Ketegaran Hati Wanita Miskin

Ketegaran Hati Wanita Miskin
Kembalikan Menantuku.!!


__ADS_3

Foto pernikahan yang begitu besar dan terpajang di dinding ruangan itu, membuat hati Atika terharu, saat memasuki ruangan suaminya, mata Atika langsung tertuju pada hiasan dinding yang terpajang dan cukup besar, foto pernikahan mereka beberapa bulan yang lalu.


Melihat istrinya bengong menatap foto pernikahan mereka, Rafa tersenyum menatap istrinya itu, dan mendekati Atika yang terpaku menatap foto pernikahan mereka.


"Kenapa hem??memeluk istrinya dari belakang, meletakkan dagunya di bahu Atika sebagai tumpuan.


"Aku minta maaf, ucap Atika lirih dan matanya sudah berkaca-kaca.


Rafa mengerutkan dahinya bingung, mendengar kata maaf keluar dari mulut istrinya, seolah istrinya melakukan kesalahan.


"Maaf untuk??


"Untuk keraguan hatiku dalam beberapa bulan ini, ucap Atika meneteskan air matanya.


Rafa merasakan tetesan air membasahi tangannya, langsung membalikkan badan istrinya itu, melihat istrinya yang menangis dan ia sama sekali nggak tahu apa yang membuat istrinya bersedih dan kalimat keraguan yang di ucapkan istrinya itu.


"Apa ada yang mengganjal di sini?? tanya Rafa menatap dalam mata istrinya, dan menunjuk dengan jarinya tepat di dada istrinya itu.


"Maaf, karena meragukan cinta dan ketulusan mu, ku kira selama ini, hubungan pernikahan kita hanya sebagai rasa bentuk penyesalan mu dan rasa kasihan terhadapku juga ayah, tapi,_


"Suuut, jangan katakan apa pun, dan air mata ini, aku tak suka melihat ini, bagiku kau segalanya, aku paham dengan perasaan mu dan kekhawatiran mu itu, jadi jangan merasa bersalah, ucap Rafa menghapus lembut pipi Atika yang banjir air mata, dadanya sesak melihat itu, ia tahu maksud perkataan istrinya itu, tak ingin istrinya stres karena memikirkan hal yang tidak penting sama sekali.


"Terima kasih sudah mencintaiku sebesar ini, ucap Atika menangis haru dalam pelukan suaminya itu.


"Untukmu juga, tetaplah bertahan di sisiku, apa pun yang terjadi, dan selalu percaya pada suamimu ini, dan selalu mengandalkan dalam segala hal, karena kita harus saling melengkapi, ucap Rafa dan Atika mengangguk pelan dalam dekapan Rafa.


"Sudah lebih tenang?? ucap Rafa membawa istrinya duduk di sofa yang ada di ruangan itu.


"Hm, jangan melihatku seperti itu.! ucap Atika malu karena Rafa menatapnya dengan senyuman menggoda dan jarak wajah mereka cukup dekat.


Rafa pun terkekeh kecil, melihat istrinya yang malu-malu, membuat ia semakin senang menggoda istrinya itu.


""Biarin, aku kan melihat istriku, bukan istri orang, ucap Rafa sembari mencium bibir istrinya yang manyun cemberut.


"Iih, kebiasaan deh, nanti ada yang lihat kan malu, ucap Atika sedikit kesal karena suaminya main sosor aja, dan tidak lihat tempat.

__ADS_1


"Memangnya siapa yang melihat hm?? ucap Rafa malah mencium leher jenjang istrinya karena gemas.


"Hei.! hentikan, dasar mesum.! ucap Atika mendorong dada Rafa agar menjauh darinya.


"Pelit.!! ucap Rafa pura-pura kesal.


Atika terkekeh geli, melihat wajah kesal suaminya itu, tapi sedetik kemudian Rafa langsung tersenyum senang, karena Atika tiba-tiba mencium bibir Rafa, agar suaminya tidak ngambek lagi.


"Cup, sudah kerja sana, nggak boleh malas-malasan, kumpulkan duit yang banyak, untuk istri dan baby, ucap Atika memaksa suaminya berdiri agar duduk di kursi kebesarannya, karena kalau selalu di ladeni, yang ada suaminya akan semakin mencari kesempatan, dan bisa-bisa, dia berakhir lemas tak berdaya, mengingat keperkasaan si boy yang tidak ada lelahnya.


Rafa pun melangkah dengan gontai ke mejanya, padahal ia masih ingin bermanja-manja pada istrinya, karena jarang-jarang ia bisa bersama dalam waktu yang cukup lama seperti ini, kecuali malam hari, itu pun sudah keadaan lelah dan terkadang istrinya sudah tertidur pulas saat dia pulang.


Atika hanya tersenyum melihat wajah kesal suaminya itu, tapi ia tidak ingin karena kehadirannya, suaminya jadi lupa dengan tanggung jawabnya sebagai CEO, tentu citra suaminya, sangat penting dari pada kepentingan yang sepele.


Setelah Rafa mulai memeriksa beberapa file yang masuk ke email-nya, Atika menghilangkan bosan dan jenuhnya dengan membaca majalah bisnis yang ada di meja sofa itu, dan sedetik kemudian Dewa masuk tanpa mengetuk lebih dulu dan membuka pintu sedikit kasar.


