan sambil menunggu Rafa bicara mengatakan ucapan terima kasihnya.


"Terima kasih udah bantu cari tempat kost, dan aku senang karena kalian mau nolongin aku, ucap Rafa sedikit canggung.


" Itu hal kecil, sebenarnya kami juga tak enak, kamu pake traktir kita makan, ucap Celi sungkan.

__ADS_1


"Ngak enak apanya, makan gratis gini, jarang-jarang kita dapat, sering-sering juga ngak pa pa kok Fafa, ucap Lili mulai norak ketulungan.


Celi pun melotot mendengar Lili yang blak-blakan, bahkan Celi ingin sekali menyumpal mulut Lili pakai tissu yang ada di meja temapat mereka duduk saat ini.


" Jangan hiraukan, temanku memang sedikit eror, ucap Celi tersenyum kikuk dan canggung.


Rafa pun tersenyum melihat wajah Celi yang melotot karena tak cocok beraura horor, justru makin mengemaskan di mata Rafa.


"Akh,,, Lo ngak asik, enak aja bilang otak gue eror, kan gue ngomong benar, rezeki itu ngak baik di tolak, ucap Lili mayun.


Celi hanya memutar bola matanya, karena Lili ngak bisa menahan diri kalau sudah dengan hal yang gratis.


Makanan yang mereka pesan pun tiba, dan mereka mulai menyatap dengan lahap, dan saat mereka menikmati makananya, tanpa di duga mom dan daddynya Celi mampir di warung itu, saat momnya masuk tak sengaja ia melihat Celi ada di sana, dan reflek momnya memanggil Celi, dan lupa status putrinya itu saat di luar rumah.


" Celi,,,! panggil momnya


Celi pun menengakkan pandangannya, melihat siapa yang memanggilnya, saat ia melihat momnya berdiri tak jauh dari meja mereka, spontan Celi tersedak makanannya.


"Uhuk,, uhukk,,


Rafa pun langsung sigap memberikan air minum pada Celi.


Karena tak konsen serta takut Rafa tahu siapa Celi, gelas yang di beri Rafa pun jatuh dari tangan Celi dan menambah kegugupan pada Celi.


Celi yang tak ingin Rafa tahu ia siapa secepat kilat ia menyahuti momnya.


" Hai aunty,, mau makan juga ya?? ucap Celi sambil mengedipkab sebelah matanya.


Yayuk yang mendengar Celi memanggilnya "Aunty" mengerutkan dahinya dan aneh melihat Celi juga mengedipkan matanya sebelah.


"Lama tak bertemu aunty, ucap Celi lagi seraya memberi kode bahwa momnya jangan membuka rahasianya.


Yayuk pun seolah paham maksud Celi, langsung turut berakting.


"Akh,, i, ,iya kita sudah lama tak bertemu, aunty hanya mau beli nasi goreng kesukaan om kamau, ucap Yayuk mengikuti sandiwara Celi.


Namun Rafa hanya tersenyum, tak ingin membuat Celi gugup, karena memang ini masih permulaan, belum waktunya untuk menyudahi teka-teki ini pikirnya.


Siapa yang tak kenal dengan istri Levi Quera, dan Rafa hanya bersikap tenang agae Celi tak berpikir lain padanya.


Saat Yayuk momnya Celi sudah pergi, Celi baru sadar bahwa saat ia menumpahkan air tadi ternyata mengenai celana Rafa, Celi pun semakin canggung dan tak enak hati, belum lagi Lili meledeknya, membuat penderitaan Celi lengkap sudah.


"Makan malam yang kacau"


Next


Mohon tinggalkan jejak ya Guys.

__ADS_1


Salam Arthor


__ADS_2