Brakk.!!


"Apa-apaan kau ini, ucap Rafa yang kaget dan Atika yang juga kaget membuat majalah yang ia pegang terjatuh dari tangannya.


"Lalu apa hubungannya denganku, kalau kau seperti drakula yang tak mendapatkan darah.!! ucap Rafa menatap tajam.


"Anda pura-pura lupa atau amnesia, ucap Dewa kesal karena bosnya itu malah tidak perduli dengan nasibnya yang apes karena ditindas sepasang singa ganas.


"Katakan yang sebenarnya, jangan berbelit-belit, ucap Rafa juga kesal.


"Saya sudah katakan pada anda, Tuan dan Ny besar tidak akan tinggal diam, saat tahu pelaku penculikan Nona, adalah saya, dan hal hasil anda bisa lihat sendiri, Tuan dan Ny besar, berada di apartemen saya semalaman, dan anda tentu sudah tahu apa yang terjadi, ucap Dewa geram.


Rafa pun langsung menelan ludahnya kasar, ternyata Momy dan Dady nya, langsung mengesekusi Dewa semalam, itu berarti ia juga harus mempersiapkan diri menghadapi singa jantan dan singa betina itu, habislah kau Rafa, batinnya menjerit pilu.


Atika yang mendengar cerita Dewa, ingin sekali tertawa terbahak-bahak, melihat suaminya diam, Atika yakin suaminya sedang memikirkan cara untuk menghindari Momy dan Dady mertuanya, rasain.!! batin Atika tersenyum menyeringai.


Belum juga Rafa mendapatkan ide untuk membuat skenario, menghadapi singa jantan dan singa betina itu, ponselnya berdering nyaring, dan nama tertera di layar, nama yang baru saja mereka bicarakan, membuat Rafa melotot dan menatap Dewa dan istrinya bergantian.


Sering ponsel itu tak henti-hentinya memekakkan telinga ketiga orang yang ada di ruangan itu, dan akhirnya Rafa mengangkat panggilan itu, sambil mengucapkan doa.

__ADS_1


"Kembalikan Menantukuuuu.!!!!


Rafa langsung menjauhkan ponselnya dari telinganya, karena teriakan Momy nya yang hampir membuat gendang telinganya pecah, dan jangan tanya jantung Rafa bahkan berdetak cepat, teriakan itu sudah jelas menandakan Momy nya sangat marah dan geram karena ulahnya, yang sudah menculik istrinya sendiri.


"Heiii.!! apa kau tidak dengar hah.!!! Felix semakin menggila karena tak mendengar jawaban dari seberang ponselnya.


"M m mom, ucap Rafa terbata, dan berkali-kali menelan ludahnya.


Dewa yang melihat bosnya tertindas juga, tersenyum senang, kini giliran akan tertuju padamu bos, dan bersiaplah karena keganasan sepasang singa' itu sangat berbahaya dan sadis, batin Dewa dan tersenyum mengejek.


"Apa.!!! jangan harap kau bisa lepas dari Momy, dan lihat saja nanti, apa yang akan Momy lakukan.!!! memohon pun tidak membuat Momy luluh, ucap Felix teriak-teriak karena sangat kesal, karena sampai pagi ini ia belum juga melihat menantunya, padahal ia berharap menantunya akan kembali, tapi justru ia mendapat informasi dari anak buah suaminya, putranya sengaja membawa Atika ke kantor, dan membuat Felix semakin geram.


"Tapi istriku baik-baik saja mom, aku hanya membawanya ke kantor, dan tidak membuatnya lelah, ucap Rafa berbohong, padahal semalaman ia menggempur istrinya sampai lemas.


Atika yang mendengar suaminya berbohong, ia pun sengaja mendekati Rafa, ingin memanas-manasi Momy nya, dan tentunya membalas suaminya yang berbohong itu.


"Mom, Tika sangat capek dan,_


"Apaaaa.!! teriak Felix lagi, namun Rafa langsung membekap mulut istrinya dengan telapak tangannya, karena ikut membuat Momy nya semakin menggila, dan Rafa langsung menutup mematikan sambungan telepon itu dengan sepihak.


"Sayang, kok kamu tega sih?? ucap Rafa menatap istrinya yang tersenyum penuh kemenangan itu.


"Siapa suruh berbohong, ucap Atika dan membuat Rafa menggeleng.


"Kalau aku jujur, pasti Momy semakin marah, dan bokongku akan di tendang, masa kamu tega sih, dan aku masih sayang sama bokong ku ini, ucap Rafa bergidik mengelus bokongnya itu, membayangkan Momy dan Dady nya bergantian menendang bokong montoknya itu.


"Saya permisi bos, dan saya ucapkan selamat menikmati, dan selamatkan bokong anda yang imut itu, ucap Dewa berjalan dengan senyum kemenangan, dan Rafa yang kesal mendengar ucapan Dewa yang memberi selamat itu, melemparkan buku yang cukup tebal, tapi Dewa keburu kabur, dan Atika tertawa terbahak-bahak, melihat tingkah ke dua pria yang tertindas itu.


Hadeeeeeehhhh.!!


Next.


Jangan lupa jejaknya ya Guys.


Salam Arthor

__ADS_1


__ADS_2